DELULA

DELULA
14. Gundah



"Mentari mengajarkan ku untuk bisa tersenyum dikala semua orang memfokuskan diri terhadap senja."


🍃🍃🍃


Seorang gadis berseragam putih abu sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, Lula berjalan keluar dari kamar nya dan tak lupa dirinya sedang memanggul tas dengan sebelah tangannya yang berisi mata pelajaran hari ini.


"Wuhhhhhh" seru Lula ketika turun dari tangga, tapi tunggu dulu dia bukan melewati urakan tangga, tapi dia turun meluncur melalui pegangan tangga itu. Betapa noisy nya gadis itu.


"Happ, mendarat dengan sempurna yeayy" teriak bahagia Lula.


Gadis itu berjalan dengan ria menuju ruang makan yang sudah ada ayah, bunda dan abangnya.


"Pagi semua" ucap Lula sambil menarik kursinya untuk duduk.


"Pagi princess"


"Pagi anaknya ayah"


"Pagi kesayangannya bunda"


Sahutan mereka semua membuat Lula merasa bahagia di awal pagi ini.


Kegiatan sarapan pagi pun tenang, karena mereka semua diajarkan untuk tidak berbicara saat makan. Not speak at the eat.


Ting tong


Bel rumah Lula berbunyi, sang bunda pun berdiri untuk membuka pintu nya tapi langkahnya dihentikan oleh suara gadis.


"Biar aku aja bun yang bukain pintu nya" ucap Lula. Ia langsung beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu.


"Iya cari si-, eh tumben kamu dateng pagi pagi" Lula terkejut saat mendapati Arga yang menjadi tamu di pagi hari ini.


"Iya dong buat jemput masa depan aku, pagi ini kayak nya aku udah disambut sama calon istri" gombal Arga seraya menaik turun kan alis nya.


Lula memutar bola matanya dengan jengah, walapun dia bersikap seperti itu lain dengan wajah nya yang sedang memunculkan semburat merah. She is blushing.


"Udah yuk masuk" suruh Lula mempersilahkan kekasihnya itu untuk masuk kerumah nya.


"Assalamualaikum" ucap Arga ketika baru memasuki ruang makan


"Wa'alaikumsalam" jawab mereka dengan serentak.


"Eh nak Arga, duduk dulu kita sarapan" ujar bunda Lula. Arga hanya menganggukan kepalanya.


Laki-laki itu menarik kursi kosong yang ada di samping kekasihnya.


Mereka semua makan dengan ditemani keheningan.


🍃🍃🍃


Suara musik di radio membuat keheningan didalam mobil pun hilang .


" Just let me in uuuhhhhh"


Lula bernyanyi ketika berada di dalam mobil bersama Arga untuk berangkat ke sekolah.


"Suaranya jelek" celetuk Arga. Lula yang mendengarnya pun cemberut


"Enak aja, suara aku bagus yaa, kamu aja yang nggak tau kalau kemarin aku abis konser" sanggah Lula sambil bersedekap dada seakan tidak terima kalau suaranya dibilang jelek.


"Aku tau kamu konser dimana"


"Dimana?"


"Di kamar mandi"


Mereka berdua saling bertatapan dan seketika tawa mereka pecah.


"Hahahaha"


Untung aja saat ini mobil berhenti karena lampu merah sudah menyala.


Lula sampai menyeka air mata nya karena terlalu di hayati tertawanya.


"Udah ah sampai nangis kan" ucap Arga. ketika melihat Lula menyeka air matanya yang ingin turun membasahi wajah cantik gadis nya itu.


"Iya iya"


🍃🍃🍃


"Yes, sir i'll come there"


Telepon di matikan secara sepihak, Dehan mengusap wajahnya dengan gusar. Diri nya di minta untuk pergi ke Dubai dalam waktu dekat ini.


Satu hal yang perlu di ketahui, Dehan juga bergabung dengan Black Devil. Ya sama dengan adik nya tetapi Dehan di Dubai, kalau Lula di Amerika Serikat bersama kakek nya.


Dehan tidak mengetahui kalau adiknya juga bergabung dengan Black Devil, begitu pun dengan Lula.


Akan ada waktu dimana mereka berdua akan di pertemukan di dalam kondisi yang sulit.


🍃🍃🍃


Kedua sejoli sedang berjalan di koridor sekolah layak nya sepasang kekasih seperti umum nya, banyak tatapan sinis dan kagum. Tetapi mereka bersikap biasa aja.


"Yang satu cantik, yang satu nya ganteng, udahlah mereka udah klop"


"Apasih masih cantik kan gue lah"


"Wooooooo" sorak para siswa dan siswi ketika mendengar pernyataan dari Angel.


Angel mengibaskan rambut nya lalu pergi menuju ke kelasnya bersama antek-antek nya.


Arga yang melihat nya pun hanya menaikkan satu alis nya, "cantik apa nya coba? muka pas pas an aja sok banget."


Lula menyikut perut Arga pelan sebagai peringatan, "husshh nggak boleh begitu."


Arga cuma nyengir sambil menggaruk tengkuk belakang yang tidak gatal itu.


"Iya sayang kuhh."


"Udah sana masuk ke kelas bel sebentar lagi bunyi" ucap Lula. Arga menganggukan kepalanya.


Cupp


Arga mencium kening Lula dan langsung berlalu dengan cepat.


Lula tersenyum kecil seraya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekasih nya itu, gadis itu pun masuk ke dalam kelas nya.


Tak lama bel tanda masuk pun berbunyi.


Kring kring kring


🍃🍃🍃


Dehan menyeret koper nya untuk di masukkan ke dalam mobil. Setelah memasukkan koper nya ia menghampiri bunda nya yang sedang berdiri di ambang pintu.


"Bun, aku berangkat"


Pamit Dehan sambil mencium tangan bunda nya kemudian ia melangkahkan kaki nya untuk masuk ke dalam mobil.


Dehan membuka kaca mobil nya lalu melambaikan tangan nya ke arah bunda, sang bunda pun membalas lambaian tangan anak nya itu.


Mobil yang di pakai untuk mengantarkan anak nya ke bandara sudah tak terlihat lagi, Raina menghela napas berat, anak nya ini benar benar sangat sibuk ketika kuliah di Dubai.


🍃🍃🍃


Kring kring kring


Murid SMA Karya Bangsa saling berlarian untuk menuju kantin lain dengan Lula dan Oliv yang masih di dalam kelas, Oliv yang sedang tidur sedangkan Lula sedang membaca novel kesukaannya yaitu genre romance.


Di satu sisi, Arga sudah mengirimkan banyak pesan ke gadisnya tetapi tidak ada notif balasan akhir nya ia melangkahkan kaki nya untuk menuju kelas Lula.


Saat sedang berjalan di koridor sekolah, Arga mendengar ucapan dari salah satu siswi, dia pun melambat langkah nya


"Katanya ada murid baru di kelas Mipa2 ya? terus kata murid yang lain dia juga mantan pacar Arga ya?" ucap salah satu siswi kepada teman nya itu.


Arga melebarkan mata nya ketika mendengar kata "mantan", buru-buru ia mempercepat langkah nya untuk menuju kelas kekasih nya.


Ketika Arga sudah berada di dalam kelas, ia melihat kekasih nya itu sedang asik membaca novel tak lupa juga earphone nya bertengger di telinga.


Laki-laki itu menghampiri Lula dan merebut novel yang sedang di baca Lula.


Lula pun terkejut, "siniin novel nya"


Arga pura-pura tidak mendengar permintaan Lula ia malah membaca bagian novel yang tadi dibaca oleh gadis nya ini.


Lula bangkit dari tempat duduk nya untuk mengambil novel yang ada di tangan Arga, Arga yang menyadari kalau Lula ingin mendekati nya ia pun berjalan mundur seolah menjauhi Lula, namun tak di sangka saat Lula melangkah ia terjatuh karena tali sepatu nya terlepas dan terinjak oleh kaki nya sendiri.


Gubrakk


"Awww" ringis Lula. Arga langsung menghampiri Lula yang sedang memegangi lutut nya yang memar karena terbentur dengan lantai.


Arga memapah Lula untuk duduk di kursi lalu ia berjongkok di hadapan Lula untuk mengikat tali sepatu gadis nya yang terlepas. Menurut Arga, ini adalah kebiasaan Lula yang tak bisa di hilangkan dari kecil.


Setelah mengikat tali sepatu Lula, Arga meniup luka gadis nya itu. Lula memperhatikan kekasih nya ini dengan tatapan sendu, sungguh betapa perhatian nya Arga.


"Udah entar juga sembuh kok" ucap Arga sambil mendongakan kepala nya. Lula tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Arga pun berdiri, "mau ke kantin?" ajak Arga.


Lula menggelengkan kepalanya lalu menunjuk lutut nya yang memar, Arga pun melihat arah yang di tunjukkan oleh Lula.


"Yaudah kamu tunggu di sini, aku ke kantin dulu beli makanan buat kamu" ucap nya lagi, Arga menepuk nepuk kepala Lula dengan pelan dan berlalu menuju kantin.


Seketika wajah Lula memerah karena perlakuan Arga.


🍃🍃🍃


Hai guys para readers semua..


I'm come back againn...


jangan lupa like dan coment yaa, biar next chapternya cepat..