Disaster In Marriage

Disaster In Marriage
Mereka masih hidup



"Tapi sayang" ucap Alisha yang ingin protes pada Alfred tapi tidak jadi saat melihat Alfred yang menggelengkan kepalanya.


"Baiklah, aku akan diam dan tidak protes lagi" ucap Alisha yang tidak ingin berdebat dengan Alfred.


"Itu lebih baik" ucap Alfred yang menggenggam tangan Alisha saat selesai makan.


"Dear, aku melakukan ini semua demi kamu dan juga wanita-wanita yang sudah mereka hina dan difitnah.


"Iya aku mengerti sayang. Makasih sudah memperjuangkan aku dan membelaku" ucap Alisha yang memeluk Alfred setelah selesai makan dan mereka berdua sudah berada didalam kamarnya.


"Apapun untuk kamu. Maaf jika aku terlambat, mulai sekarang aku akan berusaha yang terbaik untuk kalian semua dan tidak akan ada satu orang pun bisa melukai kalian lagi" ucap Alfred yang memeluk Alisha lebih erat lagi dan mereka akhirnya tidur siang bersama untuk pertama kalinya lagi selama ini.


.


Sedangkan ditempat yang berbeda dan ternyata sepasang suami istri yang tidak akur itu masih hidup. Alfred tidak sesungguhnya melenyapkan pasangan yang sudah membuat istrinya menderita.


Siapa lagi jika bukan Raditiya Hermansyah dan Ayuning Tyas. Mereka sekarang hidup serba kekurangan, bahkan Tyas sudah terkenal sebagai wanita yang bisa dibooking oleh orang-orang yang ingin memakai jasanya.


Begitu juga Raditiya yang tahu jika dirinya tidak bisa memiliki keturunan. Karena memang dirinyalah yang bermasalah, bukan Liana yang bermasalah. Jadi dia juga sekarang menjadi seorang g*golo untuk para wanita kesepian.


Flashback On...


"Mas, baby sekarat. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Tyas yang sudah tidak bisa mengurus anaknya sendiri.


"Kamu jangan mau enaknya saja dong Mas, kenapa kamu hanya diam saja" ucapnya lagi dan Radit tidak bergeming sedikitpun dengan yang dikatakan oleh Tyas.


"Itu adalah anakmu dengan pria si alan itu. Kenapa aku yang harus repot" jawab Radit tanpa beban mengatakan nya.


"Ya, kamu juga harus ikut mengurusnya juga. Jangan cuman main dengan pembantu si alan itu!" teriak Tyas yang tidak terima. Karena Radit hanya mau enaknya saja.


Walau tidak dipungkiri, jika baby memang bukan anaknya Radit. Tapi setidaknya mereka berdua masih terikat dengan pernikahan, setidaknya saling membantu. Jangan hanya enaknya saja, begitulah mungkin fikiran Tyas.


"Aku tidak perduli! Yang pasti, aku tidak ingin repot oleh kalian dan aku akan segera mengurus perceraian kita. Jadi urus saja sendiri anakmu itu" ucap Radit tanpa perasaan kasihan pada bayi berusia beberapa bulan itu.


"Kamu benar-benar tega Dit. Biar bagaimana juga dia tetap anak kamu menurut degara, kamu tidak bisa lepas tangan begitu saja. Aku tidak terima, aku akan menuntut harta gono gini dari kamu" ucap Tyas tidak mau kalah dan dia terus mengatakan nya berulang-ulang. Membuat Radit pusing dan tidak tahan lagi lalu pergi.


Radit selalu menghabiskan waktunya dikantor dan selalu menghindari Tyas jika berpapasan. Bahkan semua rekan kerjanya bingung, karena tidak biasanya mereka berdua seperti itu.


"Enak saja, mereka fikir aku ini bodoh apa? Sampai mainson mereka bohongi. Kita lihat saja sampai dimana kalian tidak akan ketahuan oleh istrinya itu" gumam Radit yang tidak berperasaan mengatakan nya.


"Li, andai saja kamu masih ada. Aku sangat minta maaf, karena telah membuat kamu menderita. Karena aku juga kamu menjadi seperti itu, maaf" gumam Radit yang ternyata masih menyimpan foto Liana dalam dompetnya.


Tidak terasa mereka benar-benar sudah berpisah tanpa adanya perceraian. Bahkan Radit juga bekerja seperti biasanya dan tidak pernah melakukan kecurangan lagi. Malah tiba-tiba hidupnya jungkir balik saat ada seseorang yang malah menghancurkan nya, sehancur-hancurnya. Hingga Radit tidak bisa berkutik lagi, bahkan perusahaan yang menaungi keduanya juga sudah hancur olehnya.


Sekarang, baik Radit maupun Tyas sama-sama hancur dan bahkan baby mereka berikan pada panti asuhan. Mereka berdua memang tidak punya hati, bahkan Tyas yang selama sembilan bulan mengandungnya dan melahirkan nya tidak ada rasa kasihan dan bersalah sama sekali.


Hingga selang beberapa hari mereka mendengar jika baby meninggal karena tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Mereka berdua juga sudah menjadi gelandangan dan bahkan masuk rumah sakit jiwa. Hingga mereka berhasil kabur, tapi malah bertemu dengan pria yang membuatnya hancur seperti sekarang.


"Kalian bisa lepas dari ku sekarang dan pergilah sejauh mungkin. Karena saya tidak ingin jika suatu saat nanti saya melihat mu lagi" ucap seseorang yang sama sekali tidak dia kenal dan bahkan dia tidak tahu apa masalahnya. Tiba-tiba ada yang membuat hidupnya jungkir balik.


"Sebenarnya anda ini siapa? Kenapa masih saja menemui saya dan membuat saya seperti ini?" tanya Radit yang sudah tidak ingin lari lagi dari pria didepan nya.


"Kelihatan nya kau sangat menikmati peran mu itu sebagai seorang g*g*lo. Tapi bagus lah, dengan begitu kau itu hanya akan menurut pada orang yang membayar jasamu saja" ucap pria yang tidak lain adalah Alfred Donald Harrison.


"Terserah. Saya harus pergi" ucap Radit yang langsung meninggalkan Alfred sendirian lagi disana.


Hingga saat ini mereka tidak pernah bertemu lagi, bahkan Alfred benar-benar tidak mengizinkan kedua orang itu hidup dengan tenang.


Flashback Off...


"Ini semua karena pria asing itu, hingga membuat hidup aku seperti ini" gumam Radit yang terus saja menggerutu.


Radit terus menggerutu dan dia terus saja menyalahkan orang yang sudah membuatnya seperti sekarang ini. Dia ingin lepas dari ini semua, tapi tidak bisa. Karena dia sudah terikat dengan orang yang memberikan nya pekerjaan seperti sekarang.


"Apa mungkin aku akan bisa lepas dari sini? Aku tidak masalah walau hanya tinggal dikampung atau dimanapun, asalkan bisa tenang dan jauh dari semua orang-orang ini" gumamnya lagi, bahkan dia sudah tidak bisa berfikir jernih.


.


Hingga saat ini dia sedang bersama salah seorang pelanggan nya yang selalu membawa-bawa alat-alat yang membuatnya tidak sadarkan diri dan bahkan miliknya sudah terlihat mengeluarkan darah.


"Dasar lemah, baru seperti ini saja sudah tidak sadarkan diri lagi" gumam pelanggan yang sudah membuatnya tidak sadarkan diri lagi.


"Tapi sepertinya dia masih bagus dibagian belakangnya. Akan aku lakukan nanti setelah dia bangun" gumamnya lagi sambil tersenyum smirks pada Tyas yang masih memejamkan matanya.


Setelah menunggu beberapa saat Tyas terbangun dan dia merasakan sakit yang teramat sangat. Lebih sakit saat dia mnyerahkan keperawanan nya pada Radit dan ini adalah yang paling menyakitkan untuk dirinya.


"Akhirnya kau bangun juga j***ng, lakukan tugasmu untuk memuaskan ku" ucap seorang pria yang sedang duduk diatas sofa miliknya.


"Tuan, tolong lepaskan saya untuk kalian ini saja. Saya ingin berisatirahat sebentar, saya mohon Tuan" ucap Tyas mengiba pada pria yang membayar jasanya.


"Apa kau bilang! Aku berani membayar mu lima kalilipat. Kamu bilang ingin dilepaskan? Jangan harap" ucap pria itu dengan mencengkram pipinya kuat.


"Saya mohon Tuan, untuk kali ini saja Tuan" ucap Tyas yang memohon dan dia masih belum mengenakan apa-apa.


"Saya tidak ingin mendengar apa yang kau katakan, sekarang layani aku dengan baik" ucap pria tersebut melemparkan tubuh Tyas keatas ranjang lagi dan dia langsung melakukan nya dengan kasar.


"Aaa... Sakit, Tuan. Saya mohon, lepaskan saya" ucap Tyas yang merasakan sakit dibagian belakangnya sangat bahkan kedua miliknya sudah sangat sakit sekali.


Lumayan lama juga Tyas merasakan sakit yang membuatnya hancur, sehancur-hancurnya. Bahkan dia sudah memohon ampunan saja tidak dia hiraukan oleh pria yang menjadi pelanggan nya itu.


Dia melemparkan selembar cek yang nominalnya tinggi, dan itu lebih dari perjanjian awalnya. Karena dia merasa terpuaskan oleh Tyas, dia menjadi yang pertama menikmati bagian belakangnya yang masih sangat original.


"Pulihkan dirimu. Karena jika saya ingin menggunakan mu lagi, kau tidak seperti sekarang" ucapnya yang langsung menggunakan pakaian nya dan meninggalkan Tyas yang sudah terkulai lemas.


Tyas hanya bisa menangis dan tidak bisa melakukan apa-apa. Dia bahkan lebih menderita dan dia menyesali perbuatan nya sendiri.


"Kenapa aku harus seperti ini, Tuhan... Untuk apa aku memiliki uang sangat banyak, jika aku menderita seperti ini. Lebih baik aku mati saja Tuhan... Aku tidak sanggup lagi... Liana, Liana maafkan aku" ucapnya dengan linangan air mata. Bahkan dia masih belum berpakaian sama sekali.


Dia bangkit, tapi rasa sakitnya tidak tertahankan. Hingga dia ambruk dan tidak bisa bergerak sama sekali. Dia terus menangis dan bagian intinya terus mengeluarkan darah tidak bisa berhenti. Bahkan dia harus dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan secepatnya.


Tapi sayang, karena sudah terlalu lama mengeluarkan darah dan dehidrasi. Tyas tidak bisa diselamatkan lagi, dia sudah tiada setelah beberapa jam mendapatkan perawatan.


Radit yang melihat itu langsung merasa takut dan tidak ingin melanjutkan pekerjaan nya ini. Bahkan dia langsung kabur entah kemana setelah pemakaman Tyas selesai.


.


Sedangkan Alisha dan Alfred sudah semakin bahagia. Alfred juga mendukung apa yang menjadi keinginan dan hobi Alisha mendesign perhiasan dan juga pakaian. Hingga mereka benar-benar sudah sangat bahagia dengan keluarganya.


Bahkan anak-anaknya juga sudah bisa berteman dekat dengan anak-anak Alfian dan Dini. Mereka juga selalu sama-sama dan mereka selalu datang kerumah maupun Alkana dan Alkena yang berkunjung ke rumah Alfian.


Semuanya sudah sangat bahagia satu sama lain sehingga tidak ada perlu ada yang dikhawatirkan oleh mereka semua.


...TAMAT......


Maaf, Othor tamatkan... Karena Othor memang mau bikin kisahnya Liana atau sekarang menjadi Alisha sampai disini saja dan semuanya sudah selesai. Karena Othor berniat tidak ingin panjang-panjang membuat episode nya....


Maaf jika para reader kesayangan Othor kecewa.... 🙏🙏🙏...


Mampir juga dikarya Othor yang lain ya....


OBSESI GILA SANG CEO yang terbaru..


PELABUHAN HATI SI PLAYBOY KARATAN juga masih ongoing...


Juga baca karya tamat Othor yang lainnya ya... Terimakasih sudah mengikuti setiap perjalanan Othor menulis kisah-kisah mereka semua....


...THE AND....