
Happy Reading
***
"Kebahagiaan itu akan muncul jika ada seseorang yang membuat kita tertawa lepas bagai tak ada beban"
πππ
Langit hitam kini berganti warna. Perpaduan warna biru dan kuning, Warna yang diberikan oleh matahari yang baru saja muncul. Kehadiran bulan pun tergantikan.
"Morning semua" Riang Lula yang baru saja memasuki ruang makan.
"Morning"
Lula langsung menarik kursi untuk duduk, gadis itu mengambil roti dan mengoleskan selai kesukaannya yaitu coklat.
"Nanti bunda mau pergi kerumah temen bunda, kamu sendiri dirumah gak papa kan?" Tanya bunda.
Lula menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Ayo cepat dek, abang anter kesekolah sebentar lagi pesawat abang mau take off" ucap Dehan. Lula menghentikan kegiatan makannya dan raut wajah yang tadi bahagia kini menjadi muram.
Selera makan Lula menjadi hilang, ia langsung bangkit dari tempat duduknya dan bergegas menuju mobil. Sungguh ini adalah pagi yang buruk untuk Lula.
Setelah Lula pergi ke mobil, Dehan langsung mengacungkan jempolnya ke kedua orang tuanya dan dibalas dengan senyuman karena rencana yang dijalankannya berhasil.
Flashback on
Drrrtttt.. Drrrttttt
Ponsel Dehan bergetar dikala dirinya sedang mengerjakan tugas skripsi dilaptop
"Nggak ada namanya, siapa sih nelpon malem malem" gumam Dehan
"Halo" Terdengar suara laki-laki dari sebrang sana
"Halo siapa ini?"
"Saya Arga bang"
"Arga? Arga siapa ya?"
"Iya, yang waktu itu nyelamatin Lula bang"
"Oh, btw dapet nomer gue darimana"
"Dari bunda bang, saya nelpon bang Dehan cuma ingin ngajak kerja sama buat bikin surprise untuk Lula"
"Apa?"
.........
Flashback Off
Moodnya kini berubah menjadi buruk karena abangnya ingin pergi disaat dirinya sedang berulang tahun.
Mungkin menyendiri hari ini lebih baik.
Pintu mobil dipengemudi terbuka, Dehan memasuki mobilnya, ia melirikkan matanya ke arah Lula yang saat ini sedang menatap kearah luar.
Keheningan sudah hadir di antara kedua saudara ini hanya terdengar suara alunan musik dari radio yang pelan.
Kemacetan sudah hal biasa diperkotaan apalagi ditambah guyuran hujan yang kecil, bisa terlihat para pekerja, murid sekolah sedang berlarian kecil menuju tempat untuk berteduh.
Lula melirikkan matanya ke arah jam tangan putihnya.
Seketika dirinya melebarkan matanya dengan panik karena sepuluh menit lagi bel sekolah akan berbunyi
"Bang, Lula turun disini aja ya" ucap Lula sambil menoleh ke Dehan yang sedang fokus kedepan
"Hemm" jawab singkat Dehan dengan pandangan kedepan tanpa melihat kearah Lula
Lula mencebik, ia langsung turun dari mobil dan berlarian menuju kesekolahnya karena tak jauh dari tempat macet tadi
Namun saat berlari tiba-tiba tubuhnya terciprat air kotor yang berasal dari jalan yang berlubang karena ada mobil yang melaju dengan cepat
"Shitt!!"
Pakaian seragam Lula jadi kotor, ia membersihkannya dengan mengusap seragamnya. Hasilnya pun nihil, malah membuatnya lebih kotor.
"Kenapa sih, hari ini gue apes mulu" gumamnya sambil berjalan dengan satu tangannya menutup kepalanya dan satu tangannya menepuk bagian seragam yang kotor
Terlalu fokus dengan kegiatannya, dia tidak sadar kalau dirinya sedang dipayungi oleh seorang laki-laki
"uhhh, akhirnya ujannya berhenti, tapi kok disana hujan yaa" ucap Lula dengan pelan.
Lula pun mendongakan kepalanya dan melihat ada payung yang sedang melindungi tubuhnya dari air hujan.
Saat ini hujan sedang curang datangnya bersamaan melawan satu orang yang tak berdaya.
Buru-buru Lula berbalik dan mendapati Arga sedang memayungi dirinya sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipi nya.
Seketika Lula langsung merona entah kenapa dirinya merasakan gelenyar aneh didalam dirinya ini
"Astaga jantung gue" batin Lula.
Arga yang melihat pakaian seragam Lula kotor langsung ia memberikan payung nya ke Lula untuk dipegangi, laki-laki itu melepas jaketnya untuk menutupi tubuh Lula yang transparan karena basah.
Lagi-lagi itu membuat Lula tidak bisa berkutik, sungguh hari ini dia merasa dispesialkan oleh seorang laki-laki yang asing menurutnya.
Arga mengambil alih payungnya dan menuntun Lula untuk menuju sekolahnya.
Namun, ada sosok perempuan dari jauh sedang menatap kearah Lula dan Arga yang memunculkan sikap ketidaksukaannya
"Tunggu tanggal mainnya Lula, Dia cuma milik gue" ucap perempuan itu sambil tersenyum smirk.
Perempuan itu langsung pergi. Tak disangka dibelakang perempuan tadi ada Oliv.
Ya, sedari tadi dia mendengarkan ucapan perempuan itu, sengaja dia berada dibelakangnya. Karena dia tahu perempuan itu pasti mempunyai rencana jahat untuk siapa saja yang mendekati Arga.
Oliv bergegas menuju kesekolahnya setelah melihat perempuan itu jauh dari pandangan
πππ
Kringgg.. Kringgg
Arga mengantar Lula sampai kedepan kelasnya, Lula berbalik menghadap Arga.
"Udah sampai sini aja, lo gak perlu masuk" ujar Lula. Gadis itu tidak tahan berada didekat Arga.
"Iya, udah sana masuk" suruh Arga, ia menepuk nepuk puncak kepala Lula.
Mendapat perlakuan seperti itu, Lula langsung masuk kekelasnya. Arga pun melangkahkan kakinya untuk bergegas menuju kelas nya.
πππ
Dilain tempat Dehan sedang mempersiapkan kejutan buat adiknya ini ditaman belakang rumahnya. Ia sengaja berbohong kepada adiknya untuk pergi ke Dubai, padahal ini adalah bagian rencana Dehan dan Arga.
Bunda dan ayah nya pun ikut membantu mempersiapkan kejutan untuk anaknya.
πππ
"Lo kenapa?" tanya Oliv ketika melihat Lula yang sedang menangkup pipinya dengan kedua tangan.
Lula pun langsung menoleh ke Oliv, "pipi gue merah ya?" tunjuk Lula saat melepaskan tangkupan dipipinya
"Omgg!, Itu kenapa? udah kaya kepiting rebus merah banget" kaget Oliv ketika melihat wajah Lula tepatnya dibagian pipinya berwarna merah
"Ahhh gue kan jadi malu" ucap Lula kemudian ia menelusupkan wajahnya ke meja
"Yaudah sih gak papa, warna merah di pipi lo kan alami, nggak kayak si onoh merahnya pake make up" ujar Oliv dengan suara sedikit meninggi seakan menyindir seseorang sambil melirikkan matanya kearah cewek ber make up tebal.
Braaakkk
"Woy, lo nyindir gue!"Β teriak cewek ber make up tebal itu yang bernama angel sambil menunjuk kearah Oliv
Oliv pun menutup mulutnya seakan terkejut, "Uppsss kesindir yaa"
Saat angel ingin menghampiri Oliv, ia ditahan oleh antek-anteknya. Karena sebentar lagi guru akan masuk
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
"Kalian sudah sarapan belum?"
"Belummm"
"Aduhh ibu perhatian banget nanyain saya udah sarapan apa belum" celetuk Oliv. Sontak semua murid langsung menyorakinya.Oliv melototkan matanya ke semua murid yang menyoraki dirinya. Lula hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudah sudah sekarang ibu absen yaa, Angel"
"Always bu"
πππ
Drrttt drrttt
Ponsel Arga bergetar saat ia sedang berjalan menuju perpustakaan, ia mengangkat telepon tanpa menghentikan langkahnya .
πBang Dehan is calling..
"Assalamualaikum, iya bang"
"Wa'alaikumsalam, semua udah siap sesuai rencana"
"Ok, Thanks ya bang, lo udah bantuin gue"
"Iya santai aja"
Sambungan pun terputus saat sudah sampai didepan perpustakaan, buru-buru ia memasukan handphone nya ke saku celana.
πππ
Kringgg..Β Kringgg..
Bel tanda istirahat berbunyi. Lula dan Oliv sedang berjalan dikoridor sekolah menuju kekantin. Tiba-tiba ada seorang laki-laki seperti terdorong dari dalam kelasnya, sontak Lula dan Oliv berhenti karena laki-laki itu ada didepan Lula dan Oliv.
"Astaga".Β Mereka berdua terkejut ketika tahu siapa yang ada didepanya
"Ga, Lo kenapa?" ucap Lula. Dua gadis itu langsung membantu Arga untuk berdiri dan berjalan menuju uks.
Setelah sampai di uks, Arga langsung dibaringkan dibrangkar. Oliv melepaskan rangkulannya untuk mengambil kotak obat P3k.
"Nihh lo obatin lukanya Arga, gue mau kekantin dulu, perut gue susah diajak kompromi" ucap Oliv sambil menyerahkan p3k ke Lula dan bergegas keluar dari uks.
Lula membuka p3k untuk mengeluarkan kapas dan menuangka sedikit alkohol, lalu ia mengobati luka diujung bibir Arga.
meringis kesakitan kala lukanya disentuh oleh kapas
"Ehh, sakit ya" ucap Lula. Arga menganggukan kepalanya
Dengan sengaja Lula malah menekankan luka Arga
"Aduhhh" ringis Arga
"Maka nya jangan jadi sok jagoan berantem dikelas, jadi gini kan!" Omel Lula. Sebenarnya gadis itu merasa kasihan, tapi apalah daya kekesalan hari ini malah makin bertambah
Arga cemberut bukannya mendapat perhatian malah dapat omelan
Lula langsung memasukkan kembali alkohol ke kotak p3k dan menaruhnya dilemari kecil
Baru saja Lula memegang knop pintu untuk keluar, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Arga. Karena Arga kurang menyeimbangkan dirinya saat menarik Lula, mereka berdua pun jatuh dengan Lula berada diatas tubuh Arga.
Mereka masih saling bertatapan. Lula pun langsung sadar dan berdiri yang diikuti oleh Arga.
"Gu-gue tadi emm" gugup Arga. Dirirnya menjadi salting sungguh kejadian ini tidak terduga untuknya.
Lula hanya menaikkan satu alisnya, lalu melangkahkan kakinya untuk keluar dari uks meninggalkan Arga diuks.
"Yahhh, dia pergi lagi" gerutu Arga saat ia ditinggal sendirian dikantin
TBC
πππ
Hai-hai, pertama aku ucapkan terima kasih buat yang udah baca cerita aku dan buat yang udah vote cerita aku makasih banget karena kalian udah menghargai aku dalam penulisan cerita absurd ini..