Disaster In Marriage

Disaster In Marriage
Pelajaran



Tanpa ba bi bu Alfred langsung pergi untuk melihat jika dugaan nya itu memang benar dan yang dikatakan oleh Alisha itu hanya untuk bisa membuat Mom Felisha dan Dad Donald bahagia saja. Dia pasti akan sangat kecewa dan sedih pastinya.


Alfred mengambil akta nikah tersebut, dan benar saja yang dikatakan oleh Alisha. Jika dia memang sudah menandatangani nya dengan baik dan dia sangat bahagia. Jadi sekarang mereka adalah pasangan suami istri. Alfred segera berlari lagi menuju Alisha dan kedua orang tuanya disana.


"Dear, thank you so much. Thank you Dear" ucap Alfred yang memeluk dan menciumi pucuk kepala Alisha dihadapan kedua orang tuanya dan itu tidak membuatnya malu atau merasa tidak enak dihadapan mereka berdua.


"Terimakasih untuk apa? Aku tidak melakukan apa-apa" tanya Alisha yang menatap kearah Alfred yang masih terus memeluki dan dia juga meneteskan air matanya.


"Lebay kamu AL. Kamu itu bahagia atau sedih, jadi pria kok cengeng" ucap Mom Felisha yang menyindir putranya sendiri.


"Biarkan saja, memang apa salahnya jika aku lebay pada istriku sendiri" jawab Alfred yang tersenyum dan dia tidak melepaskan pelukan nya pada Alisha yang protes sesak nafas.


"Apa kamu inginkan membunuhku?" ucap Alisha yang melepaskan pelukan nya dan dia menggerutu pada Alfred.


"Maaf, aku terlalu bahagia" ucap Alfred yang tersenyum dan dia meminta maaf pada Alisha.


"Ya sudah bersiaplah untuk pulang sekarang. Mommy sudah tidak sabar untuk memperlihatkan kamar mereka berdua disana" ucap Mom Felisha yang membuat Alfred dan Alisha saling pandang tidak mengerti.


"Maksud Mommy? Sejak kapan Mommy mempersiapkan semuanya?" tanya Alfred dan Alisha kompak membuat Mom Felisha hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar pertanyaan dari anak dan menantunya.


"Tentu saja sudah jauh-jauh hari. Kenapa memangnya? Apa Mommy salah mempersiapkan segalanya untuk cucu-cucu Mommy Hah?" tanya Mom Felisha balik pada Alfred dan Alisha yang langsung menggelengkan kepalanya mendapatkan pertanyaan dari Mom Felisha.


"Tentu saja tidak Mom, kami hanya bertanya saja. Karena Mommy dan Daddy baru tahu jika mereka berdua itu sepasang bukan laki-laki atau perempuan keduanya. Dan pasti akan membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkan semuanya" jawab Alisha yang menunduk dan merasa tidak enak pada Mom Felisha.


"Sudah, jangan banyak berdebat lagi. Kita bersiap dan Mommy akan membawa mereka berdua lebih dulu. Jika kalian ini disini dulu juga terserah" ucap Mom Felisha yang segera mengajak cucu-cucunya untuk ikut bersama dengan mereka berdua ke mainson.


Dan disini hanya tinggal Alfred dan Alisha saja didalam pent house. Mereka berdua saling diam satu sama lain dan tidak ada yang mulai pembicaraan mereka berdua.


"Ehm, Dear. Maaf sudah menyakiti kamu dan juga membuat kamu sangat menderita pastinya. Maafkan aku" ucap Alfred yang memegang tangan Alisha dan dia menunduk tidak berani menatap wajah Alisha.


"Sudah aku katakan, aku sudah memaafkan kamu dan kamu jangan seperti ini lagi. Sudah lama aku memaafkan kamu dan bahkan mungkin bisa dibilang aku tidak pernah bisa marah apa lagi membenci kamu. Jadi sekarang kita mulai semuanya dari awal lagi dan tidak perlu mengingat-ingat yang dulu lagi" ucap Alisha yang mengusap rahang tegas Alfred dengan lembut juga tersenyum pada Alfred sangat manis.


"Terimakasih Dear, makasih untuk semuanya" ucap Alfred yang langsung memeluk Alisha dan dia benar-benar menyalurkan rasa sayang dan rindunya sekarang lagi dan lagi.


"Sama-sama, aku juga berterimakasih sama kamu sayang. Bisa antarkan aku pulang kerumah dulu, aku ingin mengambil barang-barang ku dan ada mainan Kanna dan Kenna yang tidak bisa jauh dari mereka berdua. Bisa?" tanya Alisha yang meminta Alfred mengantarkan nya pulang kerumahnya dan dia ingin mengambil semua pekerjaan nya yang sudah tertunda selama dia disini.


"Dengan senang hati Dear, apa akan kesana sekarang atau nanti saja?" tanya Alfred yang nesih memeluk Alisha dengan sangat mesranya.


"Sekarang saja, karena aku belum mengerjakan semua pekerjaan aku yang kemarin. Mungkin Bos aku akan ngomel, karena aku sudah minta bayaran malah belum ngerjain apa-apa" jawab Alisha yang tersenyum dan mengajak Alfred untuk kesana sekarang saja.


Mereka langsung bersiap dan Alisha menggunakan gaun nya yang dulu dan itu terlihat sangat cantik dan masih pas. Karena Alisha masih sama seperti sebelum memiliki dua anak kembar.


Saat diperjalanan Alfred mengingat, jika dia sering melewati jalanan ini dan juga sering bertanya tentang Alisha pada semua orang yang ada disana. Tapi mereka tidak pernah melihat Alisha dan tahu keberadaan nya dimana.


Setelah melewati jalanan itu Alfred baru sadar, jika dari tempat itu masih jauh untuk kerumah Alisha. Dia juga baru sadar jika disini masih banyak rumah dan perumahan padat.


"Dear, kamu tinggal disini selama ini?" tanya Alfred yang melihat sebuah rumah kecil dan minimalist. Tidak ada yang aneh dari rumah tersebut, tapi jika menurut Alfred ini itu sudah seperti dapur dan itu tidak layak disebut rumah.


"Iya, kenapa memangnya? Disini nyaman dan semua orang disini baik-baik dan apa lagi aku juga memiliki teman dekat disini, jadi tidak aneh kan. Malah sama saja, mau rumah itu kecil atau besar. Asal penguninya bahagia, maka itu akan membuat bahagia juga" ucap Alisha setelah bertanya pada Alfred.


"Mau masuk atau disini saja?" tanyanya lagi pada Alfred saat akan turun dari mobil.


"Turun Dear, aku ingin melihat didalamnya juga" jawab Alfred langsung turun juga.


Dan ternyata disana banyak orang-orang yang sedang duduk diteras dan kebetulan lagi, ini adalah weekend. Jadi banyak orang berkumpul dirumah, begitu juga dengan dokter yang menjadi teman Alisha sedang berada dirumah.


"Eh, itu lihat. Sekarang sudah berani bawa-bawa laki-laki masuk kedalam rumah. Entah itu siapa dan suaminya siapa yang dia bawa kemari. Bikin malu saja" ucap salah seorang tetangga Alisha yang memang selalu julid dan tidak suka pada Alisha sejak awal.


"Iya, bukan nya sadar malah lebih parah" jawab salah seorang Ibu-Ibu yang ada disana dan masih banyak lagi hinaan dan gunjingan yang membuat Alfred marah.


"Sayang, jangan dengarkan mereka. Biarkan saja mereka akan bicara apa, yang jelas aku tidak seperti itu" ucap Alisha yang menahan tangan Alfred yang akan menghampiri mereka semua.


"Tapi mereka menghina dan juga nagatai kamu dengan kata-kata tidak pantas Dear. Aku akan membuat mereka tahu aku siapa dan mereka bisa tahu segalanya" ucap Alfred yang sudah berapi-api saat mengatakan itu pada Alisha.


"Biarkan saja. Aku tidak perduli, yang penyiksaan aku tidak pernah melakukan apa yang mereka tuduhkan. Dengan kita meladeni mereka, maka kita akan membenarkan apa yang mereka katakan. Karena kita tidak perlu menjelaskan apa-apa pada mereka, jika mereka memang tidak memiliki hati yang buruk pada kita dan memang tulus. Maka, mereka-mereka akan baik dan menghargai kita. Tapi jika mereka memang tidak memiliki itu mau kita melakukan apapun dan sebaik apapun akan tetap buruk dimata mereka dan jelek menurut pandangan mereka semua. Jadi, biarkan saja dan diam sayang. Terimakasih sudah mau membelaku didepan mereka" jelas Alisha yang memang tidak ingin ribut-ribut dengan mereka semua hanya karena lambe-lambe turah.


"Baiklah Dear. Tapi jika mereka membuat masalah lagi saat kita keluar, aku tidak bisa tinggal diam" ucap Alfred yang menggenggam tangan Alisha.


"Iya" jawab Alisha yang menuruti keinginan Alfred, dia berdo'a supaya mereka tidak mengatakan apa-apa saat mereka keluar rumah nanti.


Alisha juga pamit pada dokter Risa, dokter Ryan dan Celly tentunya. Mereka adalah orang-orang terdekat Alisha selama disana dan mereka cukup lama mengobrol dengan mereka.


"Akhirnya kalian bisa bersatu kembali. Selamat Sha, kamu memang pantas mendapatkan nya. Semoga keluarga kalian selalu bahagia dan selalu diberi perlindungan oleh Tuhan" ucap dokter Risa yang tersenyum kearah Alisha dan mereka berpelukan bersama.


"Makasih untuk segalanya, terutama pada dokter Ryan yang selalu ada disaat-saat saya membutuhkan bantuan. Kalian memang orang yang Tuhan utus untuk membantu ku" ucap Alisha yang menjabat tangan dokter Ryan.


"Sama-sama, sudah tugas kami sebagai tetangga dan juga kerabat" jawabnya dengan singkat dn mereka saling berpamitan kembali.


"Auntie, apa kakak tidak ikut? Celly ingin bertemu" tanya Celly pada Alisha dengan suara cadelnya.


"Kakak tidak ikut, kakak sedang bermain dengan grandma dan grandpa nya. Maaf ya, mereka jadi tidak ikut berpamitan pada kami sayang" jawab Alisha yang berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Celly.


"Yah, apa auntie dan kakak tidak akan kembali lagi? Jika Celly merindukan kakak dan ingin bertemu bagaimana?" tanya Celly lagi dengan sedih.


"Oh sayang, tentu saja bisa bertemu dan main bersama lagi. Tinggal telinganya auntie saja seperti biasa, dan kita akan bertemu" ucap Alisha yang juga sudah sangat sayang pada gadis kecil ini.


"Oke" mereka berdua berpelukan lalu setelahnya Alisha langsung pergi dari sana. Saat melewati kumpulan Ibu-Ibu disana mereka masih saja menggunjing Alisha dan membuat Alfred naik pitam mendengar istrinya dihina dan digunjing didepan nya.


"Apa kalian tidak sadar dengan apa yang kalian katakan. Karena kalian ini sudah mencemarkan nama baik istri saya, saya akan tuntut kalian semua dan akan ku penjarakan dengan waktu yang lama" ucap Alfred dengan penuh penekanan disetiap katanya pada semua Ibu-Ibu yang sedang berkumpul disana.


"Mas, jangan ngaku-ngaku jadi suaminya. Karena dia itu selalu mengeluarmasukan laki-laki manapun kedalam rumahnya dan dengan banyak dalih. Jadi sebaiknya anda jangan terlalu percaya dan membelanya sebelum menyesal nantinya" ucap salah seorang dari mereka yang memang sangat tidak menyukai Alisha berada disana.


"Ucapan anda barusan bisa dijadikan bukti untuk nanti. Jadi bersiaplah untuk mendekam dipenjara" ucap Alfred yang langsung menggandeng tangan Alisha untuk menjauh dari mereka semua.


Selang beberapa menit Alfred pergi, ada beberapa pengacara dan juga polisi yang membawa para Ibu-Ibu yang ada disana tanpa terkecuali. Membuat para suami mereka kalangkabut menghadapi masalah yang datang karena ulah para istri mereka yang memang selalu suka menggunjing dan menjelek-jelekan orang lain.


Alfred dan Alisha sudah sampai didepan mainson Harrison. Disana tidak ada yang berubah, semuanya masih tetap sama dan seperti dulu sebelum dia pergi dari sana. Alfred yang menyadari jika Alisha merasa sedih langsung merangkulnya masuk kedalam.


"Kalian sudah datang. Mereka berdua menanyakan Roy dan Amber, Mommy tidak tahu apa yang mereka cari dan mereka tanyakan Mommy dan Daddy sampe pusing. Karena tidak tahu apa yang mereka berdua maksudkan" ucap Mom Felisha yang merasa pusing akan keinginan kedua cucunya.


"Mereka berdua mencari ini Mom, ini adalah mainan kesayangan mereka berdua. Ini adalah robot pemadam kebakaran bernama Roy dan ini adalah mobil ambulance dan petugas medis bernama Amber" ucap Alisha yang memperlihatkan dua mainan kesayangan kedua anak-anaknya.


"Owalah, Mommy kira ingin bertemu dengan kedua teman mereka yang bernama Roy dan Amber" ucap Mom Felisha yang menepuk keningnya sendiri saat tahu apa yang diinginkan oleh kedua cucunya.


"Iya Mom, makanya aku pulang dulu dan mengambil ini. Karena mereka berdua tidak akan bisa tidur nyenyak tanpa kedua mainan kesayangan mereka berdua. Sekarang mereka dimana Mom?" tanya Alisha setelah menjelaskan semuanya pada Mom Felisha.


"Tadi sedang berenang dengan grandpa mereka, Mommy sudah pusing, padahal mereka harus tidur siang bukan?" jawab Mom Felisha yang bertanya kembali pada Alisha dan dijawab anggukan oleh Alisha.


"Nah itu mereka. Ternyata sudah selesai dari tadi" ucap Mom Felisha yang menunjuk kearah suami dan cucunya yang menuju mereka bertiga.


"Mommy.... Daddy...." teriak keduanya sambil berlari-larian menuju kearah mereka berdua.


"Jangan lari-lari, nanti jatuh" ucap Alisha yang berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan dua anak kembarnya.


"No Mom, apa Mommy membawa Roy dan Amber?" tanya mereka berdua dengan semangat pada Alisha.


"Tentu saja, ini" jawab Alisha yang memberikan dua mainan kesayangan mereka berdua.


"Thank you Mom" ucap keduanya yang langsung mencium kedua pipi Alisha bersamaan.


Membuat semua orang yang ada disana merasa terharu dan juga bahagia. Ternyata Alisha sudah sangat baik menjaga dan mendidik mereka berdua dengan sangat baik dan juga mengerti akan terimakasih dan tolong jika meminta bantuan pada orang lain.


"You're welcome baby girl and baby boy" ucap Alisha yang mengusap kepala mereka berdua lalu mencium keduanya bergantian.


"Sekarang bobok dan jangan lari-larian lagi, oke" ucap Alisha yang langsung dijawab anggukan oleh kedua anak kembarnya itu.


"Sayang, kalian berdua pasti belum makan siang kan? Makanlah sekarang, karena Mommy sengaja memasak banyak untuk kalian berdua juga" ucap Mom Felisha saat melihat kedua cucunya sudah masuk kedalam kamar mereka masing-masing.


"Iya Mom, makasih" ucap Alisha yang memeluk Mom Felisha dan mereka menuju ruang makan berdua dengan Alfred saja.


Sedangkan Mom Felisha dan Dad Donald mungkin berisatirahat, karena mereka berdua pasti lelah bermain terus dengan kedua cucunya yang sedang aktif-aktifnya bermain dan mencoba apa yang membuat mereka berdua penasaran.


"Dear, mereka semua sudah mendekam dalam penjara untuk waktu yang lama. Bahkan tidak bisa keluar dengan jaminan, karena aku tidak mengizinkan mereka bisa keluar dengan mudah. Mereka pantas mendapatkan nya, karena yang sering mereka hina dan fitnah bukan hanya kamu saja. Sudah banyak korban mereka" jelas Alfred saat menjelaskan nya pada Alisha setelah dia menerima laporan dari para pengacara yang dia sewa.


"Ya Tuhan. Jadi mereka memang sudah terbiasa menghina orang? Tapi aku kasihan pada anak-anak mereka yang pastinya sangat kehilangan dan merindukan Ibu mereka. Apa setidaknya kita beri keringanan untuk mereka sayang?" tanya Alisha yang masih saja tidak tega akan nasib anak-anak mereka yang menghina dirinya.


"Dear, bahkan mereka mengatai anak-anak kita dengan sebutan anak ha*am. Aku tidak terima itu, apa lagi mengatakan nya didepan mereka berdua. Anak berusia 4tahun mengerti apa dengan sebutan itu? Aku tidak bisa niamanato saja Dear, maaf aku tidak akan meringankan hukuman untuk mereka semua. Bila perlu seumur hidup, mereka habiskan didalam penjara. Aku tidak perduli" ucap Alfred yang menggenggam tangan Alisha dan dia meminta maaf karena tidak bisa menuruti keinginan nya.