DELULA

DELULA
15. Perintah kakek



Kosongkan pikiran mu lalu pejamkan lah mata dan istirahat lah!


Karena di esok hari akan ada tantangan demi tantangan yang berterus datang.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Hembusan angin menerpa wajah cantik Lula yang saat ini sedang menunggu Arga di taman dan masih menggunakan seragam putih abu.


"Hufftt Arga kemana sih lama deh" keluh Lula.


Bayangkan saja sudah setengah jam menunggu tetapi yang ditunggu tidak tahu diri. Emang dasar lelaki.


Ia melirikkan mata nya ke arloji putih yang menempel di tangannya, akhirnya Lula pun mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Arga.


Di lain tempat Arga sedang cekikikan memperhatikan wajah kesal Lula dari jauh, ya laki-laki itu sedang mengintip di balik pohon.


*Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif..


tut tut tut*


"Ck, tau ah mending gue pulang aja dah" ucap Lula.


Namun saat ia ingin berdiri tiba-tiba ada yang menepuk pundak kanan nya, gadis itu pun menoleh dan tidak ada siapa-siapa, Lula mengedikkan bahu nya dengan acuh.


cupp


Lula melebarkan mata nya ketika ada yang mencium pipinya, ia menengok ke arah kiri dan mendapati kekasih nya itu sedang tersenyum manis kepada nya.


Dengan wajah kesal Lula berdiri dan menghampiri kekasih nya itu lalu gadis itu memukul nya dengan tas.


"Ihh, kemana aja sii setengah jam aku tungguin" ucap Lula tanpa memberhentikan pukulannya itu.


"Aw aw, iya iya sorry" sahut nya sambil memegangi tangan Lula untuk memberhentikan aksi nya ini, meskipun tubuh gadisnya ini kecil tetapi kekuatannya tak bisa di tandingin, seperti nya malam ini Arga butuh tukang urut.


Lula memalingkan wajah nya ketika Arga menatap diri nya


"hey, kamu kalo lagi marah makin cantik deh" ujar Arga sambil memegang dagu Lula supaya menatap dirinya.


"Apaan sih nggak jelas" ketus Lula. Arga hanya terkekeh melihat tingkah gadis nya ini, mungkin dia masih kesal karena sudah menunggu diri nya.


Arga melepaskan satu genggaman tangan nya, ia merogoh kantong saku untuk mengambil sesuatu yang tadi ia beli.


Bubble gum


Arga menyodorkan bubble gum rasa bluberry itu ke Lula, laki-laki itu tau bagaimana cara mengembalikan mood gadis nya ini.


Lula pun menoleh tetapi bukan ke Arga melainkan ke makanan yang di berikan oleh Arga.


Dengan cepat ia mengambilnya, "ini buat aku?" tanya Lula


Arga menganggukan kepalanya. Betapa senang nya Lula ketika diberikan permen kesukaan nya sudah lama ia tidak makan permen itu.


Arga hanya tersenyum melihat wajah gadis nya walaupun ia hanya memberi sebuah permen.


Laki-laki itu merangkul bahu Lula untuk pergi dari taman karena banyak pasang mata sedang menatap mereka.


"Seperti nya mau hujan kita langsung pulang aja ya" kata Arga sambil berjalan menuju parkiran.


Lula hanya menganggukan kepala nya sebagai jawaban.


Lalu Arga memakaikan helm ke kepala Lula, tapi dengan sengaja ia menepuk-nepuk atas helm itu membuat Lula mengeram karena merasa ke kencangan di kepalanya.


Arga hanya terkekeh nelihat ekspresi gadis nya kemudian ia mulai menaiki motor ninja nya dengan di ikuti Lula.


10 menit sudah berlalu, kedua sejoli ini sudah sampai di depan gerbang rumah yang mewah nan elegant, itu adalah rumah Lula lebih tepat nya lagi rumah orang tua nya.


Lula turun dari motor ninja Arga lalu melepaskan helm yang ia pakai, gadis itu merapihkan rambut nya sebentar kemudian ia memberikan helm itu ke Arga.


"Nih, mau langsung pulang? nggak mau mampir dulu" tawar Lula.


"Lain kali aja soalnya udah mendung takut kehujanan nanti" tolak Arga secara halus.


Lula mengangguk paham, "yaudah hati-hati ya, langsung pulang jangan keluyuran"


"Siap pak bos, eh maksudnya bu bos" ucap Arga dengan bergaya hormat ala tentara.


Lula pun tersenyum melihat tingkah kekasih nya ini.


Arga menganggukan kepala nya, ia memperhatikan gadis nya yang semakin jauh.


"Semoga kita tidak akan terpisah lagi, apapun keadaannya kecuali kematian" gumam pelan Arga.


Setelah melihat Lula memasuki rumah nya, Arga langsung menyalakan motor dan berlalu dengan cepat untuk pulang kerumah nya karena rintik hujan mulai turun.


πŸƒπŸƒπŸƒ


"Assalamu'alaikum" ucap Lula ketika baru saja memasuki rumah.


"Tumben rumah sepi" ucap nya lagi.


Lula berjalan menuju dapur untuk minum karena diri nya merasa sangat haus, ia mengambil gelas lalu berjalan menuju kulkas untuk mengambil jus jeruk, setelah menuangkan jus utu ke gelas, Lula duduk di pantry dapur sambil meminum jus itu.


Gadis itu mengeluarkan handphone nya dari tas untuk membuka akun instagram nya, ia men scroll ke bawah, sampai seketika ia melihat foto di instagram Bayu yang di post satu hari yang lalu di sana ada Arga, Dhio, Bayu dan satu cewek yang ada disamping Arga.


"Paling cuma temen" ucap Lula kepada diri nya sendiri sambil mengedikkan bahu nya acuh.


Ia melihat asisten rumah tangga memasuki dapur.


"Bi, bunda kemana?" tanya Lula kepada ART yang baru saja datanh.


"Owh, tadi bibi liat ibu ke kamar non Lula"


Lula mengernyit, "makasih ya, bi"


Gadis itu langsung bangkit dari tempat duduk nya dan melangkahkan kaki nya menuju lantai 2 lebih tepat nya lagi ke kamar nya untuk menemui bunda, tumben sekali bunda nya ini ke kamar Lula walaupun sering tapi itu selagi ada Lula.


Saat sudah sampai di depan pintu kamarnya ia memegang knop pintu untuk membuka kamarnya.


"Bunda"


Lula terkejut melihat bunda nya sedang memasukkan sebagian baju dirinya ke dalam koper.


"Kok baju aku di masukin ke koper, bun?" tanya Lula saat sudah duduk dipinggiran kasur bersama bunda nya yang ada disamping.


"Tadi nenek mu nelpon, kakek lagi sakit dia pengen kamu datang kesana" jelas bunda.


"Si kakek bisa aja pake alesan sakit lagi" gerutu Lula dalam hati.


"Emang aku berangkat nya kapan bun?" tanya Lula lagi.


Sang bunda pun menoleh ke arah Lula sambil menghela napas berat lalu mengusap rambut anak nya dari belakang.


"Nanti malam" jawab bunda dengan singkat.


"Apa!"


Lula syok mendengar jawaban dari bunda nya, bagaimana tidak gadis itu belum bilang ke kekasihnya ini kalau ia ingin pergi ke Amerika dengan waktu yang cukup lama.


Sang bunda menganggukan kepalanya ketika anak gadis nya ini melihat diri nya seolah ingin memastikan jawaban apakah benar atau tidak.


"Abang kamu pergi tadi pagi nanti malam kamu juga pergi, bunda jadi sendirian deh dirumah" ucap bunda.


Lula langsung memeluk bundanya, "kalo aku udah sampai sana, aku pasti akan hubungin bunda terus kok."


Sang bunda mengelus punggung anak gadis nya ini lalu ia menguraikan pelukan nya.


"Sekarang bantuin bunda beresin baju kamu" titah bunda.


"Siap bunda."


πŸƒπŸƒπŸƒ


Hai hai para readers..


Maap maap ya baru up lagi..


Kok ceritanya sedikit ka?..


Iya, dari sekian banyak episode yang ngelike cerita ini cuma segitu aja nggak nambahΒ²..


kalau mau lebih panjang ceritanya jangan lupa buat vote biar aku seneng..


lov lov buat yang ngevote cerita ini.