
"Makan nya perlahan saja sayang, Mommy tidak akan merebutnya dari kalian" ucap Alisha yang mengusap sudut bibir keduanya anaknya yang belepotan karena es krim.
"Ini sangat enak Mom" jawab mereka berdua kompak dan membuat Alisha merasa gemas akan apa yang dilakukan oleh kedua anaknya.
"Iya, Mommy tahu. Tapi perlahperlahan-lahan makan nya sayang" ucap Alisha dengan lembut dan membersihakan sisa es krim dimulut kedua anaknya.
"Apa masih mau lagi?" tanya Alisha yang memang jarang memberikan es krim pada kedua anaknya.
"No Mom, jalan-jalan saja" jawab keduanya yang sepertinya sangat mengerti akan keadaan dirinya yang tidak mungkin menuruti semua keinginan mereka berdua.
"Jika kalian menginginginkan sesuatu, bilang saja ya? Mommy tidak mau jika kalian berdua merasa tidak nyaman jika mengatakan nya pada Mommy. Kebetulan Mommy mendapatkan bonus yang sangat besar, jadi kita bisa berbelanja" ucap Alisha yang mengatakan nya dengan tersenyum dan membuat kedua anaknya saling pandang lalu mengangguk.
'Maafkan Mommy sayang, Mommy tidak bermaksud untuk membuat kalian berdua mengerti keadaan Mommy yang kekurangan ini. Tapi Mommy akan berusaha untuk membahagiakan kalian berdua. Mommy tidak ingin jika kalian merasakan kekurangan juga, kalian berdua jangan sampai merasakan itu semua sayang' ucap Alisha yang menuntun kedua anaknya menuju tempat bermain dikawasan taman kota tersebut.
Mereka berdua sangat bahagia walau hanya dibawa main ditaman kota saja. Padahal dalam hati Alisha sangat ingin membawa mereka kedalam wahana bermain atau kebungkaman binatang, untuk mengenal berbagai macam binatang yang ada diseluruh dunia.
Tapi Alisha menatap wajah kedua anaknya yang berubah menjadi sedikit murung saat melihat sebuah keluarga yang sedang bersama dengan kedua anak-anaknya. Hati Alisha terasa sakit dan di*emas oleh tangan tak kasat mata.
'Sayang, maafkan Mommy yang tidak bisa mempertemukan kalian dengan Daddy kalian berdua. Mommy tidak mau jika kalian merasakan penolakan dari Daddy kalian berdua. Mommy tidak bisa melihat kalian sedih mendapatkan penolakan' ucap Alisha dalam hati dan membuat dia meneteskan air matanya.
"Sayang kenapa? Apa sudah bosan berada disini?" tanya Alisha pada keduanya yang saling diam lalu menutupi kesedihan mereka dengan senyuman.
"No Mom, kami tidak kenapa-kenapa. Dan kami tidak bosan" jawab keduanya yang mengangguk dan turun dari ayunan mereka.
"Mommy tahu, jika kalian sedang bersedih. Maafkan Mommy ya, karena Mommy belum bisa mempermukan Daddy dengan kalian. Dia sedang bekerja sangat jauh dan juga belum bisa pulang. Apa kalian berdua merindukan Daddy?" tanya Alisha yang mengatakan nya dengan lembut dan mengusap pipi kedua anak-anaknya.
"Kami memang merindukan Daddy. Tapi kami mengerti jika Daddy belum bisa pulang" ucap Alkana yang memang sudah sangat dewasa dibandingkan dengan usianya yang baru empat tahun.
"Tapi kenapa Daddy tidak bisa pulang Mom?" tanya Alkena, pertanyaan yang sama sekali sulit untuk dijawab oleh Alisha.
"Karena, karena Daddy belum bisa pulang dan pekerjaan nya sangat banyak. Tapi jika sudah selesai, maka Daddy akan segera pulang secepatnya" jawab Alisha yang terpaksa berbohong pada kedua anaknya.
"Apa itu benar Mom? Tapi kenapa ada orang yang bilang jika kami ini anak ha*am. Memangnya ha*am itu apa Mom?" tanya Alkana yang menatap wajah Alisha yang sudah terlihat akan menangis.
"Siapa yang mengatakan itu sayang? Kenapa mereka menanyakan itu pada kalian berdua?" Alisha balik bertanya pada Alkana yang mengatakan itu pada Alisha.
"Ada seseorang yang mengatakan nya. Dia bilang jika kami ini adalah anak ha*am dan kami tidak memiliki Ayah. Memang Ayah itu apa Mom?" tanya Alkana setelah menjawab pertanyaan dari Alisha.
'Ya Tuhan, apa yang harus aku katakan pada anak-anak ku yang masih kecil-kecil ini. Mereka mana mengerti jika aku jelaskan semuanya pada mereka, Tuhan... Apa yang harus aku lakukan' gumam Alisha dalam hati dan dia tidak bisa menjelaskan apa itu katakan ha*am dan Ayah itu apa.
"Dengarkan Mama sayang, mereka itu hanya bicara saja, dan semuanya yang mereka katakan itu bohong. Dan kalin berdua tahu kan, jika berbohong itu Tuhan akan marah. Jadi kalian tidak boleh berbohong dan mendengarkan orang berbicara buruk pada kalian" ucap Alisha yang memang harus menjelaskan semuanya pada kedua anaknya yang mungkin saja tidak tahu apa yang dikatakan dan dijelaskan olehnya.
"Oke Mom, kami sayang Mommy" jawab Alkana dan Alkena langsung memeluk tubuh Alisha yang berada didepan nya sedang berjongkok.
"Terimakasih sayang, kalian adalah kehidupan Mommy dan juga penyemangat Mommy" ucap Alisha yang memeluk kedua anaknya dan mengusap punggung mereka berdua.
"Sama-sama Mom" jawab keduanya sambil tersenyum dan mengusap punggung Alisha juga.
"Apa akan menemani Mommy mengambil sesuatu?" tanya Alisha pada kedua anaknya yang mengangguk setuju.
"Oke, let's go" ucap mereka bertiga dengan kompak dan mereka bertiga pergi bersama menggunakan kendaraan umum.
Saat mereka sudah masuk kedalam bus, Alfred membawa mobilnya melintasi taman tersebut dan dia merasakan ada sesuatu dengan dirinya.
"Ada apa dengan ku? Kenapa aku merasa jika Alisha berada didekat ku? Apa mungkin mereka memang ada disekitar sini?" gumam Alfred yang langsung menepikan mobilnya dan dia segera turun untuk mencari Alisha.
Alfred mencari keberadaan Alisha ditaman tersebut dan menatapi semuanya orang yang kebetulan sangat ramai dan juga banyak anak-anak berlarian kesana kemari. Membuat Alfred memegang dadanya yang terasa berdenyut nyeri saat mengingat sikapnya dulu pada Alisha yang sedang mengandung anaknya.
'Dear, kamu dimana? Aku minta maaf, aku salah dan aku sangat merindukan kamu. Aku berjanji tidak akan bersikap seperti dulu lagi, aku akan membuat kamu dan anak-anak kita bahagia. Tolong, jangan buat aku seperti ini terus Dear, please' ucap Alfred dalam hati dan dia hanya menunduk dan melihat ada seorang wanita bersama dengan kedua anaknya.
"Andai itu kalian, aku akan bersujud memohon ampunan pada kalian bertiga. Maafkan aku, aku tahu. Jika aku ini memang salah pada kalian" gumamnya lagi dan pergi dari sana, karena tidak bisa menemukan Alisha nya dan kedua anaknya.
Alisha juga merasakan hal yang sama, dia merasa jika Alfred berada didekatnya. Dia melihat-lihat kesana kemari untuk memastikan perasaan nya itu tidak salah.
'Apa dia memang ada disekitar sini? Tapi dimana, kenapa aku tidak bisa melihatnya? Tuhan, ada apa dengan ku ini. Kenapa aku masih saja seperti ini?' ucap Alisha dalam hati yang juga memegang dadanya yang terasa ada yang sakit, tapi tidak bisa dia jelaskan.
"Mom, apa Mommy baik-baik saja?" tanya Alkana pada Alisha yang tiba-tiba memegang dadanya.
"Emm, Mommy tidak apa-apa. Mommy hanya kaget saja tadi saat bus nya berhenti mendadak" jawab Alisha yang memberikan alasan yang tepat untuk kedua anaknya yang sedang banyak bertanya dan ingin tahunya sangat tinggi.
"Oh, baiklah" jawabnya yang merasa sangat bahagia bisa berjalan-jalan menggunakan bus, walau begitu mereka sangat bahagia dan selalu diam saat dalam perjalanan. Jika ada yang mengusik matanya dan mereka penasaran, baru akan mereka tanyakan pada Alisha.
"Apa sudah sampai Mom?" tanya Alkana dan Alkena yang melihat semua penumpang sudah turun semuanya, hanya tinggal mereka bertiga saja.
"Belum, sebentar lagi kita sampai. Pemberhentian terakhir baru akan sampai" jawab Alisha dengan senyuman dibibirnya dan mengusap kelapa kedua anaknya yang mengangguk dan diam kembali.
"Apa sudah sampai Mom?" tanya nya lagi saat merasakan jika Alisha beranjak dari duduknya.
"Iya, kita sudah sampai. Ayo kita turun" ucap Alisha yang mengajak kedua anaknya untuk segera turun.
"Coba tebak, kita berada dimana?" ucap Alisha yang malah memberikan pertanyaan dan mereka berdua harus menebaknya.
"Kami tidak tahu Mom, kami menyerah" ucap keduanya yang mengankat tangan mereka berdua bersama-sama.
"Kita sekarang sedang berada didalam kebun binatang. Kalian ingin melihat binatang apa didalam?" tanya Alisha yang mengatakan nya setelah menjawab pertanyaan dari kedua adiknya.
"Memangnya binatang apa saja Mom?" tanya Alkana dan Alkena lagi.
"Banyak, banyak binatangnya. Dari berbagai binatang ada, apa yang ingin kalian lihat?" tanya Alisha lagi yang menjawab pertanyaan kedua anaknya.
"Gajah" jawab keduanya dengan semangat mengatakan nya.
"Baiklah, kita akan kesana" ucap Alisha yang menuntun mereka berdua menuju tempat gajah berada.
Setelah berkeliling kebun binatang dengan sangat lama, mereka keluar dan menuju sebuah restaurant ayam goreng kesukaan keduanya yang sangat menyukai ayam goreng.
"Apa kalian sudah kenyang?" tanya Alisha pada kedua anaknya setelah makan malam.
"Sudah Mom, tapi kami mengantuk" jawab mereka berdua yang sudah beberapa kali menguap.
Saat Alisha menggendong Alkena yang sudah sangat mengantuk, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menahan nya. Alisha memejamkan matanya, dia sangat takut jika yang menahan nya itu adalah Alfred. Saat dia menoleh ternyata Alfian yang memegang tangan nya dan disebelahnya ada Dini yang sedang mengandung.
"Kak, kenapa kakak ada disini? Maaf, saya ralat. Bagaimana kabar kakak sekarang?" tanya Alfian yang menatap kedua anak yang berada dalam gendongan Alisha, yang mana satu didepan dan satu lagi dibelakang.
"Seperti yang kamu lihat Fian. Maaf, kami harus pulang" ucap Alisha yang tersenyum dan menghindari Alfian supaya dia tidak memberitahukan keberadaan dirinya pada Alfred.
"Kak, kenapa kakak menghindari kami? Kami hanya ingin tahu keadaan kakak, apa mereka ini adalah ponakan-ponakan aku kak?" tanya Alfian yang sengaja mengulur waktu saat Dini menghubungi Alfred.
"Maaf Fian, bukan berarti saya menghindari kamu. Saya hanya tidak ingin jika nanti akan ada kesalahfahaman saja, jadi biarkan saya pergi sekarang" ucap Alisha yang tidak menjawab pertanyaan tentang ponakan yang diajukan oleh Alfian.
"Baiklah, kami tidak akan memaksa kakak untuk menjawab pertanyaan kami, terutama pertanyaan saya. Kami pamit juga" ucap Alfian yang mengangguk dan itu membuat Alisha heran dan dia merasakan aroma Alfred berada didekatnya.
DEG...
DEG...
DEG...
"Dear" ucap Alfred dengan suara yang tercekat saat melihat sosok yang selama ini dia cari dan dia bisa menemukan nya setelah lima tahun lamanya.
Alisha tidak bisa menahan tangisnya sambil dia hampir saja ambruk dilantai andai saja Alfred tidak sigap menangkapnya. Mereka berdua menagis bersama dan Alfred membawa salah satu dari anaknya untuk diam gendong.
"Ssstttt, tidurlah sayang" ucap Alfred sambil mengusap kepala Alkana yang ternyata sudah terlelap beberapa saat yang lalu.
"Maaf" ucap Alfred saat mereka sudah berada didalam mobil dan kedua anaknya berada dijok belakang dengan perlengkapan yang sudah disiapkan oleh Alfian tentunya.
"Maaf untuk apa? Kamu tidak bersalah" tanya Alisha yang menahan tangisnya dan dia mendongakan kepalanya supaya air matanya tidak menetes.
"Untuk segalanya, aku sudah banyak berbuat salah ada kamu. Terutama pada mereka berdua, sungguh, aku sungguh minta maaf" ucap Alfred yang mengatakan nya dengan menunduk dan dengan deraian air matanya.
"Kenapa, kenapa kamu hanya diam saja Dear? Setidaknya katakan sesuatu padaku, bila perlu pukul aku, tampar aku marahi aku, maki-makilah aku. Jangan diam seperti ini" ucap Alfred yang menghentikan mobilnya lalu dia keluar dan mengajak Alisha untuk turun juga, dan ternyata sudah berada didalam tempat parkir.
"Katakan sesuatu padaku Dear. Aku minta maaf dan tolong ampuni aku, aku salah padamu dan pada anak-anak kita" ucap Alfred yang sudah berlutut dan menunduk dihadapan Alisha yang hanya diam sambil menangis.
"Jangan kamu katakan mereka adalah anak-anak kamu. Mereka adalah anak-anak ku, bukan anak-anak kamu, bukan" ucap Alisha yang mengusap air matanya dan dia akan memasuki mobil Alfred untuk membawa anak-anaknya.
Tapi tangan nya ditahan oleh Alfred yang menggenggam tangan nya dengan erat dan dia bersujud pada Alisha. Alisha yang memang masih merasakan sakit didalam hatinya tidak menghiraukan apa yang dilakukan oleh Alfred.
"Aku mohon Sha, ampuni aku. Aku salah, aku telah meragukan kamu dan meragukan diriku sendiri. Karena aku merasa tidak yakin dengan semua yang terasa begitu cepat. Tolong ampuni aku Sha, please" ucap Alfred yang masih berlutut dan memegangi kaki Alisha yang akan pergi darinya lagi.
"Aku mohon, maafkan aku Dear. Maaf" ucap Alfred yang tiba-tiba ambruk dan tidak sabarkan diri.
Alisha yang panik segera meminta bantuan untuk membawa Alfred masuk kedalam pent house miliknya. Dia menekan kode aksesnya, dan ternyata tidak berubah, masih menggunakan hari dimana mereka berdua menjalin hubungan dan itu membuat perasaan semakin tidak karuan.
"Terimakasih, tolong panggilkan dokter juga untuknya" ucap Alisha pada dua security yang membantunya membawa Alfred.
"Sama-sama Nyonya, kami sudah memanggil dokter. Mungkin sebentar lagi akan datang, kami permisi nyonya" ucap salah seorang dari security tersebut yang langsung pergi dari sana.
Alisha membawa kedua anaknya untuk tidur dikamar sebelah kamar utama. Dia mengganti pakaian Alfred dan dia bisa melihat sekarang Alfred terlihat sangat kurus dan tidak terurus sama sekali.
Didalam kamarnya juga tidak ada yang berubah sedikit pun. Dari tata letak barang dan semua pakaian nya yang masih ada disana, masih tertata rapih didalam ruangan walk in closet. Dia segera membasuh tubuh dan wajah Alfred sebelum dokter datang. Dia melihat banyak luka ditangan dan juga bagian tubuhnya yang tertutup oleh pakaian nya.
"Kenapa kamu seperti ini? Aku kira kamu akan bahagia dengan kepergian aku dari kamu" gumam Alisha yang terus mengusap wajah Alfred.
Pria yang sangat dia rindukan dan juga masih sangat dia cintai itu. Dia hanya bisa menangis saat dia membasuh tangan dan tubuh Alfred yang lain hingga selesai dan dokter pun datang untuk memeriksa kondisi Alfred.