
Vermyna sama sekali tak menghiraukan cermin-cermin yang mengelilinginya. Iris merah darahnya fokus memandang bulan yang seputih susu itu. Ia sama sekali tak mengkhawatirkan cermin itu akan menciptakan boneka dari refleksi dirinya. Karena, mau sebanyak apapun cermin itu mengelilinginya, cermin itu tak akan mampu merefleksikan dirinya. Pasalnya, meski Vermyna melayang di udara tak jauh dari altar, pada saat yang bersamaan ia tidak berada di situ.
Mata Vermyna tiba-tiba menyipit dengan kening mengernyit. Ia kembali mengulas perbincangannya dengan Ratu Peri Eileithyia pada hari yang lalu. [Complete Sensory], gadis cebol itu mengatakan kalau itulah nama sihir utama yang dimiliki World Observer—sihir sensorik yang jauh melampaui segala sihir sensorik yang ada. Bukan itu saja, [Complete Sensory] juga adalah inti keberadaan dari World Observer. Itu adalah salah satu dari sepuluh Supreme Magic.
Eileithyia juga menjawab pertanyaannya tentang Six Crests of Hope.
Saat menciptakan isi semesta, Edenia mereplika inti sihirnya dan membaginya menjadi sepuluh bagian, kesepuluh bagian inti sihir itu adalah apa yang kemudian disebut dengan Supreme Magic.
Makhluk pertama yang diciptakan ada empat: Phoenix, Thevetat, Lucifer, dan Luciel.
Phoenix diciptakan dengan aura ilahi Edenia sendiri. Kemudian setelah tubuh indahnya tercipta, Edenia mengambil pecahan replika inti sihirnya yang paling suci, darinya dia menciptakan jiwa Phoenix. Dan saat jiwa dan tubuh itu menyatu, api putih—yang mampu membakar segala yang ada, memberi bentuk pada apa saja, menyembuhkan segala luka, memberikan tubuh yang abadi—itu terbentuk. Bagian pecahan replika inti sihir Edenia itu dinamakan [Celestial White Flame].
Jiwa Thevetat diciptakan dengan pecahan replika inti sihir yang paling dingin—[Eternal Zero]. Sedang Lucifer dan Luciel diciptakan sebagai tangan kiri dan kanan Edenia. Masing-masing dari mereka diberikan [Complete Annihilation] dan [Reverse Law].
Lalu, keenam pecahan replika inti sihir Edenia itu tetap bertahan dalam genggaman tangan sang dewa untuk beberapa masa lamanya sampai dunia yang sang dewa ciptakan dihuni oleh ras-ras pertama yang diciptakan.
Saat itulah sang dewa memutuskan untuk memberkahi dunia, dia melemparkan keenam pecahan replika inti sihirnya ke dunia. Kesemua pecahan inti sihir itu bereaksi dengan dunia sesuai dengan yang sang dewa inginkan. Jadilah mereka semua Six Crests of Hope: Tree of Magic, Mother of Nature, Soul of Sacred Waterfall, Land of Dream, Wish Granting Mind, dan World Observer.
Eileithyia mengetahui itu semua karena di dalam tubuhnya bersemayam Mother of Nature. Sesuai namanya, crest tersebut menyimpan segala pengetahuan tentang alam; tiada rahasia alam yang berada di luar jangkauan crest itu. Memiliki Mother of Nature, Eileithyia memiliki akses ke Supreme Magic lainnya ‒ [Complete Restoration].
Eileithyia menolak memberitahu detil dari Crest yang lain, tetapi dia menjabarkan kalau [Complete Sensory] akan membuatnya dapat menjangkau segenap semesta dengan mudah. Tidak ada yang bisa menyembunyikan diri dari [Complete Sensory]. Dan dengan [Complete Sensory], persepsi pemiliknya akan meningkat berkali-kali lipat hingga seolah-olah pemiliknya dapat melihat masa depan.
Jika Vermyna memiliki [Complete Sensory], dirinya bisa membayangkan kalau ia akan menjadi tak terkalahkan.
“Diriku tak tertarik dengan Throne of Heaven, diriku hanya—”
Mata Vermyna tiba-tiba melebar. Sebuah gambaran tentang dirinya berdiri di hadapan sosok yang mengaku sebagai Edenia tiba-tiba saja melintas di benaknya. Vermyna tidak ingat pernah memiliki ingatan itu, ia tidak pernah—
“Kau hanyalah anomali, keberadaanmu tak seharusnya ada. Tapi aku tidak akan melenyapkanmu dari alam keberadaan, kau akan menjadi entitas yang baru.”
“Diriku tak tertarik dengan Throne of Heaven, diriku hanya—”
“Edenia, dirimu!”
“Jika kau sampai bisa mengingat ini kembali, saat itu aku tidak akan menghentikanmu seperti yang kini kulakukan. Berjuanglah di kehidupan yang baru, Vermyna Hellvarossa.”
—Vermyna menemukan dirinya terdiam bagaikan patung. Cermin-cermin di sekelilingnya sudah meluruh dan lenyap diterpa angin malam. Ekspresi tenang yang senantiasa terlukis di wajahnya kini memudar, tergantikan rona marah yang akan membuat siapapun tersentak melihatnya.
“…Bagaimana bisa diriku memuja diri makhluk hina itu?”
...* * *
...
Agak jauh di batas luar kota pelabuhan barat, Catherine duduk diam di atas sebuah bongkahan tanah berbentuk balok yang ia buat dengan [Earth Magic]. Ekspresi vampire itu sarat akan kekesalan. Ia sama sekali tak senang karena kakaknya dengan seenak udelnya memintanya sendiri di tempat bepasir ini. Tetapi ia juga tak bisa berkomentar. Dibandingkan dirinya, Vermyna akan lebih bisa membantu Hernandez menghadapi World Observer.
Tiba-tiba sebuah cermin termaterialisasikan beberapa meter di hadapan Catherine, tetapi ia sudah terlebih dahulu menghancurkan cermin itu sebelum permukaan cermin itu menjadi jernih dan memantulkan refleksi dirinya.
Akan tetapi, tepat saat cermin itu hancur, Catherine menemukan dirinya berada dalam kumpulan barisan cermin yang berdiri melingkar.
Vampire itu lantas saja berteleportasi menjauh. Namun, barisan cermin yang jumlahnya tak bisa ia hitung itu telah memenuhi udara dan daratan. Dan beberapa detik kemudian ia menemukan dirinya berhadap-hadapan dengan raga yang sama dengan tubuh yang di dalamnya bersemayam jiwanya.
Catherine mendapati semua cermin yang jumlahnya tak dapat ia hitung itu menghilang. Kini, di tepi lautan pasir putih itu, ia hanya berdua berhadap-hadapan dengan boneka yang mengimitasi dirinya. Dan seperti yang Vermyna katakan, boneka itu menirunya secara sempurna.
“Melihatnya sungguh membuatku jijik, bagaimana bisa itu sama persis denganku?”