
Kelap-kelip bintang malam ini membuat Lula terpana, gadis itu menatap keindahan cahaya bintang dari jendela pesawat, tak lama ia pun memejamkan mata nya untuk istirahat.
Pagi hari.
Tidur Lula terusik karena ada seseorang yang menggoncang tubuh nya untuk bangun.
Lula mengucek mata nya dan mengerjapkannya beberapa kali untuk melihat seseorang yang sudah berani membangunkannya dengam cara yang tidak sopan.
"Bangun!"
Lula tersentak kaget kala mendengar suara yang membentak diri nya. Gadis itu langsung melihat seorang pria bertubuh kekar sedang ada disamping barisan kursi nya dengan sniper yang bertengger di tubuh nya itu dengan tatapan tajam nya.
"Kenapa lihat-lihat, mau saya tembak?" ancam pria itu
Lula melihat ke arah lain tepat nya ke bodyguard suruhan ketua Black Devil itu yang berada di sebrangan barisan kursi nya, ia menggelengkan kepala nya tatkala bodyguard itu ingin berdiri untuk memukul lelaki yang sudah mengganggu diri nya.
Bodyguard itu menunduk patuh, Lula mengalihkan pandangannya ke arah perempuan yang duduk disamping nya sedang ketakutan.
Posisi Lula saat ini sedang duduk dekat jendela pesawat, ia menggenggam tangan wanita yang ada di samping nya.
Wanita itu langsung menoleh, Lula memberi isyarat dengan menganggukkan kepala nya bahwa semua nya akan baik-baik saja.
Wanita itu mendekatkan kepalanya ke Lula seolah ingin memberitahukan sesuatu, Lula pun mengerti akan hal itu, ia mendekatkan telinga nya dan mendengarkan ucapan dari wanita itu.
"Mereka lagi ambil alih pesawat ini" ucap wanita itu sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar.
Lula hanya menganggukan kepala nya, ia menatap langit yang indah kala matahari terbit dari jendela pesawat sembari berfikir bagaimana cara melawan mereka.
Lula tidak boleh gegabah dalam hal ini karena melibatkan banyak nyawa.
Setelah lama berpikir, akhirnya satu ide terlintas di otak nya.
"Hei,mau kemana kamu!"
Pria itu menyodorkan sniper nya ke Lula ketika baru saja berdiri.
"Saya mau ke kamar mandi, tolong saya sudah tidak tahan" alibi nya.
"Kenapa yang disana?"
Lula langsung menoleh ke arah pria yang berada di depan pintu masuk pilot. Mungkin itu teman nya. pikir Lula.
"Dia mau ke kamar mandi" sahut pria yang ada di dekat Lula.
"Biarkan saja, kau tetap jaga disana" ujar teman pria itu.
Pria yang ada di dekat Lula menyuruh pergi dengan mengibaskan tangan nya.
Lula pun berjalan dengan terburu-buru, namun saat berjalan menunu ke kamar mandi, gadis itu melihat seorang pramugari berdiri dengan santai nya sambil menyilangkan kedua tangannya nya di depan dada.
Lula mengabaikan hal itu, ia langsung memasuki kamar mandi mengunci nya dari dalam.
Ia mendongakkan kepala nya dan menemukan saluran udara yang tertutup oleh penutup jaring, Lula rasa tubuh nya muat untuk masuk kesana.
Lula membuka perlahan penutup jaring itu dengan pisau kecil yang dibawa oleh nya.
Lula memutar paku kecil di setiap sudut penutup jaring itu dan akhir nya pun terlepas. Lula menaruh penutup jaring itu di lantai.
Lalu ia menaiki closet untuk masuk ke lorong saluran udara itu, saat sudah di dalam lorong itu, Lula berjalan dengan merangkak.
Saat merangkak, ia menemukan penutup jaring yang pertanda ia sudah berada di kawasan
tempat duduk nya. Lula melihat pria tadi, gadis itu mengambil panah yang sudah terisi obat bius.
Lula melemparkan nya dan tepat sasaran, bisa di lihat sekarang pria itu seperti kaget lalu sejenak bersikap biasa saja, tak di sangka ia sudah tertidur dalam posisi berdiri dengan tangan yang bertumpu di kursi pesawat.
Efek dari bius itu membuat seseorang tidak merasakan sakit apapun ketika panah itu menusuk namun dengan cepat membuat orang yang tertusuk itu tak sadar kan diri.
Lula kembali merangkak dan menemukan teman dari pria itu tadi, Lula pun melakukan nya dengan sama seperti pria sebelumnya, pria itu juga terlihat kaget dan tak lama memejamkan mata nya dengan posisi berdiri.
Pasokan udara di lorong itu sangat sedikit membuat Lula harus mengambil napas panjang.
Lula kembali merangkak, saat ini tempat yang dituju nya adalah tempat bagian pilot. Lula berasumsi bahwa ketua dari pembajakan pesawat ini pasti berada bersama kedua pilot itu.
Ya, Seperti dugaan Lula, terlihat seorang pria dengan membawa sniper nya sedang berdiri di antara kedua pilot itu.
Lula berpikir seperti nya melemparkan satu panah saja tidak cukup untuk untuk pria itu, lihat saja badan nya 2 kali lipat dari pria sebelum nya dan pria itu memakai rompi anti peluru.
Kali ini Lula harus lebih fokus, Lula meihat target nya hanya dengan satu mata, ia melemparkan panah nya tepat di lengan nya, di luar dugaan pria itu bersikap biasa saja, tak ingin menyerah, Lula menempatkan target panah kecil itu di leher nya.
Pria itu terlihat kaget namun hanya sebentar dan kembali fokus ke depan. Lula menunggu reaksi dari pria itu.
Bisa di lihat pria itu berjalan mundur sambil mengerjapkan mata nya berkali- kali dan bersandar di pintu, lalu ia memejamkan mata nya namun kali ini pria itu tertidur dengan posisi duduk.
Lula membuka penutup jaring itu dengan pisau kecil nya dan turun dari lorong itu, kedua pilot itu terlonjak kaget melihat seorang gadis turun dari atas.
"Apa di antara kalian bisa membantu ku untuk mengikat orang ini?" tanya Lula kepada kedua pilot itu.
Salah satu dari pilot itu berdiri, "Saya bisa membantu nona"
"Kau bisa memegang kendali pesawat sendiri?" tanya Lula kembali ketika melihat satu pilot nya sedang fokus ke depan.
"Saya bisa mengendalikan pesawat ini" jawab nya.
Lula hanya menganggukan kepala nya pertanda setuju, ia beralih ke pria itu untuk di bawa keluar dengan menyeret nya bersama pilot yang mau membantu nya.
Orang-orang yang berada di dalam pesawat terkejut melihat seorang gadis bersama pilot sedang menyeret ketua dari pembajakan pesawat ini.
Pilot itu juga menyeret orang-orang yang pingsan akibat ulah Lula dan mengumpulkan seperi lingkaran.
Salah satu dari banyak orang berdiri sambil mengangkat tangan nya, Lula menghampiri bapak itu dan mengambil tali.
Lula memberikan tali itu ke pilot, namun saat pilot itu ingin mengikat, Lula menghentikan nya sejenak.
"Sebentar"
Lula menginterupsikan untuk tidak mengikat ketiga pria itu karena Lula ingin mengambil sniper mereka.
Saat sniper mereka sudah ada di tangan Lula, tiba-tiba ada suara yang membuat Lula menoleh.
"Stop, jangan bergerak!"
Seorang pramugari yang tadi di lihat oleh Lula sedang berjalan menuju ke arah nya sambil menyodorkan pistol.
Lula tersenyum smirk melihat tingkah pramugari itu, ia menyuruh salah satu bodyguard nya dengan mengangkat dagu dengan angkuh untuk membereskan pramugari yang nekat ini.
Bodyguard Lula mengangguk patuh dan langsung memukul punggung pramugari itu sampai tak sadarkan diri. Hanya pingsan.
Bodyguard itu menyeret pramugari ke arah Lula untuk di ikat bersama teman komplotan nya.
Pilot bersama bodyguard Lula mengikat orang-orang yang sudah mengambil alih pesawat ini.
Semua sudah terselesaikan, pembajakan pesawat sudah di hentikan dengan waktu yang singkat oleh seorang gadis.
Lula memberikan sniper ke bodyguard nya kemudian berjalan ke arah tempat duduk nya semula, banyak orang yang menatap kagum atas keberanian nya.
Saat Lula ingin duduk, wanita yang ada di sampingnya memegang tangan Lula.
"Aku tau kau pasti bisa menyelesaikan semua nya" ujar wanita itu dengan senyum tulus nya.
Lula hanya membalas dengan senyuman nya. Gadis itu duduk sambil melihat awan yang ada di luar pesawat, sebentar lagi akan sampai di negara Amerika.
Hari ini cukup lelah bagi Lula, namun ia senang karena bisa menyelamatkan banyak orang. Lula pun memejamkan mata nya untuk menghilangka rasa lelah nya itu tak disangka ia malah tertidur.
Lula terbangun kala pesawat itu baru saja mendarat, untung saja gadis itu tidak mengalami jetlag.
Welcome to Amerika.
Setelah pesawat sudah benar-benar berhenti dan semua orang sudah turun dengan membawa si pembajak pesawat abal-abal ink, di barisan akhir Lula berjalan dengan bodyguard nya yang ada di belakang Lula.
Koper milik Lula telah di ambil alih oleh bodyguard nya yang lain, mungkin untuk di bawa ke mobil
Lula berjalan keluar bandara, bisa di lihat seorang bodyguard yang lain membukakan pintu mobil nya dan Lula pun langsung melangkahkan kaki nya untuk masuk ke mobil yang sudah disiapkan untuk nya.
Bodyguard itu menutup pintu mobil belakang lalu ia berlari kecil untuk masuk di bagian pengemudi. Mobil yang ditumpangi oleh Lula memecah kan keramaian yang ada di ibu kota Amerika.
Drrtt drrtt drrtt
Handphone Lula bergetar, gadis itu melihat nama yang sedang menelpon diri nya. Dan itu adalah kakek nya Lula. Tanpa pikir panjang, Lula langsung menggeser ikon warna hijau.
"Halo, kek"
"Halo, apa kau sudah sampai, nak?"
"Sudah, sekarang Lula lagi di mobil"
"Baiklah, setelah sampai di rumah kamu harus istirahat, kakek sudah tau apa yang terjadi di pesawat tadi"
"Iya, nanti Lula langsung istirahat"
"See you"
Telpon di matikan secara sepihak oleh kakek nya Lula, gadis itu memasukkan handphone nya ke dalam hoodie yang sedang di pakai nya.
"Apakah masih lama?" tanya Lula ke bodyguard yang sedang mengendarai mobil.
"Tidak, 10 menit lagi akan sampai nona" jawab nya.
Lula mengalihkan pandangan nya ke luar mobil, keadaan di negara ini sudah berbeda, terakhir kali Lula kesini waktu dia masih smp kelas 1 dan itu masih belum ada bangunan-bangunan tinggi.
Tak lama akhir nya pun sampai di rumah mewah, Lula berpikir bahwa rumah kakek nya ini 10 kali lipat dari rumah ayah nya.
Di rumah kakek nya ini semua fasilitas benar-benar lengkap dari kolam renang, tempat gym, rooftop nya benar-benar luas, seperti nya Lula akan betah di sini.
Kalau Lula betah tingga disini bagaimana dengan orang tua nya, pasti sangat sedih karena Lula putri satu-satu nya dan Arga kekasih nya.
Ngomong-ngomong tentang Arga kok dia tidak menelpon yah, Mungkin dia masih di sekolah.
Bodyguard itu keluar dan membukakan pintu penumpang belakang, Lula pun langsung keluar dari mobil dan berlari menuju nenek nya yang sudah menunggu di depan pintu dan memeluk nya.
"Nenek apa kabar?" tanya Lula ketika sudah melepaskan pelukan nya.
"Baik, yaudah yuk masuk, pasti Lula capek ya" suruh nenek Lula.
Lula menganggukkan kepala nya dan berjalan beriringan bersama nenek nya untuk masuk ke dalam rumah.
T.B.C
🍃🍃🍃
Hai para readers semua..
Terima kasih karena kalian sudah mau membaca cerita kali ini.
Jangan lupa guyss untuk like cerita ini.
Buktikan kalau kalian itu ada bukan ghaib.