
Tepat sesaat setelah Mark tidur, Emerald membuka matanya. Dia tidak berencana menginap lebih lama di apartemen Mark. Emerald segera turun dari ranjang, berjalan perlahan menuju pintu keluar apartemen.
Lift yang membawanya tiba di lantai satu. Emerald melewati pintu kaca otomatis di gedung itu dan menuju jalan.
Manhattan dengan kesibukannya, bahkan pada malam hari seperti ini kehidupan di kota ini masih belum menunjukkan tanda-tanda menjadi sepi atau melambat.
Emerald menghentikan taxi. Dia ingin segera berada di apartemennya, meringkuk dan bersembunyi di sana.
'Aku ingin beristirahat, aku lelah... Aku ingin beristirahat, aku lelah... Aku-"
Emerald membekap mulutnya untuk menahan isakan yang keluar. Sungguh tidak lucu membiarkan sopir taxi melihatnya menangis saat berada di taxi-nya. Dia yakin sopir itu akan merasa tidak nyaman.
Setelah beberapa menit, akhirnya Emerald tiba di apartemennya. Membayar taxi dan melangkah menuju lift merupakan perjalanan terpanjang yang pernah ia lakukan selama ini. Kakinya terasa berat karena beban pikiran yang menghantamnya.
Emerald membuka pintu setelah memasukkan nomor pin keamanan. Dia segera mengunci kembali dan menuju tempat tidur. Emerald kali ini menutup matanya. Dia ingin tidur__hanya tidur.
.
.
.
Pagi perlahan datang menggantikan malam. Cahaya hangat sedikit demi sedikit mengusir dingin yang menyelimuti kota pada malam hari. Namun tidak bagi Emerald. Dia tetap bergelung dalam selimut seakan tidak ingin bangun dari tidurnya.
Sebuah tangan hangat mendarat di kening Emerald. Cerry mengenal tangan itu tapi perasaannya justru teriris ketika ingat rahasia besar yang disembunyikan Edward dan Mark.
"Mengapa kau tidak mau membuka matamu, Emerald?"
Emerald mulai membuka matanya. Tetapi tidak ada sinar kehidupan pada mata itu. Edward merasakan jika ada hal yang kurang menyenangkan yang telah terjadi pada Emerald.
"Apa benar aku hanya makhluk klon?" tanya Emerald lirih. Dia hampir berbisik ketika menanyakan hal itu.
Edward tau jika Emerald telah mengetahui kebenaran dan satu-satunya orang yang tau akan hal ini dan membocorkan rahasianya adalah Mark.
"Maafkan aku Emey. Sungguh aku tidak ingin kau mengetahui semuanya sebelum aku memberikan suntikan ini." Edward menunjukkan serum yang berisi memory dari Cerry semasa hidupnya.
"Apa itu? "
"Ini adalah serum yang berisi memory-mu. Segala ingatan tentang keputusanku dan persetujuanmu agar membuat tubuh untukmu ada dalam sini. "
"Jadi, aku benar-benar Cerry_istrimu?"
"Kau boleh tidak menginginkan memory ini. Aku akan memberimu kenangan indah yang lain padamu, " jawab Edward. " Aku juga akan memulai segalanya dari awal. Semua tidak ada bedanya bagiku. "
Emerald terdiam dan berpikir tentang apa yang harus ia lakukan. Dia penasaran tentang masa lalunya tapi dia juga tidak ingin bayangan masalalu mengikutinya.
"Aku hanya ingin ingatan sebelum kematianku. "
Deg.
Emerald tersenyum. "Kau sendiri yang berjanji akan menciptakan kenangan baru untukku maka aku ingin kenangan indah yang baru. Tetapi aku juga menginginkan seperti apa diriku sebelumnya meskipun sedikit.
Edward tersenyum.
"Aku tau... Aku akan menerima semua keputusan yang kau ambil. "
Emerald memejamkan matanya. Saat serum yang ketiga mengalir pada pembulu vena-nya, Emerald melihat kilasan memori tentang dirinya. Samar -samar ia mendengar suara Edward yang berbincang dengannya.
"*Dia tidak bisa menyembuhkan mu, tapi dia bisa memberimu tubuh baru."
"Dia ingin memberikan tubuh baru padamu."
"...?" Mata Cerry berkedip karena semakin bingung.
"Kloning, dia ingin mengklon dirimu dan memasukkan segala memorymu ditubuh baru itu. Ini sama dengan kau lahir kembali dengan ingatan yang sama dan tubuh yang berbeda."
Cerry diam-diam memikirkan ucapan Edward. Mendapatkan tubuh baru, apakah dia bermimpi?. Ini sungguh luar biasa.
"Apa kau yakin jika jiwaku akan bersemayam di tubuh baru itu?"
Edward mengangguk." Itu luar biasa Edward. Cepat selesaikan prosesnya."
"Kau tidak keberatan?"
"Tentu tidak, ini sama seperti aku terlahir kembali kan?"
"Hn."
"Berjanjilah padaku kau akan menerima tubuh baruku. Jika ternyata tubuh baruku melupakan kenangan kita, kau harus memperjuangkan dirinya."
Cerry merasa jika hal yang mustahil itu mendapatkan hambatan dan membuat memorynya tidak lagi ada di dunia ini, akan ada harapan baru yang membuat Cerry tetap bertahan hidup. Sebab dia merasa tubuhnya tidak sanggup lagi bertahan.
.
.
*.
Edward menunggu Emerald menyerap memory terakhir dari hidupnya di masa lampau. Selain itu dia juga ingin membalas pada Mark yang telah berani membongkar rahasia yang mereka sepakati untuk dirahasiakan. Jika dia melanggar sekali dia pasti akan melanggarnya lagi.
Hanya orang mati yang bisa menyimpan rahasia. Terpaksa Edward harus menghapus Mark agar identitas Emerald aman.
Edward kemudian menghubungi pembunuh bayaran. Dia harus bertindak pagi ini sebelum Mark sadar jika telah membuat kesalahan. Jika pria itu dalam kondisi waspada maka Edward akan kesulitan menjalankan rencananya.
To XXXX
"Selesaikan Mark Greenwood untukku, saat ini juga. "
Massage Send...
Delete.
Beberapa menit telah berlalu, kemudian sebuah pesan menghias teleponnya.
Done...
Edward tersenyum, pihak manapun tidak akan mampu melacak teleponnya. Dia sudah melengkapi teleponnya anti penyadapan atau terlacak oleh pihak manapun. Berterimakasihlah pada ahli IT yang ia pekerjakan.
'Sekarang tidak ada lagi yang membahayakanmu, Emey. "
Edwardpun membaringkan tubuhnya di samping Emerald. Dia memeluk erat tubuh Emerald yang terpejam karena beradaptasi dengan serum itu.
"Good bye Cerry, Wellcome Emey... "
Tbc.