
Dua jam kemudian, Hernandez berteleportasi ke padang pasir yang luas di belahan barat Pegunungan Amerlesia. Dari sana ia melesat dalam kecepatan tinggi ke selatan, menuju lembah pasir yang berada di antara perbukitan di batas area berpasir di Islan.
Tujuan Hernandez datang ke lembah berpasir ini utamanya untuk memenuhi permintaan Vermyna. Dark Scorpion King; Hernandez harus mendapatkan jantung makhluk itu untuk membuat baju khusus itu menjadi sempurna. Lebih dari itu, tempurungnya dapat menyerap [mana] dan memantulkan spell. Itu akan sangat berguna dalam menciptakan tameng atau zirah yang dapat menyerap dan memantulkan serangan berbasiskan [mana].
Berlandaskan alasan tersebut, Hernandez mendarat di salah satu mulut gua yang ada di lembah itu.
Hernandez memutuskan mendarat di ambang mulut gua itu bukan karena asal tebak atau karena itu adalah mulut gua pertama yang ia lihat, melainkan karena dari semuanya mulut gua itulah yang paling besar.
Magical Beast dari bangsa kalajengking cukup banyak dan terdiri dari berbagai ukuran. Ada yang kecil seujung kuku, ada pula yang besar seukuran gajah. Namun, melampaui semuanya adalah Dark Scorpion King. Ukurannya bahkan hampir menyamai rumah Hernandez sendiri.
Dark Scorpion adalah bangsa kalajengking yang tempurungnya paling keras dan bisanya paling mematikan. Kendati Red Scorpion lebih cepat dan lincah dibandingkan Dark Scorpion, Dark Scorpion jauh lebih kuat dan berbahaya. Terutama raja yang memimpin koloni mereka, Dark Scorpion King.
Tak ingin berlama-lama, Hernandez langsung saja mengeluarkan Kurtalægon-nya, melangkah pelan memasuki pintu gua besar tersebut.
Menemukan Dark Scorpion King, walau tubuhnya besar, adalah suatu hal yang sulit.
Pasalnya, kalajengking besar itu suka tinggal di tempat-tempat yang dalam dan rumit dalam gua. Tak hanya itu, tempat mereka bersembunyi biasanya dipenuhi oleh ratusan sampai ribuan Dark Scorpion. Karenanya, untuk mendapatkan Dark Scorpion King, seseorang harus melewati kawanan Dark Scorpion terlebih dahulu.
Akan tetapi, bagi pengguna [Ice Magic], rintangan itu tidak akan menjadi suatu hal yang sulit.
Berbeda dengan Red Scorpion yang lemah terhadap hawa panas, semua bangsa Dark Scorpion lemah terhadap hawa dingin. Pengguna [Ice Magic] tak perlu repot-repot untuk masuk lebih jauh ke dalam. Mereka hanya perlu menurunkan suhu gua secara signifikan, dan para Dark Scorpion akan keluar dengan sendirinya.
Hal itu pulalah yang Hernandez lakukan. Ia menggunakan [Ice Magic] untuk membekukan lantai dan dinding-dinding gua secara menyeluruh sampai jauh ke dalam sana hingga ke tempat terjauh sekalipun, membuat suhu total ruangan menurun secara signifikan.
Seperti yang ia ekspektasikan, gerombolan Dark Scorpion melesat keluar dari setiap lorong-lorong gua. Namun, karena bukan targetnya, Hernandez menyelimuti dirinya dengan penghalang dan membiarkan para kalajengking keluar begitu saja. Kendatipun tempurung mereka keras dan adaptif terhadap segala atribut sihir selain sihir es, kualitasnya kalah jauh jika dibandingkan dengan Dark Scorpion King.
Masa penantian Hernandez tak berakhir mengecewakan. Belasan menit setelah ia membekukan setiap sisi gua, fibrasi yang kuat seketika mengagetkan seantero gua. Lorong yang berada di arah timur laut bergetar lebih hebat dibandingkan yang lainnya. Tak salah lagi, Hernandez menerkanya sebagai Dark Scorpion King yang berlari marah.
Terkaan Hernandez terbukti benar semenit kemudian. Capit besar berwarna hitam legam menerobos keluar menghancurkan pembatas lorong. Lorong di sisi timur laut yang tadinya terpisah-pisah, kini menyatu membentuk lorong besar.
“Girigirigirii!” teriak sang kalajengking raksasa dengan penuh amarah, kedua capitnya terbuka dan langsung melesat menghantam penghalang yang melindungi Hernandez.
Namun, penghalang Hernandez tetap berdiri tegak, sedikit pun tak goyah atau retak.
Melihat hal itu, Dark Scorpion King mengeluarkan suara marahnya yang menyeramkan. Kemudian dia melesat dan menghantamkan tubuh besarnya pada penghalang yang melindungi Hernandez. Namun, gagal total. Penghalang Hernandez tetap berdiri tegak dengan sempurna.
Dark Scorpion King yang menjadi murka seketika menjauh, kali ini tubuhnya berselimutkan aura hitam.
“Heh, kau ingin menggunakan ekormu, huh? Akan merepotkan jika kubiarkan.”
Dengan itu, Hernandez menghilangkan penghalangnya dan melesat maju dengan katana yang terayun.
Dark Scorpion King tentu saja tak tinggal diam. Melihat Hernandez yang tak lagi terlindungi penghalang, dia langsung mengarahkan kedua capitnya mencoba menghantam sang pandai besi.
Hernandez abai akan kedatangan kedua capit itu. Seketika ia mengaktifkan segel teleportasi untuk muncul di hadapan kepala besar sang kalajengking.
Hernandez lantas memasukkan kembali pedangnya ke dalam lingkaran sihir hitam, sebelum kemudian menciptakan lingkaran sihir yang lebih besar untuk menelan tubuh Dark Scorpion King.
“Ah, aku menghabiskan waktu sedikit lebih lama dari yang kuestimasikan,” gumamnya pelan seraya mempersiapkan lingkaran sihir teleportasi, dan pada saat yang bersamaan ia menghilangkan efek sihir esnya yang menyelimuti gua.
Lantas, dalam beberapa detik kemudian, Hernandez langsung menghilang dari gua itu tanpa jejak.
***
Begitu tiba di halaman belakang rumahnya, Hernandez mendapati Pope Gramiel sudah menunggunya di sana. Pria tua itu tersenyum ramah saat melihatnya, sebelum kemudian bertanya tentang dari mana dirinya. Hernandez hanya merespons singkat kalau ia dari lembah pasir.
“Ah, apa Nak Hernandez mencari Dark Scorpion King?” tanya sang petinggi gereja dengan ekspresi menerka.
“Dari mana kau tahu, Pope? Apa Nona Vermyna yang memberitahumu?”
“Tidak, aku hanya menerka saja. Pasalnya, jika Nak Hernandez sampai ke sana sendirian, sudah pasti target Nak Hernandez bukan sesuatu yang biasa. Jadi, apa Nak Hernandez sudah mendapatkannya?”
Hernandez mengangguk mengerti. “Ya,” jawabnya, “aku sudah mendapatkannya. Lalu, apa yang membuat kau sampai menungguku di sini, Pope?”
“Ah, kebetulan sekali kalau begitu. Aku ingin Nak Hernandez menciptakan dua belas tameng yang bisa menyerap dan merefleksikan setiap spell. Emiliel Holy Kingdom telah membentuk sebuah kelompok kesatria, mereka menginginkan kedua belas tameng itu sebagai simbol mereka.”
“Mereka akan ikut beraksi melindungi Islan?”
“Ya, tetapi mereka hanya akan melindungi Islan dari sisi pesisir mereka saja. Lebih dari itu, mereka tidak akan berpartisipasi.”
“Sayang sekali, padahal akan lebih baik bagi semuanya jika mereka ikut membantu.”
Gramiel tersenyum tipis mendengar respons Hernandez. “Seperti yang sudah-sudah,” katanya seraya memandang jauh ke timur, “kali ini pun sama. Islan tidak akan kalah meski tak banyak yang membantu. Danau Deus tak akan ternoda. Kau dan para Guardian lainnya akan memastikan hal itu hingga tetes darah kalian yang terakhir. Dan, sebagai orang yang memilih kalian, aku memercayai semuanya untuk melindungi tanah suci ini.”
“Ha-ha-ha, itu sungguh kepercayaan yang memberatkan. Tapi, yah, aku tak akan membiarkan tempat ini ternoda.”
“Tentu saja Nak Hernandez, tentu saja. Aku memilih kalian semua atas petunjuk Seraph Raphael. Jika Deus Guardian takluk, Danau Deus akan kehilangan artinya.” Gramiel lantas berbalik dan melangkah melewati Hernandez. “Aku tak ingin mengganggumu lebih lama. Nak Hernandez bisa langsung menemuiku jika sudah menyelesaikannya.”
Hernandez hanya mengangguk pelan sebagai respons, memandang sosok pendeta yang menjauh dalam diam.
Kemudian, saat sosok itu tak lagi terlihat, pandangan Hernandez kembali tertuju pada pintu belakang rumahnya.
“12 tameng, huh? Akan merepotkan jika aku harus memakai tempurung Dark Scorpion King, tetapi apa boleh buat. Jika itu yang Pope pinta, itu pula yang harus kulakukan. Namun, sebagai pandai besi, aku harus menyelesaikan permintaan Nona Vermyna terlebih dahulu.”
Menghela napas panjang, Hernandez membuka pintu dan melangkah masuk.
“Minggu ini aku akan sibuk,” gumamnya tatkala pintu itu kembali menutup.