Disaster In Marriage

Disaster In Marriage
Selalu tentang dia



Alfred tidak bisa tidur semalaman. Apa lagi fikiran nya tidak pernah mau berhenti memikirkan tentang wanita itu, bahkan dia sampai hafal nama dan juga kesukaan nya. Entah kenapa dengan dirinya, diapers sendiri bingung harus bagaimana.


"Jika begini setiap hari, bisa gila" gumamnya yang akhirnya bisa terlelap juga walau hari sebentar lagi akan pagi.


Seperti biasa Alfred hanya akan memeriksa semuanya melalui asisten pribadinya dan juga Alfian. Ya, sekarang Alfian sudah tidak mau bekerja lagi disana dan menggantikan posisinya sebagai CEO diperusahaan baru mereka. Dia lalu mengernyitkan dahinya saat melihat seseorang yang selalu muncul didepan matanya dan juga selalu memenuhi fikiran nya ada disana juga.


"Apa dia yang ditunjuk sebagai direktur keuangan saat ini? Bukankah sebelumnya dia hanya seorang manager biasa dan tidak memiliki keahlian seperti itu?" gumamnya yang langsung mengganti pakaian nya menggunakan stelan jas yang melekat sempurna ditubuhnya yang sispack.


Alfred mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju perusahaan nya yang baru. Entah kenapa saat dia melihat wanita itu langsung ingin kesana dan bertemu langsung dengan nya. Dia yang awalnya ogah-ogahan untuk datang keperusahaan menjadi bersemangat dan mau menampilkan diri dihadapan semua orang yang menjadi kariawan nya sekarang.


"Pagi Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis tersebut dengan ramah.


Tapi sapaan nya tidak mendapatkan jawaban dari pria yang ditanya olehnya. Dia malah langsung masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan. Membuat resepsionis dan juga security disana langsung mengejarnya, karena mereka tidak ingin jika ada pengacau yang akan membuat penyambutan dan pengangkatan CEO juga para bawahan nya terhambat oleh kedatangan pria tidak dikenal ini.


"Bagaimana ini Pak, bagaimana jika Tuan Muda yang akan datang merasa terganggu akan kedatangan orang tidak dikenal itu masuk kedalam tanpa izin?" tanya resepsionis tersebut pada security sudah sangat ketakutan akan dimarahi, mungkin saja akan dipecat saat itu juga.


"Kita jangan gegabah, kita datangi saja keruangan meeting berlangsung. Karena lift sebelumnya menunjuk arah sana, biar saya saya yang mengejar. Kamu tunggu disana saja, mungkin saja Tuan Muda atau Tuan Besar yang datang" ucap security tersebut yang meminta resepsionis tersebut untuk tetap menunggunya didepan meja kerjanya saja.


"Baiklah Pak, Bapak hati-hati" ucap gadis tersebut yang memang ini adalah pengalaman pertama baginya bekerja.


Sedangkan didalam ruangan meeting, semua orang kaget atas kedatangan seseorang yang tidak dikenal dan tiba-tiba menatap kearah Alfian dengan tatapan datarnya seperti biasa.


"Akhirnya kamu datang juga" ucap Alfian yang langsung bangkit dari duduknya menghampiri Alfred yang hanya berdiri saja dengan gaya yang sangat cool.


"Perkenalkan semuanya, ini adalah Tuan Muda Harrison. Beliau bernama Alfred Donald Harrison, beliau yang akan menjadi CEO diperusahaan ini dan yang akan membimbing kalian semua memajukan perusahaan baru kita supaya semakin dikenal dan bisa menembus pasar dunia" ucap Alfian yang memperkenalkan Alfred pada seluruh kariawan yang ada didalam ruangan meeting tersebut dan juga security yang sedang mengejarnya mendengar ucapan dari Alfian.


"Untuk mempersingkat waktu, silahkan perkenalkan diri kalian semua yang menjabat sebagai petinggi perusahaan ini" ucap Alfred pada seluruh kariawan yang hadir disana.


Semuanya sudah memperkenalkan dirinya masing-masing, sekarang tinggal Liana yang belum memperkenalkan dirinya dihadapan CEO perusahaan tempatnya bekerja sekarang.


"Nona Liana, silahkan perkenalkan diri anda pada Tuan Muda" ucap Alfian yang meminta Liana memperkenalkan dirinya dihadapan Alfred dan kariawan yang lain.


"Baik Pak. Perkenalkan nama saya Liana Marisa, saya yang menjabat sebagai direktur keuangan saat ini. Mohon bimbingan nya dari anda Tuan Muda dan anda Pak Alfian. Karena saya masih baru dalam menjalankan pekerjaan yang akan saya jalani" ucap Liana yang memperkenalkan dirinya dan saat dia akan duduk dia mendapatkan pertanyaan dari Alfred.


"Apa pekerjaan anda sebelumnya? Dan kenapa anda bisa menjadi direktur keuangan diperusahaan saya?" tanya Alfred dengan wajah datarnya dan juga dingin.


"Saya sebagai manager keuangan Tuan Muda, dan saya juga yang sebelumnya hanya bekerja dirumah saja karena alasan tertentu dan ini masalah pribadi keluarga saya" jawab Liana dengan tegas dan lugas menjawab pertanyaan dari Alfred.


"Baiklah, kerjakan dengan sebaik mungkin. Karena saya tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun itu. Ini berlaku untuk semuanya, dan tidak akan ada toleransi jika saya menerima kesalahan dari kalian semua" ucap Alfred dengan penuh penekanan dan juga ancaman disetiap kata yang dia ucapkan pada seluruh kariawan nya.


"Baik Tuan Muda" jawab mereka semua dengan kompak. Membuat Alfian hanya bisa menggeleng saat melihat dan mendengar apa yang Alfred ucapkan barusan.


'Pantas saja setiap perusahaan yang berada dalam pimpinan nya akan selalu bisa menjadi raja bagi setiap perusahaan. Selain pekerjaan nya berat, dia berani membayar haji para kariawan dengan tinggi. Sepadan sih dengan apa yang mereka kerjakan dibawah tekanan darinya' gumam Alfian yang mengatakan nya sambil tersenyum tipis.


"Kalian semua bisa bubar sekarang dan langsung kerjakan semua tugas-tugas kalian. Dalam waktu satu jam kedepan, saya ingin laporan dari seluruh divisi sudah ada diatas meja ruangan saya. Jika ada yang terlambat, maka akan langsung mendapatkan SP1 dari saya. Faham kalian semua!" ucap Alfred yang membuat semua kariawan nya menelan slivanya dengan susah payah.


"Baik Tuan Muda, kami akan segera mengerjakan tugas kami dengan baik" ucap mereka semua dengan semangat yang dipaksakan.


"Kami permisi Tuan Muda, Pak Alfian" ucap mereka yang langsung pergi dari ruangan meeting untuk menuju ruangan masing-masing.


"Buk, aku merasa takut, aku belum memiliki keahlian apa-apa dalam hal ini. Bagaimana jika kerjaan kita tidak benar?" tanya asisten Liana yang sudah duduk didalam ruangan nya sekarang.


"Kita kerjakan saja sebisa kita, dan kita lakukan dengan sebaik mungkin. Jika ada kesalahan kita kerjakan semuanya bersama-sama, itulah tugasnya kita sekarang" ucap Liana yang menenangkan asisten nya yang bernama Dini.


"Baik Buk" ucap Dini dengan semangat dan dia mengerjakan semuanya dibantu oleh Liana.


"Buk, ini sangat sulit. Bisa tolong membantu saya?" tanya seorang bawahan Liana yang ada disana.


'Tuhan, tolong bantu aku supaya aku bisa melewati ini semua. Semua pekerjaan ini, jangan biarkan aku gagal menjalani ini semua' ucap Liana dalam hati yang merasakan jika dirinya tidak akan mampu melakukan semuanya dengan baik saat semua orang yang berada satu dvisi dengan nya belum berpengalaman semuanya dalam manajemen ini.


"Sudah satu jam Buk. Kita harus segera menyerahkan semuanya pada Tuan Muda, jika terlambat maka kita semua akan mendapatkan SP1 langsung dari Tuan Muda" ucap Dini yang mengatakan ini pada Liana yang hanya diam mematung sambil menatap pada Dini dan semua kariawan yang ada disana.


"Baiklah kita akan ke ruangan Tuan Muda sekarang" ucap Liana sambil gemetar dan suaranya bergetar karena ketakutan akan keputusan apa yang akan diberikan padanya yang bertanggung jawab penuh atas semua bawahan nya.


'Tuhan, aku tahu. Aku terlalu sering meminta padamu, tapi tolong izinkan aku bisa melewati semua ini. Apa lagi ini adalah tugas pertama yang aku lakukan dan aku kerjakan sekarang. Tolong bantu aku lagi Tuhan' ucap Liana yang selalu berdo'a dalam hatinya supaya bisa melewati semua ujian ini.


TOK...


TOK...


TOK...


Alfred langsung menerima dan membaca semua laporan yang diberikan oleh Liana. Dia membacanya dengan seksama dan juga sangat teliti, bahkan tidak ada yang terlewatkan sedikitpun dari pandangan nya saat ini.


"Siapa yang mengerjakan semua ini?" tanya Alfred yang menatap kearah Liana dan Dini dengan semangat tajam.


"Kami yang mengerjakan semua ini Tuan Muda. Dan saya yang memeriksa semuanya sebelum kemari. Maafkan saya Tuan Muda, karena kami tidak menyelesaikan semuanya tepat waktu, karena ada beberapa lagi yang belum saya cetak. Tapi semuanya adalah didalam laptop saya ini. Anda bisa melihatnya langsung" ucap Liana yang menyerahkan laptop miliknya pada Alfred.


Alfred langsung melihatnya dan membaca semuanya, dengan mengernyitkan dahinya. Diapers terus membacanya dan melihat semuanya cara kerja Liana.


'Bagaimana dia bisa melakukan semua ini dengan sangat detile seperti ini? Aku akan menanyakan nya langsung dan memintanya untuk presentasi dihadapanku saat ini sebelum pada yang lain' ucap Alfred dalam hati yang sangat puas akan kerja keras Liana dan team nya ini.


"Jelaskan didepan saya sekarang juga, kenapa anda bisa melakukan ini semua?" ucap Alfred yang memerintahkan Liana untuk presentasi dihadapan nya.


"Baik Tuan Muda" jawab Liana yang segera presentasi dengan sangat baik dan juga mudah dimengerti. Dengan begitu dia tidak salah jika menempatkan nya dibagian paling penting ini.


"Bagus. Limabelas menit lagi saya tunggu diruang meeting. Karena yang lainnya juga akan melakukan semuanya seperti yang anda lakukan sekarang. Anda boleh keluar dan persiapkan diri anda juga team anda" ucap Alfred yang memerintahkan Liana untuk keluar dan akan presentasi didepan semuanya orang nanti.


"Baik Tuan Muda. Kami permisi" ucap Liana yang mengatakan akan pamit setelah presentasi didepan Alfred dan mereka berdua langsung keluar dari ruangan kerja Alfred.


"Buk, Ibuk memang hebat. Ibuk bisa melakukan nya dengan sangat baik" ucap Dini yang sangat kagum pada kemampuan Liana yang sangat baik dan juga hebat.


"Kamu bisa saja. Saya biasa-biasa saja dan tidak sehebat itu" ucap Liana yang merendah dihadapan Dini, asisten nya dikantor ini.


"Ibuk ini merendah sekali. Lebih baik aku dan yang lainnya harus melakukan hal yang sama seperti Ibuk lakukan, supaya kami semua bisa mengerjakan semuanya dengan baik" ucap Dini dengan sangat semangat mengatakan nya.


Liana bersyukur, karena Alfred sangat senang dan juga suka dengan laporan nya tadi. Bahkan tanpa dia sadari dia sudah memuji kinerja Liana dengan sngat baik. Liana tidak henti-hentinya bersyukur dan berterimakasih pada Tuhan, karena dia sudah mendengarkan semua do'a-do'anya selama ini.


Setelah presentasi selesai hanya ada tiga divisi yang mendapatkan pujian dari Alfian dan Alfred hanya diam saja. Sedangkan yang lainnya mendapatkan bentakan dan langsung mendapatkan SP1 langsung dari Alfred tanpa ampun dan tanpa tedeng aling-aling lagi.


"Alhamdulilah, semoga saja kita bisa menjadi lebih baik lagi yang Buk. Aku seneng banget bisa mengandalkan diri aku sendiri saat mengatakan apa yang Ibuk ajarkan tadi" ucap Dini dengan sangat senang dan dia juga ikut presentasi saat Liana memintanya untuk belajar berbicara dihadapan orang-orang penting.


"Iya, kamu harus selalu bersyukur dan jangan berhenti berdo'a. Karena dengan berdo'a semuanya bisa kamu capai sesuai yang kamu inginkan. Yang walau kita berdua berbeda keyakinan bukan?" ucap Liana yang dijawab anggukan kepala oleh Dini yang tersenyum sangat manis.


"Iya Buk, aku terimakasih juga pada Ibuk yang selalu mengingatkan aku supaya selalu mengerjakan kewajiban aku sebagai seorang Muslim. Terimakasih" ucap Dini yang langsung memeluk Liana dengan sangat erat dan mengusap air matanya.


"Sama-sama, kamu sudah aku anggap sebagai adik aku sendiri makanya kita harus selalu saling mengingatkan satu sama lain" ucap Liana yang tersenyum pada Dini.


"Terimakasih banyak kakak ketemu gede" ucap Dini yang tersenyum juga. Dini memang sosok yang ceria juga sangat cerewet, makanya dia akan dengan sangat mudah dekat dengan nya. Begitu juga dengan Liana.


"Iya adik ketemu gede" ucap Liana yang mengusap kepala Dini yang memang sangat imut itu.


Mereka tersenyum bersama dan mereka berjalan menuju kantin. Mereka berdua sudah sangat dekat walau ini adalah pertemuan pertama mereka dan seperti sudah kenal lama.


.


Sedangkan didalam ruangan Alfred dan Alfian sedang berbincang-bincang, lebih tepatnya Alfian yang berbicara dengan panjang lebar.


"Al, kamu tumben banget datang kemari dan ingin melihat presentasi mereka secara langsung? Biasanya juga akan mengandalkan aku dan kamu tidak akan mau mengurus hal remeh seperti ini" tanya Alfian yang menanyakan Alfred tidak biasanya seperti itu.


"Fian, sebaiknya kamu kerjakan saja pekerjaan kamu itu. Biar aku yang urus pekerjaanku juga, jadi jangan ikut campur" ucap Alfred yang mengatakan nya sambil terus mengerjakan pekerjaan nya.


"Oke, aku akan melakukan tugas ku. Tapi jangan pernah membuat semua kariawan disini merasa tertekan dan membuat mereka tidak nyaman bekerja disini. Jangan kamu samakan dengan kantor pusat, walau memang. Uncle Donald dan Auntie Felisha akan memindahkan kantor pusat kesini. Ditempat ini" ucap Alfian yang mengatakan semuanya pada Alfred yang hanya diam saja dan mengerjakan pekerjaan nya saja, tanpa mendengarkan ucapan dari Alfian.


"Itu semua urusan nanti saja. Karena biarkan mereka menjadi professional, karena semua kariawan yang kamu rekrut adalah orang yang belum pernah memiliki pengalaman dalam bekerja. Jangankan pengalaman baik, skilnya saja tidak ada sama sekali. Ya, saya akui jika ada beberapa yang memang pantas mendapatkan posolisi bagus dalam perusahaan ini. Tapi sisanya akan digantikan oleh seseorang yang memang sudah jelas dan faham akan pekerjaan ini" ucap Alfred yang mengatakan nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar monitor didepan nya itu.


"Itu semua adalah hak kamu AL, aku hanya memberikan pekerjaan pada mereka dan sisanya kamu yang memutuskan segalanya. Karena dengan datangnya kamu sekarang saja sudah membuktikan, jika kamu ini memang seorang CEO diperusahaan HARD.CORP ini. Jadi, selamat" ucap Alfian yang mengulurkan tangan nya pada Alfred.



Visual alAlfred Donald Harrison yang dingin dan datar.



Visualnya Alfian Syah yang baik dan murah senyum pada siapa saja.


Jika tidak suka dengan visualnya, ngehalu aja sesuai dengan keinginan para reader saja... 😉