Damn I'm Crazy

Damn I'm Crazy
Just Stop



Dua pria tampan yang merupakan perpaduan dari kekayaan dan ketampanan tengah berhadapan. Pasti Tuhan sedang merasa bahagianya bahagia saat menciptakan mereka, raven dan pirang yang mempunyai segala kesenangan dunia yang menimbulkan rasa iri bagi insan yang memandang kedua pria ini. Hanya mereka yang tahu apa yang kurang di hidup merentas kondisi, sebab tidak ada yang sempurna di dunia ini.


Setelah pertemuan mereka Mark memutuskan untuk mengirim pesan untuk Edward. Hanya ini satu-satunya cara agar pria itu mau membuka jalan agar bisa dekat dengan Emerald.


Pesan yang disampaikan oleh anak buah Mark berhasil memancing Edward untuk datang ke tempat ini. Di sebuah tempat berbahaya dengan bangunan-bangunan mewah dan bercahaya kan remang-remang mereka bertemu.. Di jalan black market mereka bertemu dengan di kawal oleh para anak buahnya. Di sini hukum rimba berlaku, hanya para mafia dan pengusaha yang menguasai perdagangan gelap yang mampu masuk ke area ini.


"Serahkan Philips padaku, Mark." Tanpa basa-basi Edward berbicara dengan nada datar dan dingin.


"Tidak ada barang yang gratis di dunia ini, Connor." Mark bukan orang sembarangan yang mampu diancam dengan mudah oleh Edward.


"Katakan harganya?"


"Hahaha... Aku sudah mempunyai cukup uang Edward. Uang tidak lagi menjadi masalah bagiku." Mark tertawa terbahak-bahak dengan wajah angkuhnya. Jika saja pria pirang di depannya ini tidak memiliki Philips maka dengan senang hati Edward menyarangkan peluru di kepala kuning pisang itu.


"Lalu apa yang kau inginkan."


"Kau memang jenius Connor..." Mark mengejek. Tapi kemudian ekspresi wajahnya berubah menjadi serius.


"Mungkin di dunia ini penyebab hancurnya seorang pria bisa di tangan wanita." Mark tersenyum miris. Tapi Edward semakin muak dengan acara basa basi Mark.


"Jangan bertele-tele Mark, katakan yang kau inginkan dan serahkan Philips padaku." Edward harus menghapus Philips dari dunia. Sebab kehadiran pria ulat itu akan berbahaya bagi Emerald. Edward tidak akan membiarkan status Emerald yang merupakan klonning tersebar dan diketahui oleh dunia. Bisa jadi wanitanya ini akan di buru oleh berbagai pihak untuk diteliti dan dijadikan eksperimen ilmiah.


"Aku Ingin kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan hati Emerald. Kau cukup mengirimnya sebagai sekertaris ku selama tiga bulan. Jika aku tidak mendapatkan hatinya maka aku kalah dan akan tutup mulut tentang Emerald." Mark hanya ingin wanita itu. Tidak ada yang penting baginya selain Emerald. Sebut dia gila karena hanya dengan beberapa kali pertemuan dirinya bisa terjerat dengan pesona wanita itu.


Mark menatap tajam Edward, jangan dia pikir hanya dirinya yang jatuh cinta pada Emerald dan mampu melakukan apapun untuk mendapatkan hati wanita yang dia cintai.


"Apa kau takut Emerald akan jatuh cinta pada ku, Connor?"


"..."


"Aku hanya ingin kesempatan mendapatkan hati wanita yang aku cintai. Tidak lebih..."


"Aku tidak takut." Jawab Edward cepat, sebab dia yakin jika emerald sudah jatuh cinta padanya walau tanpa ingatan Cerry.


"Maka mari bersaing dengan gentle. Kau sudah bersamanya selama satu bulan lebih dan kini giliranku. Kita lihat siapa yang ada di hatinya."


"Baiklah, tapi serahkan Philips padaku. Aku harus segera menghapus keberadaannya."


"Tentu saja, dia aman bersamaku."


Mark menyeringai, dan Edward tau arti seringai dari pria pirang di depannya ini.


Di suatu tempat yang sepi pria bersurai gelap dan pirangi berjalan mendekat ke arah Philips yang diikat. Tak lama kemudian terdengar suara letusan peluru dan teriakan tertahan. Disaksikan oleh bulan yang bersinar terang di malam hari. Philips menghembuskan nafas terakhir di tangan dua pria yang mencintai wanita yang sama.


Tbc