
Oh tidak ini benar-benar candu. Cony-lovely ini begitu memanjakan tubuhku. Hatiku berteriak 'Jangan berhenti brengsek! kaulah yang mengajariku ini dan kau harus bertanggung jawab menyelesaikan ini.'
Bagaimana tidak, otot bisepnya berkonsentrasi membentuk gumpalan kuat nan kekar. Keringat yang menyelimuti kulitnya memberikan siluet indah tubuhnya. Bibirku terasa gatal ingin mengigitnya, merasakan otot-otot itu berada tanganku. Akupun melakukannya. Mengigit bahu berototnya dan mencium leher ini. Dan dijawab geraman seksi dari Mr yang berada di atasku ini.
Yes...
Dan lagi, bahunya berada tepat di bibirku sebelum menggerakkan kepalaku untuk mendongak membiarkan si Cony-lovely menjelajahi leherku. Sayang sekali bukan jika tidak kumanfaatkan untuk menandai dirinya.
Hanya saja aku masih penasaran dan ngidam untuk melihat pantat seksi Cony lovely. Bagaimana bentuknya dan kontraksi otot di pantatnya itu, mumpung dia dalam keadaan telanjang. Oh tidak, otak absurb ku kumat lagi.
Tunggu dulu, aku baru sadar. Sejak kapan dia bertelanjang dada. bajunya juga dan berserakan di lantai. Tidak hanya tubuh kami yang saling melilit tapi baju kami juga ikut-ikutan seakan tidak ingin kalah dengan kami.
Aku tertegun sejenak, ketika kesadaran menampar wajahku ternyata aku sekarang hanya memakai dalaman baju yang cantik ini. Victoria secret. Warna hijau cantik begitu selaras dengan warna mataku.
Dari mana orang berpenghasilan biasa sepertiku mendapatkan uang untuk membeli Victoria Secret. Apalagi aku baru saja bekerja di sini.
Baiklah aku mengaku, merek semahal itu bukan dari dompetku tapi dari Cony lovely. Aku bilang jika dia minta maaf maka harus memberiku sesuatu yang membuatku senang. Dan oh God, kemarin kotak cantik berisi sesuatu yang kupakai saat ini muncul di depan pintuku.
"Kau suka pemberianku Cerry." Si Cony lovely mengangkat wajahnya, menyeringai seksi sekaligus nakal.
"Bisa dibilang begitu."
"Kau selalu membuatku gila sayang."
Lagi-lagi dia berkata seolah aku ini telah lama bersama dengan Mr Cony lovely.
"Tapi aku bukan...Aw."
Aku memekik ketika dia mengigit dada atasku.
Tangan satunya mengangkat pinggangku menahan tubuhku agar tidak terbaring di ranjang. Rupanya dia menginginkan bermain dengan posisi ku berada sedikit duduk tapi tidak benar-benar berbaring. Dia bertindak seperti tidak ingin aku membantah semua ucapannya.
Baiklah setelah kegiatan ini selesai aku akan menjernihkan masalah ini. Tidak boleh ada satupun yang mengira aku adalah si nona Cerry.
Waktunya mengabaikan semua masalah yang ada di balik pintu ruangan CEO ini. Kegiatan ini terlalu indah untuk dihentikan.
"Aku akan memilikimu lagi dan lagi. Berapa kali pun kelahiran mu, aku yang akan terus memilikimu."
"Hmmpt."
Entahlah aku tidak perduli lagi dengan ucapan anehnya. Aku hanya fokus pada kenikmatan yang dia suguhkan padaku.
Sedetik kemudian tubuhku telanjang sempurna. Mr Cony lovely melakukan gerakan membuka pertahanan terakhir ku dengan baik. Aku melayang dan otakku sudah tidak berfungsi dengan baik. Merasakan bibirnya berada di kulitku, membelai dengan lidahnya. Mengigit lalu menghisap untuk menandai puncak tubuhku.
Aku bisa gila, jika terus seperti ini aku takut akan memberi Mr Cony lovely roffies jika tidak menyentuhku. Jika dulu aku bilang wanita yang tergila-gila dengan Mr Cony-lovely tidak waras, sekarang aku tau alasannya.
"Ahhh...."
Intinya mulai merobek yang berada di bawah ini. Sakit sekali. Rasanya semua pujian buat Mr Cony-lovely hilang tak berbekas. Aku bahkan ingin memaki dirinya.
"Sebut namaku Cerry..." Geram Edward.
Aku meralat kembali kata-kata yang ingin memakinya. Gerakan Mr Cony-lovely membuatku mengila dan teriakan manjaku tanpa sadar terus keluar dari bibirku.
"Mr Edward--oh."
"Lagi, Cerry panggil Edward." Racau Mr Cony-lovely disela kegiatannya.
Terserah dia minta dipanggil apapun. Bahkan jika dia mau aku bisa memanggilnya 'Black Sweet'. Dia hitam-hitam tapi manis. Tapi rambut kepalanya tidak hitam, jadi apa ya yang hitam. Meskipun malu tapi aku ingin mengintip sesuatu agar dugaan ku benar. Jika ada sesuatu berwarna hitam di tubuhnya.
"Edward oh." Hantaman demi hantaman terus mendesak inti tubuhku. Aku sudah tidak tahan tapi tidak ingin melewatkan.
Sudah satu jam lebih dia mencari klimaksnya. Tangannya melingkar di pinggangku lalu membaliknya. Menyebabkan aku menungging. Oh gaya ini, rata-rata pria menyukai gaya ini. Karena menusuk begitu dalam juga menyajikan bulatan yang menggoda.
Akhirnya dia mencapai puncak, tubuhnya ambruk di samping tubuhku. Memelukku erat dan membelai lembut rambut pinkku .
Setelah kegiatan panas kami, aku tertidur. Aku tidak perduli apalagi yang dilakukan oleh Mr Cony -lovely. Mataku tidak sanggup agar tetap terjaga.
Aku tidak tau sudah tidur berapa jam di ruang pribadi sang bos. Tubuhku terasa lengket dan mulai menganggu kenyamanan. Aku berniat membersihkan diri di kamar mandi yang terletak di pojok sana. Harus kuakui kekuatan kekayaan Mr Cony -lovely. Seperti mampu membeli dunia sekalipun.
Normal POV.
Inoe mendatangi kembali Connor tower. Kali ini dia ingin merebut perhatian Edward, sebelum pria itu terjatuh dalam pesona kembaran Cerry.
Potongan baju cantik one piece dan elegan membungkai tubuh seksinya. Warna ungu sudah pasti menjadi pilihannya.
Tanpa mengetuk pintu, Inoe masuk dan mendapatkan tatapan tajam dari Edward.
"Jika kau masuk tanpa mengetuk pintu, aku akan menyuruh security menyeretmu keluar."
"Jangan terlalu kaku Edward," nada manja dan menggoda Inoe membuat Edward semakin menatap Inoe tajam.
"Baiklah, maafkan aku." Ucap Inoe. Tanpa di duga dia mencoba duduk dipangkuan Edward.
"Hentikan ini Inoe!" Bentak Connor.
"Kenapa kau selalu menolakku Edward? Bukankah dia telah tiada?" Rintih Inoe, hatinya begitu sakit melihat penolakan Edward yang bertubi-tubi.
"Aku menghargai dirimu karena kau adalah sahabat Cerry, jika tidak kau akan bernasib sama dengan wanita-wanita gila itu." Ucap Edward datar.
Inoe memucat, dia tau para artis dan model yang dilarang masuk ke Connor tower mengalami kehancuran dalam kariernya. Tentu saja para agensi maupun label akan enggan dengan artis atau model yang mempermalukan dirinya demi seorang pria. Apalagi berurusan dengan pria berdarah dingin ini. Lebih baik mereka mencari artis lain, paparazi di LA begitu kejam, jika artikel penolakan dari Edward tersebar maka pamornya akan hilang. Itu sama saja dengan mengundang kerugian. Dan tak satupun lebel yang ingin merugi.
"Tidak adakah cinta untukku Edward? Apa karena sekertaris barumu itu." mata indah Aquamarine itu berkaca-kaca. Rasanya Edward enggan menanggapi, hanya saja Inoe adalah sahabat Cerry yang paling ia sayangi. Jadi mau tidak mau Edward tidak akan bersikap kejam.
"Maaf Inoe," ucap Edward.
Ucapan terakhir Edward membuat Inoe mambatu. Sayangnya Inoe tidak mengetahui kesepian dan rasa frustrasi Edward setelah kehilangan Cerry. Apalagi Phillips telah mengkhianati kepercayaannya. Tak seorangpun yang sanggup mengisi celah kosong itu selain Cerry sendiri. Sebab Edward pernah mengalaminya, hingga menyadarkan bahwa dia telah jatuh cinta pada Edward.
Kriklek
Emerald muncul dengan wajah segar dan memerah. Kini dirinya telah memakai baju khusus yang disiapkan Edward. Gucci merupakan pilihan Cerry kali ini.
Emerald terkejut melihat ada Miss universe di ruangan Edward. Apalagi sorot mata kesakitan yang diperlihatkan pada Emerald membuat wanita itu salah tingkah.
"Oh maaf, saya akan kembali ke ruangan saya." Emerald pamit pada mereka berdua. Dia tidak ingin menganggu pembicaraan mereka.
Awalnya Emerald mengira jika setelah kegiatan panasnya dengan Edward maka hubungan mereka berubah menjadi lebih spesifik. Setelah melihat kehadiran Inoe maka pemikiran Emerald berubah. Ini negeri bebas, setelah berhubungan intim dengan wanita manapun selama tidak ada komitmen maka si pria tidak bisa di cap selingkuh atau pengkhianat. Miris memang.
Inoe menatap tak percaya pada Edward lalu matanya mengamati penampilan Emerald.
Rambut wanita tadi lembab seolah habis mandi. Bisa dipastikan jika mereka telah melakukannya sesuatu.
"Dia bukan Cerry, Edward !"
Teriak Inoe, "Kenapa kau memilihnya, padahal aku mencintaimu Edward!" Inoe mulai menangisi kekalahannya.
"Apa karena dia mirip dengan Cerry?"
Cukup sudah kesabaran Edward.
"Hentikan teriakan mu dan keluarlah!" Bentak Edward. Dia sudah muak dengan para pirang yang mengganggunya.
Inoe pun keluar dan membanting pintu ruangan Edward. Di depan pintu masuk ruangan Connor, Emerald salah tingkah karena ketahuan mencuri dengar pembicaraan mereka berdua.
"Masuklah Cerry." Perintah Edward.
Namun Emerald hanya membatu. Wanita yang bernama Inoe benar, apa karena kesamaan fisiknya dengan Cerry maka Edward menjadikan dia pelarian.
Melihat reaksi Emerald yang diam, Edward menduga jika wanita itu mendengar pembicaraan Inoe dan dirinya.
"Masuklah dan kita bicarakan masalah ini."
TBC