DELULA

DELULA
2. Keputusan



Happy Reading


*****


"Tak ada cinta , tanpa ada dua orang yang mengasihi"


*****


Setelah melakukan hobinya, Gadis berhodie hitam itu pulang, namun gerbang rumahnya tertutup.


Ini adalah kesukaannya yaitu melompati gerbang rumahnya.


"huffttt, akhirnya" ujar gadis berhodie hitam itu setelah melompati gerbang rumahnya sambil menepuk tangan nya yang Kotor.


Saat gadis itu berdiri, tak disangka disana sudah ada wanita yang lebih tua darinya yang berdiri tak jauh darinya sambil berkacak pinggang.


"eh, ada bunda" ucap gadis berhodie hitam itu sambil menyengir Dan menggaruk tengkuk Nya yang tidak gatal.


Lalu beliau menghampiri gadis berhodie hitam dan tiba-tiba menjewer gadis berhodie hitam itu.


"Aduh..aduh bunda" ucap gadis berhodie hitam itu sambil meringis.


"Kamu itu ya, nakal sekali sampe lompat gerbang kamu itu anak perempuan loh lula" ujar bunda sambil menjewer anaknya.


"Iya maaf deh bun, janji gk ngulangin lagi" mohon lula kepada sang bunda.


"Kalo kamu kaya gitu lagi, gimana? " tanya bunda sambil melepas tangannya yang menjewer lula dan langsung berkacak pinggang.


Lula pov


Ya beginilah hidup gue ,Delula Putri Pratama, usia gue 16 tahun, gue anak dari Radit Pratama Dan Raina Mahesa, gue anak kedua dari dua bersaudara, gue punya kakak laki-laki Dehan putra Pratama yang usianya 20 tahun dan dia sedang kuliah di Dubai.


Hobi gue lompat tembok yang biasa disebut parkour, berpanah, berlari, taekwondo.


Kadang bunda suka marah kalo gue suka ngelakuin hobi gue yang satu ini yaitu parkour, padahal itu seru banget.


Tapi semarah-marahnya bunda, dia tetap sayang kok sama gue, love bunda.


Author pov


"yaaa lula janji lagi" sahut lula sambil menyengir.


Di lain tempat ada yang sedang menyaksikan adegan tersebut dari jendela kamarnya siapa lagi kalau bukan Dehan abang kandung dari Lula.


Ia sengaja tidak memberitahukan kepada adiknya Kalau sudah Pulang dari Dubai.


Ia melihat ekspresi adik tersayangnya sambil cekikikan.


Bunda hanya mendengus kasar dan menarik tangan anaknya itu untuk masuk kedalam rumahnya.


"Sekarang kamu masuk kamar, mandi, dan turun buat makan" suruh bunda.


Lula hanya menganggukan kepala nya dan mencium pipi bunda nya kemudian langsung menuju kekamarnya untuk melakukan perintah dari bundanya.


Sang Bunda hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putri semata wayangnya itu.


Pukul 19:00 WIB


"Lulaaaa.. " panggilan bunda yang berasal dari ruang makan.


Lula yang mendengar panggilan bunda langsung turun ke bawah dan menuju ruang Makan.


"Bun, kapan bang Dehan pulang ke Jakarta?" Tanya lula ketika sudah duduk di meja makan dengan raut wajah murung.


Tiba-tiba penglihatan Lula menjadi gelap karena ada yang menutup Mata nya.


Ia mengira bahwa yang menutup Mata nya adalah Ayah nya.


"Ayah..  Ihhh, Lula gak bisa melihat" rengek Lula sambil mencoba melepas tangan yang menutupi Mata nya.


Saat tangan yang menutupi mata Lula terlepas, Lula membalikan badan Dan dia langsung terkejut ketika tau siapa yang jahil kepadanya.


"Abang...  Kapan pulang nya, kok gak bilang sama aku" tanya Lula sambil memeluk abangnya.


"Surprise untuk adik abang yang manja ini" sahut dehan sambil menjepit hidung Lula.


"Eh, sudah ayo makan dulu" lerai bunda.


"Bun, ayah belum datang?" Tanya Lula ketika sudah duduk.


"se-"


Tok Tok Tok


Ucapan bunda terpotong ketika mendengar suara ketukan pintu.


"iya sebentar " teriak bunda dari ruang makan Dan langsung pergi untuk membuka pintu rumahnya.


Saat pintu sudah terbuka, sosok pria paruh baya tersenyum, ketika melihat istrinya ada dihadapannya, dia maju untuk mencium kening istrinya dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.


"Dehan udah datang bun?" Tanya pria itu yang berstatus sebagai suaminya sambil berjalan menuju ruang makan bersama istrinya.


"Udah, sekarang lagi makan sama lula" Jawab istrinya.


Ketika mereka sudah sampai di ruang makan, mereka melihat moment yang jarang banget dilakukan oleh kedua anaknya.


Dimana putri semata wayangnya sedang disuapi oleh abangnya.


"Waduh, putri ayah manja banget sampai makan saja harus disuapi" celetuk ayah ketika sudah duduk di meja makan.


"Lula, jangan ngomong kalo lagi makan" perintah bunda ketika sedang menyiapkan makanan untuk suaminya.


Lula hanya menganggukan kepalanya dan keadaan mulai hening ketika sedang makan.


"Lula, mulai besok kamu pindah dari  sekolah" ucap ayah yang memecahkan keheningan.


Lula yang sedang makan pun menganga mendengar ucapan sang ayah.


"Hei, seribu lalat akan masuk ke mulut kamu jika kamu membuka mulut terlalu lama" celetuk Dehan dengan terkekeh sambil memetikkan jari ke depan wajah adik nya.


"Tapi, kenapa yah?" tanya Lula ketika sudah sadar dari lamunan nya.


"Pokok nya mulai besok kamu udah bisa sekolah milik ayah" titah ayah dengan tegas.


"yahh, nggak bisa berulah lagi" batin Lula.


"Bundaaa.." rengek Lula ketika melihat bunda yang sedari tadi diam saja.


"Itu udah keputusan ayah, bunda udah nggak bisa mengubah keputusannya" ucap bunda ketika melihat anaknya merengek meminta pertolongan kepadanya.


FLASHBACK ON


Ketika sudah selesai meeting dengan klien nya, Radit berjalan menuju Ruangannya.


Tiba-tiba  hp nya bergetar karena ada telepon masuk dan langsung mengangkatnya.


"Selamat siang dengan bapak Radit Pratama, ayahnya dari Delula?" Kata seorang perempuan dari sebrang sana.


"iya, saya sendiri, ada apa ya bu?" tanya Radit ketika sudah diruangan nya sambil menaruh berkas-berkas di meja dan langsung duduk di kursi nya.


"Saya Rina, kepala sekolah dari SMA Bhakti Karya, tempat putri bapak sekolah" ucap perempuan itu.


"Oh iya, ada apa ya bu?"  tanya Radit yang tiba-tiba mendapatkan firasat yang tidak mengenakan.


"Begini pak, Pihak sekolah terpaksa mengeluarkan Delula dari sekolah ini, karena dia sudah menampar salah satu siswi sampai memar yang kebetulan siswi itu adalah anak dari donatur sekolah ini pak" ucap perempuan itu ketika sudah menjelaskan secara panjang.


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan dari pihak sekolah, saya minta maaf ya bu atas perlakuan anak saya" sahut Radit sambil mendengus kasar.


"Iya, sama-sama pak" ucapnya sambil mematikan telepon nya.


Radit hanya menyandarkan punggungnya ke kursi sambil memijat pelipis nya.


dia langsung menegakkan badan dan mengambil handphone yang tergeletak di meja kerja nya, dan mulai mencari kontak kepala sekolah yang bekerja di tempat sekolah miliknya.


"Selamat siang pak, saya Radit pratama, saya ingin memasukkan anak saya Delula putri pratama ke SMA Karya Bangsa" kata Radit dengan tegas.


"Iya, tentu saja, akan saya daftarkan putri bapak, dan mulai besok putri bapak bisa mulai sekolah" sahut kepala sekolah SMA Karya Bangsa.


Ketika mendengar ucapan kepala sekolah yang bekerja di sekilah miliknya itu.


Radit langsung mematikkan telepon secara sepihak dan langsung menyandarkan punggungnya ke kursi.


FLASHBACK OFF


Lula langsung bangun dari tempat duduk nya dan langsung berlari menuju ke kamar nya.


Sesampai di kamarnya, satu hal yang menjadi satu tujuannya yaitu duduk di atas atap rumah karena itu menjadi suatu kebiasaannya ketika ada masalah.


Lula langsung menuju balkon dan menaiki tangga yang tergantung dari atap rumahnya yang berada di samping balkon kamar nya.


saat sudah berada di atap rumahnya dia duduk sambil menatap langit.


Di lain tempat ada Dehan yang mengetuk pintu kamar adik nya itu.


Namun, tidak kunjung dibuka,


akhirnya Dehan pun langsung masuk ke kamar adik nya, satu yang ada di pikirannya, adiknya kemana?.


Dehan berjalan ke arah balkon dan ia melihat tangga yang tergantung.


"Lulaaaa....." Teriak Dehan dari arah balkon seraya celingak-celinguk mencati keberadaannya adik nya.


"Lula lagi di atas bang" Sahut Lula sambil berteriak.


"Lula, sekarang turun! nanti jatuh" ucap Dehan sambil mendongakkan kepala ke arah atap rumahnya.


"Iya" jawab Lula seraya turun secara pelan pelan.


Sebelum turun Lula melihat ada mobil yang masuk ke pekarangan rumahnya.


Lula menghiraukannya dan membalikan badan nya supaya kaki nya bisa menjangkau tangga.


Saat kaki nya sudah menyentuh tangga dan perlahan mulai turun.


Namun tak disangka, kaki nya terpeleset saat menjangkau anak tangga selanjutnya.


"aaaaaaaaa....."


**********


Hola guys...


Jangan lupa vote dan comment nya ya..


Buktikan kalo pembaca sejati pasti akan meninggalkan jejak nya