
"Believe me"
πππ
Keesokkan harinya, seorang laki-laki mencoba membangunkan gadisnya tapi tak kunjung bangun sampai akhirnya ia membuka gorden yang langsung terpapar sinar matahari dan yaa.. itu berhasi mengusik kegiatan tidur gadisnya,Β gadis itu membalikkan tubuhnya untuk menghindari cahaya itu.
Arga menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lula, ia berjalan menghampiri Lula yang masih bergelut dengan selimutnya.
Arga duduk dipinggiran kasur," hei, pules banget sih tidurnya" ucap Arga sambil mengusap rambut Lula.
"Eugghhhh jangan ganggu ihhh, aku masih ngantuk, ga" gumam Lula dengan keadaan mata yang masih terpejam.
"Emangnya semalam kamu tidur jam berapa?"
"Jam 1"
"Apa!!"
Seketika Lula langsung membelalakan matanya dan langsung duduk dikasur,"duhhh keceplosan gue" batin Lula.
"Ngapain aja kamu baru tidur jam segitu?" tanya Arga dengan posisi berdiri sambil berkacak pinggang.
"Baca novel" jawab Lula dengan wajah polosnya.
Arga menghela nafas kasar, "Sekarang mandi!" titah Arga.
Lula menganggukan kepalanya, gadis itu langsung beranjak dari kasur dan berjalan cepat menuju kamar mandi untuk melakukan ritual biasa yaitu mandi.
Melihat gadisnya seperti itu, Arga hanya menggelengkan kepalanya dan melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar gadisnya.
πππ
Saat ini Lula berpakaian santai dengan kaos putih dan celana levis selutut.
Gadis itu keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi. Ia melihat abangnya dan Arga yang sekarang menjadi kekasihnya sedang bermain ps diruang keluarga, sedangkan ayah dan bundanya entah kemana.
Ia berjalan menuju pantry dapur untuk sarapan, disaat sedang asik makan roti tiba-tiba ada sepasang tangan memeluk leher Lula dari belakang.
cuupp
Arga mencium pipi Lula yang mengembung akibat mengunyah roti, sontak Lula melebarkan matanya dan menoleh kesamping.
Ia mendapati kekasihnya sedang tersenyum kepadanya, Lula melotot ke Arga, dan yang dipelototi hanya terkekeh, lalu gadis itu kembali melakukan kegiatan makan roti nya.
Arga menarik kursi yang ada disamping Lula, ia menopang dagu untuk melihat gadisnya. Merasa diperhatikan, Lula mengangkat dagu nya seolah bertanya tanpa memberhentikan kunyahan roti dimulutnya.
"Mau temenin aku ke toko buku nggak?" pinta Arga. Lula berfikir sejenak dan akhirnya menganggukan kepalanya.
"Yaudah yukk"
Lula menelan roti yang ada dimulutnya, " Aku mau ganti baju dulu, masa ke toko buku pake baju santai kayak gini sih" ucap Lula dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Nggak usah!"
"Kenapa emangnya?" tanya Lula sambil mengernyit, gadis itu heran kenapa kekasihnya ini melarang untuk ganti baju.
"Nanti aku tambah cinta lagi" gombal Arga.
Lula memutar bola matanya dengan jengah, dia mulai berjalan menuju kamarnya menghiraukan ucapan dari kekasihnya itu.
Arga hanya terkekeh melihat tingkah gadisnya ini dan berlalu menuju ruang keluarga.
πππ
Toko Buku
"Kamu nyari buku apa?" Tanya Lula.
"Buku buat UN, aku harus giat belajar supaya lulus ujiannya" sahut Arga. Lula menganggukan kepalanya sebagai tanda paham.
Gadis itu merasa bosan dan lelah karena sedari tadi sudah lama berdiri, "aku duduk disana aja ya" ucap Lula dengan menunjukkan tangannya ke sebuah sofa yang tak jauh dari nya.
Arga pun menoleh," Yaudah kamu pasti capek ya berdiri terus, maaf ya" ujar Arga dengan raut bersalahnya.
Arga pun akhirnya melepaskan genggaman tangannya, kalau saja tadi Arga tidak memegangi tangan Lula sudah pasti gadis itu akan berlalu untuk duduk.
Lula memperhatikan Arga yang sedang serius memilih buku, karena merasa seperti ada yang memperhatikannya Arga pun menoleh ke arah Lula.
Ting
Arga mengedipkan sebelah matanya ke Lula, mendapat perlakuan itu sontak Lula berlagak seperti orang muntah, padahal di hatinya seperti ada kupu-kupu yang beterbangan.
Laki-laki itu hanya tertawa kecil melihat reaksi kekasihnya.
30 menit sudah berlalu, Arga masih mengelilingi setiap labirin rak buku untuk mencari buku yang diinginkannya, dan akhirnya di labirin terakhir dia menemukannya, ia pun langsung menuju ke tempat gadisnya.
Dari jauh terlihat, kekasihnya itu sedang berkecimpung dengan dunia maya. Ia jadi merasa bersalah karena terlalu lama mengabaikan gadisnya, lihatlah gadis nya merasa seperti bosan menunggu.
Lula langsung mendongakan kepalanya, " iya nggak apa-apa kok, tenang aja" jawabnya dengan senyuman.
"Aku mau bayar buku ini dulu, abis itu kita makan" ucap Arga.
"Iya bawel."
Mendengar jawaban seperti itu, Arga mengacak rambut Lula dengan gemas.
πππ
"Mba saya pesan nasi putih terus ayam lada hitam sama minuman nya jus jeruk" ucap Arga ke pelayan restoran, pelayan tersebut mencatat nya.
"Kamu mau pesen apa?" tanya Arga ketika melihat Lula seperti bingung ingin pesan makanan apa, " hmm samain aja deh" jawab Lula.
"Berarti jadi dua ya" pesannya lagi.
Pelayan tersebut menganggukan kepalanya lalu meninggalkan kedua sejoli tersebut, dan hanya tercipta keheningan saja, sampai suara Arga yang memecahkannya.
"Mikirin apa sih, dari tadi aku perhatiin kamu ngelamun terus" tanya Arga seraya menggenggam tangan Lula yang ada diatas meja.
"Eh, nggak kok, aku nggak ngelamun cuma lagi pikirin tugas aja" bohong Lula
Arga memanggut mengerti apa yang diucapkan Lula.
"Sorry, ga ini bukan waktu yang tepat untuk kamu tau semuanya" batin Lula.
FlashBack on
Drrrttt drrrttt
Getaran handphone Lula mengusik kegiatan tidurnya, Lula meraba-raba atas meja samping tempat tidurnya.
"Halo" suara serak Lula pertanda dirinya masih sangat ngantuk, Siapa yang tidak mengantuk kalau dibangunkan jam 2 pagi
"Iya, Lula kakek punya pekerjaan penting, dalam waktu dekat ini kamu harus datang ke amrik" suara tegas milik kakek Lula.
Lula melebarkan matanya saat ada perintah dari kakeknya ini, sangat terkejut bagaimana kalau nanti Arga tau.
"Tapi nanti ayah sama bunda gimana kek?" alasan Lula.
"Itu biar kakek yang urus, yang penting kamu harus siap fisik karena yang kita hadapi bukan sembarang orang" titah kakek Lula.
"Tapi--," ucapan Lula terpotong karena Kakek nya mematikan telepon secara sepihak.
Lulah menghela napas berat, ia pun meletakan hp nya di meja dan kembali berbaring untuk melanjutkan tidurnya.
FlashBack Off
Arga menatap Lula yang sedang melamun, laki-laki itu bingung, ada apa dengan gadisnya ini?
Pelayan restoran pun datang membawa pesanan kami, "nih kamu makan dulu" ujar Arga seraya meletakkan makanannya di hadapan Lula. Gadis itu menganggukan kepalanya dan memulai untuk makan.
πππ
"Makasih ya, kamu udah mau temanin aku ke toko buku" ucap Arga.
Lula tersenyum manis kepadanya, "Iya, yaudah hati-hati dijalan, apa mau mampir dulu?" ucap Lula.
"Aku langsung pulang aja soalnya udah sore nanti ibu marah-marah" ujar Arga.
Lula menganggukan kepalanya, ia membuka sealtbealt, namun saat ingin membuka pintu tangan Lula ditahan.
Lula pun membalikkan badannya, "kenapa?" tanya Lula.
Tanpa sepatah kata, Arga memegang kedua bahu Lula, kemudia. mendekatkan wajahnya ke wajah Lula, sontak Lula menutup matanya.
Cuuppp
Arga mencium kening Lula dengan penuh kasih sayang.
Laki-laki itu menjauhkan bibirnya dari kening Lula, dan Lula pun membuka matanya secara perlahan.
Lula menundukkan kepalanya sambil tersenyum malu karena mendapat perlakuan seperti itu, rasa nya seperti de javu.
Buru- buru ia keluar dari mobil, Arga hanya tersenyum tipis melihat tingkah Lula, Ia pun langsung menyalakan mobilnya dan menjalankan nya untuk pulang.
TBC
πππ
Hola guysss akhirnya update juga telah sekian lama aku menunggu untuk kedatangan mu datanglahh...
*eh kok malah nyanyiπ
Buat yang udah baca cerita aku makasih banget yang udah ngevote cerita ini, dan buat yang belum ngevote jangan lupa untuk vote cerita aku, buktikan kalau kamu iyu ada bukan ghaib.