DELULA

DELULA
18. Telponan



Tenang. Satu kata yang mewakili perasaan Lula. Bagaimana tidak, hari ini langit sore di Amerika benar-benar memanjakan mata.


Lula menatap langit itu dari balkon kamar nya, tak lama gadis itu pun masuk ke kamar nya menuju kasur kingsize.


Lula mengambil handphone nya di nakas meja lalu berbaring di atas kasur nya, ia berniat untuk menelpon Arga namun tak disangka malah Arga menelpon diri nya.


"Halo" terdengar suara bariton yang membuat Lula rindu.


"Iya, ga"


"Kamu nggak kabarin aku kalo udah sampai"


"Iya maaf, tadi tuh benar- benar capek, jadi nggak sempat kabarin kamu"


"Owh yaudah jaga kesehatan ya disana, kamu tau gak?"


"Tau apa?" sejenak Lula mengerutkan dahi nya.


"Disini tuh sepi nggak ada kamu"


"Dimana? sekolah? tapi disekolah ramai"


"Bukan disekolah, tapi di hati aku, soal nya orang yang biasa ada di hati aku lagi pergi jauh"


Terdengar suara kekehan dari telpon membuat Lula mengulum senyum nya.


"Apaan sih gombal"


"Beneran aku tuh"


"Iya deh percaya"


"Harus percaya"


"Iya sayang"


"Apa, coba ulangin lagi tadi kamu ngomong apa?"


"Nggak ada pengulangan"


"Hehehe, iya deh"


Saat asik telponan, tiba-tiba pintu kamar Lula terbuka. Lula langsung bangkit dari tiduran nya dan duduk di pinggiran kasur sambil menyembunyikan handphone nya di bawah bantal. Ternyata sang nenek yang datang.


"Ada apa nek?" tanya Lula ketika nenek menghampiri diri nya.


"Nggak, nenek cuma ngasih tau kamu aja sebentar lagi waktu nya makan malam"


"Iya nek, nanti Lula turun ke bawah kok"


"Yaudah, tapi tadi nenek denger kamu lagi ngomong sama siapa?" tanya sang nenek.


"Hemm, e-enggak kok nek, Lula nggak ngomong sama siapa-siapa" ucap Lula dengan gugup sambil menundukkan kepala nya.


Melihat cucu nya gugup seperti itu membuat nenek tersenyum tipis.


"Nenek merestui nya" ujar nya sambil mengelus surai rambut Lula.


Lula semakin salah tingkah kala sang nenek berbicara seperti itu, lalu nenek berjalan keluar untuk keluar dari kamar Lula.


Gadis itu akhir nya menghembuskan napas lega, buru-buru ia mengambil handphone nya di bawah bantal, ia melihat apakah telpon nya masih tersambung atau tidak. Dan ternyata masih tersambung.


"Emm ga, nenek nyuruh aku turun ke bawah untuk makan malam, aku tutup telpon nya gak apa apa kan?"


"Iya gak apa apa yang penting kamu makan, jangan sampai kamu sakit, cukup aku aja yang sakit karena menahan rindu"


"Ihh, Arga lebay"


Terdengar suara kekehan dari kekasih nya yang membuat Lula juga semakin rindu kepada nya.


"Yaudah, jangan lama-lama, soal nya masih ada rindu yang belum tersampaikan"


Lula mengulum senyum nya, ketika mendengar ucapan dari Arga. Hanya sebuah penuturan kata, tapi kenapa begitu membahagiakan.


"Iya, simpan dulu rindu nya, ruang untuk rindu masih banyak"


"Kok kita jadi melankolis sih"


"Hahaha"


"Yaudah aku matiin ya telpon nya batre handphone aku juga udah low nih"


"Love you"


"Love you too"


Lula mematikan telpon nya, lalu ia menaruh handphone nya di atas nakas meja dan beranjak keluar dari kamar nya menuju ruang makan.


🍃🍃🍃


Risa bingung melihat anak nya senyum-senyum sendiri kala beliau baru saja masuk ke kamar putra sulung nya untuk menaruh pakaian anak nya.


"Arga, kamu kenapa senyum-senyum sendiri, ibu jadi takut deh"


Arga tersentak karena ibu mengaggetkan diri nya.


"Ibu kapan masuk nya, kok Arga nggak sadar ya?" tanya Arga seraya menggaruk puncak kepala nya


"Kamu sih asik sama lamunan sampai ibu masuk aja kamu nggak tau" sindir Risa.


"Hehehe, maklum anak muda lagi jatuh cinta" ucap Arga sambil mnggaruk tengkuk belakang nya yang tidak gatal.


Risa hanya menggelengkan kepala nya tanpa menoleh ke anak nya karena ia sibuk merapihkan pakaian untuk dimasukkan lemari.


Setelah memasukan baju anak nya ke lemari, Risa melangkahkan kaki nya untuk keluar dari kamar Arga.


Arga melihat ibu nya sudah keluar, ia langsung mengisi batre handphone, selepas itu ia keluar dari kamar untuk bermain dengan Syifa adik kecil nya.


Saat Arga di tangga, laki-laki itu melihat adik nya sedang bermain boneka diruang keluarga. Ia mengayunkan kaki nya dengan cepat saat turun dari gundakkan tangga.


Arga menghampiri adik nya untuk bermain bersama.


🍃🍃🍃


Dentingan sendok sedang beradu di ruang makan, suasana hening yang tercipta begitu saja.


Lula melirikkan mata nya ke arah kakek kemudian ke arah nenek nya secara bergantian. Gadis itu merasa bosan.


Tak lama akhir nya kegiatan makan malam nya pun usai.


"Kakek, nenek, Lula izin ke kamar ya, pengen istirahat" ucap Lula.


"Selamat malam" ucap mereka berdua. Lula bangkit dari tempat duduk nya lalu mencium pipi kakek dan nenek nya secara bergantian dan pergi menuju kamar nya.


Lula membantingkan tubuh nya di kasur sambil memeluk guling, Lula berpikir apa yang akan di lakukan nya di esok hari, sedangkan kakek tadi belum mengatakan apapun.


Lula mengabaikan pikiran itu, ia mengambil handphone nya dan mencari nomer yang akan di telpon.


"Halo" terdengar suara anak kecil yang menjawab telpon nya. Lula mengernyit


"Halo Syifa"


"Kok kamu tau nama Syifa?" ucap nya membuat Lula terkekeh.


"Ini kakak cantik, pasti Syifa tau" jawab Lula dengan percaya diri nya.


"Iya nanti kita main bareng, kalau sekarang kakak lagi gak bisa main sama kamu"


"Yahhhh" ucap nya dengan sedih.


"Abang Arga nya mana? kok yang angkat telpon nya kamu"


"Abang lagi di kamar mandi, sebentar Syifa panggil dulu ya"


Selepas itu tidak ada yang berbicara, Lula menunggu suara yang di nantikan oleh diri nya. Namun yang terdengar dari telpon hanya suara Syifa yang seperti menggebrak sesuatu dan berisik.


Lula tau pasti Syifa sedang menggedor-gedor pintu kamar mandi.


Poor Arga.


"Halo Lula"


"Iya, halo"


"Syifa gedor-gedor pintu ya?" ucap Lula sambil menahan tawa nya.


"Iya, kesel banget padahal lagi mandi, eh dia malah gedor-gedor pintu" jawab nya dongkol.


"Emang kamu belum mandi?"


"Belum"


"Ihhh, jorok"


"Tapi sekarang udah wangi kok"


"Mana aku tau kamu wangi apa nggak, kita kan jauh, ga"


"Oh iya ya, aku lupa, yang jauh hanya raga kita, bukan hati"


Lula mengulum senyum nya.


"Yang, kamu tau nggak? katanya di sekeliling kita banyak pesan-pesan yang lewat tau, biasa nya kayak kata-kata gitu"


"Oh ya? aku nggak tau"


"Aku kan udah  kirim pesan, emang kamu gak lihat di depan mata kamu ada sederet kalimat pesan aku"


"Nggak lihat, emang nya pesan apa yang kamu kirim?"


"Aku rindu kamu"


"Aihh, aku kira apa"


"Hehehe, kamu nggak tidur? disana udah malam kan"


"Aku nggak bisa tidur"


"Mau aku nyanyiin supaya kamu tidur"


"Mau"


Lula memiringkan tubuh nya ke kanan dan ia menaruh handphone nya di samping kepala nya.


Gadis itu mulai mendengarkan lantunan lagu yang di nyanyikan oleh kekasih nya.


I met you in the dark


You lit me up


You made me feel as though


I was enough


We danced the night away


We drank too much


I held your hair back when


You were throwing up


Lula mengerjapkan mata nya berkali-kali supaya tetap terbuka, suara Arga benar-benar membuat nya mengantuk. Dan sekarang Lula telah berada di dunia mimpi.


Then you smiled over your shoulder


For a minute I was stone cold sober


I pulled you closer to my chest


And you asked me to stay over


I said, I already told you


I think that you should get some rest.


Arga memberhentikan nyanyian nya setelah mendengar dengkuran halus.


"Good night, semoga mimpi indah" ucap Arga lalu mencium layar handphone nya seolah-olah itu adalah kening Lula.


Arga mematikkan sambungan telpon nya dan menaruh nya di atas nakas, ia juga ikut hadir dalam dunia mimpi nya, padahal di Indonesia ini bukan malam melainkan siang.


🍃🍃🍃


**Hai hai readers..


Jangan lupa like dan comment "next" buat lanjut cerita.


Kalau mau tau, itu lagu nya James Arthur "Say you won't let go" dengerin nya pas pengen tidur, dijamin pules.


VISUALISASI TOKOH:


1.DELULA PUTRI PRATAMA**



2. DEHAN PUTRA PRATAMA



3. ARGA IMMANUEL PRADIPTA



4. MILLA XAVIER PRADIPTA



5. ALUNA MILLER



6. OLIVIA SANJAYA



7. KENNETH KEANO PRATAMA