
Happy Reading
***
" Aku kira Kita akan menjauh, setelah mengetahui yang sebenarnya. Ternyata keadaan itu membuat kita semakin dekat, bahkan jarak pun tak terhitung."
πππ
Jarum jam terus berputar tak
menentu bagai tidak ada hari untuk esok, Lula menghela napas berat kala dirinya merasa bosan berada dirumah.
Gadis itu bangkit dari tempat belajarnya untuk pergi ke dapur karena merasa haus.
Ia berjalan menuju pantry dapur untuk mengambil gelas dan mengambil jus jeruk yang ada dikulkas, setelah itu ia pergi ke ruang keluarga untuk menonton tv.
Lula fokus menonton kartun kesukaannya yaitu tom and jerry, sampai dimana adegan kartun itu membuat dirinya tertawa terpingkal-pingkal.
Tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi, Lula pun bergegas membuka pintu rumahnya.
Namun, dirinya hanya menemukan sebuah boneka teddy bear besar berwarna coklat, Lula celingak-celinguk mencari pemilik boneka itu. Saat Lula melangkah tak sengaja ia menginjak secarik kertas.
Ia pun membungkukkan badannya untuk mengambil kertas itu lalu membuka nya.
"Karena hadir adalah hadiah paling indah bagi rindu yang membuncah"
~A~
Lula sejenak berfikir ketika membaca surat itu, lalu ia membawa masuk boneka besar itu yang nampak kesusahan.
"Issshhh ngerepotin aja" gerutu Lula ketika sedang menyeret boneka besar ke ruang keluarga untuk melakuka kegiatan yang tertunda yaitu menonton film kartu kesukaannya
Lula memeluk boneka itu, tak lama ia pun tertidur, ia merasa dirinya sedang berada dikasur yang empuk.
πππ
Dilain tempat ada banyak orang yang sedang mempersiapkan sesuatu ditaman belakang rumah.
Seorang laki-laki yang sangat antusias mempersiapkan kejutan kini sedang memasang balon yang berbentuk love di dekat panggung kecil.
"Bagaimana semua sudah siap? waktu sudah menjelang malam" ujar pria paruh baya yang baru saja datang bersama istrinya.
Laki-laki itu pun memberhentikkan kegiatannya dan menoleh kebelakang,"Sudah yah, tinggal tunggu waktu aja"
Pria paruh baya itu menganggukan kepalanya kemudian bergegas untuk masuk kerumahnya.
Ketika memasuki rumah bersama isterinya, ia melewati ruang keluarga dan mendapati putrinya sedang tertidur sambil memeluk boneka.
Dia mengambil handphone disakunyaΒ lalu menelpon seseorang.
"Kamu kesini sekarang, diruang keluarga"
Pria paruh baya itu mematikan telponnya secara sepihak dan melanjutkan langkahnya menuju kamar.
πππ
Laki-laki yang baru saja ditelpon langsung menuju tempat yang disuruh.
Tak disangka dirinya melihat seorang gadis sedang tertidur sambil memeluk boneka pemberiannya yang sengaja ia letakkan didepan pintu.
Ia pun langsung menggendong gadis itu ala bridal style dan berjalan menuju kamar nya.
Sesampai dikamar, ia membaringkan gadis itu dikasur. Laki-laki itu tersenyum tipis kala melihat gadis itu sedang tertidur.
Ia pun mengecup keningnya, dan berlalu keluar dari kamar.
Saat ia menutup pintu, dirinya dikejutkan dengan suara yang tak asing lalu ia menoleh dan mendapati Dehan yang berbicara.
"Lula udah tidur ya?" tanya Dehan.
"Udah bang" sahut laki-laki itu.
"Kira-kira kapan kita buat jalanin rencana terakhir, tapi lo serius mau kasih tau Lula tentang siapa lo sebenarnya" tanya Dehan kembali.
"Iya bang, mungkin ini waktunya Lula tau kalo gue ini Aga nya" ucap Laki-laki itu yang tak lain adalah Arga.
Dehan hanya menganggukan kepalanya dan berjalan kembali menuju kamarnya.
Senyum tips milik Arga mengembang, ia tidak sabar untuk melihat reaksi gadis nya 'eh masih calon inget calon.
Arga langsung menuju ke taman belakang untuk mengecek apakah semuanya sudah siap, setelah melihat semuanya, Ia pun pulang kerumah dan bersiap-siap untuk nanti malam.
πππ
"Euugghhhh" erang Lula ketika ingin bangun dari tidurnya. Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memastikan dimana dirinya sekarang.
Lula bingung kenapa dia ada dikamarnya, terakhir ingat dia ada di ruang keluarga tidur sambil memeluk boneka, Lula langsung melebarkan matanya kala ingat dengan boneka yang besar tadi.
Buru-buru ia turun dari kasur dan menuju ke ruang keluarga untuk mengambil boneka itu.
Saat berada di tiga tangga terakhir dirinya sudah siap untuk meloncat.
"Satu dua tiiiiiga, yess mendarat dengan sempurna" riang Lula. Ia begitu senang karena kali ini loncatannya itu tidak gagal. Anggap saja dia seperti anak kecil.
Lula langsung berlari untuk mengambil bonekanya dan yaaa bonekanya masih ada ditempat yang sama.
Ia langsung mengambil bonekanya dan membawa nya ke kamar.
πππ
Pukul 22.00 WIB
Arga berdiri menghadap cermin memperhatikan pantulan dirinya yang sudah berbalut tuxedo putih dengan dasi kupu-kupu yang semakin membuatnya terlihat sempurna.
Selama beberapa detik ia masih terpaku meneliti penampilannya, ia tak ingin ada satu hal pun yang terlewat ia ingin tampil sempurna dihadapan gadis pujaannya.
Merasa sudah tak ada yang terlewat ia segera merapikan kerah atas tuxedo sebagai gerakan terakhir sebelum bergegas keluar kamar.
Senyum terus tersemat manis dibibirnya, seperti tak ada niatan untuk luntur sedikitpun. Hari ini sangat spesial baginya, gadisnya akan kembali kepelukannnya.
πππ
Suara pukulan dan tinjuan terdengar jelas di telinga Lula
Dia yang tidurnya terganggu tepat pukul 23.50 karena mendengar suara teriakan bundanya yang meminta tolong dan suara tinjuan berkali-kali
Lula panik dan segera berjalan pelan keluar kamar
Gelap
Lula tidak bisa melihat siapapun ruang televisi atas. Lula berjalan menuruni tangga
Bugh
"Ah! To...tolong" teriak bunda minta tolong disertai ringis kesakitan
"Bun... bundaa dimana?" teriak Lula
Lula berjalan pelan menuju sumber suara. Taman belakang
Gelap. Taman belakang gelap, tidak biasanya taman belakang rumah Lula gelap
Dan tidak ada Bunda nya disana
"Bunda... bunda!" teriak Lula sambil mencari sumber suara teriakan bunda nya tadi
Klik
Tiba-tiba keadaan taman itu menjadi terang. Lula yang awalnya ingin pergi malah diam ditempat karena terpukau keindahan ditaman ini
"Happy Birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you" pekik mereka semua ( Oliv, Bunda, Ayah, Dehan)
Lula melihat sekeliling taman yang dihias menjadi cantik dan indah. Tak sengaja matanya menatap abangnya ada disini yang sedang memegang kue
Dehan berjalan pelan menuju adiknya itu yang berdiri mematung
"Happy Birthday adik kesayangan abang" ucap Dehan
Lula pun langsung memeluk abangnya itu, dia kira abangnya benar-benar ingin pergi ke Dubai saat dihari ulang tahunnya
Untung saja Dehan mengangkat kue tersebut ke atas agar tidak mengenai adiknya
"Abanggg jahattt, Lula kira abang benar jadi ke Dubai" ujar Lula terisak sambil memukul dada bidang abangnya itu
Dehan mengelus punggung adiknya itu untuk menenangkan
"Udah dong, jangan nangis, malu tuh diliatin sama ayah bunda" ucap Dehan sambil terkekeh pelan
Lula langsung melepaskan pelukannya
"Tiup dulu lilinnya"
Fuh
Setelah meniup lilin, Lula langsung berlari menuju bunda nya
"Bunda jahat, ikut ngerjain Lula, maksudnya apa coba teriak-teriak minta tolong kayak gitu, bikin Lula panik aja" rajuk Lula dipelukan mommy nya
"Hehehe maaf sayang bunda cuma ikut-ikutan doang" ujar bunda sambil mengelus rambut Lula
"Selamat ulang tahun anaknya ayah yang manja ini" ucap ayah. Lula pun melepaskan pelukan bunda dan beralih ke pelukan ayahnya
"Hari ini ada yang spesial, bunda akan nunjukin seseorang buat kamu" ujar bunda. Lula melepaskan pelukannya lalu menengok kearah bundanya
"Siapa bun?"
Tiba-tiba lampu gelap kembali dan penerangan lampu menyoroti kedua insan itu
Seorang laki-laki yang memunggungi Lula berdiri diatas panggung kecil, kemudian dia berbalik, betapa terkejutnya Lula saat mengetahui siapa laki-laki itu. He is Arga
Arga berjalan pelan menuju Lula, saat berhadapan dengan Lula, ia langsung mengambil tangannya untuk digenggam dan mulai berbicara
"Kamu tau la, siapa aku". Lula menggelengkan kepalanya
Arga hanya tersenyum, "Aga mu sudah kembali"
"Aga" ucap Lula pelan hampir saja tidak terdengar
Arga menganggukan kepala sebagai jawabannya
Lula langsung memeluk Arga, betapa rindu dirinya saat dipertemukan kembali setelah 10 tahun
Tepukan tangan menghiasi malam ini, kedua sejoli itu masih saja nyaman dengan adegan berpelukan
Arga melepaskan pelukannya, ia menatap wajah gadis pujaannya ini, tiba-tiba laki-laki itu bersimpuh dihadapan Lula
"Izin kan aku untuk memulai kembali semua kisah kita yang tertunda, Will you be my girlfriend" ucap Arga
Lula yang mendengar pernyataan Arga langsung menganggukan kepalanya. Sungguh hari ini adalah hari bahagia nya
πππ
Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 1 malam
Suasana ruang keluarga sepi cuma ada Dehan, Arga , dan Lula.Β Dehan fokus menonton film action, berbeda dengan kedua pasangan baru ini, Lula duduk disamping Arga sambil menyandarkan kepalanya ke dada bidang Arga
Ia mengerjapkan matanya berkali-kali agar tidak tidur, sepertinya mata tidak bisa diajak kompromi, perlahan matanya mulai terpejam
"Kamu udah ngantuk?" tanya Arga
Gadis itu hanya bergumam mengiyakan, tak sanggup lagi berkata-kata, sekedar memembuka matanya pun sudah tidak sanggup, karena sudah ngantuk dilevel terakhir
Tanpa berkata-kata lagi, dengan mudah tangan kokoh nya mengangkat tubuh Lula ala bridal, membawanya kekamar gadis itu
Dehan yang melihatnya pun menggelengkan kepalanya dan kembali fokus menonton fil action sambil memakan keripik
Setelah memberi kecupan didahi Lula, Arga keluar dengan langkah tanpa suara agar gadis nya tidak bangun
TBC
Jangan lupa vote readers, buktikan kalau kalian itu ada