Damn I'm Crazy

Damn I'm Crazy
Who Is She?



Cerry....


Cerry....


Cerry....


Aku terus melafalkan nama itu, seolah jika terus mengucapkan nama itu aku akan terhindar dari kesialan. Ada apa dengan nama itu...?


Kenapa hari-hari ku yang damai dan penuh dengan nyanyian cuppid tanpa panah cinta tiba-tiba terusik. Sejak nama itu mulai memasuki indra pendengaranku untuk pertama kalinya, hidupku terasa memusingkan.


Pagi ini, wanita pirang yang kemarin siang terjungkal atau nama kerennya 'jengking' mendobrak pintu ruang kerjaku, mata aquamarine nya menatapku tanpa berkedip selama beberapa menit bisa disebut dengan melotot. Hei awas debu masuk, jika mata indahmu tiba-tiba memerah itu tidak akan terlihat cantik lagi.


"Cerry.. ." Lagi? Dia menyebut nama itu  lagi. Bagus sekali, hanya terdengar nada aneh ditelinga ku. Yah suaranya terdengar bergetar dan tidak percaya saat nama itu disebutkan.


Aku mulai menyadari eksistensi nama Cerry dalam hidupku.


"Kau bukan Cerry, dia sudah meninggal dan kau hanya wanita yang sama persis dengan dirinya!" Anehnya si jengking berteriak histeris sambil menunjuk diriku.


Huh sudah tau nanya...


"Siapa kau, aku tidak akan menyerahkan Edward padamu. Tidak karena kau bukan Cerry !"


Ck, berisik sekali. Hidupku ini sudah gila, bagaimana mungkin orang gila terus bermunculan di sekitarku. Bahkan Cony-lovely itu juga masuk di dalam kategori orang gila versiku.


"Hei Miss universe. Aku Emerald bukan Cerry atau siapapun itu. Tolong jangan mengila di ruanganku. Dan.... Aku tidak mengenalmu juga Cerry sialan itu." Aku maju melangkah ke arahnya dengan cara mengintimidasi. Terpaksa aku gunakan mata indahku untuk mengancamnya. Mana mungkin aku mengunakan dadaku yang masih berukuran 36 ini untuk menantangnya. Mereka masih kalah jauh dengan milik pirang ini.


Aku rasa reaksi yang dia berikan agak berlebihan. Sebab dia langsung mundur. Bisa ku lihat kakinya bergetar. Semoga dia tidak ngompol di ruanganku.


"Ku rasa kau tau pintu keluar Miss universe."


Dia langsung berbalik sedikit berlari menuju pintu. Aku merasa lega saat wanita crazy in love dengan Mr Cony-lovely itu keluar.


Belum sempat aku berbalik untuk mendudukan bokong cantiku ke kursi. Pirang yang lain datang. Matanya menatapku horor. Tanpa permisi dia mendobrak pintu menyebabkan bunyi yang familiar.


"Sial, lama-lama aku bisa gila." Aku menggerutu pelan.


"Aku tidak akan menyerahkan Edward padamu meskipun kau Cerry asli atau tidak. Kali ini aku tidak akan mengalah."


"Dengar Miss world, spesies mu tadi juga bicara seperti itu padaku. Dan sekarang akan aku tegaskan sekali lagi. Aku bukan Cerry dan tidak tertarik dengan pantat tuan Cony."


"Ku harap kau ingat kata-kata mu." Dengan sinis dia berbalik dan membanting pintu ruang kerjaku.


"Cerry ... Kenapa kau tidak meninggalkan uang yang besar! Kau malah mengirimkan wanita haus belaian panas Cony-lovely." Aku memekik tertahan. Mana mungkin aku berteriak dan membuat seluruh pegawai melihat ke arahku.


Ku pejamkan mata, menarik nafas panjang sambil memikirkan langkah yang akan aku ambil selanjutnya.


"Aku harus menyelidiki siapa itu Cerry," Gumanku.


"Tapi di mulai dari mana?"


"Si blonde itu bilang tak akan menyerahkan Edward, jadi pusat dari segala masalah dan jawaban adalah Cony-lovely."


Jadi ku putuskan untuk mencari informasi, dan pusat penyelidikanku di mulai dari si Cony-lovely.


Tak lama, telepon kantor berdering.


"Cerry, segera ke ruanganku."


"Baik pak."


Ku benahi sebentar dandanan ku. Saatnya beraksi girls, orang bilang saat pria tenggelam dalam nafsunya maka kejujuran akan datang. (Author yang bilang jangan protes.)


Well, jika biasanya aku jarang berdandan. Untuk tujuanku kali ini terpaksa em, (sebenarnya tidak terpaksa juga)... Aku harus berdandan. Ku tarik rambutku keatas menyanggul rapi dengan sedikit rambut yang tergerai sehingga mengekspos leher putih ini. Kancing baju yang sedikit aku buka hingga sedikit memamerkan dada putih nan halus. Tapi tidak banyak agar cukup membuat pria penasaran. Itu lebih baik dari pada mengekspos sempurna. Jadi terlihat murahan, tidak akan bagus untuk pria high quality seperti Cony-lovely. Lalu pandangan ku jatuh pada rok bahan yang aku pakai. Aku ragu apakah harus melepaskan stoking ku atau tidak. Ini tidak terlalu pendek. Namun kakiku yang panjang dengan pinggul dan pantat ku yang indah akan membuat pria menelan ludah berkali-kali.


Ok girls ingatlah, kenali dirimu. Jangan ingin menjadi orang lain karena kau bukan mereka. Jika ingin cantik maka tonjolkan kelebihan mu dan yang terpenting, jika hatimu cantik dan cerdas maka kau akan terlihat lebih cantik dan berkualitas. Dan akhirnya aku lepaskan stoking hitamku ini.


"Baiklah, kau luar biasa emerald.." Aku menyemangati diri sendiri. Berharap bisa menghentikan kegugupan di hatiku karena akan melakukan hal gila.


Ku lihat kembali penampilan ku di cermin.


Entah menurut orang aku termasuk luar biasa atau tidak aku tidak perduli. Yang penting menurutku penampilan yang aku tunjukkan sekarang adalah luar biasa.


Aku telah masuk ke dalam ruangan Mr Cony-lovely. Dengan sikap malu-malu dan berpura-pura menjadi gadis polos aku mendatangi meja si bos besar. Ho besar ya, besar semua kah? semoga saja.


Tatapan Mr Cony-lovely mengarah padaku. Bisa kulihat dia membatu tapi tetap menjaga wajahnya tetap dingin dan stoick.


'Bukannya itu sudah terlambat bung, kau bahkan menangis di pelukan ku semalam.' gerutu hatiku yang merana. Okey lupakan aku semakin absurb semenjak bekerja di sini.


"Oh Miss universe dan Miss world itu, benar mereka menyapa dengan cara yang unik."


Alis si Cony-lovely terangkat sebelah. Ku beri senyuman manis sebagai balasannya.


"Ini dokumen yang perlu anda periksa dan tanda tangan." Aku menuju sofa di sebelah kursi kebesarannya.


Matanya kemudian jatuh pada kakiku, nah itu dia. Aku langsung duduk di sofa dan menyilangkan kakiku yang mulus. Berpura-pura memilah dokumen yang penting di meja depan sofa.


Tiba-tiba dia bangkit dari kursi kebesarannya. Melangkah dengan pelan dan pasti. Seperti singa yang mendapatkan domba kecil untuk di mangsa. Yummy.


Deg deg


Oh Tuhan, tak ku sangka hanya dengan berjalan ke arahku dia bisa mengintimidasi diriku, apalagi sekarang semakin dekat. Tadi aku penuh percaya diri, tapi sekarang percaya diriku menyusut seperti air terebus lama. Ku beranikan diri menatap wajahnya.


Double sial...


Matanya bahkan bisa membuatku ******* jika terus menatapnya.


Oh tidak, oh tidak...


Baiklah, aku bermain-main dengan api. Bolehkah aku tidak terbakar.


"Sir?"


Dengan wajah sok polos aku melihat ke wajahnya. Meskipun aku menyadari tatapan bernafsu di mata oniks cantik itu. Aku berpura-pura bodoh.


Dalam sekejap Mr Cony-lovely mendorong diriku dan menindih tubuhku. Tidak ini terlalu cepat. Aku tidak akan mendapatkan informasi apapun jika terus berlanjut.


"Kau ingin menggodaku Cerry?"


"Aku tidak mengerti apa yang anda katakan, sir." Cicit ku.


"Kakimu..., kemejamu tidak seperti saat kau berangkat ke kantor tadi pagi."


Dari mana dia tau, apa dia mengawasi diriku. Bahkan tadi orang ini belum datang.


"Mm itu... Akh... Sir."


Dia semakin menekan tubuhku di sofa. Mau tidak mau dada bidangnya menabrak dadaku. Wajahku sudah sangat memerah.


"Sir, tidak akan baik jika ada yang melihat kita dalam posisi seperti ini."


"Hn." Orang ini bahkan mengendus leherku. Ya ampun, ini pelecehan! Tapi aku menyukainya. Tidak tidak. Aku tidak mau berakhir di sofa ini. Terpaksa aku mengkonfrontir Cony-lovely secara langsung.


"Istri anda akan marah sir."


Dia berhenti sejenak," istriku berada di bawahku sekarang."


"Eh?"


"Anda gila!" Ups Aku tidak ingin dipecat. "Maaf, tapi saya belum pernah menikah, bagaimana mungkin anda menjadi suami saya."


Kyaaa


Dia malah mengangkat tubuhku dan membawa ke dalam ruangan. Aku bahkan tidak tau ada ruangan berisi lemari baju dan tempat tidur di sini.


Bruk


Ia membaringkan tubuhku dengan agak kasar.


"Berhenti sir, meskipun anda tampan, mapan, pintar dan kaya... Anda bukan selera saya!" Aku memberinya tatapan galak.


"Benarkan, dulu kau malah tidak ingin berpisah dengan ku."


Orang ini aneh, jangan-jangan dia psikopat. Oh tidak, seumur hidup aku bahkan tidak pernah bertemu dengan dia.


"Kita lakukan sesuatu yang menyenangkan agar kau mengingatku Cerry. Dan Philips itu, aku akan membunuhnya."


Deg


Membunuh Philips, siapa lagi itu....


TBC