DELULA

DELULA
16. Pergi



Ting


Bunyi handphone yang pertanda bahwa ada pesan masuk. Arga yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung mengambil handphone nya di meja nakas, ia membuka pesan itu. Seketika Arga langsung melebarkan matanya.


From: Lula❀


"Aku akan pergi ke Amerika, aku harap kamu jaga diri baik-baik"


Arga langsung mengambil kunci motor dan bergegas keluar untuk menuju ke rumah kekasih nya itu.


Arga mengendarai motor dengan cepat, tak lama ia sampai di rumah Lula. Laki-laki itu beranjak dari motor dan mengetuk pintu.


Tok tok tok


Pintu pun di buka oleh mbok Sri asisten rumah tangga Lula.


"Eh den Arga, mau cari non Lula ya?"


"Iya mbok, Lula nya ada?"


"Yahh, baru aja non Lula pergi sama ibu dan bapak"


Jantung Arga saat ini berdetak lebih cepat. Sungguh ia tidak mau ditinggalkan oleh kekasihnya ini. Ia tidak mau kehilangan tuk kedua kalinya.


Arga langsung berbalik menuju ke motor nya dan melaju dengan kecepatan tinggi memecah keheningan malam.


πŸƒπŸƒπŸƒ


"Kamu udah kasih tau Arga kalau kamu akan pergi ke Amerika" tanya sang bunda ketika melihat anak nya sedang melamun.


Lula pun langsung menoleh, "udah kok bun, tapi kayak nya dia tidak datang kesini"


Sang bunda hanya mengusap bahu anak gadis nya ini yang sedang galau. Bagaimana tidak? baru tadi siang Lula dan Arga bersenda gurau. Dan malam nya mereka akan berpisah tempat dan waktu. Seperti nya mereka harus melakukan LDR sementara.


LULA!


Suara panggilan itu menyentakkan Lula dari lamunannya, ia berpikir sedang berhalusinasi bahwa Arga akan datang. Gadis itu menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan suara itu. Bodoh mana mungkin ia akan datang. pikir Lula.


Lula masih saja menggelengkan kepala nya sambil memejamkan mata, tetapi sepasang tangan yang menghentikan nya.


"Stop it, kepala kamu nanti pusing."


Lula pun sontak membuka mata dan melihat kekasih nya ada di hadapannya. Mata nya mulai berkaca-kaca, gadis itu mulai bangkit dari tempat duduk dan langsung memeluk kekasih nya.


Arga membalas pelukan dari Lula, laki-laki itu mengusap pelan punggung gadis nya yang sedang terisak.


"Aku kira kamu nggak datang" racau Lula di sela-sela pelukan nya.


Arga hanya tersenyum tipis mendengar penuturan dari gadis nya ini.


"Mana mungkin aku nggak datang di saat kamu mau pergi jauh"


Mendengar jawaban sedih dari Arga, Lula pun mendongakan kepala menatap kekasih nya itu dengan tatapan sedih.


"Aku pergi karena kakek sedang sakit bukan karena kemauan aku" ujar Lula.


Lula melepaskan pelukan nya, gadis itu melipatkan kedua tangannya di depan dada. Katakan saja saat ini Lula lebay tapi emang kenyataan nya seperti itu. Alasan yang di berikan hanya mengecoh keadaan saja supaya tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan Lula disana. Itu perintah dari Ketua Black Devil yaitu Kakek Lula.


Arga terkekeh melihat kekasihnya ini sedang merajuk, laki-laki itu kembali melingkarkan tangan nya ke tubuh Lula.


"Jangan ngambek nanti aku tambah sayang"


"Ihhh apaan sihh, gak jelas"


Tanpa disadari pipi Lula bersemu merah bak kepiting rebus.


"Ciee pipi nya merah" ucap Arga sambil menusuk pipi Lula dengan ibu jari nya.


Lula pun langsung menutup pipi nya dengan kedua tangan nya lalu menggelengkan kepala dengan malu.


Arga menangkup wajah Lula, "Kalau gini aku jadi nggak rela kamu pergi jauh" ujar nya dengan mimik wajah sedih


Lula menurunkan tangan nya dan melingkarkan tangannya di pinggang Arga.


"Aku disana nggak lama kok cuma seminggu." ujar Lula.


"Oh yaudah berarti dua minggu aja" ucap Lula dengan iseng.


"Eh, cukup seminggu aja jangan lebih dari itu" tukas Arga.


Lula hanya terkikik mendengar jawaban dari Arga.


Lula melirik ke arah jam tangannya, "Lima belas menit lagi aku berangkat."


"Masih ada waktu buat kita bersama, ayo duduk dulu" ucap Arga sambil merangkul bahu Lula untuk kembali duduk di kursi seperti semula.


"Oh iya, bunda kemana ya?" tanya Lula sambil mengedarkan pandangan nya untuk mencari sang bunda padahal tadi ada kok sekarang nggak ada.


Tak sengaja mata nya menangkap sosok bunda yang sedang duduk bersama suami nya . Ouww lihatlah bunda sedang bermanjaan sama ayah, bunda menyandarkan kepala nya ke bahu ayah sambil memainkan handphone nya. Persis kayak anak remaja sekarang.


Lula menggelengkan kepala melihat tingkah bunda nya seperti itu sambil menutup mulut nya untuk menahan tawa.


Arga mengikuti arah pandang Lula dan terlihat lah oleh dirinya sepasang suami istri yang romantis.


"Kita juga bisa"


Arga melingkarkan tangannya di pinggang Lula, gadis itu juga meletakkan kepala nya di bahu Arga.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Di ruang yang gelap penuh dengan aura intimidasi merupakan suatu favorite nya ketua Black Devil, dengan berpakaian jas hitam, ia mengetuk-ngetukkan jari nya di meja seolah-olah sedang menunggu


"Sir, apakah dia akan datang?"


Pertanyaan yang di lontarkan oleh asissten yang menjadi tangan kanan nya membuat ketua Black Devil melirikkan mata nya ke jam hitam yang ada di tangan nya.


"Dalam waktu 24 jam, dia akan datang, kamu hanya perlu mempersiapkan sesuatu untuk dia ketika sudah sampai"


Mendapat jawaban dan sebuah perintah membuat asissten itu menganggukkan kepala nya dan berjalan mundur lalu berbalik untuk keluar dari ruangan itu.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Pemberitahuan kepada penumpang menuju ke Amerika bahwa pesawat akan mendarat sebentar lagi harap periksa barang-barang anda kembali.


Mendengar pemberitahuan dari pihak bandara membuat ayah dan bunda menghampiri Lula yang sedang bermanja ria bersama Arga.


"Semua barang yang kamu bawa sudah lengkap semua Lula?" tanya bunda.


"Udah kok bun,"


Jawaban dari Lula membuat Arga tertunduk lesu. Mendapati kekasih nya sedang bersedih, Lula memeluk nya dari samping.


"Aku bakal hubungin kamu terus" Arga menoleh ke arah Lula yang sedang tersenyum manis kepada nya.


"Itu harus jangan terlewatkan"Β  peringatan Arga.


"Siap kapten" ujar Lula seperti hormat tentara. Arga hanya tersenyum lalu mengusap puncak kepala Lula.


"Ayo Lula" suruh bunda.


Lula bangkit dari duduk nya, ia berjalan sambil menyeret koper nya menuju ke pesawat.


Gadis itu menoleh ke arah belakang, Lula melihat ayah, bunda dan kekasih nya sedang melambaikan tangan tangan nya.


Lula pun membalas lambaian tangan mereka lalu ia berbalik dam melanjutkan langkah nya untuk menaiki pesawat.


Arga hanya memandang sedih ketika Lula sudah berada di pesawat. Kali ini dia harus berjuang melawan rindu nya.


Ayah nya Lula menepuk-nepuk bahu Arga, beliau tahu ada titik kesedihan di mata Arga ketika melihat putri nya pergi.


Ayah dan bunda melangkahkan kaki nya untuk pulang ke rumah duluan meninggalkan Arga yang masih berdiam diri.


Arga hanya tersenyum tipis ketika mendapatkan tepukan bahu dari ayah kekasih nya, ia memandangi pesawat itu mulai berangkat.


Arga berjalan menuju ke parkiran, ia menaiki motor yang biasa ia pakai dan melajukan nya dengan kecepatan sedang.


πŸƒπŸƒπŸƒ


T.B.C