
Wanita berpostur kecil itu tak menanggapi pertanyaan Hernandez. Matanya bahkan tak melirik Hernandez. Dia memandang ke arah samudra lepas, tak memedulikan pertempuran yang terjadi. Namun, saat mata Hernandez mengerjap, wanita itu sudah berada tepat di depannya dengan kaki kanan yang terangkat.
Hernandez tak punya waktu untuk melakukan apa pun. Kaki Jiang Yue Yin dengan telak menghantam wajah Hernandez, membuatnya terhempas hingga menghantam dinding kapal. Tak sampai di situ, Yue Yin turut menembakkan bola-bola petir berkonsentrasi tinggi. Ledakan-ledakan yang terjadi membuat sebagian kapal hancur.
Selain rasa sakit di wajah dan hidung, Hernandez tak menerima luka serius. Ia memang terhempas sampai keluar dari kapal karena rentetan ledakan. Namun, Hernandez telah langsung melindungi tubuhnya dengan [Rune Magic] begitu ia terpental akibat tendangan Yue Yin. Hernandez langsung mendudukkan diri dan berlutut setelah menghantam es.
Yue Yin muncul begitu saja tepat lima meter di depan Hernandez.
Hernandez sekarang mengerti satu hal setelah menerima beberapa serangan barusan. Wanita di hadapannya ini lebih kuat daripada Vermyna atau bahkan perwujudan World Observer. Yue Yin bukan lawan yang bisa ia kalahkan dalam keadaannya sekarang. Hernandez akan mati jika melawannya dalam keadaan seperti ini. Karena itu, Hernandez langsung mengarahkan ujung Kurtalægon ke dadanya.
Yue Yin tidak melakukan apa pun. Dia hanya memandang diam pada pedang yang telah menembus memasuki dada Hernandez tanpa mengeluarkan darah. Pedang itu terus menembus berikut gagangnya. Namun, tak ada pedang yang keluar menembus punggung sang pandai besi. Pedang itu seolah menghilang ke dalam raga Hernandez. Bahkan tak ada bekas luka di dadanya.
Hernandez langsung berdiri setelah mahakaryanya menyatu dengan raga. Garis-garis hitam berbentuk bulan sabit telah muncul di dahi dan pipinya. Jika Hernandez membuka baju, garis-garis hitam yang serupa akan terlihat memenuhi badan dan bahunya. Tetapi Hernandez tidak membuka baju; hanya garis-garis hitam di kening, pipi, dan leher yang terlihat.
“Itu kemampuan yang menarik.”
Yue Yin berkata untuk pertama kalinya. Meski diucapkan dengan nada monoton, suaranya agak merdu. Namun, tak ada perubahan ekspresi di wajah sang empress. Perkataannya barusan seolah menjadi satire.
Hernandez tidak mengatakan apa pun. Ia langsung menyerang sang empress dengan dua replika Kurtalægon di tangan. Kecepatan Hernandez jauh melampaui kecepatan maksimumnya dalam mode biasa. Namun, Yue Yin tak merasa terancam. Saat salah satu pedang Hernandez melesat lurus ke wajahnya, dia bahkan tak mengerjap.
Yue Yin tiba-tiba menghilang dari hadapan Hernandez. Dan seketika pula rentetan ledakan menerkam Hernandez. Pada saat yang bersamaan, kobaran api hitam dalam sekejap telah mengurung Hernandez dalam bentuk kubah. Tak berhenti di situ, sang pandai besi tiba-tiba telah diserbu setruman petir hitam dan merah.
Empress Jiang Yue Yin benar-benar bisa menggunakan semua sihir, batin Hernandez seraya menyerap semua api dan petir yang memborbardirnya — rentetan ledakan tak membuat Hernandez terluka sama sekali, adanya barier yang mengelilingi tubuhnya juga memastikan ia tak terkena efek kejut.
Meski tubuhnya sekeras lonsdaleite, Hernandez merasakan pedihnya terbakar. Ilusi. Tak ada penjelasan lain selain itu. Namun, saat Hernandez melepaskan dirinya dari ilusi, ia telah berada dalam ilusi lain. Kini Hernandez tenggelam dalam lautan asam. Tubuhnya terasa meleleh ‒ lebih pedih dan lebih sakit dari sensasi dibakar.
Hernandez baru berhasil keluar dari ilusi setelah percobaan kesebelas, dan seketika pula ia menemukan dirinya dalam keadaan terantai. Ia dikelilingi enam pilar emas—enam rantai hitam yang melilit tangan, kaki, leher, dan badannya menyambung ke pilar-pilar itu. Pada saat yang bersamaan, lantai perak tempatnya berpijak menyerap mana Hernandez dalam jumlah yang tak sedikit.
“Kudengar kau yang terbaik dalam [Rune Magic]. Kudengar kau lebih kuat dari rata-rata anggota Deus Guardian. Bisa kulihat kalau itu ada benarnya. Tapi, kau bukan lawan yang tepat untukku. Bahkan jika kalian semua bersatu, kemenanganku sudah digariskan langit. Hanya Fie Axellibra yang bisa menghentikanku.”
Hernandez tak terkejut mendengar hal itu. Ia bahkan tak berpikir kalau wanita berpostur kecil yang tengah duduk di singgasana di depannya ini arogan. Dia hanya mengatakan yang sebenarnya.
Hernandez telah memahami ini setelah dirinya mengonfirmasi kalau dia bisa menggunakan semua sihir. Bahkan dalam keadaan terantai dan mana yang terus diserap dari tubuhnya, tubuh Hernandez—selain kepalanya—berada dalam efek paralisis. Bukan hanya itu, ada banyak lingkaran sihir berukuran mini di sekujur tubuhnya. Sedikit saja ia menggunakan mananya, Hernandez bisa membayangkan ledakan akan melahapnya.
“Kau hanya akan duduk di situ?” tanya Hernandez.
“Aku sudah mengirim klon menemui Fie Axellibra. Jika dia tak tertarik menghadapiku, aku sendiri yang akan membinasakan semua prajurit yang Islan. Aku akan melenyapkanmu dan semua anggota Deus Guardian. Jadi, sampai aku mendapat respons dari klon yang kukirim, aku akan diam di sini melihatmu bergeliat berusaha membebaskan diri.”
Hernandez tak mengatakan apa pun. Namun, itu bukan berarti ia akan diam saja. Ia tak perlu mengerahkan mana untuk membebaskan diri. Ia hanya perlu menye—
Hernandez tiba-tiba tersentak saat menemukan dirinya telah kembali berada dalam ilusi. Namun, di dalam ruang gelap yang dipenuhi kobaran api merah ini, Jiang Yue Yin juga berada di dalamnya. Dia ikut memasukkan dirinya ke dalam ilusi.
“Aku bisa membaca pikiranmu. Aku bisa melihat masa depanmu. Kau berpikir untuk menyerap semuanya bukan begitu?” Yue Yin tak menanti jawaban. “Masa depan peperangan ini telah digariskan. Jika Fie Axellibra tidak turun tangan, kalian semua akan hancur. Aku sudah melihat masa depan itu.”