
"Dokter, kenapa diam saja? Apa saya salah bicara?" tanya Alisha dengan tatapan bingungnya. Karena dokter didepan nya itu hanya diam saja.
"Ah iya Nona. Maaf, saya tidak bermaksud seperti itu pada anda. Mari saya periksa langsung" ucap dokter obgyn tersebut yang sudah ketakutan melihat wajah Alfred yang sudah sangat mengerikan untuk dilihat.
"Apa yang terjadi dok, kenapa hanya diam saja? Cepat katakan!" ucap Alfred dengan datarnya dan mengatakan nya penuh dengan penekanan disetiap katanya.
"Anda lihat saja kelayar Tuan, disini sudah ada dua titik. Berarti Nona Alisha sedang mengandung dan kondisinya sehat juga selamat calon bayinya kembar" jelas dokter tersebut yang membuat Alisha dan Alfred saling pandang lalu tersenyum bahagia.
Mereka mendapatkan kabar yang sangat bahagia dan juga ini keberkahan yang sangat berharga dalam hidup mereka berdua. Mereka takut henti-hentinya berterimakasih pada Tuhan, atas nikmat yang diberikan pada mereka berdua.
"Benarkah dokter? Saya sedang mengandung baby kembar?" tanya Alisha yang menggenggam tangan Alfred dan matanya sudah berkaca-kaca karena terharu juga bercampur bahagia.
"Iya Nona, selamat atas kehamilan nya. Mari saya akan berikan resep vitamin dan penguat kandungan. Saran saya sekarang hanya jaga kesehatan anda Nona tidak boleh kelelahan, banyak fikiran dan selalu banyak istirahat" ucap dokter obgyn tersebut dan dia mengatakan nya lagi pada Alisha.
"Apa anda ada keluhan selain pusing dan lemas saja Nona? Seperti mual dan muntah dipagi hari atau saat mencium aroma tertentu?" tanya dokter itu lagi sambil mencatat semua yang baru saja dia periksa.
"Sejauh ini belum merasakan itu semua dok, apa ada masalah jika tidak merasakan itu semua?" jawab Alisha sudah khawatir lebih dulu saat dia bertanya pada dokter.
"Bukan seperti itu Nona. Justru itu bagus, karena anda tidak harus merasakan itu semua, karena jika merasakan itu semua. Jika disini mengalami ngidam namanya, tapi saya akan memberikan obat mual dan muntahnya. Takutnya mengalami itu" jelas dokter tersebut yang memberikan resep pada Alisha.
"Terimakasih dokter. Kami permisi" ucap Alisha, sedangkan Alfred hanya diam saja dan tidak mengatakan apa-apa.
"Sayang, aku seneng banget. Ternyata aku sedang hamil, dan kamu tahu? Disini ternyata ada dua cinta kita" ucap Alisha bertanya pada Alfred yang sejak tadi hanya diam saja.
"Sayang, kenapa kamu hanya diam saja? Apa kamu tidak senang jika aku hamil?" tanya Alisha yang menatap Alfred dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca.
"Dear, tentu saja tidak. Aku hanya masih bingung saja, hanya sekali aku melakukan nya dan kamu sekarang sudah langsung hamil. Berarti benihku ini sangat berkualitas, maaf jika sejak tadi aku hnya diam saja. Aku hanya bingung harus berbuat apa" jawab Alfred yang memeluk Alisha dan mereka sudah berada didepan apotik.
"Tunggulah disini, biar aku yang menebus obatnya" ucap Alfred yang meminta Alisha untuk duduk menunggu.
Setelah menebus obat dan mereka juga sudah makan siang bersama disebuah restaurant mewah dan terkenal. Mereka berdua berjalan-jalan dulu sebelum pulang, karena sebentar lagi mereka akan menikah.
Mungkin hanya menunggu hari saja mereka akan menikah. Mereka ingin menghabiskan waktu berdua saja dan tidak ingin ada yang mengganggu waktu mereka.
Saat sedang berjalan-jalan, mereka berdua bertemu dengan seseorang yang sangat Alfred benci dan rasanya ingin sekali melenyapkan nya sekarang juga.
Siapa lagi jika bukan Raditiya Hermansyah, pria yang sudah menyia-nyiakan wanita yang sudah sangat mencinai dirinya lebih dari apapun. Dan ini adalah pertemuan keduanya dan dengan wanita yang berbeda juga dari sebelumnya.
"Sayang are you okay?" tanya Alisha merasa bingung dengan sikap Alfred yang berbeda sejak tadi berada dirumah sakit.
"Iya Dear, aku baik-baik saja. Maaf karena aku sejatinya tadi membuat kamu sedih Dear" jawab Alfred dengan tatapan yang masih dingin dan wajah datarnya.
Membuat Alisha merasa jika Alfred tidak menyukai jika dia hamil dan sepertinya dia tidak diinginkan. Alisha segera melepasakan tautan tangan nya dari Alfred dan mundur beberapa langkah dari Alfred.
"Dear, kenapa? Apa kamu sakit?" tanya Alfred saat melihat Alisha yang menjauh darinya.
Alisha hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari Alfred, dia merasa Alfred sudah berubah dan tidak menginginkan ini semua. Alisha merasa sangat tidak nyaman dengan itu semua, membuat nya berfikir keras dan dia mengusap perutnya sendiri.
"Aku baik-baik saja" jawab Alisha yang meminta pulang sekarang juga. Dia tidak ingin jika anak-anaknya menjadi beban untuk Alfred nantinya
Setelah sampai, Alisha hanya mengurung diri didalam kamar dan tidak keluar sama sekali. Hingga dimalam hari mereka makan bersama, membuat Mom Felisha merasa heran dengan keduanya yang saling diam dan tidak mengatakan apapun satu sama lain.
'Bagaimana dia bisa hamil. Bukankah mantan suaminya bilang dia tidak akan bisa memiliki keturunan? Kenapa aku sekali melakukan nya langsung hamil. Apa mungkin itu anak ku? Atau mungkin dokternya yang salah? Aku benar-benar tidak tahu apa-apa tentang ini semua' ucap Alfred yang merasa dipermainkan oleh takdir dan juga keadaan.
'Kenapa kamu berubah saat mengetahui aku hamil AL? Apa kamu tidak menginginkan baby ini? Jika iya, kenapa kamu melakukan nya dan membuat aku hamil AL? Aku harus bagaimana sekarang, tidak mungkin aku melenyapkan nya hanya karena kamu tidam menerimanya. Aku harus pergi, iya. Lebih baik aku pergi dari sini dan dari hidup kamu AL, aku tidak akan pernah mau membuat anak-anak ku terluka. Tidak akan' ucap Alisha dengan mengusap perutnya dan dia melanjutkan makan malamnya dengan cepat.
"Mom, Dad aku sudah selesai. Aku ingin istirahat" ucap Alisha yang pamit pada Mom Felisha dan Dad Donald.
"Iya sayang, istirahatlah" ucap Mom Felisha dan itu membuat Alisha langsung pergi dari sana.
"Apa kalian sedang bertengkar? Kenapa kalian berdua saling diam? Apa ada masalah AL?" tanya Mom Felisha, seperti mengetahui apa yang terjadi.
"Kami baik-baik saja Mom, dan kami tidak bertengkar atau ada masalah. Hanya saja... Sekarang tidak baik-baik saja" jawab Alfred yang membuat Mom Felisha bingung dan tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Alfred.
"Maksud kamu apa, kalian baik-baik saja tapi sekarang tidak baik-baik saja. Maksud kamu apa AL? Kamu jangan membuat Mommy pusing dengan kata-kata kamu itu" ucap Mom Felisha dengan perasaan kesalnya.
"Tidak apa-apa Mom, aku kekamar dulu" ucap Alfred yang menghindari pertanyaan-pertanyaan dari Mom Felisha.
"Kenapa anaknya itu?" gumam Mom Felisha melihat punggung Alfred yang sudah menjauh.
"Jadi memang benar, jika dia memang tidak menginginkan anak ini" gumam Alisha yang kembali memasuki kamarnya dan mengemasi barang-barangnya. Untung saja dia hanya membawa barang-barangnya sedikit.
Dia mengambil passport dan juga miliknya yang lain dan dia tidak meninggalkan apapun yang akan membuat Alfred mengingatnya lagi.
"Maafkan aku Mom, karena aku harus pergi sekarang dan selamanya. Aku tidak ingin jika aku menjadi beban kalian semua disini. Apa lagi untuk Alfred, aku tidak ingin semua itu terjadi. Selamat tinggal" ucap Alisha yang segera pergi dari sana dan tidak pernah menoleh kebelakang lagi sedikitpun juga.
Saat Alisha sudah keluar mainson, Alfred memasuki kamarnya yang bersama dengan Alisha. Dia tidak menyadari jika Alisha sudah tidak ada lagi disana. Dia hanya diam saja dan membaringkan tubuhnya diatas ranjang lalu memejamkan matanya.
Alisha menuju bandara dan dia memesan tiket penerbangan malam menuju Jerman. Tapi saat sudah disana ada seseorang yang akan berangkat menuju Jerman passport nya malah hilang karena kena jamberet.
"Anda bisa menggunakan milik saya. Saya bisa menggunakan penerbangan lain" ucap Alisha menyerahkan passport miliknya pada seorang wanita yang sama sekali tidak dia kenal.
"Benarkah? Anda sendiri bagaimana, jika ini untuk saya?" tanya wanita tersebut dan tidak langsung mengambil passport milik Alisha.
"Tidak apa-apa, ambil lah" ucap Alisha yang menyadari, jika dia menggunakan passport miliknya. Pasti Alfred dengan mudah bisa menemukan nya.
"Baiklah, terimakasih. Setelah saya sampai Jerman saya akan mengembalikan ini pada anda Nona... " ucap wanita tersebut melihat passport milik Alisha.
"Alisha Bowie, anda sendiri?" tanya Alisha pada wanita didepan nya.
"Saya Celine Daniels. Senang berkenalan dengan anda Nona Alisha, kalau begitu saya permisi. Tapi sebelum itu, ini kartu nama saya. Nanti anda bisa menghubungi saya. Bye" ucap wanita tersebut yang langsung pergi.
"Aku harus segera pergi dari sini. Tapi sebelum itu, aku harus mengganti ponselku dulu. Aku tidak mau jika dia menemukan aku dan kedua baby ku" gumam Alisha yang segera menuju counter ponsel dan menukarkan nya dengan yang biasa saja.
Sisa uangnya dia gunakan untuk bertahan hidup selama disini. Dia bisa minta bantuan Celine jika suatu saat dia butuh. Sekarang yang pasti dia akan pergi jauh dulu dari Alfred, karena dia akan mudah menemukan nya jika masih berada disana.
"Baby, maafkan Mommy sayang. Mommy akan menjaga kalian berdua dan akan melakukan apapun untuk kalian berdua" gumam Alisha sambil mengusap perutnya sendiri.
Dia pergi menggunakan taxi menuju sebuah tempat yang lumayan jauh dari tempat tinggal Alfred atau yang lainnya. Dia tidak ingin jika Alfred menemukan nya, dia menggunakan pakaian yang berbeda dan dia menjual pakaian lamanya kepasar loak.
"Semoga saja semuanya baik-baik saja. Tuhan, izinkan aku bisa bertahan hidup dinegara yang asing ini" gumam Alisha yang melihat sebuah rumah yang dia beli dari uang penjualan pakaian dan juga perhiasan pemberian Alfred.
"Ini rumah kita sayang. Kalian berdua akan tinggal bersama dengan Mommy disini, Mommy akan membuat design pakaian dan juga baebagai perhiasan untuk kita jual lalu bisa kita belikan sesuatu yang penting untuk kebutuhan kita berdua" ucapnya selalu mengajak bicara kedua bayinya yang masih didalam kandungan nya.
Alisha memang tidak bisa dekat dengan semua orang Tapi dia bisa melakukan yang dia bisa sekarang dan itu membuatnya semakin bahagia. Dia mulai mendesign dengan pensil dan kertas saja, setelah semua design nya laku. Baru dia akan melakukan yang lain nya lagi.
.
Sedangkan Alfred seperti biasanya dia lakukan. Dia belum menyadari jika ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Tapi dia hanya biasa saja, setelah turun untuk sarapan baru dia menyadari jika ada yang kurang dan tidak ada.
"AL, dimana Shasha? Kenapa dia tidak ikut turun bersama kamu?" tanya Mom Felisha yang melihat Alfred hanya berjalan sendiri dan dia tidak mengajak Alisha untuk sarapan.
"Bukankah dia sudah turun sejak tadi? Dia sudah tidak ada lagi didalam kamar saat aku bangun" jawab Alfred yang segera pergi dari ruang makan menuju kamarnya lagi untuk memastikan, jika dugaan nya salah.
"AL, kamu kenapa?!" teriak Mom Felisha yang mengejar Alfred menuju kamarnya dengan terburu-buru.
"Jangan Dear, jangan sampai kamu pergi meninggalkan aku sendiri. Please" gumam Alfred yang terus berlari menuju kamarnya tanpa menghiraukan teriakan Mom Felisha padanya.
"Dear please, aku tahu aku salah. Tapi jangan sampai kamu meninggalkan aku" gumamnya yang langsung masuk kedalam kamarnya lalu membuka lemari.
Dia langsung ambruk saat melihat sebagian pakaian Alisha sudah tidak ada sebagian dan kopernya juga tidak ada disana.
"Dear, maafkan aku. Kenapa kamu harus pergi dariku?" tanya Alfred dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca, bahkan dia sudah menangis dan dia mentap kearah nakas.
...Sayang, jika kamu menemukan ini. Maka aku sudah pergi jauh dan mungkin tidak akan kembali lagi. Karena aku tidak ingin jika kedua anak ku tidak diterima dan dihargai oleh kamu sayang. Aku tahu, jika kamu tidak menginginkan mereka berdua, karena saat setelah kamu mengetahui bahwa aku sedang mengandung, kamu langsung berubah dingin padaku. Aku tahu jika mungkin saja dugaanku salah, tapi semuanya fakta yang ada mengatakan hal lain sayang. Maafkan aku, jika aku memuaskan semua ini terlalu cepat. Tapi, aku hanya ingin mempertahankan nya dan tidak ingin mereka berdua kenapa-kenapa, jadi aku terpaksa pergi dari kamu dan memisahkan kamu dari twins A. Aku sudah memberinya inisial untuk kedua baby kita. Tolong sampaikan maaf aku pada Mommy dan Daddy sayang, aku mohon...... Maaf, and I LOVE YOU SO MUCH❤...
Alfred menagis dengan sangat kencang dan itu membuat Mom Felisha menjadi bingung dan mengambil kertas yang berada ditangan Alfred. Mom Felisha menutup mulutnya dan dia menangis juga. Lalu tanpa diduga Mom Felisha langsung...
PLAK...
"Apa ini yang aku ajarkan padamu sejak dulu hah! Sudah berapa kali aku katakan, jangan pernah melakukan itu dan meragukan nya. Sekarang kamu malah melakukan nya, aku menyesal telah melahirkan kamu Alfred Donald Harrison!!! Kau sudah membuat seorang wanita yang sedang mengandung darah dagingmu pergi dan tidak tahu dia akan kemana" ucap Mom Felisha dengan sangat emosi dan juga sangat marah pada Alfred.
"Kamu sudah melakukan nya dan kamu tidak mau mengakui mereka, bahkan bukan hanya satu. Tapi kamu menelantarkan nya karena keegoisan kamu itu. Apa yang kamu fikirkan hah!! Apa kamu berfikir jika yang berada didalam kandungan nya itu adalah anak orang lain, begitu Alfred!! Apa kamu tidak bisa berfikir dengan otak cerdas kamu ini. Bagaimana bisa seseorang yang baru sembuh dari depresinya dan bahkan sudah melupakan semua masalalunya juga tidak mengenal siapapun selain kita. Kamu meragukan nya? Wah, wah Alfred. Kau sangat hebat, kau sangat memalukan" ucap Mom Felisha yang sudah sangat marah juga sangat kecewa akan sikap Alfred sekarang.
Tapi yang dimaki dan dimarahi oleh Mom Felisha hanya bisa diam saja tidak bergeming. Dia hanya menangis dan juga menyalahkan dirinya sendiri, karena apa yang dikatakan oleh Mom Felisha memang benar adanya. Jadi dia tidak bisa mengelak lagi akan semua yang dikatakan oleh Mom Felisha padanya.