DELULA

DELULA
1. meet?



Happy Reading


*****


"Percayalah, akan ada waktu dimana kita akan dipersatukan"


***


Panas tengah melanda ibukota Jakarta. Gadis behodie hitam itu dengan asiknya berjalan mengelilingi daerah perumahannya dengan tangan dimasukan kedalam kantong jaketnya sambil mengunyah permen kesukaannya yaitu Bubble gum.


Setelah lama mengelilingi daerah perumahannya, tiba-tiba ada yang menabrak kaki nya. Seorang gadis kecil berusia 10 tahun yang menabrak kakinya sambil menangis, "kamu kenapa dek?" tanya gadis berhodie hitam itu dengan memegang bahu gadis kecil itu sambil mensejajarkan tingginya.


"aku takut ka, mereka mengejarku" jawab gadis kecil itu sambil memutarkan badannya ke arah belakang, gadis berhodie hitam itu langsung mengalihkan pandangannya kearah yg ditunjukan gadis kecil itu.


Dan benar saja ada dua pria yang berbadan besar sedang berlari kearahnya. Gadis berhodie hitam itu langsung berdiri dan membawa gadis kecil itu kearah belakang tubuhnya.


"mau apa kalian, jangan mendekat atau kalian akan menyesal" ucap gadis berhodie hitam itu dengan datar sambil senyum menyeringai.


"ouwww, ada pahlawan cantik jadi takut" sahut salah satu pria berbadan besar itu sambil tertawa, Gadis berhodie hitam itu hanya memasang wajah datar dan menaikan sebelah alisnya.


"wahh, yang kaya gini mahh jangan dilawan disini bos" celetuk salah satu pria yang berbadan besar sambil melihat tubuh gadis berhodie hitam dari atas sampe bawah dengan bersiul.


Salah satu pria berbadan besar itu berjalan ke arah gadis berhodie hitam itu dan memegang tangan nya, langsung saja tangan gadis berhodie hitam itu menepis dan memutarkan tangan pria berbadan besar itu ke belakang tubuhnya sampai pria itu bersimpuh sambil membelakanginya.


Tak tinggal diam, pria berbadan besar yang melihat temannya dikalahkan oleh gadis itu langsung menyerang ke gadis berhodie hitam.


Ketika pria berbadan besar itu ingin menendangnya, dengan cepat gadis berhodie hitam itu langsung memegang kaki pria itu dengan tangan yang satu yang masih memegang tangan tenan pria berbadan besar itu.


Gadis berhodie hitam itu langsung mengarahkan kaki pria yang ada dipegangannya ke leher temannya itu sambil ditarik jaketnya untuk mengikat kaki dan leher dua pria berbadan besar itu.


"kenapa kalian melakukan ingin menculik anak itu? "tanya gadis berhodie hitam itu sambil memasukan kedua tangannya ke kantong jaketnya dan melihat dua pria berbadan besar itu yang sudah kalah dengan tatapan tajam.


"kami hanya menuruti perintah, karna kami sedang membutuhkan uang" ucap salah satu pria berbadan besar itu.


Gadis berhodie hitam itu mengernyit ketika mendengar jawaban dari salah satu pria berbadan besar itu dan ia langsung merogoh saku celananya untuk mengambil uang di dalam dompetnya dan menyerahkan uang seratusan yang sampai sepuluh lembar kepada kedua pria berbadan besar itu.


"ini uang untuk kalian berdua, jangan mencoba untuk mengganggu gadis kecil itu lagi atau kalian ingin mati" ucap gadis berhodie hitam itu ketika sudah memberikan uangnya.


Kedua pria berbadan besar itu hanya menganggukkan kepalanya dengan pasrah, gadis berhodie hitam itu pun langsung membuka ikatan kedua pria itu.


"Pergilah" ujar gadis berhodie hitam ketika sudah membuka ikatan mereka.


"Terima kasih, kami akan membalas kebaikan anda suatu saat nanti" ucap salah satu pria berbadan besar itu dan langsung pergi meninggalkan gadis berhodie hitam itu.


Gadis berhodie hitam itu langsung menoleh ke arah belakangnya dan langsung melihat gadis kecil itu sedang memejamkan matanya.


"kenapa kamu menutup mata? " tanya gadis berhodie hitam itu sambil mengelus puncak rambutnya.


Gadis kecil itu mengintip dengan sebelah matanya.


"ahh, untung saja mereka sudah pergi" ujar gadis kecil sambil mengelus dadanya.


Gadis berhodie hitam itu hanya terkekeh melihat tingkah dari gadis kecil itu.


"mereka sudah pergi, kau tidak usah takut lagi" sahut gadis berhodie hitam itu "apa kaka baik-baik saja? Mereka pukul kaka tidak? Apa kaka berdarah?" tanya gadis kecil itu dengan wajah yang sangat khawatir.


Gadis berhodie hitam itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya sebagai tanda dia baik-baik saja.


"huftt, syukurlah kalau kaka baik-baik saja" ucap gadis kecil itu sambil tersenyum.


Gadis berhodie hitam itu juga ikut tersenyum dan tiba-tiba ia sadar kalau waktu sudah menjelang sore.


"rumah kamu dimana dek? Biar kaka yang nganterin kamu" ucap gadis berhodie hitam itu ke gadis kecil yang sedang tersenyum kepadanya.


"ayo ka, aku tunjukin rumah aku" sahut gadis kecil itu dengah senang dan langsung menggenggam tangan gadis berhodie hitam itu sambil menarik tanganya untuk berjalan lebih cepat.


Gadis berhodie hitam itu pun hanya pasrah ketika tangannya di tarik oleh gadis kecil itu.


Mereka terus berjalan dan tiba sampai didepan rumah yang cukup luas dengan pagar yang masih ditutup.


Gadis kecil itu langsung melepas genggamannya dan berjalan kearah samping gerbang untuk memencet bel.


"aduh non, darimana saja den arga sudah mencari non dari tadi" ucap satpam itu dengan khawatir.


Gadis kecil itu hanya tersenyum sambil mengedikkan bahunya dan langsung masuk ke dalam tak lupa ia menarik tangan gadis berhodie hitam itu untuk masuk kerumahnya.


Gadis kecil itu mengetuk pintu rumahnya dan keluarlah seorang anak laki-laki.


"yaampun dek, kamu dari mana aja, kaka dari tadi nyariin loh" ucap anak laki-laki itu sambil berkacak pinggang.


Gadis kecil itu hanya menundukkan kepalanya, "maaf ka, tadi aku hanya bermain ditaman terus aku ditolongin sama kakak cantik ini" ujar gadis kecil itu sambil menoleh kearah gadis berhodie hitam.


Anak laki-laki itu mengernyit, "emangnya kamu kenapa dek?" tanya anak laki-laki itu sambil mensejajarkan tubuhnya ke gadis kecil itu.


"Tadi ada dua orang yang ingin menculikku, untung saja kaka cantik ini menolongku" jawab gadis kecil sambil tersenyum ke arah gadis berhodie hitam.


Anak laki-laki itu langsung berdiri, "yasudah kamu masuk ke kamar ya" ujar anak laki-laki itu sambil mengelus puncak rambut gadis kecil itu.


Gadis kecil itu hanya menganggukan kepalanya dan masuk kedalam rumahnya, anak laki-laki itu langsung menoleh ke gadis berhodie hitam dengan tersenyum.


"Terimakasih karna sudh menolong adikku dan membawanya pulang" ucap anak laki-laki itu sambil menatap gadis berhodie hitam itu.


Gadis berhodie hitam itu hanya menatap datar dan menganggukan kepalanya kemudian berbalik untuk pulang.


Anak laki-laki itu menatapnya dengan heran, "hei apa mau ku antar kau pulang" ucap anak laki-laki itu dengan berteriak karna gadis itu sudah hampir menuju gerbang karena Jarak dari pintu utama ke gerbang lumayan jauh.


Gadis berhodie hitam itu hanya mengangkat tangannya pertanda tidak usah diantar dan meneruskan jalannya sambil menutupkan kepalanya dengan tempurung jaket nya.


Ketika sudah keluar gerbang, gadis berhodie hitam itu berlari dan melompati tembok tinggi karna itu adalah hobi dan kebiasaannya ketika ada waktu kosong.


*************


Hai readers🖐 jangan lupa vote and comment nya yaa.


Untuk berlanjutnya cerita.


**VISUALISASI TOKOH:



DELULA PUTRI PRATAMA**




2. ARGA IMMANUEL PRADIPTA



3. DEHAN PUTRA PRATAMA



4. MILLA XAVIER PRADIPTA



5. ALUNA MILLER



6. KENNETH KEANO PRATAMA



7. OLIVIA SANJAYA