
Emerald tau jika para detektif itu masih berputar di sekitarnya. Mereka curiga jika Emerald memiliki hubungan tentang kematian Mark. Tetapi Emerald masih bersikap tenang. Dia tidak akan terintimidasi oleh sikap para detektif yang selalu melempar pandangan curiga ke arahnya. Dia tetap dengan pekerjaannya. Bersama Sarah mereka menciptakan seolah tidak ada hubungan antara Edward dan dirinya.
Sebulan telah berlalu, dalam sebulan itu Edward dan Emerald bertemu secara diam-diam. Hingga pada saat Emerald berbelanja, detektif itu kembali mendatangi Emerald.
"Bisa kita bicara? kali ini bukan sebagai detektif tapi sebagai orang biasa. "
"Tentu saja. " Emerald tersenyum pada Denis Austin. Emerald sama sekali tidak menunjukkan sikap defensif sedikitpun.
Mereka menuju cafe kopi yang terletak tidak jauh dari supermarket.
"Jadi, apa yang ingin anda bicarakan denganku? "
"Aku hanya mengatakan jika kasus pembunuhan Mark ditutup. Tidak ada petunjuk, saksi atau percakapan yang bisa menjadi petunjuk pelaku pembunuhan Mark. "
Emerald diam-diam menghela nafas lega. Ini adalah kabar yang ia tunggu selama ini.
"Awalnya kami curiga kau yang membunuh Mark. Tetapi ide itu menghilang saat rekaman CCTV merekam dirimu pergi sesaat setelah Mark membawamu ke apartemennya. "
"Aku tidak ingin tidur di tempat bosku. "
"Lalu kami menarik kesimpulan tentang hubungan percintaan yang berpotensi menjadi motif pembunuhan seperti cemburu, cinta segitiga atau lainnya. "Denis mendesah, "Sayangnya Mark tidak menjalin hubungan dengan siapapun, wanita terdekatnya adalah kau, dan kau tidak memiliki kekasih jadi anggapan kami kembali gugur. "
Akhirnya apa yang dilakukan Edward berbuah hasil. Memang inilah yang membuat mereka merahasiakan rapat-rapat hubungan mereka.
"Jadi kami menyimpulkan jika ini ada kaitannya dengan organisasi bawah tanah yang ia geluti. Musuhnya yang melakukan sehingga kami menutup kasus ini. "
"Baiklah miss Kite, selamat menikmati harimu. Ku harap kami tidak menakutimu, " ucap Denis.
Emerald tersenyum, " Sejujurnya aku sedikit takut kalian salah dan mengira aku pembunuh. Aku sangat bersyukur karena nama baikku tidak perlu tercemar."
Denis tersenyum, dia pamit dan meninggalkan Emerald sendiri.
.
.
Emerald mengeratkan bawaannya. Dia merasa sangat bahagia tapi tidak bisa mengatakannya keras-keras. Satu hal yang perlu ia lakukan yaitu berada di apartemen dan menunggu Edward datang dari lift khusus.
Tanpa diduga Edward sudah menunggu Emerald di ranjang, tersenyum.
"Kau sudah tau kabarnya? "
"Akhirnya kita bisa bebas, aku sangat membenci ketegangan ini. "
"Yah semua sudah berakhir. Nampaknya kita perlu jalan-jalan di pantai. "
Edward memeluk Emerald. Mereka telah melewati satu halangan cinta mereka. Selanjutnya mereka pasti dengan mudah melewati duri yang lain.
"Bagaimana dengan wartawan lepas itu? "
"Dia akan terus bermimpi bisa mengorek keterangan dariku. Kau terlalu bersih dari gosip dan wanita manapun. " Emerald membelai rahan Edward yang mulai ditumbuhi bulu halus.
"Itu demi dirimu. Tetapi aku masih tidak suka wanita itu berkeliaran dan mengintai pribadi kita. "
"Kau boleh melakukan apapun yang kau mau, " ucap Emerald.
Untuk menghadapi orang-orang yang memanfaatkan kelemahan orang demi kepentingan diri sendiri maka Emerald berniat untuk kejam. Dia harus membiasakan diri dengan gaya hidup seperti ini atau jatuh dan hancur karena sifat oportunis.
"Tentu aku akan memberi dia berita yang menakjubkan. Ini berkaitan dengan dirinya sendiri. "
.
.
.
Emerald tidak pernah berpikir jika mengunjungi lapangan yang penuh pesawat tempat para pria kelebihan uang menyimpan pesawat pribadi mereka. Dia tersenyum ketika Edward menggandengnya yang meremas pantatnya.
"Hei, itu tidak bisa dilakukan di tempat ini Edward. Banyak yang memperhatikan kita. "
"Aku tau Sayang. Tapi aku tidak tahan untuk menunjukkan kepemilikan ku pada mereka. "
Pramugari menunjukkan jalan pada mereka, kemudian melayani sehingga Edward secara tidak sabar mengusirnya.
"Datanglah ketika aku membutuhkan bantuanmu. "
"Baik. "
"Jadi ...bagaimana kabar Julia?"
"Dia disibukkan dengan berita foto vulgarnya bersama salah satu sutradara. Dia akan sibuk untuk beberapa hari. "
"Berita yang bagus. "
Dari situlah mereka meninggalkan Manhattan untuk berlibur. Semua perlu ditata awal. Mereka juga siap dengan hidup baru yang menanti setelah liburan selesai.
End