
"Hadirnya cinta ini membuat tubuh bergetar hebat..
Detak Jantung pun tidak karuan...
Senyum yang tak pernah pudar..
Disambut baik oleh Senja.."
πππ
Mobil sport merah memecah keramaian kota, melintasi bagai tak ada halangan apapun. Saat memasuki kawasan yang mulai sepi, pengendara mobil itu melihat ada segerombolan cewek yang berseragam seperti Anak SMA yang sedang mengeremuni seseorang. What anak SMA??
Tinn...
Suara klakson mobil menghentikan kegiatan merekaΒ yang ada didepan mobil, entah apa yang mereka lakukan
Mereka pun langsung berbalik badan untuk mengetahui siapa yang berani memberhentikan kegiatan mereka dan langsung menghampiri pengendara mobil itu
Salah satu gerombolan cewek itu menggedor-gedor kaca mobil
"Woi keluar lo!!"
Pengendara mobil itu pun membuka kaca mobilnya dengan tatapan lurus kedepan, kemudian melepaskan kacamata hitam yang dipakainya.
Dan menoleh kearah cewek yang meneriaki dirinya
Dia adalah seorang gadis SMA.
Yuppss, Pengendara mobil sport itu adalah Lula. Si cewek dengan julukan BadGirl Troublemaker
Lula hanya menanggapi dengan menaikkan satu alisnya dan mengangkat dagu pongah seolah-olah bertanya
"Wahh ngajak ribut nih, keluar lo!!" tunjuk salah satu cewek dari segerombolan itu yang tadi menggedor-gedor mobilnya
Lula pun langsung membuka pintu mobilnya, dan keluar dengan gaya sombong dengan lengan seragamnya yang dilipat
Cewek itu pun melihat gaya Lula yang sudah berdiri dihadapanya ini dari bawah sampai atas sambil tersenyum sinis
"Baru punya mobil lo!" kata cewek itu sambil bersedekap tangan didada
Lula hanya menatapnya dengan datar, ia mengabaikan ocehan dari cewek itu dan berjalan menuju kearah seseorang yang sedang dikerumuni oleh segerombolan cewek itu
Lula membelalakan matanya ketika melihat seseorang yang dikerumuni itu adalah seorang gadis SMA yang sudah basah kuyup, rambutnya acak-acakkan, bajunya penuh noda noda kotor, gadis itu menangis sambil menundukkan kepalanya.
Lula pun mendorong cewek yang ingin menghalangi dirinya untuk membantu gadis itu sampai terjatuh dan dibantu oleh antek-anteknya.
ia langsung menghampiri gadis itu lalu memegang kedua bahunya untuk membantu berdiri dan berjalan kearah mobil nya. Namun langkahnya terhenti, karena tangan gadis yang sedang bersama Lula itu ditahan oleh cewek yang menggedor-gedor mobilnya
"Mau kemana lo?!, Urusan kita belum selesai!! Enak aja lo mau pergi!"
"Tapi kan ka, aku nggak ngerebut pacar kakak, kita emang deket dari kecil"
"Alahhh.. mana percaya gue sama cewek jal*ng kayak lo! lo tuh harus dapat hukuman"
Saat cewek itu ingin menampar gadis, Lula langsung menahan tangan cewek itu dan menghempaskannya dengan kasar
"Dari tadi gue cuma diem aja ngeliat kalian berlaku seenaknya, tapi sekarang lo udah kelewatan batas dan ini udah nggak bisa dibiarin aja" Ucap Lula dengan raut datar
"Lo masuk ke mobil gue, sekarang!" Ucapnya lagi ke gadis yang sedang bersamanya itu. Gadis itupun menganggukan kepalanya dengan cepat dan langsung bergegas ke mobil Lula.
"Siapa lo? mau jadi pahlawan kesiangan, Hah!" sinis cewek itu. Tanpa ekspresi Lula berjalan mendekati cewek itu dan
PLAKKKK
Tamparan yang cukup keras, lihatlah baru satu kali tamparan ujung bibir cewek itu sudah mengeluarkan cairan merah
Cewek itu meringis saat memegang pipinya yang ditampar, dia merasakan ada cairan yang keluar dari ujung bibirnya
"Oh shit" batin cewek itu.
Cewek itu sudah siap melayangkan tangannya untuk menampar Lula. Namun, apalah daya pergerakan nya sangat lamban, tangan cewek itu sudah cepat ditahan oleh Lula dan langsung diputar dengan posisi pergelangan tangan dibelakang punggungnya
Lula mendekati wajahnya ke telinga cewek itu
"Tubuh lo itu lemah, nggak akan kuat buat lawan sama gue" bisik Lula dan langsung menghempaskan tubuh cewek itu yang langsung dibantu oleh antek-anteknya
"Tunggu pembalasan dari gue" ujar cewek itu dengan sinis
"Dengan senang hati" sahut Lula seraya membungkukkan setengah badannya bak pengawal
Melihat tingkah Lula seperti itu, ia menjadi geram dan langsung pergi yang diikuti antek-anteknya
Tapi ada salah satu antek nya mengampiri Lula
"Kamu hebat bisa kalahin Sarah"Β ujarnya dengan polos sambil menepuk tangannya dan berlalu pergi
Lula hanya menggelengkan kepala dan langsung melangkahkan kakinya untuk memasuki mobil sportnya
Saat sudah didalam mobil, Lula menoleh ke arah gadis yang ada disampingnya ini, ia mengerutkan dahinya setelah melihat seragam yang dipakai gadis ini sudah bersih
"Lo bawa baju seragam dua?" tanya Lula. Gadis itu menganggukan kepalanya
"Aku selalu bawa baju seragam sekolah cadangan kak, buat antisipasi aja" ucap gadis itu. Lula pun hanya ber-oh saja dan langsung menyalakan mobil nya
Keheningan didalam mobil sudah tercipta. Namun, keheningan itu sudah pecah ketika Lula berbicara
"Lo sekolah dimana? biar gue anter" tanya lagi dengan tatapan kedepan karena fokus menyetir
"SMA Angkasa, kakak sekolah dimana?" tanya gadis itu.
"SMA Karya Bangsa"
"Wahhh, sama kayak bang gaga dong"
"gaga?"
"Iya bang gaga juga sekolah disana, sekolah orang elit semua, aku aja nggak lolos masuk kesana" jelas gadis itu
"gue nggak tau, soalnya gue anak baru" timpal Lula.Gadis itu hanya ber-oh ria
"Belok kiri ka"
Lula langsung mengikuti arahan gadis itu dan tak lama sampai ditempat yang ditunjukkan gadis itu.
Para siswa siswi yang ada di didepan gerbang sekolah itu langsung menganga melihat mobil yang begitu mewah ada disekolahnya
"Udah sampai" ucap Lula ke gadis itu. gadis itu sedang merapikan bajunya untuk turum dari mobil
"Terima kasih ya ka, oh iya kita belum kenalan, aku mila" sahutnya dengan mengulurkan tangan ke Lula untuk memperkenalkan diri. Lula hanya melirik dan kembali melihat kedepan
"Lula" jawab Lula dengan singkat tanpa membalas uluran tangannya. Mila pun menarikkan uluran tangannya kembali dengan tersenyum
"Ok, Be careful ka" ucap Mila, kemudian turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam sekolah
Lula memperhatikkan Mila sampai masuk kedalam sekolah, setelah Mila sudah masuk, Lula memakai kembali kaca mata hitamnya dan berlalu pergi dengan mobil sportnya untuk kesekolah karena hari sudah siang
πππ
Suara deru mobil sport menggema di parkiran sekolah SMA Karya Bangsa, setelah mobil itu terparkir dengan rapih, seorang BadGirl turun dengan gaya angkuh sambil memainkan kunci mobil dijari telunjuk kiri dan berjalan untuk memasuki kelasnya tak lupa ia sedang memakan Bubble gum kesukaannya.
Dilain tempat Arga sudah menunggu kedatangan Lula, ia berada di lobby sekolah, ia tolah-tolih mencari Lula apakah sudah sampai apa belum? karena dirinya sudah membelikan susu kotak dan roti untuk Lula. Namun, matanya memicing ketika melihat seorang gadis yang sedang berjalan kearahnya, buru-buru ia menghampiri dengan membawa makanan dan minuman yang ada ditangannya
"Pagi Lula" ucap Arga dengan senyuman saat tepat berada dihadapan Lula. Lula pun memberhentikkan langkahnya dan menatap datar pria yang ada dihadapannya sambil mengunyah Bubblem gum
"Jawab dong sapaan gue" ucap Arga ketika tidak mendapat respon dari Lula.
Arga cuma ber-oh ria
"Nih buat lo" kata Arga sambil memberikan susu kotak rasa vanila dan sebungkus roti coklat ke Lula.
Lula hanya mengambil sebungkus roti
"Thanks" ucapnya dan melangkahkan kakinya untuk pergi kekelas meninggalkan Arga
Arga pun menyusul Lula, dia bingung kenapa hanya roti saja yang diambil
"Susu nya nggak lo ambil juga?" tanya Arga saat sudah berjalan beriringan dengan Lula
"Gue ngga suka susu vanila"
Arga memberhentikan langkah nya, berbeda dengan Lula yang masih terus berjalan
"Gue bahkan sudah lupa apa yang lo ngga suka, la" batin Arga
Arga memperhatikan Lula sampai masuk kekelasnya
Kring... Kring..
Tanda bel sekolah sudah bunyi pertanda pelajaran akan dimulai, buru-buru Arga berjalan menuju kekelasnya yang masih memegang susu kotak
Saat memasuki kelas, Arga langsung menaruh susu kotak itu diatas meja guru dan menuju tempat duduk nya
"Pagi Anak-Anak" ucap guru yang baru memasuki kelas Arga
"Pagi bu rara" jawab semua murid dikelas itu dengan serentak
"Wahh siapa yang menaruh susu disini?" Tanya guru itu kepada muridnya ketika melihat susu kotak ada diatas mejanya
"Tadi ada pangeran ganteng bu yang naruh susu kotak itu" sahut Arga.
Sontak semua murid yang mendengarnya pun langsung menyorakinya
Arga cuma nyengir dengan wajah polos sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Guru itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
"Sudah, sekarang buka buku paket halaman 57"
πππ
Lula memasuki kelasnya dengan santai tapi tunggu kok kelasnya sepi banget cuma ada Oliv yang lagi fokus baca buku keramatnya dan anak laki-laki culun yang duduknya dipojokkan kelas, mereka berdua sama-sama baca buku yang menciptakan keheningan kelas. Iyalah kalo rame diskotik dongπ€£
"Pada kemana nih?" tanya Lula ke Oliv saat sudah menduduki bangkunya
Oliv hanya mengedikkan bahu nya. "Paling juga kekantin, guru nggak masuk" jawabnya dengan pandangan yang tak terlepas dari buku keramat itu biasanya sih familiarnya Novel
Lula cuma ber-oh saja, ia langsung mengeluarkan headseat dari tasnya yang sudah terpasang dengan handphone untuk mendengarkan musik
πππ
Kring... Kring
Bel tanda istirahat sudah berbunyi, suasana koridor sangat riuh, para murid SMA Karya Bangsa berlomba-lomba menuju kantin untuk medapatkan tempat, berbeda dengan gadis ini, ia malah berjalan menuju perpustakaan untuk membaca buku novel
Saat ingin berbelok, tiba-tiba ada yang menumpahkan minuman ke bajunya
"aduhhh jadi kotor kan" ucap Lula sambil membersihkan bajunya dengan menepuk-nepuk bagian yang terkena tumpahan minuman itu
"e-emm, ma-af ka.. a-aku ng-gak se-ngaja" gugup cewek yang menumpahkan minuman itu ke bajunya Lula dengan menundukkan kepalanya
Lula pun mendongakkan kepalanya, ia melihat cewek yang ada dihadaannya ini dengan tampilan rambut berkepang dua hemm bisa dibilang sedikit culun, Lula pun tersenyum lalu menepuk bahu cewek itu
"udah santai aja, lo nggak perlu takut, gue bukan mak lampir" tutur Lula dengan lembut
Cewek itu pun terkejut mendengar penuturan dari gadis dihadapannya ini, karena baru pertama kali ada yang berbicara sesopan itu kepadanya
Lula melanjutkan langkahnya menuju perpus meninggalkan cewek itu yang masih dikuasai oleh keterkejutannya
Sampainya di perpus, Lula sudah merasakan kesunyian tempat itu, dimana keadaan yang menjadi favorite nya. Lula menuju ke arah penjaga perpus
"Permisi Bu, tempat bagian novel dimana ya?" tanya Lula dengan sopan kepada penjaga perpus yang berhijab itu
"Itu dilemari bagian keempat" tunjuk penjaga perpus itu. Lula pun mengikuti arah yang ditunjuk oleh penjaga perpus itu
"Terima kasih bu, saya permisi"
Penjaga perpus itu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Lula berjalan ke lemari bagian empat itu, dia melihat berbagai macam novel.
Saat Lula melihat novel karya Tere Liye yang berjudul "Hujan", ia inginΒ mengambil novel itu untuk dibaca, tapi secara bersamaan ada orang lainΒ yang memegang novel itu.
Lula memiringkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang lagi memegang novel itu dan secara bersamaan orang itu jug melakukan hal yang sama dengan Lula.
Lula hanya menatap datar, berbeda dengan orang itu yang lagi senyum sambil melambaikan tangannya, siapa lagi kalau bukan Arga.
"kayak orang baru ketemu aja" batin Lula
Arga POV
Gue nggak tahu kalau Lula juga ada diperpus, Gue cuma ingin mengambil novel untuk diresume buat tugas Bahasa Indonesia, entah ada angin apa Lula juga ingin mengambil novel yang gue pegang ini.
Betapa bahagianya gue, dipertemukan tanpa sengaja dengan Lula, gue senyum ke dia sambil berdadah dadah, tapi dia membalasnya dengan tatapan datar
"Sial, jantung gue marathon nih" batin gue sambil memegangi dada bagian kiri
Dengan sukarela gue melepaskan novel yang pengen gue ambil, kemudian dengan cepat Lula langsung mengambilnya dan membawanya ke tempat duduk yang ada diperpus, gue cuma berdiri diam ditempat sambil melihat Lula yang mulai fokus baca novel itu.
Gue cari novel yang lain buat resume tugas bahasa Indonesia, setelah mengelilingi akhirnya dapat juga novel yang gue suka
Gue berjalan kearah penjaga perpus itu, " Bu, saya pinjam novel ini ya bu, nanti saya kembalikan lagi kalo tugas resume sudah selesai" izin gue ke penjaga perpus
"Ok, jaga yang baik bukunya" tutur penjaga perpus itu
Gue jawab dengan gaya hormat seperti saat upacara bendera, penjaga perpus itu cuma menggelengkan kepalanya
Setelah mendapat izin, gue menoleh sebentar kearah Lula betapa fokus dia saat baca novel
"Kalo suka mah bilang, jangan cuma diliatin doang, diambil orang aja baru tau rasa kamu" celetuk penjaga perpus itu dengan tiba-tiba
Sontak gue langsung mengalihkan pandangannya ke penjaga perpus itu yang sedang menahan tawa, Terciduk saat memperhatikan seseorang adalah hal yang sangat memalukan, gue cuma nyengir sambil menggaruk tengkuk, buru-buru gue pergi dari tempat itu untuk menghindari godaan dari penjaga perpus
Author POV
Setelah Arga pergi dari perpus itu, bel tanda masuk pun sudah kembali berbunyi, Lula masih fokus dengan dunianya sendiri. Para murid yang ada diperpus itu berhamburan keluar untuk menuju kekelasnya. Penjaga perpus itu melihat Lula masih diam ditempat, beliau langsung menghampiri Lula
"Dek, bel sudah bunyi, kamu nggak masuk kelas" ucap penjaga perpus itu dengan menepuk bahu Lula
Lula yang masih asik dengan dunianya pun terkejut akibat tepukan dibahunya, ia pun menutup novel itu
"eh, iya bu ini juga mau kekelas, saya pinjam novel ini ya bu" jawab Lula sembari minta izin untuk meminjam novel itu, penjaga perpus itu menganggukkan kepalanya pertanda boleh dibawa
Lula pun beranjak dari tempat duduknya dan mulai melangkahkan kakinya untuk pergi dari perpustakaan menuju kelasnya
πππ
Hai- hai guyss..
Attention please..
Jangan lupa Like ya, biar aku senang ππ