
'Menepilah sebentar agar kau bisa merasakan indahnya berlabuh'
🍂🍂🍂🍂
Flashback
"Lulaaaa....." Teriak Dehan dari arah balkon.
"Lula lagi di atas bang" Sahut Lula sambil berteriak.
"Lula, sekarang turun! nanti jatuh" ucap Dehan sambil mendongakkan kepala ke arah atap rumahnya.
"Iya" jawab Lula seraya turun secara pelan pelan.
Sebelum turun Lula melihat ada mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya.
Lula menghiraukannya dan membalikan badan nya supaya kaki nya bisa menjangkau tangga.
Saat kaki nya sudah menyentuh tangga dan perlahan mulai turun.
Namun tak disangka, kaki nya terpeleset saat menjangkau anak tangga selanjutnya.
"aaaaaaaaa....." Teriak Lula
Flashback off
"Apa kamu tidak berlebihan memindahkan putri kita kesekolah baru?" Tanya Raina sambil menoleh kepada suami nya yang ada disampingnya saat mereka sedang menonton Tv di ruang keluarga.
"Tidak keputusan ku sudah bulat, Lula harus dipindahkan ke sekolah aku, biar kita bisa pantau dia" ucap Radit dengan tatapan lurus dan datar.
Raina hanya menghela nafas, sikap suaminya itu sama saja dengan putrinya keras kepala.
Tiba-tiba Raina dan Radit mendengar suara teriakan anak nya dari atas, buru-buru mereka menuju kamar putri nya dan menuju ke balkonnya dan menjumpai putra sulungnya yang sedang menutup matanya sambil memegang pembatas balkon.
"Ada apa nak?" tanya Radit sambil memegang pundak anak nya itu.
"Lula yahh... Lula jatuh" sahut dehan yang masih menutup mata dan menunjukan tangan nya ke bawah di tempat Lula jatuh.
Raina yang mendengar penuturan anaknya itu langsung panik dan melihat ke bawah.
Raina tersenyum sambil mengelus dada nya, anaknya baik-baik saja.
"Lula baik-baik aja kok, sudah sekarang kamu tidur"ucap Raina sambil menggiring anak nya itu ang masih memejamkan matanya ke kamarnya.
🍃🍃🍃
"aaaaaaa" teriak lula dengan posisi badan yang sudah tak seimbang, hampir saja tubuhnya jatuh terjerembab jika saja tidak ada tangan kokoh yang dengan sigap menangkapnya.
Lula menutup matanya pasrah, tapi bukan dinginnya lantai yang ia rasakan justru lengan seseorang yang begitu hangat sedang mendekapnya lembut.
"Astaga ini tangan siapa, apa ini tangan malaikat, apa gue udah di surga?" racau Lula masih dengan memejamkan matanya.
"aaaaa berarti gue mati dong."
Tiba-tiba tedengar suara kekehan dari pemilik lengan kokoh itu bersamaan dengan tiupan yang menerpa wajahnya.
"Buka mata, lo gak mati kok" ucap seseorang, sontak Lula membuka matanya lebar dan betapa terkejutnya ia mendapati wajah tampan yang ternyata pemilik lengan kokoh yang tadi menangkapnya.
Lula masih menatap wajah tampan dihadapannya, hidung mancung, rahang bak terpahat dengan apik, mata hazel yang hangat dan teduh.
"Sumpah Titisan Dewa Yunani kenapa kesasar kesini?" batin Lula.
"Gue tahu gue ganteng, sampai lo gak mau turun dan sekarang malah asik mandangin wajah bak dewa yunani ini". Ucap laki-laki dihadapannya itu seolah-olah bisa membaca pikirannya.
Lula terkejut dan langsung beringsut dari posisinya.
"astaga, lo bisa baca pikiran gue" gumam Lula sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal dengan posisi yang sudah berdiri.
"Nggak, semua orang bilang gitu ke gue" sahut laki-laki itu sambil tangannya bersedekap didada.
"Gilaa.. pendengarannya tajam juga" batin Lula.
"o-oh".
Lula melihat laki-laki yang ada dihadapannya dari atas ke bawah lalu ke atas lagi seolah-olah pernah melihat nya.
"Btw wajah lo kok gak asing ya, kayak pernah ketemu tapi dimana yaa?" tanya Lula dengan mengetuk-ngetuk pelipis dengan ibu jari nya.
"Waktu lo nganterin adik gue pulang" sahut nya dengan memasukkan tangannya ke saku celana.
"Oh iyaa" Jawab Lula dengan riang nya sambil menjentikkan jari nya.
"Lo manis kalo lagi ketawa".
Seketika wajah Lula bersemu merah karena mendengar kata manis dari laki-laki asing dihadapannya, dan dengan cepat ia menutupi pipi nya dengan kedua tangannya sambil menunduk.
Laki-laki itu hanya bisa menahan tawa nya ketika melihat gadis dihadapan nya ini sedang menutupi rona merah alami dipipi nya.
"Lo cantik kalo lagi blushing" celetuk laki-laki itu.
Lula pun langsung mendongakkan kepala nya dan menurunkan tangannya dari pipi nya ketika mendengar penuturan laki-laki dihadapannya ini.
Karena gemas melihat tingkah gadis dihadapannya ini ia langsung mencubit kedua pipi gadis itu dan menggoyangkan ke kanan dan ke kiri.
"issshhh, saaakiiit" ngaduh Lula sambil mencoba berusaha menepis tangan laki-laki itu dari pipi nya.
Laki-laki itu merasa kasihan melihat gadisdidepannya yang hampir nangis karena ulahnya dan langsung melepas tangannya dari pipi gadis itu.
Lula hanya mengusap-usap bekas cubitan nya itu sambil menatap sinis laki-laki yang ada di hadapannya, kemudian langsung berbalik untuk masuk ke dalam rumah sambil menghentakkan kaki nya.
Laki-laki itu mengekori Lula untuk ikut masuk, karena merasa ada yang mengikuti, sontak Lula menghentikan langkah nya, lalu menoleh ke belakang.
Dan yaa si laki-laki itu ada di belakang Lula ambil tersenyum, Lula yang melihat itu hanya mendelik sinis dan langsung meneruskan langkah nya menuju ke ruang keluarga yang sudah terdapat bunda nya sedang menonton televisi.
🍃🍃🍃
Di ruang keluarga.
Lula langsung duduk disamping bunda nya dan memeluk lengan bunda nya sambil bersandar ditempat favorit nya saat bersama bunda nya.
"Bundaaa.. dia siapa sii".
Bunda langsung menoleh ke arah anak nya sambil mengusap surai rambut anaknya itu dan mengalihkan pandangan nya ke anak laki-laki yang berdiri di samping sofa.
"kamu Arga ya, anaknya Risa?" tanya bunda kepada anak laki-laki yang sedang berdiri disamping sofa.
"iya tante" jawab singkat nya dengan senyum tipis.
Lula hanya memutar bola mata nya dengan jengah.
"duduk dulu nak" suruh bunda sambil melepaskan pelukan anaknya dan berdiri untuk pergi kedapur.
"Bundaaaa" rengek lula karena nggak ikhlas pelukannya terlepas.
"Hussshh, kamu nggak malu sama nak arga, dari tadi ngeliatin kamu terus, udah bunda mau ke dapur dulu ambil minuman " ujar bunda sambil menahan tawa dan melenggangkan langkah nya menuju dapur.
Lula yang mendengar penuturan bunda nya itu langsung menoleh pandangannya ke tempat anak laki-laki itu yang ada di kursi sebelah nya yang masih menatap dirinya dengan senyuman tipis
"Apa lo liat-liat gue, gue tau gue cantik" ucap Lula sambil mengibaskan rambut panjang nya.
Laki-laki itu hanya menaikkan satu alisnya, ingin sekali dia tertawa keras melihat tingkah gadis itu, tapi apalah daya gadis itu akan menjadi sinis jika dilawan.
Keheningan mulai datang di kedua orang itu, Laki-laki itu sedari tadi melirik ke arah Lula yang fokus pada televisi.
Selang beberapa menit bunda kembali dari dapur dengan membawa dua gelas jus jeruk di tangannya.
"ini nak Arga silahkan diminum" ujar bunda seraya menaruh gelas di meja, dan kembali duduk di samping anak nya itu.
Saat bunda sudah duduk, dengan cepat Lula langsung mengapit lengan bunda nya itu.
"Gimana kabar ibumu, nak?" tanya bunda. Lula melihat laki-laki itu dengan sinis dan langsung membuang muka.
"Kabar ibu baik" sahut nya sambil tersenyum hingga menunjukkan lesung dipipi nya.
"kamu kenapa? kok geleng-geleng kepala" tanya bunda saat mendapati anaknya sedang menggelengkan kepala nya.
"H-hah, enggak ko bun hehhehe."
Lula jadi salah tingkah dan langsung memfokuskan pandangannya ke arah benda elektronik didepannya yang sedang menayangkan film favorit bundanya yang sedang viral yaitu cinta suci.
"kamu kapan pindah ke Jakarta?, bukannya kamu tinggal di Surabaya." tanya bunda.
"baru beberapa bulan tante" sahut laki-laki itu dengan senyuman manis nya.
Lula hanya memutarkan bola mata nya dengan jengah, karena mendengar jawaban laki-laki itu dengan pandangannya yang masih fokus ke arah benda elektronik yang ada di depannya, lain dengan telinga nya yang siap untuk mendengarkan obrolan bunda sama laki-laki itu.
"Eitss, jangan panggil tante, panggil bunda aja biar sama kayak Lula" sanggah bunda sambil mengacungkan ibu jarinya dan menggoyangkan ke kanan dan ke kir.i
Mendengar ucapan sang bunda,sontak Lula langsung menoleh ke arah bundanya seakan ingin protes dan mengatakan dia kan bukan anaknya.
Lula hanya menghela nafas gusar, kemudian langsung berdiri, namun suara bunda menghentikan langkah nya dan menoleh kepada sang bunda.
"kamu mau kemana?"
"ke kamar bun, mau tidur" jelas Lula sambil melirik ke arah laki-laki itu.
"Tapi tumben, inikan masih jam 8, biasanya juga kamu tidur jam 10" ujar bunda yang bingung dengan tingkah anaknya ini.
"biar besok nggak kesiangan bangunnya, kan mau berangkat ke sekolah baru" ucap Lula. laki-laki itu melihat Lula dengan senyum tipis nya bahkan hampir tidak kelihatan.
Merasa sedang diperhatikan, sontak Lula langsung menengok ke arah laki-laki itu dan langsung melototi laki-laki itu.
Laki-laki itu hanya menaikan satu alisnya, mungkin bagi orang lain pelototan Lula itu seram dan menakutkan, tapi bagi dirinya itu sangat lah lucu.
"apa lo liat-liat!" ucap Lula sambil berkacak pinggang kepada laki-laki itu.
Bunda langsung memukul tangan lula dengan pelan untuk memberi tegurannya.
"Lula" ucap bunda dengan memperingatinya supaya menghormati tamu.
peringatan bunda membuat Lula cemberut, "Iya bunda" sahut nya
Lula langsung mencium pipi sang bunda dan menoleh ke arah laki-laki itu yang dari tadi memperhatikan dirinya.
"Apa! mau gue cium juga" kata Lula sambil menaikan dagu nya dengan angkuh.
Laki-laki itu langsung menundukan kepalanya takut ketahuan sedang merona. melihat tingkah laki-laki itu rasanya Lula ingin tertawa tapi ia menahan dengan menutup mulutnya.
Lula langsung melenggangkan langkah nya meninggalkan bundanya dan laki-laki itu yang sedang berbicara dan pergi ke kamar nya, tapi saat Lula ingin masuk ke kamar nya dan masih memegang knop pintu, ia langsung teringat kepada abang nya yang panik dengan keadaannya.
tok tok tok
"Abang, ini Lula" panggil Lula dari luar kamar abangnya.
Dehan yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya pun langsung men save tugasnya dan mematikan laptop nya lalu ia berdiri untuk membukakan pintu karena mendengar suara adik tersayangnya sedang memanggilnya dari luar kamarnya.
"Kenapa dek? tumben ke kamar abang" tanya Dehan ketika pintu sudah dibuka dan merangkulkan tangannya di bahu Lula menuju ke kasurnya.
"Abangg.. laperr" rengek Lula.
Ini adalah kebiasaan Lula ketika abang kesayangannya ada dirumah, karena sama abangnya ini sifat manja nya keluar.
"Emang kamu mau makan apa? nanti abang belikan" tanya Dehan yang sudah duduk dipinggiran kasur nya bersama Lula disamping nya sambil mengusap surai rambut hitam Lula.
"Emmmmm, Lula mau makan mie ayam ditempat mang agus, boleh?" ucap Lula dengan menoleh kepada abangnya dengan penuh harap.
"Gak boleh" sahut Dehan dengan wajah yang datar dan memberhentikan usapan pada surai rambut Lula.
Ucapan Dehan membuat Lula jadi cemberut dan menundukkan kepala, lain dengan Dehan yang sedang menahan ketawa nya karena ia sengaja menjahili adiknya ini, ia tidak segan-segan mengabulkan permintaan adiknya jika tidak melampaui batas.
Dehan langsung berdiri dan berjalan untuk mengambil hodie putih miliknya yang tergantung di belakang pintu kamarnya, lalu berjalan kearah Lula dan menarik tangan Lula untuk berdiri.
Lula pun merasa bingung dengan sikap abangnya karena menarik tangan nya seolah menyuruh untuk berdiri.
Tanpa aba-aba Dehan langsung mamakaikan hodie itu ke badan Lula yang terlihat kebesaran di tubuh mungil nya.
"Kok, Lula dipakein hodie sii, kita kan gak keluar rumah" ucap Lula sambil membenarkan posisi hodie di badannya.
"Katanya mau makan mie ayam ditempat mang agus" sahut Dehan. Lula yang awalnya menundukkan kepala nya pun langsung mendongakkan kepala karena mendengar ucapan dari abang nya ini.
"Beneran bang?" tanya Lula dengan ingin memastikan ucapan dari abangnya.
Dehan hanya menganggukan kepala nya sambil tersenyum.
"Yeayyy, makasih abang ku" pekik Lula dengan senang karena permintaannya dituruti, kalau sama ayahnya permintaan Lula tidak pernah dituruti karena tidak boleh makan mie dikala malam hari.
Dehan langsung mengambil kunci mobil yang ada di nakas meja dan merangkul bahunya Lula untuk turun ke bawah.
Saat melewati ruang keluarga Lula celingak celinguk karena tidak menemui bunda dan laki-laki itu disana.
"Mungkin dia sudah pulang"batin Lula.
"Kenapa dek?"tanya Dehan ketika melihat adik nya ini sedang mencari sesuatu.
"H-hah, enggak kok bang".
Dehan terus merangkul bahu Lula menuju parkiran mobil dan setelah sampai di samping mobil Dehan membukakan pintu untuk adik nya.
"Silahkan little princess" ucap Dehan sambil menundukkan kepalany bak pengawal istana.
Melihat abangnya itu Lula hanya terkikik dan asuk kedalam mobil, Dehan menutup pintu mobil dan berlari kecil untuk masuk kedalam mobil, setelah masuk mobil Dehan langsung memakai sealtbelt lalu melihat ke arah adiknya untuk memastikan sealtbelt nya sudah dipakai atau belum.
Dehan langsung menyalakan mobil dan mulai berangkat menuju ke tempat permintaan adik nya ini.
20 menit pun sudah berlalu, mobil Dehan pun sudah sampai dikedai yang sederhana, ia memakirkan mobil nya dengan benar.
Dehan dan Lula langsung turun dari mobil dan menuju ke kedai itu, terlihat mang agus sedang sibuk, terlintas diotak Lula untuk mengagetkan mang Agus.
"Dorrrr!!!!" kejut Lula sambil memegang kedua bahu mang Agus.
"Astagfirullah, yaampun neng Lula kagetin mang Agus aja, untung mang Agus nggak punya penyakit jantung" ujar Mang Agus sambil mengelus dada.
Lula hanya nyengir tak berdosa, Dehan yang melihat tingkah adiknya itu hanya menggelengkan kepalanya.
"mang pesen mie ayam 2 seperti biasa" psan Dehan ke mang Agus.
"ok"
Dehan langsung menggiring adiknya itu ke tempat duduk untuk menunggu pesanan nya, setelah menunggu 5 menit pesanan mie ayam nya pun datang.
"Lulaaa, jangan terlalu banyak sambelnya" peringatan Dehan ketika Lula ingin menuangkan banyak sambel, Lula pun hanya mengerucutkan bibir nya dan menuruti perintah abangnya ini untuk memakai sambelnya sedikit.
Suasana keduanya pun hening karena mereka diajarkan untuk tidak berbicara saat makan
"ugghhh, akhirnya kenyang juga" ucap Lula dengan menyandarkan punggungnya ke kursi sambil mengusap perut nya.
"Mau pulang? udah mulai larut malem" tanya Dehan. Lula pun hanya menganggukan kepalanya dan mulai berdiri yang diikuti oleh Dehan.
Sebelum keluar Dehan pun membayar pesanannya, lain dengan adiknya yang sudah berjalan duluan kearah parkiran mobil karena sudah mengantuk.
Dehan berjalan menuju parkiran mobil, setelah sampai disamping mobilnya ia membuka pintu mobil tepatnya di bagian kursi pengemudi, ia masuk ke dalam dan menoleh ke samping yang mendapati adik nya sedang tertidur.
Dehan langsung menyalakan mobilnya dan mulai berjalan untuk pulang.
Tak butuh waktu lama mobil Dehan sudah sampai di parkiran rumah nya, dia melepaskan sealtbelt nya lalu membuka pintu mobilnya, dia memutari mobilnya dan membuka pintu mobil satu nya lalu melepaskan sealtbealt nya, ia mengaitkan kedua tangan adiknya di leher untuk menggendong adiknya yang sekarang ada dibelakang punggungnya dan berjalan menuju ke kamar adiknya itu.
setelah sampai dikamar adiknya itu, Dehan membaringkan secara perlahan adiknya itu dan membenarkan letak selimutnya, Dehan pun mencium kening Lula sebelum pergi dari kamar adiknya.
"good night" gumam Dehan setelah mencium kening Lula. ia langsung beranjak pergi menuju kamarnya, namun tak lupa ia mematikan lampu kamar adiknya itu dan menutup pintu.
🍃🍃🍃
Hallo guys...
salam kenal..
kalau sudah baca cerita aku jangan lupa untuk like sama comment jika ada kesalahan dalam pengetikan