
"Beberapa penunggu sekeras kepala itu. Tak peduli seberapa banyak senyum menyapa, ia akan tetap menanti hati yang tak tahu arah kembali"
Β πππ
Pagi telah menyapa yang didampingi oleh sinar sang surya menerobos masuk melewati celah jendela yang terpapar sinar bahagianya. Seorang gadis yang terlihat sudah rapi dengan seragam barunya.
Lula bukan seorang murid baru kelas satu SMA tapi dia seorang murid baru kelas dua SMA di pertengahan semester ini.
kenapa bisa begitu? karena dia dikeluarkan dari sekolah lamanya. Lula adalah seorang Badgirl Troublemaker yang tidak segan-segan memukul seseorang yang berani mengusiknya.
Dia dikeluarkan karena sudah membuat seorang murid yang merupakan anak dari donatur besar di sekolah lamanya itu terluka.
Jika kalian bertanya kenapa bisa?
maka jawabannya karena Lula menamparnya sampai ujung bibirnya mengeluarkan darah.
ia menamparnya, karena anak dari donatur itu menumpahkan minuman jus mangga nya ke baju seragam Lula dengan sengaja, karena pacar dari anak donatur itu sedang mulai mendekati dirinya.
Mendapati dirinya dituduh menjadi orang ketiga dalam hubungan seseorang, ia tidak terima. Saat itu emosinya memuncak hingga langsung menampar pipi anak dari donatur itu dengan keras tanpa memikirkan resiko yang akan dihadapinya nanti.
Lula sangat sedih karena dia dipindahkan ke sekolah yang ada dibawah naungan ayahnya.
Gadis dengan tingkah bar-bar itu tidak bisa berbuat seenaknya lagi di sekolah barunya nanti, karena ayahnya akan lebih leluasa memantau dan memonitor kebebasannya.
"Morning ayah, bunda."
"Morning princess" sahut sang bunda. Beliau mengambil roti dan mengoleskan selai coklat kesukaannya.
"Sudah siap untuk berangkat ke sekolah baru, mulai hari ini ayah akan pantau kamu terus sampai kedepannya."
Ucapan sang ayah memberhentikan pergerakan tangan Lula untuk memasukan roti ke dalam mulutnya.
Mendengar ucapan dari sang ayah Lula hanya mengangguk pasrah, dan melanjutkan kegiatan yang tertunda.
Seketika keadaan menjadi hening karena sang kepala keluarga mengajarkan kepada anggota keluarganya untuk tidak berbicara saat makan.
"pagi semua" ucap Dehan ketika baru memasuki ruang makan dengan riangΒ dan langsung menghampiri adiknya kemudian mencubit dengan gemas pipi adiknya itu yang sedang mengunyah roti didalam mulutnya.
Lula hanya mengerang marah kepada abangnya nya itu
sang bunda melihat kedua anaknya itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Dehann, jangan gangguin adikmu"titah sang bunda. Lula tersenyum penuh kemenangan karena dibelain oleh sang bunda dan menjulurkan lidahnya ke abangnya itu dengan ekspresi mengejek.
Dehan pun juga membalasnya dengan menjulurkan lidah ke adiknya itu, lalu duduk untuk sarapan.
"Lula mau dianter ayah atau abangmu?" tanya sang ayah ketika sudah selesai sarapannya.
"Lula dianter sama bang dehan aja" sahut nya dengan memasukan sepotong roti terakhir ke mulutnya.
Sang ayah hanya menganggukan kepalanya lalu ia berdiri dan menghampiri istrinya untuk mencium keningnya, saat asik dengan kegiatan itu tiba-tiba ada suara anak laki-lakinya yang mengintrupsikan untuk berhenti.
"masih pagi yah."
Lula pun terkikik karena melihat adegan didepannya ini terhenti karena suara abangnya.
Sang ayah pun menjadi salah tingkah dan bergegas berjalan keluar rumah untuk pergi ke kantor.
Lula pun melirik kan matanya ke jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 06:15.
"ayoo bang Dehan, nanti Lula terlambat, Lula tunggu dimobil ya" ucap nya lalu berdiri dan melangkahkan kaki nya menuju mobil abangnya.
Tak lama menunggu akhirnya Dehan pun masuk kedalam mobil dan menghidupkan mobil nya untuk mengantarkan sang adik kesekolah baru nya.
πππ
"Selamat pagi" sapa seorang guru disalah satu kelas. siswa siswi yang awalnya ramai itu sontak terdiam dan menjawab sapaan guru.
"Pagi bu" jawab murid dengan serentak.
Pandangan mata seluruh siswa siswi yang ada dikelas mengarah pada seorang siswi baru yang berada disebelah gurunya dengan gaya berpakaian seperti siswi SMA lainnya seperti rok sepanjang lutut, baju seragamnya rapi, memakai dasi. Namun,Β itu hanyalah formalitas bagi Lula.
Guru itu tersenyum melihat raut bahagia anak muridnya yang terlihat minat sama seorang murid baru disamping nya.
"silahkan perkenalkan namamu"
Lula mengangguk.
"Delula Putri, kalian bisa panggil Lula, salam kenal" ucap Lula.
"Silahkan duduk dikursi kosong yang ada Lula" sekali lagi Lula mengangguk. ia berjalan santai menuju satu-satunya kursi kosong yang ada dikelas itu.
Seorang gadis yang duduk disebelah nya ini berpenampilan seperti dirinya dengan rambut yang ikat kuda dan sedang membaca novel. Hmmm, sepertinya dia tipe orang yang cuek.
"hai, gue Lula" ucap gadis itu dengan tersenyum ramah. Gadis yang sedang membaca novel itu mendongakkan kepalanya dan membalas uluran tangan Lula dengan tersenyum kecil.
"Olivia."
Sahut gadis itu lalu kembali memfokuskan pandangannya ke buku novel.
Sepertinya gadis ini benar-benar cuek dengan keadaan sekitarnya. buktinya ia lebih fokus dengan dunianya sendiri tanpa memperhatikan guru sedang mengajar.
πππ
Bel tanda istirahat sudah berbunyi. Guru geografi yang sebelumnya mengajar segera mengakhiri pelajarannya dan bergegas keluar kelas. Mungkin Beliau sudah lelah.
Seluruh murid kelas Lula tepatnya di XI Ips1 ini menyambut antusias, karena setelah dua jam lamanya berperang dengan rumus yang menghitung jumlah penduduk seolah ingin membunuh mereka. akhirnya sekarang bisa istirahat dan mengisi tenaga.
"ugghhh, akhirnya selesai juga" ucap Lula setelah menulis rumus dan contoh soal yang ada dipapan tulis sambil merenggangkan tangannya ke atas.
Lula menoleh ke samping terlihat teman sebangkunya ini tidak merubah gaya duduk nya dari pagi, Lula hanya mengedikkan bahunya kemudian berdiri dan mengeluarkan baju seragamnya dari rok yang sebelumnya sudah sangat rapi lalu membuka ikatan rambut untuk menggerai rambut hitam panjangnya.
Itu menjadi kebiasaan Lula saat disekolah sebelumnya. Bukan aneh lagi kalau BadGirl seperti Lula itu selalu berpakaian acak-acak padahal saat berada dirumahnya dia selalu diajarkan untuk berpakaian dengan anggun bak princess.
Bagi Lula berpakaian seperti itu membut dirinya terkurung seperti Rapunzel, cuma sekali Lula berpakaian seperti layaknya wanita yaitu saat pergi ke acara pesta kolega bisnis ayahnya.
Flashback
Pernah suatu hari Lula diajak oleh orang tuanya untuk ikut ke acara pesta kolega bisnis ayahnya.
Sang bunda memaksa Lula untuk memakai dress panjang sampai mata kaki berwarna peach yang sudah dibelikan untuk anaknya itu.
Dengan segala ancaman akhirnya, Lula pun pasrah memakai dress itu dan berangkat bersama kedua orang tua nya.
Saat berada dipesta tingkah bar-bar Lula muncul, dia ingin mengambil minuman karena tenggorokkan nya terasa menjadi haus tetapi minuman itu terletak diujung ruangan.
dia berjalan menuju tempat minuman itu dengan langkah yang kecil karena dress yang dipakai itu mempersulit jalannya, sampai akhirnya dia mengangkat sedikit dress dibagian bawahnya dan melangkah dengan lebar, saat berjalan seperti itu tiba-tiba kakinya tidak seimbang karena dia memakai high heels. sungguh dia benci berpakaian seperti ini.
Flashback off
Olivia menoleh dengan heran ke murid baru yang ada disampingnya ini.
"kok bajunya dikeluarin?" tanya olivia sambil meletakan novelnya dimeja dan menengok ke teman sebangkunya.
"gerah"jawab Lula sambil membereskan bukunya dan dimasukan kedalam tasnya. gadis itu pun mengerutkan dahinya padahal dikelas ini sudah jelas ada dua kipas yang ada dibelakang dinding kelas dan ada didepan dinding kelas.
"Ayo kekantin liv" ajak Lula pada gadis disampingnya ini. Oliv yang sedang melamun pun tersentak kala Lula memegang lengannya. ia pun tersenyum kemudian menggeleng.
"ayolah liv, gue kan anak baru disini, jadi gue nggak tau letak kantin dimana".
Oliv hanya menghela nafas panjang, lalu ia berdiri dan berjalan menuju kantin dengan membawa novel.
"lo kekantin bawa novel?" tanya Lula saat berjalan beriringan dengannya di koridor sekolah.
"nggak ada larangan kan kalau pergi kekantin nggak boleh bawa novel".
Lula pun hanya mengangguk dan terus berjalan. sebelum masuk kantin saja sudah terlihat ramai.
Saat Olivia hendak masuk kedalam kantin yang sebelumnya itu ramai dan berisik sontak terdiam melihat Oliv masuk, dan murid murid yang berada dikantin itu pun memberi jalan seakan-akan memberi jalan kepada sang ratu.
Oliv celingak-celinguk mencari tempat duduk yang kosong, mata nya tertuju ke tempat yang paling pojok.
Gadis itu langsung menarik tangan Lula untuk duduk ditempat yang kosong itu
"mau pesen apa?"tanya Oliv ketika sudah duduk dan menghadap Lula.
"samain aja deh" sahut Lula dengan melipatkan dua tangannya diatas meja sambil melihat isi sekitar kantin.
Oliv hanya menganggukkan kepalanya dan pergi memesan dua porsi siomay, lalu beralih ke tempat minuman.
Tak lama menunggu akhirnya gadis itu pun datang dengan membawa pesanan siomay nya dan dua gelas es teh.Mereka berdua pun makan dengan diam.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan histeries para wanita yang centil.
"yaampun Dhio ganteng banget".
"OMG, prince gue Bayu lewat".
"Argaaa handsome bangett jdi tambah suka kan".
Lula pun menoleh kebelakang dan mendapati tiga orang pria yang sedang berjalan ke arahnya, Lula pun mengedikkan bahu nya dan kembali makan.
"Lepasin tangan lo dari bahu gue" sentak Oliv saat salah satu dari tiga pria itu yang sudah duduk disampingnya tepatnya disebelah kanan, kemudian merangkul bahunya.
Lula pun yang sedang makan tidak menyadari kalau tiga pria itu sudah duduk bersamanya. Lula tersentak kaget lalu melihat kearah Oliv yang sedang memarahi laki-laki itu.
Lihatlah tatapan mata dari para wanita yang meneriaki tiga pria yang sedang duduk bersamanya, seolah ingin menerkam Oliv dan Lula hidup-hidup.
"iya, jangan judes banget ntar nggak ada yang naksir gimana?" sahut laki-laki itu sambil meminum minuman Lula.
"woy, itu minuman gue, kok lu minum sih" ucap Lula dengan sewot tidak terima karena minumannya tinggal setengah gelas.
"lo yang semalem kerumah gue kan?" tanya lula dengan menunjuk pria itu menggunakan ibu jarinya. Pria itu hanya mengangguk polos bagai wajah tak berdosa.
"gue nggak mau tau, balikin minuman gue jadi penuh lagi" ucap Lula lagi dengan marah.
"oh ini punya lo, sorry deh tapi udah ada diperut nggak bisa dibalikin lagi, tunggu bentar gue beliin yang baru" sahut pria itu lalu bergegas untuk membeli minuman baru.
"lo anak baru ya?" tunjuk pria yang duduk di sebelah kiri Oliv.
Lula langsung menoleh saat dirinya ditanya oleh temen pria yang sudah meminum minumannya, Lula hanya menganggukan kepala dan melanjutkan kembali makan nya.
"gue Bayu."
"gue Dhio."
Kedua pria itu mengulurkan tangan secara bersamaan ke Lula untuk memperkenalkan dirinya masing-masing.
Lula sudah sangat kesal karena kegiatan makan nya diganggu terus, ia membanting sendok dan garpu nya ke piring lalu berdiri.
Oliv yang sedang ingin memasukan siomay kedalam mulutnya itu terhenti karena suara Lula yang mengintrupsikan nya.
"Lho, tapi ini kan belum abis" ucap Oliv dengan setengah teriak.
"Abisin aja" sahutnya dengan keras karena Lula sudah lumayan jauh melangkah.
Saat pria tadi yang ingin menggantikan minuman Lula dan sudah sampai di tempat kumpulnya tadi, ia merasa gadis yang tadi kok tidak ada.
Pria itu mencari dengan celingak celingukuntuk memastikan apakah gadis itu masih berada diarea kantin, namun hasilnya nihil gadis itu sudah pergi.
"cewek yang tadi kemana liv?" tanya pria itu dengan membawa segelas es teh ditangan nya.
"balik ke kelas."
Pria itu cuma ber-oh saja, lalu ia keluar dari kantin dengan membawa minuman es teh untuk pergi kekelas cewek itu.
Murid yang berada dikoridor merasa heran karena prince charming sekolahnya membawa minuman es teh, jarang-jarang mereka melihat prince nya mereka seperti ini.
Pria itu berjalan dengan santai, saat sudah didepan kelasnya ia melangkah masuk ke dalam, kenapa pria itu bisa tau kelasnya? karena gadis itu sekelas dengan sepupunya yaitu Olivia.
Pria itu pun langsung duduk berhadapan dengan gadis didepannya ini yang sedang memejamkan matanya sambil mendengarkan lagu menggunakan earphone, dan jangan lupa dia sedang mengunyah permen karet kesukaannya itu.
ia memandangi wajah gadis yang dulu mengisi hari-harinya, masa itu adalah masa indah baginya.
Dulu pria itu bisa melihat betapa manis senyuman gadisnya ini, sebelum waktu dimana mereka berdua terpisah selama 10 tahun.
"gue selalu inget janji kita, Ula" batin pria itu.
Setelah lama memandangi wajah gadis itu, pria itu langsung tersadar dari lamunannya untung saja gadis itu masih memejamkan matanya, pria itu langsung buru-buru pergi dari kelas gadis itu sebelum banyak murid yang datang.
Saat pria itu keluar dari kelas, Lula pun membuka matanya dan melihat diatas mejanya ada segelas minuman es teh, Lula pun bingung karena dikelasnya ini cuma ada dia seorang.
Akhirnya Lula membuang permen karet yang ada dimulut nya menggunakan tissu dan meminum es teh itu.
Tak lama kemudian, Oliv pun datang dengan membawa novel ditangan nya.
"Arga udah kasih minumannya?" tanya Oliv ketika sudah duduk.
Lula mengerutkan dahi nya.
"Ini?" jawab Lula sambil mengangkatΒ minuman itu untuk menunjukkan kepada Oliv.
Oliv pun mengangguk, tiba-tiba dia tersenyum, Lula pun merasa aneh dengan temannya ini.
"Lo kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Lula sambil meminum es teh itu.
Oliv hanya menggelengkan kepalanya, lalu kembali membaca novel.
Bel tanda masuk pun sudah berbunyi, siswa-siswi yang ada diluar kelas langsung masuk kekelas nya masing-masing, Para guru sudah keluar dari kantor dan menuju kekelas yang sudah ditentukan untuk mengajar.
"morning class."
"morning miss Rika."
πππ
Bel tanda pulang sudah berbunyi, murid-murid berhamburan keluar dari kelasnya, berbeda dengan Lula dan Oliv yang masih fokus mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru bahasa inggris itu.
"gue balik duluan gak papa kan?" tanya Oliv ke Lula sambil membereskan bukunya dan memasukkannya ke tas.
"iya, duluan aja, ini juga dikit lagi selesai" sahut Lula. Oliv menganggukan kepalanya dan langsung bergegas keluar kelas.
lima menit kemudian, tugas yang dikerjakan Lula akhirnya selesai, ia langsung membereskan bukunya lalu dimasukkan kedalam tas dan langsung melenggangkan langkahnya untuk keluar kelas.
Lula berjalan dengan santai menuju ke parkiran, ia menunggu abangnya disana untuk di jemput, terdengar suara notifikasi dari handphone Lula, ia langsung mengeluarkan hp nya dari tas dan membuka notif ternyata pesan dari abangnya.
From: abangg Dehan
"dek, hari ini abang nggak bisa jemput, kamu pulang naik taksi gak papa kan?"
Lula hanya menghela nafas panjang dan mulai berjalan menuju halte didepan.
Setelah sampai dihalte, Gadis itu duduk sambil mengoyangkan kedua kakinya, Lama menunggu tidak ada taksi yang lewat sama sekali.
Saat ia menundukkan kepalanya, tiba-tiba terdengar suara motor berhenti dihadapannya.
Lula mendongakkan kepalanya dan mengerutkan dahi ketika melihat seorang laki-laki yang mengendarai motor ninja dengan memakai jaket kulit hitam dan helm fullface nya.
"belum pulang?" tanya pria itu sambil melepaskan helm fullfacenya, kemudian merapihkan rambutnya yang berantakan.
Gadis yang ditanya itu pun hanya menggelengkan kepalanya dan melirikkan matanya ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 4 sore, ayah nya pasti sudah pulang.
"ayo gue anter pulang" ajak pria itu seraya turun dari motor nya dan duduk disamping Lula.
"Nggak usah, gue nunggu taksi aja" jawab Lula sambil menoleh pandangan ke pria itu.
"Nhgak usah menunggu yang tidak berujung kepastian, hargai dia yang selalu ada untuk lo" ujar pria itu dengan pandangan lurus ke arah depan.
Mendengar penuturan pria yang ada disampingnya itu sontak ia menahan tawa nya dan memukul pelan lengan pria itu.
"Apaan sih lo, cowok kok melankolis banget" ucap Lula dengan kekehannya.
Pria itu pun cuma nyengir tak berdosa sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Btw, kita belum kenalan lho?.. gue Arga" kata pria itu dengan memperkenalkan namanya sambil menjulurkan tangannya ke gadis itu, gadis itu pun menoleh
"Lula" jawab singkat gadis itu tanpa membalas uluran tangan Arga.
Arga pun menarikkan uluran tangannya dan mengangguk mengerti.
"Udah sore banget, lo nggak mau pulang bareng gue?" tanya Arga sekali lagi dengan mengadahkan wajahnya menatap langit.
"ogah, ntar gue diculik lagi" tolak Lula dengan sarkastik.
"yeuu.. orang mau nyulik lo juga mikir-mikir kali nanti bukan lo nya yang babak belur tapi penculiknya yang babak belur" sewot Arga. Lula hanya melirikkan matanya sinis.
"Yakin nggak mau pulang bareng gue, nanti ayah lo nyariin" ajak Arga untuk yag ketiga kali nya.
"hmm.. yaudah dehh, nanti kalo telat pulang dimarahin ayah, awas aja lo berniat nyulik gue" sahut Lula sambil menunjukkan kepalan tangannya ke.
Arga hanya berdehem saja danΒ langsung berdiri diikuti oleh Lula untuk berjalan kearah motornya.
Saat Arga sudah menaiki motornya dan memakai helmnya dia melihat Lula masih bergeming ditempat, Arga pun melepas helm nya.
"kenapa?" tanya Arga
"motor nya ketinggian" sahut Lula sambil mengerucutkan bibirnya
Arga pun terkekeh melihat sikap manja gadis didepannya ini, sungguh dia sangat merindukan sikap ini.
"motor nya yang tinggi, apa lo nya yang..." ucapan Arga membuat Lula menjadi sinis.
"yang apa?, maksud lo gue pendek gitu" sewot Lula dengan berkacak pinggang.
"Lahh, maksud gue lo nya yang imut" sanggah Arga karena takut melihat Lula marah.
Arga pun mengulurkan tangannya untuk membantu Lula menaiki motornya, Lula menerima uluran tangan Arga lalu ia menaiki motor Arga, setelah itu Arga langsung memakai helm fullface nya lagi, lalu menghidupakan motornya dan mulai menjalankannya menuju rumah gadis itu.
Selama perjalanan Arga memperhatikkan wajah Lula lewat kaca spion.
"gue akan selalu berusaha untuk selalu ada disisi lo saat lo butuh bantuan apapun itu, la" batin Arga.
Arga mempercepat laju motornya karena langit sudah mendung.
πππ
Motor Arga pun sudah sampai di depan rumah Lula, Arga mematikan motornya lalu ia mengadahkan tangannya kebelakang untuk membantu Lula turun dari motor nya.
"Thank's yaa" ucap Lula setelah turun dari motor Arga.
Arga hanya menganggukkan kepalanya dan membuka kaca helm nya.
"udah sana masuk " suruh Arga.
"ok, be careful" kata Lula. kemudian ia membuka gerbang rumahnya untuk masuk kedalam rumah lalu menutupnya kembali.
Setelah gerbang tertutup, Arga hanya memandang rumah yang ada dihadapannya ini dengan sendu.
"Gue akan memastikan lo pulang dengan keadaan yang bahagia" gumam Arga yang masih berada dimotornya.
Arga pun langsung menyalakan motor nya dan menutup kaca helmnya kembali.
πππ
Lula masuk kedalam rumahnya ia melemparkan tas nya dan menghempaskan tubuhnya disofa lalu memejamkan matanya.
"kok baru pulang?" tanya Sang bunda yang muncul dari arah dapur dengan membawa segelas air putih untuk putrinya.
Lula yang sedang memejamkan mata sontak langsung membuka matanya dan melihat kearah bunda yang sedang menghampiri dirinya.
"Tadi nungguin taksi tapi nggak ada yang lewat".
"Terus tadi pulang naik apa?"tanya sang bunda yang sudah duduk disamping Lula sambil menyodorkan minuman yang dibawanya untuk putrinya itu.
"Naik motor, bun" jawab Lula setelah menerima minuman dari bundanya itu, lalu ia menegaknya hingga tinggal setengah gelas dan menaruhnya di atas nakas meja.
"motor? laki-laki?".
"iya, laki-laki bun, yang semalem kesini loh".
"oh, dia satu sekolah sama kamu".
Lula hanya menganggukan kepalanya, lalu memeluk lengan bundanya dan menyandarkan kepalanya ke pundak sang bunda dengan memejamkan matanya.
"udah sana mandi, bau asem" suruh bunda sambil mengipaskan tangannya didepan wajahnya dengan menahan tawanya.
Lula mengerucutkan bibirnya lalu ia melepaskan pelukannya dilengan sang bunda, ia mengambil tas nya lalu mencium pipi sang bunda dan bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.
**********
Hai guyss...
Minta partisipasinya yaa untuk men like ceritanya..
Biar lebih akrab bisa follow akun instagram aku @ana_nurjanah02