
"**Aku berfikir aku akan berusaha untuk tidak merindukanmu. tapi maaf, aku tidak bisa biarkan.
Aku menjadi perindu yang tabah mencintaimu dalam linangan air mata digelapnya ruang. Dan merindukanmu dalam sejuknya lantunan Do'a kebahagiaan yang ku dambakan.
Aku tetap merindukanmu, meski rinduku tak pernah kau pedulikan.
Berharap kita dipertemukan kembali di lain kesempatan dengan kebahagian yang lebih sempurna**"
ππππ
Kicauan burung sudah tidak terdengar lagi, sinar matahari pun sudah tidak ada, hanya terlihat air yang sedang menari-nari dibawah derasnya hujan.
Dalam pejam bayang mu tak jua hilang. Rindu senyap tertancap didada, lalu lalang senyummu merajam dikepala.
Seorang gadis sedang duduk dibalkon kamarnya dengan pakaian baju hitam dan celana levis sambil memegang gitarΒ menatap rintikan air hujan, gadis itu adalah Lula. ia mulai memainkan gitarnya dan menyanyikan lagu mendiang chrisye.
Kemana langkahku pergi
Slalu ada bayangmu
Ku yakin makna nurani
Kau takkan pernah terganti
Saat lautan kau sebrangi
Janganlah ragu bersauh
Ku percaya hati kecilku
Kau takkan berpaling
Walau keujung dunia, pasti akan kunanti
Meski ke tujuh samudra, pasti ku kan menunggu
Karena ku yakin, Kau hanya untukku
Saat Lula ingin melanjutkan nyanyiannya, siulan burung berbunyi menandakan ada notif dari whatss up.
From: 0811532xxxxx
p
Lula mengernyit karena merasa heran siapa yang mengirim pesannya.
"siapa sih?" gumam Lula. ia langsung mengabaikan pesan itu dan menaruh hp nya disamping, dan melanjutkan bermain gitar itu.
Ting..
suara notif berbunyi lagi, dengan geram Lula langsung mengambil hpnya yang ada disamping dan melihat siapa lagi yang mengirim pesannya itu. Dan ternyata nomor yang sama.
From:0811532xxxxx
gue tau lu udh baca, jangan cuma read pesan gue, karena diread itu nggak enak kecuali bread pake coklat enak bangetπ .
astaga siapa sih lo?
calon pacar loπ€£
nggak jelas lo!
iya gue juga sayang sama lo
dapet nomor gue darimana?
ihhhh kepoπ
π
sampai ketemu disekolahβΊ
~Arga
"ohh, ternyata si Arga, btw dia dapet nomer hp gue darimana ya?" gumam Lula. ia langsung berdiri untuk masuk kedalam kamarnya karena sebentar lagi adzan maghrib berkumandang.
πππ
Perlu diketahui, seorang Badgirl troublemaker seperti Lula tidak selalu berantakan, ia akan selalu berpenampilan rapih meskipun hanya didalam kamarnya.
Ya, sekarang Lula sedang membereskan kamarnya yang berantakan, gadis itu pergi kebawah tepatnya ke gudang untuk mengambil alat-alat kebersihan seperti sapu, ember, pengki dan pel.
Saat ingin ke gudang, ia melewati ruang keluarga dan melihat abangnya sedang menonton fil action di tv sambil memakan cemilan dengan kaki naik ke atas meja.
"ekhem, enak banget bang" sindir Lula saat melewati abangnya.
Dehan pun sontak terkejut dan langsung menurunkan kaki nya, ia menoleh dan melihat adiknya sedang berjalan menuju gudang.
Dehan tersenyum smirk karena punya ide untuk menjahili adiknya, ia berjalan mengendap-endap mengikuti langkah adiknya itu.
Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh, ia menoleh ternyata kaleng bekas cat, Saat ia berbalik badan ada orang yang wajah yang sengaja disenter.
"Dorrr!!"
"aaaaa setan setan" teriak Dehan sambil mendorong orang itu sampai terjungkal.
"aduhh, abang sakit" ringis orang itu yang tak lain adalah Lula. Dehan pun memberhentikan lari nya dan menoleh.
"astaga" kaget Dehan, ia langsung menghampiri adiknya yang jatuh dan membantu Lula untuk berdiri.
"isshh, iseng banget dehh kagetin orang" cibir Dehan sambil merangkul bahu adiknya itu keluar dari gudang.
"yeuu, abang ngapain ngikutin aku? mau jahilin aku kan?" kata Lula sambil menunjuk Dehan dengan ibu jarinya.
"H-huh, ee engak kok"gugup Dehan.
Lula hanya memutar bola matanya dengan jengah
"oiya bang, Lula kan mau ngambil sapu" ucap Lula sambil menepuk jidatnya ketika sudah sampai diruang keluarga, buru-buru ia pergi ke gudang lagi untuk mengambil alat kebersihan.
Dehan hanya menggelengkan kepalanya.
πππ
Lula mulai membersihkan kamarnya, tak lupa ia menyalakan musik kesukaannya dari Jason Mraz lewat Handphone.
Well you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill but you're so hot that I melted
I fell right through the cracks
And now I'm trying to get back
Before the cool done run out
I'll be giving it my best-est
And nothing's going to stop me but divine intervention
I reckon it's again my turn
To win some or learn some
But I won't hesitate no more, no more
It cannot wait, I'm yours
Saat Lula sedang asik bernyanyi, tiba- tiba musiknya berhenti, dengan cepat ia menoleh untuk memprotes dengan tangannya masih memegang sapu
"eh, ayah" kikuk Lula ketika melihat ayahnya berdiri sambil melipatkan tangannya kedada dengan raut wajah yang datar.
Sang ayah berjalan ke arah anaknya itu, Lula hanya menundukan kepalanya dan masih memegang sapu.
Bayangkan saja hari sudah malam, semua orang sudah terlelap dengan mimpinya, sedangkan gadis ini malah asik bernyanyi dengan musik yang malah menganggu aktivitas orang lain saat ini yaitu tidur.
Sang ayah mengambil alih sapu yang sedang dipegang Lula, sontak Lula langsung mendongakkan kepalanya dengan heran.
"Ayah bantuin beresin kamarnya biar cepat" kata ayah yang langsung melangkahkan kakinya kesudut kamar untuk menyapu.
Lula pun langsung beralih untuk mengambil kain pel.
Tak berlangsung lama sang ayah sudah selesai menyapu, dan ini bagian Lula untuk mengepel lantai.
"ugghhh, akhirnya selesai juga" ucap Lula dengan duduk dipinggiran kasur sambil menyeka keringat yang membasahi wajahnya, tak lupa ia juga menguncir rambutnya karena merasa gerah.
Saat Sang Ayah keluar dari kamar mandi, ia hanya menggelengkan kepala nya ketika melihat tingkah anaknya itu.
"Sekarang waktunya tidur" ucap Sang Ayah ketika sudah berdiri dihadapan anaknya itu sambil mengelus rambutnya.
"Iya ayah, Lula mau naro ini dulu" jawab Lula sambil menunjukkan kain pel yang sedang dipegang nya ini.
"Biar ayah aja yang naro, kamu cuci tangan, cuci muka, sama gosok gigi" titah Sang Ayah. Lula menganggukan kepala dan melenggangkan langkahnya untuk masik ke kamar mandi.
Sang Ayah keluar dari kamar Lula dengan membawa seluruh alat kebersihan yang sudah digunakan tadi.
Lima menit sudah berlalu, Lula pun akhirnya keluar dari kamar mandi, dan langsung menuju ke meja belajarnya untuk mempersiapkan buku untuk besok dipelajari.
Setelah selesai ia langsung berjalan kearah kasurnya dan merebahkan diri atas benda yang empuk itu, tak lupa ia memasang alarm untuk tidak telat bangun esok hari.
πππ
Hola guys, akhirnya aku update juga setelah banyak tugas yang harus diselesaikan...
btw jangan lupa buat like cerita aku ya