
"Saya pesan semuanya makanan yang ada dimenu saja, karena kami sudah sangat kelaparan. Kami minta lebih cepat disajikan pesanan kami berdua" ucap Alisha yang mengatakan nya sambil tersenyum dan itu langsung diangguki oleh pelayan yang mencatat pesanan nya.
"Baik Nona, kami akan segera menyiapkan semuanya untuk anda berdua. Mohon tunggu sebentar" ucap pelayan wanita tersebut dan membuat Alisha hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis.
"Dear, maaf ya. Karena aku, kamu jadi terlambat untuk makan siang" ucap Alfred setelah para pelayan tersebut sudah keluar dari private room mereka.
"Tidak apa-apa sayang. Apa salahnya jika kita mencobanya dulu, jika belum mencoba mana tahu kita dengan semua makanan itu. Jadi Julie sudah mencobanya baru akan tahu rasanya, kita menyukainya atau tidak" ucap Alisha yang tersenyum dan mengusap tangan Alfred yang berada diatas tangan nya.
"Thank you Dear. Kita tidak akan melakukan ini lagi, karena ini akan sangat menyiksa" ucap Alfred yang tersenyum dan merasa bersalah pada Alisha.
"You're welcome sayang. Itu lebih baik" jawab Alisha yang juga tersenyum. Dan akhirnya mereka makan makanan yang biasa mereka makan saja.
Jika bertanya, kenapa Alisha tidak menyukai makanan lokal. Padahal dia berasal dari negara ini? Jawaban nya adalah, Alisha bukan lagi Liana yang sangat menyukai makanan lokal dan tidak menyukai makanan western sama sekali. Karena Liana sudah lama mati didalam diri Alisha, Alisha yang sekarang bukanlah Liana. Jadi dia tidak bisa memakan makanan kesukaan Liana, karena Liana Marisa sudah tidak ada lagi. Yang ada sekarang adalah hanya Alisha Bowie, Alisha Bowie.
"Bagaimana, apa kamu sudah merasa kenyang Dear? jika iya, kita bisa melanjutkan acara kita berdua untuk mempersiapkan pernikahan kita?" tanya Alfred yang sudah duduk didalam mobil bersama dengan Alisha disampingnya.
"Tentu saja, apa Mommy ada disini juga? Aku sangat merindukan nya" jawab Alisha dan dia bertanya tentang Mom Felisha pada Alfred.
"Sepertinya tidak, karena mereka berdua sedang honey moon, entah untuk keberapa kalinya. Tapi nanti aku akan meminta mereka berdua untuk segera kemari. Karena pernihakan kita sudah dekat" jawab Alfred dengan datarnya dan membuat Alisha menjadi sedih.
'Maafkan aku Dear, karena aku sebenarnya tidak setuju dengan keinginan Mom Felisha yang aneh-aneh itu. Awas saja jika Mommy tidak ada disana, akan aku pastikan, jika kalian tidak akan pernah bisa menghadiri pernikahan kami berdua' ucap Alfred yang hanya bisa dalam hatinya saja.
"Baiklah, kita akan kesana sekarang saja. Supaya aku bisa mencoba gaun pengantin yang sesuai dengan keinginan ku" ucap Alisha yang memperlihatkan ekspresi bahagianya, walau sebenarnya dia sedih. Karena tidak bisa bertemu dengan Mom Felisha.
Mereka hanya saling diam dan larut dalam fikiran nya masing-masing hingga keduanya sudah sampai didepan sebuah butik terbesar dan sangat terkenal. Disana mereka berdua langsung disambut dan diarahkan menuju ruangan PPIV yang mana hanya dikhususkan untuk orang-orang yang sepesial.
"Akhirnya kalian datang juga. Kenapa bisa lama sekali sayang kemari!" ucap seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu memarahi kedua orang yang baru saja datang menemuinya.
"Mommy" ucap Alisha yang langsung memeluk Mom Felisha saat mendengar ucapan darinya.
"Eh, kenapa malah menangis? Maafkan Mommy, Mommy hanya bercanda saja mengatakan nya" ucap Mom Felisha yang mulai panik saat mengatakan nya pada Alisha yang menangis dalam pelukan nya.
"Aku tidak akan marah dan menangis jika Mommy memarahi ku. Aku menangis karena aku sangat bahagia dan semangat bisa bertemu dengan Mommy. Aku sangat merindukan Mommy" ucap Alisha yang masih dalam pelukan Mom Felisha.
"Oh, sayang... Maafkan Mommy, Mommy hanya ingin memberikan kejutan untuk kamu. Saat Alfred bilang akan menikahi kamu dalam waktu cepat, kami langsung pulang kemari dan akan memberikan yang terbaik untuk pernikahan kalian berdua dan juga akan dikenang sebagai pernihakan yang paling megah dan juga meriah. Jadi kalian harus mau dan bisa melakukan nya, Mommy sudah mempersiapkan gaun pengantin yang selama ini kamu impikan sayang" ucap Mom Felisha dengan panjang lebar dan dia ternyata sudah mempersiapkan segala pernikahan untuk mereka.
"Benarkah Mom? Aku sangat senang jika memang Mommy yang mempersiapkan nya untuk aku. Thank you Mom" ucap Alisha yang sudah sangat bahagia dan juga sangat senang mengatakan nya.
"Apa yang tidak untuk kamu sayang. Karena kamu adalah sumber kebahagiaan kamu semua, terutama bocah kaku itu" ucap Mom Felisha yang mengusap pipi Alisha dan mengusap sisa air mata dipipi Alisha.
"Kau lihat sendiri bukan, jika keduanya sudah bergabung. Maka kita para pria akan terasingkan" ucap Dad Donald sambil menunjuk kedua wanita yang sudah sangat akrab itu.
"Daddy benar, jika saja kalian tidak datang dan ada disini. Maka calon istriku itu akan terlihat sedih dan mungkin akan mencoba gaun pengantin nya dengan deraian air mata kesedihan nya. Untung saja kalian tepat waktu" jawab Alfred dan ternyata disana bukan hanya ada Mom Felisha dan Dad Donald saja. Disana juga ada Mama dan Papa nya Alfian yang juga sudah datang bersama dengan Alfian dan Dini.
"Ma, Pa. Bagaimana kabar kalian berdua?" tanya Alfred yang memanggilnya sama dengan Alfian pada Mama Andini dan Papa Aldian Syah.
"Alhamdulilah, Mama dan Papa baik-baik saja nak. Kamu sendiri bagaimana kabarnya? Mama sangat merindukan kamu, kenapa kamu tidak pernah main kerumah?" jawab Mama Andin yang kembali bertanya pada Alfred yang diangguki sayangi seperti pada Alfian juga.
"Seperti yang Mama lihat. AL baik-baik saja" jawab Alfred yang memeluk Mama Andin dan Papa Aldi bergantian.
"Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan menikah dan mendapatkan wanita yang baik dan juga Mama lihat kalian memang saling mencintai. Semoga kalian berdua bahagia dan yang paling penting adalah seiman, juga saling menjaga dan selalu mencintai satu sama lain" ucap Mama Andin yang mengusap lengan Alfred dengan lembut.
"Terimakasih Ma, kami memang seiman dan kamu juga saling mencintai" jawab Alfred yang kembali memeluk Mama Andin dengan erat.
"Ya sudah, Mama kesana dulu. Ayo Din" ucap Mama Andin yang mengurai pelukan nya dari Alfred dan mengajak Dini bergabung dengan Mom Felisha dan Alisha.
"Akan bertambah lagi kumpulan para wanita jika begini" gumam Alfian yang menghela nafasnya berulangkali, lalu dia menghempaskan tubuhnya disofa yang tidak jauh dari mereka berdiri.
"Kamu ini ada-ada saja Fian, itu lebih baik dari ada Mama kamu itu ngajakin kamu bukan? Karena kamu seharusnya bersyukur, karena bukan kamu yang disuruh untuk menikah sekarang" ucap Papa Aldi yang menatap kearah Alfian yang hanya nyengir kuda mendengar ucapan dari Papa Aldi.
Sedangkan Alfred dan Dad Donald hanya diam saja melihat interaksi antara Alfian dan Papa Aldi. Walau Papa Aldi terlihat kalem dan tidak banyak bicara seperti Alfian. Tapi jika sudah bicara akan sama saja keduanya.
"Mas, apa anda masih sibuk mengurus perusahaan?" tanya Papa Aldi pada Dad Donald.
"Tidak, karena Alfred sudah bisa menghandle semuanya dengan baik. Makanya saya hanya menghabisakan waktu berdua saja dengan istrinya saya" jawab Dad kita dengan datarnya dan itu membuat Alfian hanya menggelengkan kepalanya saja. Karen baik Dad Donald maupun Alfred sama saja, datar dan juga dingin.
"Jika dia menginginkan nya sudah lama aku meminta dia untuk keluar. Tapi dia tidak mau, dan dia bilang sedang mengejar misinya" jawab Alfred to the point pada Papa Aldi.
"Iya, dia memang seperti itu. Padahal apa sulitnya menaklukan gadis itu? Dia masih terlihat polos dan juga selalu menurut" ucap Papa Aldi yang menatap kearah Alfian dengan sinis.
"Papa tidak tahu saja, jika dia itu masih sangat polos dan juga tidak peka Pa. Bagaimana lagi aku harus mengatakan dan mengungakapkan perasaan aku padanya?" ucap Alfian yang mengatakan nya dengan sangat frustasi memikirkan bagaimana caranya bisa membuat Dini mencintainya dan menerima dirinya.
"Tinggal lamar saja pada kedua orang tuanya. Kenapa kamu tidak melakukan itu semua. Dasar bodoh!" ucap Alfred yang memang sudah muak dengan drama Alfian mengatakan perasaan nya itu.
"Benar juga. Tapi, bagaimana jika kedua orang tuanya malah langsung menolaknya? Yang ada akan membuat aku semakin bingung dan frustasi akan semua ini" jawab Alfian yang kembali lesu setelah sebelumnya bersemangat.
"Kamu fikir saja sendiri" ucap Alfred yang sudah kesal dan meninggalkan ketiga pria beda usia itu.
'Dasar bodoh! Kenapa tidak pernah berfikir jika wanita itu butuh kepastian dan juga tindakan. Bukan malah mengatakan nya saja tanpa sebuah tindakan yang pasti' gerutu Alfred tanpa dia sadari jika dia sekarang sudah banyak bicara setelah mengenal dan dekat dengan Alisha.
"Kamu kenapa sayang? Kenapa terlihat sangat kesal dan juga marah? Ada apa sebenarnya?" tanya Alisha yang mana sedang mencoba gaun pengantin nya dan Alfred juga akan menggunakan tuxedo miliknya juga.
"Nggak, bukan apa-apa Dear. Hanya gemas saja akan otak Alfian, sudah tahu keduanya saling menyukai dan juga saling mencintai. Malah otaknya tidak bekerja dengan benar" ucap Alfred yang masih terbawa suasana akan kekesalan nya pada Alfian.
"Sayang, mereka itu memang belum bisa menyadarinya. Tapi setidaknya mereka sudah mengakui satu sama lain, kamu bilang saja pada Alfian. Jika seperti itu menggunakan tarik ulur, jika terlalu gencar mendekatinya. Yang ada dia akan semakin menjauh, jadi dia harus melakukan kebalikan nya" ucap Alisha yang membuat Alfred tersenyum tipis dan mengangguk. Dia setuju akan usulan dari Alisha barusan.
"Good idea my love. Aku akan bilang itu pada si bodoh itu" ucap Alfred dengan semangat dan langsung memeluk Alisha didepan para wanita yang sedang membantu Alisha mengenakan gaun pengantin nya.
"Sayang, lepaskan. Malu dilihat oleh mereka" ucap Alisha yang mengatakan nya sambil berbisik pada Alfred yang memang tidak menyadari jika disana bukan hanya mereka berdua saja.
"Oh, sorry" ucap Alfred yang memasang wajah datarnya kembali dan dia segera mengenakan tuxedo nya dengan rapih.
'Dia itu selalu terlihat sangat menggemaskan jika sudah seperti itu. Terimakasih Tuhan, karena kau telah memberikan seorang pria yang begitu baik dan juga sangat mencintaiku' ucap Alisha dalam hati sambil terus tersenyum pada Alfred dan dia juga menatap kearah para wanita yang sudah selesai membantunya.
'Kenapa aku selalu lepas kontrol jika sudah berdekatan dengan nya. Untung saja dia menginginkan ku, walau sudah terlambat mengatakan nya. Disaat aku menggerutu karena Alfian bodoh itu' ucap Alfred dalam hati yang menahan malu dengan memasang wajah datar dan dingin nya.
"Kalian boleh keluar sekarang" ucap Alisha yang mengatakan nya pada para wanita yang membantunya.
"Baik Nona, kami permisi" ucap salah seorang dari mereka yang mengatakan nya pada Alisha dan membungkuk pada Alfred.
"Dear, kenapa kamu selalu bisa membuat aku lupa akan segalanya dan juga sekeliling, jika sedang bersama denganmu?" tanya Alfred yang sudah berdiri didekat Alisha dan dia akan memeluk tubuh Alisha terhalang oleh gaun yang begitu besar dan panjang.
"Kamu saja yang tidak bisa lihat-lihat jika sudah seperti ini. Lihatlah, bahkan kamu tidak sadar jika aku sedang menggunakan gaun sebesar dan seberat ini" ucap Alisha yang memperlihatkan gaun nya didepan Alfred yang hanya bisa menghela nafasnya saja.
"Kenapa kamu harus menggunakan gaun seperti ini Dear? Apa ini gaun yang kamu inginkan dan kamu impi-impikan selama ini? Ini sudah terlihat seperti sebuah bangunan, bukan gaun" ucap Alfred yang menggerutu akan gaun yang dikenakan oleh Alisha.
"Iya, memang ini gaun impian aku sayang. Walau nanti ada beberapa yang harus dirubah, karena aku kurang menyukainya" jawab Alisha yang mencoba untuk mengangkat gaun tersebut dan memperlihatkan nya pada semua orang yang ada diluar fitting room.
"Biar aku bantu Dear, ini pasti akan sulit jika kamu sendiri yang mengangkatnya" ucap Alfred yang membantu mengangkat gaun pengantin yang dikenakan oleh Alisha.
"Thank you sayang. Kamu memang yang terbaik dari yang baik" ucap Alisha yang mulai berjalan keluar dengan dibantu oleh Alfred dibelakangnya.
"Wah, kamu cantik sekali sayang. Tidak salah memang jika ini adalah gaun impian kamu selama ini sayang" ucap Mom Felisha yang mendekat kearah Alisha dan menatap sekeliling Alisha saat menggunakan gaun pengantin nya.
"Iya Mom terimakasih. Tapi aku ingin sedikit dikurungi berat gaun nya, karena bisa saja aku akan terbawa jika AL tidak membantuku tadi" ucap Alisha yang mengatakan keinginan nya lagi pada Mom Felisha.
"Tentu saja sayang. Mommy akan bilang padanya, karena kamu adalah kesayangan Mommy. Apa ada lagi yang perlu dirubah, selain beratnya saja?" tanya Mom Felisha yang menatap kearah pemilik butik tersebut yang tidak lain adalah sahabat Mom Felisha sendiri.
"Semuanya tidak perlu Mom, karena unstuk keseluruhan ini sangat bagus. Hanya terlalu berat saja, jika sudah dikurangin beratnya tanpa melakukan perubahan lagi. Itu sudah cukup" jawab Alisha dengan senyuman nya yang mengembang.
"Tentu saja bisa sayang, saya akan melakukan apa yang kamu inginkan. Karena jika tidak, Mommy kamu ini akan menghentikan kerjasama ini lagi. Bisa-bisa butik ku ini akan langsung gulung tikar" ucap sahabat Mom Felisha dan dia adalah pemilik butik tersebut.
"Tentu saja, aku akan dengan mudah menghancurkan karirmu ini. Jika tidak menurutinya" ucap Mom Felisha yang memang hnya bercanda saja padanya sahabatnya dan begitu juga sebaliknya.
Sedangkan Dini hanya bisa menatap saja apa yang sedang mereka lakukan, dia bahkan tidak pernah membayangkan sesuatu yang sanagat jauh dari jangkauan nya sebangai orang menengah kebawah, dia bisa seperti sekarang saja sudah sangat bersyukur.
'Ya Allah, apa mungkin aku bisa mendapatkan gaun dan acara pernikahan yang sesuai keinginan ku? Tapi itu tidak mungkin bukan Ya Allah, karena aku sadar diri. Jika wanita seperti ku ini tidak pantas mendapatkan itu semua' ucapnya dalam hati dan tidak terasa dia meneteskan air matanya saat mengatakan itu.
Dan itu tidak luput dari pandangan Mama Andin. Karena baik Mama Andin atau Papa Aldi, belum pernah mengatakan jika mereka sudah sangat menyukainya dan berharap jika dia menjadi menantunya.