DELULA

DELULA
7. Memory



"Ikuti alur nya...


Nikmati proses nya..


Tuhan tau kapan kita harus bahagia.  😊☺"


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sunday Day


Burung-burung beterbangan di awang-awang langit, menyambut mentari yang membawa kebahagiaan bagi siapa saja yang melihat itu, udara dipagi hari pun masih sangat sejuk untuk dihirup.


Suasana dikomplek perumahan sudah ramai dengan para remaja yang sedang melakukan jogging bersama temannya, mungkin ada yang bersama kekasihnya.


Seperti biasa, Lula berjalan dengan santai menyusuri jalan komplek itu tak lupa ia juga sedang mengunyah Bubble Gum kesukaannya, banyak pasang mata laki-laki melihat dirinya dengan tatapan memuja. You know lah.


Dengan memakai Hodie putih sama levis hitam yang sangat cocok dengan tubuh mungilnya, sehingga banyak para lelaki melihat dirinya seperti hewan buas melihat mangsanya.


Saat sedang asik berjalan sambil melihat lihat area taman yang ada dikomplek perumahannya, tak sengaja Lula melihat seseorang laki-laki yang familiar, dia memicingkan mata nya untuk memastikan apakah dugaannya benar.


Dan gotcha!, He is Arga.


Perkiraan Lula tidak pernah meleset, ia memperhatikan kegiatan laki-laki itu sedang bermain sepeda bersama adik perempuannya yang pernah ditolong oleh Lula. Seulas senyum tipis terbit dibibir Lula, hampir tak terlihat.


Tapi tiba-tiba, Lula menjadi panik hampir saja ia melangkahkan kakinya untuk menghampiri mereka tapi ia urungkan niatnya itu, Lula hanya melihat gadis itu dari jarak jauh meskipun didalam hatinya ingin sekali menolong.


Lihatlah bagaimana Arga menenangkan adiknya yang sedang menangis itu tapi usahanya sia-sia, adiknya itu tidak mau berhenti menangis, tanpa menghiraukan gengsi yang Lula punya, akhirnya ia menghampiri mereka.


Lula mengambil alih gadis kecil yang sedang duduk direrumputan itu dari Arga untuk didudukan ke kursi taman, Arga pun terkejut dengan kehadiran Lula yang langsung menggendong adiknya dan membawanya ke kursi taman.


Gadis kecil itu didudukan dikursi taman sedangkan Lula duduk dirumput dengan posisi saling berhadapan dengan gadis kecil itu yang masih sesegukkan.


"Ada air mineral?" Tanya Lula ke Arga setelah ia melihat luka gadis kecil itu dibagianΒ  lututnya.


"Sebentar" ucap Arga. kemudian langsung pergi ke warung yang dekat dengan taman untuk membeli air.


Untung saja Lula selalu membawa tissu kemana pun pergi, ia langsung mengeluarkan tissu itu dari kantong hodienya dan mengusap darah yang keluar dari lutut gadis itu.


Tak lama Arga pun datang, ia menyodorkan botol air mineral ke Lula, dengan cepat Lula langsung mengambilnya dan menuangkannya sedikit ke tissu lalu mengelap pinggiran luka itu supaya tidak ada bekas darah.


Setelah selesai Lula meniup luka itu, dan langsung berdiri dambil menepuk nepuk celananya yang sedikit kotor.


"Mending sekarang bawa adik lo pulang" ujar Lula ke Arga yang ada disampingnya tanpa menoleh karena Lula sedang melihat wajah gadis kecil itu yang menurutnya sangat imut, pipinya merah sehabis nangis.


Lula mengulurkan tangannya untuk mengusap rambut gadis kecil itu.


"Sekarang Kamu pulang ya sama abang kamu" ucap Lula kepada gadis kecil itu.


"Nggak mau, nanti aku jatuh lagi sama abang" jawab gadis kecil itu seraya menggelengkan kepalanya.


Arga yang mendengar penuturan adiknya ini hanya bisa menghela nafas gusar, ia mengusap wajahnya dengan kasar. Sungguh ia sangat menyesali perbuatannya bisa bisanya dia melepas adiknya untuk naik sepeda beroda dua, dan pada akhirnya terjadi seperti sekarang.


Arga lalu mendekat ke tempat adiknya itu.


"Pulang yuk, udah mulai siang nanti dimarahin ibu lho" bujuk Arga ke adiknya itu.


Adiknya tetap bersikekeh nggak mau pulang sama abangnya, alhasil Lula bersimpuh berhadapan dengan gadis kecil yang sedang merajuk itu.


"Pulang ya, biar lukanya diobati dirumah terus kalo udah sembuh bisa main bareng deh sama kakak" bujuk Lula sambil memegang kedua tangan gadis kecil itu.


Gadis kecil itu sedang memikirkan penawaran dari Lula dan akhirnya langsung menyetujui dengan menganggukan kepalanya.


Arga menghela nafas lega, ia langsung menghampiri adiknya dan ingin menggendongnya tapi tiba-tiba adiknya itu menahan tangan Arga.


"Syifa mau digendong, tapi abang janji ya jangan biarin Syifa jatuh lagi" jelas adiknya Arga yang bernama Syifa sambil mengacungkan jari kelingkingnya.


"Iya, abang janji" jawab Arga seraya membalas dengan mengaitkan jari kelingking nya ke jari kelingking adiknya itu.


Melihat adegan kakak beradik itu, Lula jadi ingat dengan kenangan masa lalu bersama teman kecilnya yang entah kemana dirinya berada, dia selalu menunggu kedatangan teman kecilnya itu.


*Flashback On


"Aga!! pelan-pelan aku takut" teriak seorang gadis kecil yang sedang diboncengi oleh temannya itu.


Mendengar teriakan temannya, anak laki-laki itu pun memberhentikan sepedanya dipinggir jalan, lalu ia menoleh ke belakang untuk memastikan apakah gadis kecil itu baik-baik saja.


"lho kok kamu nangis Ula" tanya anak laki-laki itu ketika mendapati gadis yang diboncenginya sedang menangis, lalu ia mengusap air mata gadis kecil itu.


"Maafin Aga udah bikin Ula nangis" tutur anak laki-laki itu dengan raut wajah sedih.


"Iya Ula maafin. Tapi janji ya jangan bikin Ula nangis lagi" ucap gadis kecil itu sambil mengacungkan jari kelingkingnya


Anak laki-laki itu mengerutkan keningnya.


" Jari kelingking Ula sakit?" tanya anak laki-laki itu sambil memeriksa apakah jari itu ada yang luka


Gadis kecil itu langsung cemberut, dan menghentak hentakkan kakinya


"Ini tuh tanda janji seseorang ke kita biar orang itu tidak melanggar janjinya" kata gadis kecil itu


Anak laki-laki itu terkekeh melihat gadis kecil dihadapannya sedang merajuk


"Iya, Aga janji" jelas anak laki-laki itu seraya menautkan jari kelingking mereka


Flashback Off*


"e-eh" sentak Lula saat Arga menjentikkan jarinya yang terakhir kali dengan keras.


"Kakak cantik gak papa?"


Lula pun tersenyum.


"gak papa" jawab Lula kemudian mencubit kedua pipi Syifa. Lalu beralih mengusap rambut gadis kecil itu.


"Syifa pulang ya kakak cantik, jangan lupa janji mau main bareng sama Syifa, Syifa tunggu dirumah" ucap Syifa.


"Makasih, lo udah mau bantuin gue buat obatin luka Syifa, Pintu rumah gue selalu terbuka buat lo, jadi jangan sungkan buat dateng" kata Arga. Lula hanya menganggukan kepalanya.


Kemudian Arga melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat tersebut, saat mulai jauh Syifa melambaikan tangannya ke Lula, Lula membalasnya dengan senyum.


Setelah semuanya selesai, Lula ingin melangkahkan kakinya untuk pulang kerumah karena hari sudah semakin siang, saatbsedang berjalan tiba-tiba siulan burung bunyi dari handphonenya pertanda ada pesan masuk.


*From: Bunda


"Lula tolong belikan bunda bahan-bahan makanan disupermarket, pake uang Lula dulu nanti bunda ganti kalau Lula sudah pulang dari supermarket"


"Oke bundaπŸ‘*"


Setelah membalas pesan dari bunda, Lula pun berbalik arah untuk menuju supermarket yang tak jauh dari komplek perumahannya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


"Susu, gula, snack, roti, bumbu masak sudah apalagi ya?" tunjuk Lula sambil mendorong trolinya kekasir untuk memastikan belanjaannya sudah lengkap atau belum.


Antrian Lumayan panjang, dengan sabar Lula menunggu, dan saat sudah sampai didepan kasir tiba-tiba ada yang menerobosnya.


"Mas, antri dong, enak aja main nerobos" ucap Lula. Siapa coba yang tidak kesal kalau kita sudah mengantri panjang terus saat bagian kita tiba-tiba ada orang yang nerobos. Itulah yang saat ini Lula rasakan.


"E-eh iya mba" ucap laki-laki itu sambil senyum kikuk, karena Lula sudah menatapnya dengan tajam.


Laki-laki itu langsung beralih keantrian yang paling belakang, Lula hanya menggelengkan kepalanya dan memberikan belanjaannya ke kasir untuk dibayar.


Selesai belanja disupermarket, tentu saja barang yang dibeli oleh Lula lumayan banyak dan berat.


'Srekkk'


Plastik yang membawa belanjaan Lula robek, barang yang dibelinya pun berserakan dijalan, Lula bingung harus ngapain sampai akhirnya ada yang membantu dirinya untuk membereskan barang-barang yang berserakan.


Tanpa sadar ada sebuah mobil berhenti, dan turunlah seorang laki-laki seraya membawa plastik yang lumayan besar


Lula melihat seorang laki-laki yang sedang membantu dirinya, sepertinya dari gaya berpakaiannya tidak asing.


Lula pun menepuk jidatnya saat sudah tau siapa orang ini


"Astaga, itu kan orang yang tadi nerobos antrian" batin Lula


Laki- laki itu sedang memasukkan barang-barang Lula ke plastik yang dibawanya


"Ini berat banget lho, gue yakin nanti plastiknya bakal robek lagi" jelas Laki-laki itu sambil melihat ke arah Lula


Lula meng-iyakan ucapan laki-laki yang sudah membantu nya ini


"Bareng gue aja" ucap laki-laki itu dengan membawa barang belanjaan Lula ke mobilnya


Lula ingin menolak tetapi laki-laki itu sudah berjalan menuju mobilnya, Lula pun akhirnya mengikuti laki-laki itu dan mulai memasuki mobil laki-laki itu


"Tunjukin arah jalan rumah lo" ucap laki-laki itu ketika sedang menyalakan mobilnya


"Lurus aja nanti ada perempatan belok kiri"


laki-laki itu mengangguk pertanda ia mengerti penjelasan Lula


πŸƒπŸƒπŸƒ


"Thank's udah nganterin gue sekaligus bantuin bawa belanjaan gue tadi" ucap Lula ke laki-laki itu ketika ia hendak turun dari mobilnya


"iya" jawab singkat laki-laki itu saat menoleh ke arah Lula dengan tatapan sendunya dan menyunggingkan senyum tipis


Lula pun turun dengan membawa belanjaan itu yang langsung dihampiri oleh seorang penjaga rumahnya


"Punten neng, mang Ujang bawain belanjaannya" ucap Mang Ujang. Lula pun langsung memberikan belanjaannya ke Mang Ujang


"Nanti taro di meja pantry aja Mang" suruh Lula ketika barang belanjaanya sudah beralih ke Mang Ujang


"Siap neng" sahutnya lalu pergi kedalam rumah untuk menaruh belanjaan Lula


Lula juga masuk kedalam rumah, lebih tepatnya menuju kekamarnya. Saat sudah sampai kamarnya Lula membantingkan tubuhnya kekasur kingsize sambil meratapi langit-langit kamarnya


"Sikapnya Arga kok sama kayak sikapnya dia sih" tanya Lula dengan dirinya sendiri


"Apa jangan-jangan dia?" batin Lula.


Lula menggelengkan kepalanya, menepis semua asumsi yang ada dipikirannya,kemudian ia bangkit dari tempat tidurnya dan melepas sepatu yang ia pakai lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya supaya lebih segar kembali


πŸƒπŸƒπŸƒ


Hai hai..


update lagi ceritanya, jangan lupa like ya teman teman semua..