DELULA

DELULA
19. Kenneth



Ini scene nya pemeran utama kita yaitu Lula. Bagian Arga sama Lula kapan??.


Part selanjutnya bagian nya Arga dan Lula, tetap staytune terus.


Jangan lupa like, ok.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sebuah mobil lamborghiniΒ  putih memasuki pekarangan rumah kakek nya Lula.


Seorang laki-laki berkaca mata keluar dari mobil itu dengan tampilan casual nya. Ia berjalan memasuki rumah itu.


Laki-laki itu tau bahwa sepupu nya dari Indonesia datang untuk menyelesaikan tugas nya. Ia bergegas menaiki gundakan lantai untuk menuju kamar sepupu nya.


Setelah sampai di depan kamar sepupu nya, ia memegang knop pintu lalu membuka nya perlahan, terlihat seorang gadis yang masih larut dengan mimpi nya padahal ini sudah pagi.


Ia berjalan mengendap-ngendap untuk menghampiri sepupu nya, laki-laki itu sudah berada disamping sepupu nya.


Perlahan ia mendekatkan mulut nya ke wajah sepupu nya dan,


"Aaaaaaaaaaaa"


Lula telonjak kaget kala suara teriakan nya berdengung di telinga nya, gadis itu melihat ke arah sumber dan ya, dia adalah Kenneth. Sepupu nya yang paling jahil.


"Kenneth!" teriak Lula.


Lula bangun dari tidur nya lalu loncat dari kasur untuk mengejar Kenneth.


"Kenneth, awas lo ya!"


Lula mengejar Kenneth layak nya seperti film tom & jerry. Mereka berlarian kesana kemari mulai dari ruang tamu sampai berujung di dapur yang kebetulan ada nenek.


Kesempatan bagi Kenneth karena ada sang penolong dari singa betina yang sedang mengamuk karena ulah diri nya.


Kenneth berlari ke arah nenek nya dan bersembunyi di belakang tubuh nya.


"Eh, eh, ada apa ini?" tanya nenek yang terkejut kala Kenneth tiba-tiba berada di belakang tubuh nya.


"Tuh nek, Lula ngamuk" ucap Kenneth membela diri dengan bersembunyi dibelakang tubuh nenek nya.


"Ihh, awas lo ya" Lula mencoba meraih tubuh Kenneth, namun Kenneth juga menghindari serangan tangan dari Lula dengan tubuh nenek nya menjadi tameng yang di goyangkan ke kanan dan ke kiri.


"Aduh, nenek jadi pusing nih"


Ucapan sang nenek membuat kenneth memberhentikan gerakan nya. Kenneth menjulurkan lidah nya ke Lula.


"Kenapa Lula marah-marah sama Kenneth?" tanya nenek dengan lembut.


"Kenneth nya nek, masa tadi teriak di telinga Lula, telinga Lula jadi sakit kan" rajuk Lula sambil memegang telinga nya supaya nenek ada di pihak nya. Boleh juga.


Nenek langsung berbalik ke arah Kenneth yang sekarang malah cengengesan.


"Aduh, aduh nek, sakit" ringis Kenneth. Ia dijewer oleh nenek nya karena membuat tuan putri marah.


Dan yang di bela oleh nenek nya itu hanya meledek Kenneth dengan menjulurkan lidahnya sambil mengucapkan kata payah tanpa suara.


"Kamu itu ya suka banget jahilin Lula, sekarang minta maaf" ujar nenek lalu melepaskan tangan nya di telinga Kenneth.


Kenneth berjalan ke arah Lula yang sekarang sedang bersedekap dada, Lula menaikkan satu alis nya dengan angkuh dan tiba-tiba,


Grep.


"Selamat datang tuan putri" Kenneth memeluk Lula dengan erat, menumpahkan kerinduan kepada sepupu nya ini.


Pelukan yang diberikan Kenneth membuat Lula sesak napas, ia memukul dada Kenneth untuk melepaskan dekapan nya.


Kenneth pun melepaskan pelukannya, ia melihat Lula bernapas dengan tersenggal-senggal.


"Sekarang kita makan" ucap Kenneth sambil merangkul bahu Lula menuju ruang makan.


Sampai diruang makan, Lula tidak melihat kakek nya disana.


"Kakek udah pergi, nek?" tanya Lula sambil menarik kursi nya untuk duduk.


Nenek yang sedang mengoles roti nya dengan selai coklat menengok sekilas ke arah Lula.


"Iya, tadi udah pergi duluan katanya ada meeting mendadak" jelas nya.


Lula hanya ber-oh saja, dan menerima roti dari nenek nya yang sudah isi selai kesukaannya lalu memakan nya.


"Siap-siap dulu sana, hari ini Lula ikut kakak ke kantor" ucap Kenneth.


Lula menganggukkan kepala nya lalu ia bangkit dari duduk nya dengan tangan yang masih memegang roti menuju kamar nya.


Tuga puluh menit telah berlalu, Lula turun dengan tampilan seperti biasa nya, baju kaos hitam dengan cardigan putih di balut dengan celana levis hitam dan di lengkapi sepatu putih.


Gadis itu turun dan menemui sepupu nya yang sedang menunggu di ruang keluarga.


Kenneth hanya melihat sekilas dan menatap kembali ke benda elektronik di depan nya, Lula pun jengah melihat sepupu nya ini.


Ia berjalan mendekati Kenneth untuk mengambil keripik nya.


Happ.


Lula berhasil mengambil keripik yang ada ditangan Keneth dan berlari menuju mobil sepupu nya.


Kenneth hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Lula yang tidak berubah sejak dulu.


Laki-laki itu beranjak dari posisi nya untuk menyusul Lula yang sudah ada dimobil.


Keadaan di kota NYC tidak terlalu ramai, Lula masih sibuk memakan cemilan sambil melihat bangunan-bangunan dari dalam mobil.


Musik dari radio tidak berpengaruh terhadap kedua sepupu itu


"Jangan kebanyakan makan nanti tambah gendut"celetuk Kenneth dengan pandangan nya yang tetap fokus ke depan.


Lula mencebik, "bilang aja mau, pake segala bilang gendut lagi"


Kenneth hanya tertawa kecil mendengar jawaban ketus Lula, ia membuka mulut nya kala Lula menyuapi keripik nya.


"Nanti di sana gue ngapain?" tanya Lula sambil memasukkan keripik ke dalam mulut nya.


"Kayak nya lantai kantor kotor deh, nanti lo bisa bersihin lantai nya soal nya cleaning service lagi cuti" jelas Kenneth membuat Lula langsung menatap garang tanpa diketahui oleh nya.


Lula langsung memukul lengan sepepu nya ini, dan yang di pukul hanya terkekeh, bisa-bisa nya ia menyuruh Lula membersihkan lantai kantor, pasti baru di bersihin ada orang lewat terus kotor lagi dan selalu seperti itu, Lula bergidik pasti itu sangat capek.


"Enggak kok gue mana tega nyuruh lo ngelakuin itu, abis dari kantor kita langsung pergi ke markas"


Lula menganggukan kepala nya lalu beralih pandangan ke luar mobil.


Akhirnya, Lula dan Kenneth sampai di kantor kakek nya. Mereka berjalan masuk bersama, namun tali sepatu yang di pakai Lula lepas, menyadari hal itu, Lula langsung berjongkok untuk mengikat tali sepatu.


Kenneth sudah berjalan duluan menuju ruangan nya, ia belum menyadari kalau Lula tertinggal jauh.


Saat Lula bangun, dihadapan nya sudah ada cewek berdandan menor dengan pakaian formal namun ketat sambil menyilangkan tangan nya didada.


Cewek itu melihat Lula dari bawah sampai atas lalu ia tersenyum remeh.


Laurren Kendrick


Secretary


Nama yang berasal dari name tag cewek itu membuat Lula tersenyum sinis.


"Gue harap lo jangan pernah deketin pak Kenneth lagi, karena dia cuma milik gue, ngerti lo!" ucap Laurren.


Rasa nya Lula ingin tertawa keras. Seperti nya cewek yang ada di hadapan nya ini tidak mengenal diri nya.


Lula berdehem untuk menetralisir keinginan nya untuk tertawa.


"Perkenalkan saya Delula Putri Pratama, cucu dari tuan Pratama pemilik kantor ini."


Laurren terkejut bukan main yang ada di hadapan nya ini merupakan salah satu cucu dari pemilik kantor yang ia bekerja.


"Maafkan saya nona, saya berperilaku tidak sopan kepada anda, saya mohon jangan pecat saya" pinta nya sambil memegang kedua tangan Lula.


"Baiklah saya tidak akan pecat kamu, tapi ada syarat nya" ucapan Lula membuat Laurren berhenti sebentar untuk mendengar persayaratan yang akan diberikan oleh Lula.


"Apapun akan saya lakukan, asalkan jangan pecat saya"


"Berpakaian lah seperti karyawati lain nya dan hapus make up mu yang tebal itu, karena di kantor ini bukan ajang fashion show, paham?" Laurren menganggukan kepala nya pertanda ia akan menuruti syarat dari Lula.


Lula pun melangkahkan kaki nya untuk pergi menuju ruangan Kenneth. Jangan tanya kenapa Lula bisa tahu letak ruangan Kenneth. Karena ada ruangan khusus untuk pemilik kantor ini dan Lula sudah mengetahui itu sejak kecil walaupun dulu diri nya masih belum paham.


Letak ruangan Kenneth berada di lantai 20, Lula menaiki lift bersama dengan karyawan dan karyawati lain nya meskipun ada lift khusus untuk pemilik kantor ini, Lula tidak mau bersikap seperti itu, yang ia ingin mengenal banyak orang dan berbaur dengan siapapun tanpa ada penghalang apapun.


Ting.


Bunyi lift pertanda sudah sampai di lantai yang dituju, Lula pengguna lift terakhir karena di lantai 20 tidak ada pekerja lain nya dan hany ada satu ruangan yaitu ruangan Kenneth.


Lula berjalan menuju ruangan Kenneth, saat sudah di depan ruangan ia melihat ada seorang wanita yang tiba-tuba berdiri.


"Silahkan masuk, pak Kenneth sudah menunggu anda" ujar wanita itu.


Lula menganggukan kepala nya dan memasuki ruangan sepupu nya ini.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Holla guyss..


By the way thank's banget yang udah like cerita ini, walaupun baru sedikit, itu tidak mengurangi perasaan bahagia author. Jangan lupa like cerita ini ya πŸ‘.