
'Jaga hati dan perasaan karena ada orang lain sedang menunggu dirimu'
πππ
"Akhir nya selesai juga"Β monolog Lula sambi meregangkan tangannya ke atas
Lula baru saja selesai mengerjakan tugas diperpustakaan. Arga? entah lah cowok itu keluar dari perpustakaan tanpa mengucapkan sepatah kata kepada Lula.
Pintu perpustakaan terbuka, Arga yang datang. Cowok itu langsung duduk disamping Lula dan membuka tas nya untuk mengeluarkan makanan dan minuman yang dibeli nya tadi dikantin.
Peringatan! diperpustakaan dilarang membawa makanan masuk.
Maka dari itu, Arga menyimpannya didalam tas.
Ya, Arga keluar dari perpustakaan meninggalkan Lula sendiri karena cowok itu ingin membelikan makanan untuk kekasihnya.
Lula mengernyit, ketika Arga mengeluarkan roti dan susu dari tas nya.
"Tadi kamu pergi ke kantin?" tanya Lula.
"Iya, aku beliin ini buat kamu"
Arga memberikan roti dan susu nya yang sudah pasti favorite Lula yaitu rasa cokelat.
Lula dengan senang hati membuka kemasan roti itu dan memakannya. Saking suka sama roti itu, tak menyadari bahwa bibirnya sudah berlumuran selai coklat sampai ke sudut bibir.
Arga tersenyum geli melihat tingkah Lula yang seperti anak kecil. Katakan saja itu sangat tidak pantas untuk Lula, tapi hatinya menghangat melihat lula yang tak henti tersenyum.
Pemuda itu menyeka sudut bibir Lula dengan ibu jarinya, dan seketika membuat Lula terbungkam. Merasakan kupu-kupu beterbangan didalam perutnya menerima perlakuan manis Arga.
"Makan nya kayak anak kecil sampai belepotan gini"
"Hihihi, kamu tau kan kalo aku ketemu sama cokelat gimana?"
"Iya deh, masih betah disini? atau mau ngasih tugas ini ke guru"
"Oh iya, aku lupa"
Lula menepuk jidat nya sendiri, gadis itu langsung membereskan buku tugas nya dan tak lupa juga Arga membantu Lula.
Mereka berdua berjalan ke kantor untuk menaruh tugas Lula di meja pak Herla.
Arga membuka knop pintu kantor untuk memudahkan Lula masuk. Gadis itu hanya tersenyum manis sebagai tanda terima kasih nya, Arga membalasnya dengan usapan di pucuk kepala Lula.
Dikantor hanya ada dua guru disana, siapa lagi kalau bukan bu Siska dan Kenneth, guru cewek itu sedang menggoda Kenneth dengan merapihkan kerah baju nya supaya terlihat leher nya yang mulus.
Tapi Kenneth bersikap acuh kepada keadaannya, sampai tidak menyadari kalau ada murid yang baru saja masuk.
Lula langsung menaruh tugas-tugas nya di meja pak Herla, ia melirikkan mata nya ke arah Kenneth yang sedang fokus dengan laptop.
"Suuuttt suuutt" Lula memangil Kenneth dengan suara pelan.
Kenneth melihat Lula dengan sedikit memiringkan kepala nya. Gadis itu menggoda sepupu nya dengan mengisyaratkan untuk melihat ke bu Siska yang sedari tadi menatap pria itu.
Kenneth memutar bola mata nya dengan jengah karena tidak tertarik ke bu Siska. Lula mengulum senyum, sepupu nya ini memang tidak acuh dengan wanita.
Tapi sekarang yang ada dipikiran Kenneth adalah gadis yang menabrak diri nya tadi pagi. Pria itu terlihat biasa saja seolah-olah tidak terjadi apapun. Lain dengan hati nya yang ingin mencari gadis itu.
Arga juga ikut menaruh tugas Lula di meja pak Herla, ia langsung menggenggam tangan Lula untuk keluar dari kantor.
Mereka berdua beranjak menuju kelas masing-masing. Arga mengantarkan Lula sampai depan kelas gadis itu.
"Belajar yang pinter ya supaya bisa ngajarin anak-anak kita nanti," gombalan Arga seraya mengelus puncak kepala Lula.
Gadis itu memukul pelan lengan kekasihnya itu, "ih, apaan sih, gak jelas," ucap Lula dengan tersipu malu.
Arga terkekeh melihat tingkah Lula, "Yaudah aku ke kelas dulu ya," Lula mengangguk. Pertanda iya.
Cowok itu melangkahkan kaki nya menuju kelas nya sendiri. Lula masuk ke kelas nya dan menghampiri teman sebangku nya. Seperti nya dia sedang Badmood.
"Woy, kenapa lo? murung aja" ujar Lula menarik kursi disebrang lalu duduk berhadapan dengan Oliv.
"Kesel banget gue, tadi pagi gue tabrakan sama cowok gak bertanggung jawab itu, liat hp gue kan jadi rusak" jawab Oliv dengan menunjukkan handphone nya ke Lula yang sudah mati total.
"Astaga, tinggal beli lagi juga" ucap Lula dengan santai dan menyenderkan punggungnya di kursi.
"Hufft, iya sih, tapi masalah nya disini ada data-data penting" ujar Oliv dengan mimik yang sedih.
Lula memutar bola mata nya dengan jengah. "Alahh paling juga foto mantan" celetuk nya.
Skak mat.
Oliv cengengesan, "hehehe, tau aja lo" ucapnya sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
Kringgg kringg.
Tuk tuk tuk.
Suara sepatu guru perempuan itu sudah terdengar, bu Siska nama nya. Namun, ada seseorang yang mengikuti langkah guru itu hingga masuk kelas.
Oliv melebarkan mata nya ketikaΒ melihat siapa yang datang bersama bu Siska, gadis itu memicingkan mata nya untuk memastikan kembali apa yang ia lihat.
Lula juga terkejut kala melihat seseorang yang tak lain adalah sepupu nya.
"Dia itu yang udah bikin handphone gue rusak" bisik Oliv.
Lula langsung beralih tatapan ke Oliv dengan mengangkat satu alis nya, "dia yang udah nabrak lo tadi pagi?" tanya Lula dengan suara yang tak kalah pelan namun bisa didengar oleh Oliv.
Oliv menganggukan kepala nya, "ngeselin banget kan? dasar om-om gak tau diri,"Β ucap nya dengan kesal sambil menyilangkan kedua tangannya didada
Lula menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan untuk menahan tawa nya ketika mendengar celotehan Oliv tentang sepupu nya. Dia belum tau saja kalau sepupu Lula masih 21 tahun. Masih sangat muda.
"Pagi anak-anak," sapa bu Siska ketika sudah duduk di kursi guru.
"Pagi bu Siska" jawab serentak murid.
"Hari ini, ibu akan digantikan oleh pak Ken untuk sementara, jadi ibu mohon partisipasi nya ya murid-murid"Β ucap bu Siska lalu pergi meninggalkan kelas.
Lula melihat ke arah teman sebangku nya yang sedang menatap Kenneth dengan tajam, mungkin dia masih tidak rela kalau handphone nya rusak.
"Pagi semua, perkenalkan saya Kenneth, saya di sini akan menggantikan bu Siska untuk sementara"
Kenneth memperkenalkan diri didepan murid yang akan di ajari nya, saat ia mengedarkan pandangannya, pria itu melihat gadis yang tadi pagi sedang menatap diri nya dengan tajam bak pisau yang sudah siap untuk menancap.
Gadis itu adalah Oliv.
Seorang gadis yang sudah membuat detak jantung nya berdetak cepat saat ini. Kenneth memegangi dada bagian kiri nya. Hanya dengan tatapan tajam saja ia menyukai nya, apalagi dengan tatapan cinta.
Kenneth mencoba menetralisirkan tubuh nya untuk bersikap biasa saja dan mengambil daftar nama siswa untuk mengetahui siapa saja yang hadir sekalian untuk perkenalan.
"Angel Mirta"
πππ
Semua murid di kelas Arga riuh karena guru killer ips sedang tidak masuk, maka nya kelas pada berbahagia.
Arga masuk kelas dengan santai nya dan berjalan menuju kursi nya yang ada di belakang.
Sedangkan Bayu dan Dhio sedang asik dengan game nya. Arga mengeluarkan handphone nya untuk bermain game juga tak lupa ia memasang headset agar suara game nya tidak terdengar siapapun kecuali diri nya.
Bersamaan dengan hal itu, seorang cewek masuk ke kelas untuk memanggil Arga karena disuruh oleh guru.
"Mohon maaf semuanya buat yang nama nya Arga dipanggil sama kepala sekolah" ucap cewek itu.
Semua murid sontak melihat kearah dia termasuk Bayu dan Dhio. Mereka mengalihkan pandangannya ke Arga yang sedang bermain game.
Dhio langsung menarik headset yang dipakai Arga, " lo dipanggil kepala sekolah tuh" ucap Dhio karena takut kena marah oleh Arga.
Arga terkejut bukan main kala melihat cewek yang ada di kelasnya sedang berdiri menghadap dirinya.
Cowok itu langsung berjalan keluar kelas tepat nya menuju ruang kepala sekolah tanpa mempedulikan cewek itu.
Namun dengan wajah bahagia, cewek itu mengikuti nya di belakang. merasa ada yang mengikuti Arga menoleh ke belakang dan mendapati cewek itu mengekori nya.
"Ngapain lo ngikutin gue?" tanya Arga datar.
Senyum yang berkembang mendadak luntur akibat pertanyaan Arga yang begitu sarkas.
Cewek itu berjalan mendekati Arga dan meraih telapak tangan Arga untuk digenggam. Arga hanya diam saja, ia menunggu tindakan apa yang akan dilakukan oleh cewek ini.
"Aku kangen kamu, ga" lirih cewek itu dengan menundukkan kepala nya. Arga menarik kembali tangan nya yang digenggam.
"Hubungan kita udah berakhir, gue harap lo gak usah ngejar-ngejar gue lagi karena awal dari semua ini itu ulah lo sendiri, Aluna" ucap Arga lalu meninggalkan cewek itu sendiri.
Aluna menatap punggung Arga yang semakin jauh dari pandangan nya. Cewek itu menyeka air matanya dengan kasar.
"Kalau lo gak bisa gue milikin, orang lain juga gak akan bisa milikkin lo, Arga Immanuel Pradipta" ucap Aluna dengan tertawa sinis dan melangkahkan kaki menuju kelas nya.
TBC
πππ
**Nah lho apa yang akan dilakukan oleh Aluna? Apakah akan membuat Arga bertekuk lutut kepada nya atau membuat kekasih Arga itu menderita?
Jangan lupa like,vote dan comment ya jika ada kesalahan dari penulisan.
Karena pembaca yang baik akan meninggalkan jejak nya.
Salam dari authorπ**