DELULA

DELULA
20. Pulang



Seminggu telah berlalu, hari ini Arga sangat senang karena kekasih nya akan pulang.


Cermin yang ada dihadapan Arga menjadi saksi bisu kebahagiaan nya, ia menyimpulkan dasi abu-abu nya.


Arga mengambil handphone nya di kasur untuk mengecek apakah ada notifikasi dari kekasih nya.


Tidak ada notif sama sekali, padahal semalam Lula bilang ia sedang di Bandara untuk pulang. Tapi hari ini belum ada pesan dari nya.


Mungkin dia belum sampai, karena perjalanan pesawat dari Amerika membutuhkan waktu kurang lebih dua belas jam.


Laki-laki itu langsung menyambar tas dan jaket nya yang ada di meja belajar tak lupa juga ia mengambil kunci motor yang digantung di belakang pintu.


Ia keluar dari kamar nya menuju ruang makan untuk sarapan bersama keluarga.


"Pagi adik nya abang" ucap Arga ketika melihat adik nya ini sedang disuapi oleh ibu nya.


Syifa hanya melambaikan tangan nya ke Arga lalu fokus kembali makan. Arga menarik kursi untuk diri nya dan memulai sarapan.


Keheningan terjadi di keluarga Pradipta. Tentu saja mereka sedang makan dengan tenang tanpa ada hambatan apapun.


"Abang, kakak cantik kapan kesini? Syifa kan pengen main sama kakak cantik" ucap Syifa dengan tiba-tiba.


Arga tersenyum, " iya nanti abang ajak kesini kakak cantik nya." ucap Arga lalu kembali memakan sarapan nya.


"Kakak cantik?" celetuk kepala keluarga Pradipta, siapa lagi kalau bukan ayah nya Arga.


"Itu Lula, yah"


Sang kepala keluarga hanya menganggukan kepala, ia melirikkan mata nya ke jam tangan hitam nya  dan menyelesaikan sarapannya.


"Ayah berangkat dulu" pamit Ayah lalu bangkit dari tempat duduk nya tak lupa juga membawa tas kerja yang berisi dokumen-dokumen penting perusahaan. Beliau menghampiri istri dan anak bungsu nya lalu mengecup kening istri dan juga anak nya. Arga hanya menyalimi tangan ayah nya.


Selepas ayah nya pergi, Arga juga mulai bangkit dari tempat duduk nya untuk pamit ke berangkat sekolah.


Kemacetan memang sudah hal biasa di ibu kota tapi Arga bisa mengatasi kemacetan itu supaya tidak telat datang ke sekolah. Laki-laki itu dengan lincah nya menerobos di sela-selah mobil.


Dan tak lama, ia pun sampai di sekolah yang sudah di sambut oleh kedua teman nya, yaitu Bayu dan Dhio yang sedang duduk di atas motor mereka yang berada di parkiran sekolah.


Arga memakirkan motor nya disamping motor bayu dan mematikan motor nya.


Laki-laki itu melepas helm full face, ia merapihkan rambut nya yang berantakan.


Hal itu membuat kaum para siswi yang sedang lewat menatap Arga sembari berteriak karena melihat kesan seksi yang dilakukan olehnya, si cowok famous yang terkenal karena ketampanan nya dan menjadi pusat perhatian meskipun hanya merapikan sedikit rambut nya.


Bayu yang melihat semua nya meng kode Dhio untuk menggoda Arga.


"Ekhemm"


Deheman Dhio membuat Arga menoleh kepadanya, laki-laki itu mengangkat satu alisnya seolah bertanya kenapa?.


Dhio memberitahukan ke Arga untuk melihat ke arah para siswi yang sedang menatap diri nya.


Arga mengikuti arah pandang Dhio, dan terlihatlah para siswi yang centil sedang melihat dirinya seolah ingin menerkam hidup-hidup.


Laki-laki itu mengedikkan bahu nya tidak peduli dan turun dari motor  menuju kelas yang diikuti oleh Bayu dan Dhio.


Mereka berjalan layak nya seorang pangeran mengunjungi sekolah itu, siswa dan siswi menyingkirkan tubuhnya.


Arga yang berada diposisi depan, sedangkan Dhio dan Bayu berada di belakang.


Saat mereka sedang berjalan menuju ke kelas, tiba-tiba ada seorang gadis yang sedang membawa tumpukan buku sehingga menutupi wajah nya itu menabrak tubuh Arga.


Brukkk.


Semua buku jatuh berserakan dimana-mana dan yang membawanya pun ikut terjatuh karena ada hantaman yang tak terduga.


Bayu dan Dhio hanya menatap prihatin dengan gadis yang baru saja jatuh. Siapa suruh bawa buku banyak.


Arga berjongkok dihadapan gadis itu untuk membantu membereskan buku-buku, ia tidak bisa melihat wajah gadis itu karena tertutup rambut nya.


Gadis itu mengibaskan rambut nya dari depan sampai mengenai wajah Arga.


Arga terkejut ketika wajah gadis itu tepat didepan nya. Senang, tentu saja. Gadis itu adalah Lula, kekasihnya.


"Babe, are you okay?" kaget Arga, ketika tau siapa gadis dihadapannya.


Cowok itu memegang bahu kekasih nya untuk berdiri.


"Ada yang sakit, maaf aku gak tau kalau kamu yang jatuh" ujar Arga dengan raut wajah sedih.


Gadis itu mengambil buku yang ada dilantai dan mengangkat nya.


"Kamu disuruh bawa buku sebanyak ini?"


Lula hanya menganggukan kepalanya, "ini tugas aku selama libur sekolah" jawab Lula.


Arga mendengus tidak suka, bayangkan saja seorang cewek disuruh bawa buku sebanyak ini. Cowok itu langsung mengambil alih buku yang lumayan berat dari tangan kekasih nya.


"Biar aku yang bawa" kata Arga ketika buku-buku sudah ada ditangannya.


Dhio dan Bayu juga ikut membantu membawakan buku nya untuk dibawa ke perpustakaan. Mereka berdua berjalan duluan kesana berbanding kebalik dengan Arga dan Lula yang berada dibelakang mereka.


"Kenapa rambut nya enggak diikat, kn jadi berantakan gini" ucap nya seraya merapikan rambut Lula yang sedikit acak-acak an.


Para cewek yang sedari tadi melihat aksi sepasang kekasih itu dengan sinis tapi ada juga yang mendukung percintaan mereka.


"Aku ikat ya rambut nya" ucap nya lagi. Lula menganggukan kepalanya dan memberikan kunciran rambut nya.


Arga mulai menguncir rambut Lula dengan telaten. Sangan rapi. Itu adalah kebiasaan Arga karena dia memiliki adik perempuan yang sering   disuruh untuk menguncir rambut


"*OMG! Arga so sweet banget sihh jadi pengen digituin juga"


"Ya ampun, ka Lula beruntung deh bisa dapetin ka Arga"


"Aaaaaa, Arga gue juga pengen*"


Teriakan histeris para siswi membuat Lula melihat kearah mereka. Pipi nya pun mulai panas, ia meletakan kedua telapak tangan nya untuk merangkum pipi nya yang mulai merah.


"Arga, aku malu tau" ucap Lula dengan pelan, namun masih terdengar oleh Arga.


Cowok itu mengulum senyum melihat tingkah malu kekasih nya itu. Bayangkan saja mereka saat ini berada di koridor sekolah dan sekarang menjadi pusat perhatian semua murid.


Setelah menguncir rambut Lula, cowok itu meraih satu tangan Lula yang masih memegang kedua pipi nya yang memerah untuk digengam dan mereka pun berjalan ke arah perpus.


Para murid yang saat itu ada di koridor melihat mereka berjalan. Banyak yang melihat dengan sinis, terutama para siswi nya. Lula menundukkan kepalanya, dia memang seorang Badgirl tapi saat ini ia menjadi cewek yang lemah. Bukan lemah fisik melainkan lemah perasaan.


"Jangan dipikirin, mereka cuma iri aja sama kamu" bisik Arga.


Cowok itu membawa pergi kekasihnya sebelum bel masuk.


Hari ini SMA Karya Bangsa akan kedatangan guru baru dari Amerika. Laki-laki tampan dengan kacamata yang selalu bertengger di hidung nya.


Dia adalah Kenneth.


Koridor sekolah mendadak sepi kala Kenneth datang dengan membawa beberapa buku.


Pria itu memandangi sekeliling sekolah yang akan menjadi tempat mengajarnya.


Tanpa disadari oleh Kenneth, ada seorang gadis yang berjalan berlawanan arah dengan nya sambil bermain handphone.


Dug.


Gadis itu dan Kenneth bertabrakan bahu sampai handphone yang dipegang nya terpental .


"Yah, hape gue" ucap gadis itu.


Ia langsung melihat pria yang ada dihadapannya dengan tajam.


"Lo tuh kalo jalan liat-liat dong!" marah gadis itu lalu berlalu mengambil handphone dan meninggalkan tempat itu.


Lain dengan Kenneth, pria itu menunjuk ke wajah nya sendiri. Apakah dia yang salah?. Perasaan gadis itu yang salah, karena main handphone sambil berjalan.


Kenneth menggelengkan kepala nya melihat tingkah gadis itu. Dia heran kenapa dari banyak gadis yang terpesona tapi cuma gadis itu yang berani memarahi dirinya.


Menarik.


Satu kata yang ada dipikiran Kenneth. saat ini. Pria itu menggelengkan kepala nya dengan cepat untuk tidak memikirkan perasaannya dulu. Ia berada disekolah ini karena tugas yang di berikan sang Ketua Black Devil.


Kenneth melangkahkan kaki nya menuju kantor untuk memperkenalkan sebagai guru baru dan untuk mengetahui kelas mana yang akan diajari nya.


TBC


🍃🍃🍃


***Hayo-hayo siapa gadis yang bertabrakan dengan Kenneth, apakah jodohnya atau bukan?


Jangan lupa abis baca terus like👍***..