
Tanganku terasa kebas, kenapa pria yang memiliki posisi CEO ini tidak segera melepaskan tanganku. Kakiku lama-lama mengalami tremor jika ditatap sambil dijabat seperti ini. Bahkan aku merasakan sedikit remasan di sana.
Ugh menyebalkan
Hei aku harus mati-matian mempertahankan otakku agar tetap waras. Jangan sampai aku bertindak seperti orang idiot di depan orang yang ketampanannya bisa masuk dalam Guiness world ini. Bagaimanapun aku adalah seorang lajang yang butuh penyaluran hasrat seksual. Dan orang yang didepanku ini adalah pembangkit hormon yang membuat libido menggila, sangat berbahaya bukan?
Lihatlah, mata itu begitu tajam memikat, hanya dengan satu kedipan mata saja ribuan wanita akan rela berlutut untuk bisa berguling-guling di ranjang. Bibir itu begitu menggoda untuk disambangi. Postur tubuh tinggi, besar dan berotot, sudah pasti sesuatu itu juga panjang, besar dan berotot.
Ups, astaganaga... Pikiranku mulai kehilangan akal sehat. Ini tidak bisa dibiarkan.
"Sir, tangan saya." Biar saja dia bilang aku tidak sopan, ini sudah sepuluh menit berlalu. Dan dia tidak mau melepaskan jabatan tangannya.
'Memangnya di tangannya ada lem?'
Matanya menatapku tajam, perlahan melepaskan jabatannya. Anehnya aku melihat sorot kekecewaan pada wajahnya. Ayolah, jika dia memegang tanganku lebih lama lagi, aku bisa mengira dia tertarik padaku. Itu tidak baik jika ingin bekerja secara profesional. Masalah percintaan dan asmara akan membuat pekerjaan kacau, tidak fokus dan bisa mengakibatkan salah paham.
Kenapa?
Karena pria di depanku ini punya segala kriteria yang diminta setiap wanita. Tampan, body perfect, kekayaan tak terhitung, jenius. Pasti akan banyak wanita yang berlomba-lomba untuk menarik perhatiannya. Trik dan intrik untuk memiliki di Connor ini akan terasa sah dimata semua wanita yang bersaing. Mereka tidak perduli apakah si Cony- lovely ini punya kekasih atau tidak. Kegilaan akan terasa sah untuk mendapatkan si Cony-lovely.
Dan itu menakutkan. Jika terjadi hal bersifat pribadi seperti itu di dalam kinerja, maka bisa dipastikan aku akan mendapatkan serangan teror bertubi-tubi, tahan banting dan lainnya. Ah ribet yang lebih ribet lagi adalah rasa percaya diri ku yang besar melebihi dadaku.
Aku lebih suka cinta yang sederhana...
Ingat itu jadi si tua, mapan, tampan, jenius, hot, adorable, cool, atletis, populer, fashionable, singel, milyarder dan seksi ini tidak termasuk kriteria ku. Apakah pujianku sepanjang kereta. Hihihi lupakan.
"Baiklah Cerry, kita makan siang terlebih dahulu. Urusan pekerjaan bisa kamu mulai besok."
"Baik."
Kami keluar dari ruangan tuan Edward. Aku berusaha menyamai langkahnya yang cepat. Untung saja masa pertumbuhan ku bagus. Jadi bisa mengekor Mr. Connor seperti anak bebek.
Oh tidak, apa kalian melihatnya!
Lihat itu, pinggulnya saat berjalan membuatku meneteskan air liur. Tanganku jadi gemas ingin meremas mereka.
Secara tidak terduga, si Cony-lovely berhenti dan menatapku. Dia menyeringai saat mendapati diriku terus memperhatikan bokong seksinya.
Wajahku langsung memanas karena malu. Ck, bodoh... kenapa bisa ketahuan.
"Berjalanlah di sampingku."
"Yes sir."
"Good girl."
Deg
Kenapa aku seperti merasa pernah mendengar ini sebelumnya...
Hahaha jangan berpikir terlalu serius, tentu saja kakekku dan nenekku yang selalu bilang aku gadis baik. Meskipun pada kenyataannya agak sedikit berbanding terbalik.
Ayolah, aku bukan gadis polos. Pesta barbeque, prom night sampai mabuk aku juga pernah melakukannya. Jika aku mengila, club malam akan menjadi sasaran membakar lemakku dengan bergerak liar sesuka hatiku. Jennifer, Josh dan Grace bilang aku seperti wine mahal di tengah pesta. Rambut golden pink yang berkibar dan mata hijau ku banyak membuat pria di club mabuk.
Huh lupakan...
'Hello limo, akhirnya aku bisa menaikimu, sekarang bolehkah aku menaiki pemiliknya hohoho' itulah ucapan yang ada di pikiran ku. Cukup absurb, tapi itu tidak bisa dikendalikan.
Kami sampai di hotel Hilton. Sayang sekali hotel ini menjadi saksi bisu kematian diva pujaan ku. Sekarang aku ke sini untuk makan siang dengan Mr Cony-lovely.
Tunggu dulu, kenapa para pengunjung restoran di sini langsung menatap diriku dengan pandangan persaingan. Hello, lihatlah umur kami. Dia sudah tua meskipun seksi. Bisa dibilang seperti pamanku meskipun sangat tampan. Ah sudahlah semakin aku menyebutkan kekurangannya yang muncul malah pujian yang tiada habis. Tapi yang pasti aku dan dia seperti langit dan bumi. Dia seperti dewa yang ada di olimpus sedangkan aku adalah penghuni dunia yang dijaga Hades. Jadi kami tidak cocok. Camkan itu!.
"Silakan sir, miss."
"Terima kasih." Jawabku ramah.
"Hn."
Sudah kubilang kan, pasti dia harus menerima bayaran dulu baru tidak irit bicara. Bisakah aku pura-pura tersandung dan jatuh ke depannya, lalu berpura-pura menendang selakangannya. Coba kita lihat, apa dia hanya bergumam 'hn', atau berteriak seperti orang normal.
"Anda mengajak saya di tempat begitu mewah sir, ini diluar kebiasaan saya."
"Tentu saja, mulai sekarang biasakanlah."
"Tentu, sebagai sekretaris anda saya pasti akan menemani anda di setiap pertemuan. Dan meskipun sekarang saya merasa seperti Alice yang ditarik kelinci ajaib, saya akan berusaha dengan baik."
Tanpa aku duga, Mr Cony -lovely ini tersenyum. Bahkan sangat lembut. Aku hampir mencubit kulitku untuk memastikan jika itu bukan mimpi.
"Aku mengandalkan mu Cerry."
"Panggilan itu lagi. Baiklah saya mengalah, hanya saja saya berharap semoga teman-teman saya tidak minta traktir karena nama saya berubah."
"Hn."
Pesanan datang, dan tanpa di duga aku melihat wanita berambut pirang pucat mendekati kami. Dia tidak melihat ke arah ku. Tapi berjalan seperti kucing penggoda ke arah si Cony-lovely.
Benarkan yang aku bilang, semua wanita akan kehilangan akal sehat jika bertemu dengan pria di depanku.
Sebenarnya aku inginĀ bersembunyi agar tidak menjadi target wanita beriris violet itu. Siapa tau wanita itu psikopat yang terobsesi dengan Cony-lovely.
"Berhenti menggangguku Sarah, aku sedang makan."
"Baiklah, tapi ingatlah aku tidak akan menyerah. Apalagi dia sudah meninggal kan?"
Oh jadi wanita itu Sarah, dan ternyata benar dugaan ku. Dia punya obsesi pada Mr. Edward.
Sesaat kemudian dia menoleh ke arahku. Tiba-tiba tubuhnya menegang, wajahnya pucat dan hampir menangis.
"Ini tidak mungkin, kau sudah meninggal... Tidak mungkin, bahkan aku melihat sendiri tubuhmu yang sudah pucat dan di makamkan...Cerry"
Wanita itu terus meracau seperti orang gila. Lalu dia pingsan tepat setelah selesai mengucapkan itu.
Oh hebat. Makan siang ku jadi terganggu makhluk pirang ini, adakah pirang lain yang akan. Tak lama, sopir pribadi Sarah membawa wanita itu. Akhirnya aku dan Mr Cony-lovely melanjutkan makan siang dengan tenang. Hanya saja ada yang mengganjal dalam pikiranku....
Siapa sebenarnya Cerry....
tbc