Disaster In Marriage

Disaster In Marriage
Persiapan weding A&A



"Kamu kenapa nak? Apa kamu tidak enak badan? Sejak tadi hanya diam saja?" tanya Mama Andin pada Dini yang malah gelagapan saat dia ditanya seperti itu.


"Nggak kenapa-kenapa kok tante. Hanya sedikit pusing saja, nanti juga segera sembuh sembuh kok. Jadi tante nggak perlu khawatir" jawab Dini dengan gugup dan dia beberapa kali menelan slivanya karena saking gugupnya.


"Oh, yang sudah. Nanti setelah ini kamu langsung pulang saja ya, biar Fian antar kamu pulang" ucap Mama Andin yang mengusap kepala Dini dengan lembut.


"Iya tante, maaf jika tidak bisa ikut dengan tante" jawab Dini dengan menunduk dan me*emas tangan nya sendiri yang berkeringat.


'Saya tahu Dini, jika kamu itu juga menginginkan hal-hal yang sama juga dengan yang sedang dilakukan oleh calon pengantin itu. Setidaknya saya tahu, jika kamu memang memiliki perasaan pada Fian' ucap Mama Andin dalam hati yang tersenyum saat melihat Dini salah tingkah seperti itu saat dia bertanya.


"Ma, apa ini terlihat bagus?" tanya Alfian yang memegang gaun yang sangat bagus dan elegant.


"Bagus, kamu mau membelinya untuk siapa? Apa kamu yang akan memakainya sendiri?" tanya Mama Andin setelah menjawab pertanyaan dari Alfian.


"Ya enggak lah Ma, aku akan membelikan ini untuk seseorang yang sangat sepesial untuk ku. Karena dia pasti sangat menyukainya" jawab Alfian yang tersenyum dan sangat senang saat memegang gaun yang sangat cantik.


"Jadi kamu akan menggandeng wanita saat pernikahan Alfred nanti? Apa Mama kenal dengan nya?" tanya Mama Andin yang malah sangat bersemangat bertanya pada Alfian.


'Kenapa aku malah kesal saat Pak Alfian akan membelikan gaun untuk seorang wanita? Ada apa dengan ku ini? Bukankah aku tidak menyukainya? Ish... Kamu ini kenapa sih Din, sebaiknya kamu sadar diri saja. Dia itu tidak mungkin mau sama kamu dan juga keluarganya akan setuju' ucap Dini dalam hati saat mendengar dan melihat ekspresi Alfian yang begitu bahagia. Dia malah terlihat sedih dan kesal secara bersamaan.


Dini kembali mentap kearah Ibu dan anak yang sedang berinteraksi. Walau hatinya terasa dir*mas oleh tangan tak kasat mata.


"Tentu saja, aku sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Aku akan menjadi groomsman dan dia akan menjadi bridesmaids nya, jangan bertanya dia siapa Ma. Karena nanti Mama juga akan tahu" ucap Alfian yang mengatakan nya sambil tersenyum dan dia menahan supaya Mama Andin tidak bertanya padanya.


'Yang dikatakan oleh Alisha memang benar. Jika kita harus main tarik ulur, dengan begitu bisa melihat apa yang dia rasakan sebenarnya. Dengan begitu aku tahu jika kamu juga menyukaiku Din, hanya kamu ini masih ragu akan perasaan kamu ke aku' ucap David dalam hati dan dia terus saja berbicara pada Mama Andin tentang wanita yang akan dia berikan gaun bridesmaids.


"Baiklah, Mama akan melihatnya nanti. Lebih baik sekarang kamu antarkan saja Dini pulang, dia sedang tidak enak badan. Cepat gih" ucap Mama Andin yang meminta Alfian mengantarkan Dini pulang.


'Apa? Dia sedang sakit? Kenapa dia tidak bilang sejak tadi sebelum ku ajak kemari?' ucap Alfian yang hanya bisa dalam hati saja.


"Baiklah Ma, akan aku antarkan Dini pulang sekarang" jawab Alfian dengan wajah biasanya seperti tadi.


Dini dan Alfian pergi dari butik setelah berpamitan pada Mama Andin dan Mom Felisha tentunya. Jika pada calon mempelai tidak, karena mereka sedang berganti pakaian dengan yang sebelumnya.


"Sayang, setelah ini kita akan kemana lagi?" tanya Alisha yang sudah menggunakan dress sebelumnya.


"Kamu ingin nya kemana dulu Dear? Biar kita kesana saja dulu" bukan nya menjawab pertanyaan dari Alisha, Alfred malah balik bertanya pada Alisha.


"Memangnya apa saja jadwal kita setelah ini sayang? Aku sangat lelah" jawab Alisha yang kembali bertanya pada Alfred dengan wajah sendunya.


"Jika kamu lelah, kita pulang saja bagaimana? Aku tidak ingin kamu terlalu kelelahan karena mempersiapkan pernikahan kita" ucap Alfred yang tidak menjawab mereka akan kemana setelah dari sini.


"Tapi, bagaimana dengan Mommy dan yang lainnya? Aku tidak enak pada mereka semua" tanya Alisha yang merasakan ketidak enakan nya jika dia malah pulang lebih dulu dibandingkan dengan yang lainnya.


"Mereka pasti mengerti, jadi jangan memikirkan itu. Kamu jangan memaksakan diri untuk bisa melakukan ini semua dalam waktu bersamaan, jadi kita pulang saja sekarang, oke" ucap Alfred yang mengajak Alisha untuk keluar dari fitting room untuk berpamitan pada Mom Felisha dan Mama Andin yang sedang menunggui mereka berdua.


"Baiklah sayang, jika memang tidak apa-apa" jawab Alisha yang menurut saja dengan apa yang dikatakan oleh Alfred padanya.


Dia juga terlihat tidak baik-baik saja memang. Jika dipaksakan Alfred tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Jadi dia berjaga-jaga supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Mereka berdua keluar dan langsung berpamitan pada dua wanita paruh baya tersebut.


"Mom, aku harus membawa Shasha pulang. Dia sudah kelelahan, aku tidak mau jika dia dipaksakan untuk melakukan itu semua" ucap Alfred yang menggandeng tangan Alisha.


"Ya Tuhan, kamu tidak apa-apa kan sayang? Kalian pulang dan langsung istirahat saja, sisanya biar Mommy dan Mama yang handle" ucap Mom Felisha yang tidak menghiraukan perkataan Alfred.


"Iya Mom, maaf jadi menyusahkan kalian" ucap Alisha yang mengatakan nya dengan rasa bersalah pada kedua orang tua yang sangat dia sayangi itu.


"Tidak apa-apa sayang, kami mengerti. Kamu lebih baik istirahat saja, jangan sampai kamu sakit saat pernihakan kalian berdua. Jadi harus jaga kesehatan dan selalu meminum vitamin" ucap Mama Andin yang mengusap kepala Alisha dengan sangat lembut.


"Kami pulang dulu Mom, Ma" ucap Alisha yang segera pergi setelah berpamitan pada kedua wanita paruh baya itu.


"Kasihan sekali dia, apa dia sudah sembuh total kak?" tanya Mama Andin pada Mom Felisha yang menghela nafasnya sedikit kasar mendengar pertanyaan dari Mama Andin.


"Dia memang sudah sembuh total untuk masalah kesehatan jiwanya. Tapi fisiknya sering sekali lelah seperti itu, aku sampai takut sendiri jika terjadi sesuatu padanya. Dia adalah gadis malang yang tidak beruntung, aku sangat kasihan juga khawatir" jawab Mom Felisha yang menatap punggung keduanya orang yang sudah menjauh dari mereka berdua.


"Lalu, apa benar jika dia tidak bisa memiliki keturunan kak? Maaf jika pertanyaan aku membuat kakak tersinggung" tanya Mama Andin yang harus menanyakan ini pada kakak sepupunya, karena tidak ingin berfikir yang tidak-tidak tentangnya.


"Dia baik-baik saja, dengan kandungan nya memang tidak bermasalah. Makanya aku mewanti-wanti Alfred supaya tidak melakukan nya sebelum pernikahan. Karena kata dokter kandungan dan juga dokter yang menanganinya selama ini itu tidak ada masalah sama sekali. Mungkin yang jadi masalah adalah mantan suaminya itu, karena sejauh ini semuanya baik-baik saja. Tapi, entah kenapa aku merasa jika dia seperti sedang mengandung, tapi aku tidak mau berfikiran kesana dulu. Karena aku yakin jika melakukan itu Alfred akan selalu mengatakan nya padaku" ucap Mom Felisha dengan ragu saat mengucapkan kalimat terakhirnya. Membuat Mama Andin merasa jika dugaan kakak sepupunya itu memang benar.


"Kak, bagaimana jika semua itu benar? Maaf nih kak, mereka selama beberapa minggu terakhir mereka tinggal bersama dan sekarang juga tinggal di pent house. Mereka hanya berdua, mungkin saja jika... Maaf kak, kakak jangan marah" ucap Mama Andin yang mana malah membuat Mom Felisha menjadi ketar-ketir sendiri.


"Iya juga, kenapa aku tidak berfikir kearah sana? Alfred sudah dewasa dan pasti menginginkan hal-hal seperti itu. Alisha juga sudah sembuh dan pasti saat berduaan seperti itu akan memicu akan hubungan yang lebih jauh lagi. Jika begitu, aku harus memeriksakan kondisi Alisha sekarang juga, aku tidak ingin jika mereka kenapa-kenapa jika itu terjadi" ucap Mom Felisha dengan sangat bersemangat dan tidak ada guratan kemarahan sama sekali. Malah yang ada kebahagiaan yang terpancar.


"Itu lebih baik kak, apapun hasilnya. Jangan membuat kakak marah dan bertindak lebih jauh lagi" ucap Mama Andin yang tahu jika Mom Felisha akan melakukan hal-hal yang diluar nalar jika sudah menyangkut tentang kedua orang kesayangan nya itu.


"Iya-iya, akan aku usahakan. Tapi tidak janji" jawab Mom Felisha sambil tersenyum smirks.


Mereka berdua malah saling diam dan melanjutkan semua persiapan pernihakan Alfian dan Alisha. Karena kedua mempelai tidak mungkin melakukan nya sendiri. Karena kondisi fisik Alisha yang mudah lelah dan juga selalu membuat dia tidak bisa apa-apa. Jadi kedua orang tua lah yang akan menghandle semuanya supaya berjalan sempurna.


.


Sedangkan jauh dari calon mempelai dan kedua orang tua yang sedang mempersiapkan pernikahan Alfred dan Alisha. Disini ada sepasang suami istri yang sudah terlihat tidak harmonis lagi. Siapa lagi jika bukan Radit dan Tyas yang mulai banyak selisih faham diantara keduanya. Seperti yang sedang mereka berdua lakukan sekarang.


"Kenapa bisa baby sakit seperti ini? Kamu ini becus tidak sih mengurus anak, Hah!" teriak Radit yang melihat putri kecilnya masuk rumah sakit karena memiliki kelainan. Dan anak-anak sekecil ini sudah memiliki penyakit yang mematikan.


"Kenapa kamu malah menyalahkan aku Hah! Kamu fikir pekerjaanku hanya mengurusnya saja? Tentu saja tidak, aku harus kerja dan juga mengurus segalanya. Apa kamu fikir itu mudah!" teriak Tyas yang tidak terima dia dibilang tidak becus oleh Radit.


"Siapa yang suruh kamu bekerja? Aku tidak pernah memintamu untuk kerja kembali setelah melahirkan. Itu semua keinginan kamu sendiri dan bukan kesalahan ku" Radit mengatakan nya sambil menunjuk wajah Tyas dengan tatapan tajamnya.


Tyas yang akan menjawab ucapan dari Radit, terpaksa tidak jadi saat seorang perawat memperingatkan mereka berdua untuk tidak bertengkar didalam rumah sakit. Karena teriakan mereka berdua sudah mengganggu ketenangan pasien lainnya.


"Maaf, aku akan lebih hati-hati lagi menjaganya. Padahal aku sudah menyewa pengasuh untuk menjaganya dengan baik. Tapi dia malah tidak menjaganya dengan benar, mungkin aku akan mengganti pengasuh anak kita secepatnya" ucap Tyas yang sudah mulai melunak saat dia juga sadar, dia memang kurang memperhatikan keadaan putriku dan dia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya sendiri.


"Itu lebih baik, jangan pekerjakan seseorang yang tidak becus menjaga anak kita" ucap Radit yang sedikit gelagapan saat mengatakan itu pada Tyas.


'Untung saja dia tidak curiga. Karena dia selalu pulang malam dan selalu lembur' ucap Radit dalam hati sambil tersenyum lega.


'Jika aku tidak bekerja lagi, bagaimana aku bisa memenuhi kebutuhan hidup aku ini. Mana semuanya aku juga yang melakukan semuanya. Untung saja sekarang aku sudah menjadi sekertarisnya Big Bos, jadi aku bisa meminta apa saja. Asal aku bisa membuatnya bahagia' gumam Tyas dalam hati yang juga tersenyum akan apa yang dia ucapkan tadi.


"Baiklah Mas, aku akan pulang dulu. Aku sudah menghubungi yayasan untuk menyiapkan pengasuh untuk baby. Jadi aku akan menunggunya dirumah dan juga akan mengeluarkan pengasuh sebelumnya. Kamu tidak apa-apakan jika aku tinggal disini menjaga baby?" tanya Tyas yang akan pulang dulu untuk memecat pengasuhnya yang entah sudah keberapa kalinya dia ganti.


"Iya, hati-hati" jawab Radit yang sibuk dengan laptopnya.


Tyas pergi dari ruangan perawatan baby. Dia segera pulang untuk segera mengusir pengasuh yang tidak becus itu.


"Nyonya, sudah pulang? Bagaimana keadaan Nona baby Nyonya?" tanya pengasuhnya tersebut yang memang terlihat seperti wanita baik-baik dan juga kelihatan nya memang seorang Muslim, karena dari pakaian nya saja sudah terlihat.


"Kamu kemasi barang-barang kamu sekarang juga. Saya tidak mau jika kamu kerja disini lagi, karena saya tidak mau mempekerjakan orang yang tidak becus seperti kamu" ucap Tyas langsung to the point pada pengasuh putrinya.


"Tapi Nyonya, apa salah saya? Saya sudah mengerjakan sesuai dengan apa yang anda katakan. Saya tidak melakukan kesalahan apa-apa Nyonya, tolong jangan pecat saya. Saya sedang butuh pekerjaan ini Nyonya, saya mohon" ucap pengasuh tersebut yang memohon supaya tidak dipecat oleh Tyas.


"Kamu memang tidak memiliki kesalahan dalam mengurus anak ku. Tapi kamu pernah melihatku berdua dan melakukan itu dengan kekasihku. Jadi aku lebih baik cari aman, karena aku tidak ingin suamiku tahu dari kamu. Dan kamu mengatakan itu pada suamiku, apa kamu faham" ucap Tyas tanpa perasaan nya mengatakan itu semua pada pengasuh anaknya.


Padahal selama ini dia sudah bekerja dengan sangat baik dan tidak pernah melakukan kesalahan saat mengasuh anaknya selama ini. Bahkan kedeteksi akan baby sakit juga olehnya, tapi karena dia pernah melihat Tyas sedang bercumu dengan seorang pria yang bukan suaminya. Membuat pengasuhnya yang tidak salah apa-apa harus menerima pemecatan ini.


"Tapi Nyonya, saya sudah berjanji tidak akan pernah mengatakan apa-apa pada siapapun. Saya akan menulikan telinga saya dan juga membutakan matanya saya, jika saya masih boleh bekerja disini Nyonya. Saya berjanji itu" ucapnya yang sepertinya memang sangat membutuhkan pekerjaan tersebut.


"Saya tidak perduli. Sekarang pergi atau saya panggilkan polisi? Mau kamu?" ucap Tyas yang segera masuk kedalam kamarnya dengan wajah sinisnya.


"Ya Allah, kenapa keluarga ini begigu kejam padaku? Padahal aku sama sekali tidak pernah membuat kesalahan dalam bekerja. Apa ini jalan yang harus aku tempuh Ya Allah? Karena waktu itu aku hampir saja dile*ehkan oleh majikan laki-laki ku itu. Bismilah, semoga saja ini lebih baik untuk ku" gumamnya yang sudah membereskan barang-barangnya dan dia akan keluar dari kamarnya.


"Ini gaji kamu selama kerja pada saya. Saya juga sudah memberikan bonus untukmu, karena kamu tidak membuka mulut mu itu. Kau boleh pergi sekarang" ucap Tyas yang melipat kedua tangan nya didepan dada dengan sangat angkuhnya.


"Terimakasih Nyonya, saya permisi" ucap pengasuh tersebut dan segera pergi dari sana. Saat akan keluar dia berpapasan dengan seorang wanita yang sangat cantik dan terlihat masih sangat muda juga masuk kedalam rumah tersebut.


"Ya Allah, apa dia pengganti ku? Jika iya, tolong selamatkan dia dari laki-laki hidung belang itu" gumam pengasuh tersebut yang segera pergi dari sana dan tidak ingin ikut campur lagi dalam keluarga yang aneh itu.