Damn I'm Crazy

Damn I'm Crazy
Rival



Tidak ada pesta yang tak usai, begitu pula dengan kondisi antara aku dengan Daddy. Aku merasa ada yang tidak benar semenjak seminggu yang lalu, dimana tiba-tiba makhluk bersurai kuning mulai menginvasi kebersamaan antara aku dan Daddy.


Entah ini suatu kebetulan atau tidak si kuning itu tiba-tiba membayangi kehadiran Daddy. Tentu saja suasana canggung dan tegang langsung mengudara tanpa bisa di hentikan. Contohnya seperti saat ini, di tengah asyiknya aku dan Daddy makan jagung bakar keju dan menghadap ke arah danau mini ini, Mark tanpa diduga datang menginterupsi keharmonisan kami. Bukannya dia merusak pemandangan indah danau ini justru kehadirannya nampak seperti model majalah yang sedang berpose, hanya saja perpaduan kuning dan gelap untuk saat ini kurasa bukan hal yang bagus.


"Apa yang kau lakukan disini, Mark?" Daddy bertanya dengan nada dingin dan datar. Bulu kudukku sempat merinding mendengar suara datar itu.


"Aku sedang menikmati pemandangan, dan kebetulan melihat kalian." Jawabnya acuh tak acuh. Lalu pandangannya mengarah kepada ku. Aku terkesiap dan agak takut dengan tatapan penuh dengan rasa tertarik seolah diriku adalah benda yang langka. Ada yang aneh dari caranya menatapku, bukan sorot tertarik pada lawan jenis atau ketertarikan seksual seperti pertama kali kami bertemu di club.


Aku merasa rasa tertariknya seolah aku adalah sebuah objek. Dari caranya menatapku dari ujung rambut hingga kaki jenjangku. Mengamati diriku lekat dan dalam, dan aku cukup risih ditelaah seperti itu oleh mata birunya.


"Kurasa kami harus pergi." Daddy langsung menarik tanganku agar mengikutinya. Kurasa pria berambut gelap ini menyadari cara Mark memandangku juga ketidaknyamanan ku. Dan syukurlah dia termasuk orang yang tidak perduli dengan pendapat orang hingga aku bisa meninggalkan Mark tanpa merasa tidak enak.


Normal POV


Mark menyeringai melihat Edward dan emerald yang menjauh, matanya menatap penuh minat pada Emerald yang berjalan beriringan dengan saingannya ini.


"Philips menemukan penemuan yang luar biasa, ku rasa aku cukup tertarik dengan formula yang ia temukan."


Mark pada awalnya tidak menduga jika profesor milik Edward yang kabur dulu menemuinya. Lalu memberi tahu sesuatu yang luar biasa yang belum pernah dia duga sebelumnya.


Flashback.


Disaat Mark tengah mengunjunginya mengunjungi club malam di Las Vegas, seorang pria paruh baya berambut hitam panjang menerobos ke ruang yang ia boking.


Mark merasa kemunculan pria ini akan membawa hal yang menarik, sebab segala sesuatu yang berhubungan dengan Connor pasti adalah hal yang menarik.


"Aku terkejut seorang Incaran Connor Bisa berkeliaran." Mark menatap sinis pada Philips. Dia mendengar tentang profesor ilmiah dari Connor corp.  kabur dan  membawa aset penting laboratorium yang berada bawah naungannya Connor. Di dunia bisnis, penghianat seperti pria di depanku ini harus dimusnahkan dan itu harga mati.


Philips menyeringai," tentu aku kesini bukan dengan tangan kosong. Aku menawarkan pada anda formula penemuan kloning manusia yang serupa dengan aslinya, bahkan bisa dibilang anda akan hidup abadi."


Mark mengangkat satu alisnya lalu menyalakan cerutu Cuba. Bibir tipis dan kissable itu memasukkan cerutunya dan mulai menikmati cerutu mahalnya.


"Aku masih tidak mengerti." Ucap Mark setelah mengeluarkan kepulan asap cerutu dari mulutnya.


Philips masih tersenyum miring, dia dengan percaya diri mendekat ke arah ruang club VVIP di las Vegas dimana Mark duduk dengan diapit dua wanita berpakaian minim. Mata ularnya melihat ke arah segerombolan penari striptis yang melakukan erotis di atas meja. Juga pada jam tangan rolex yang melingkar di tangan Minato.


"Berapa lama kau bisa menikmati kekayaanmu, paling lama hanya beberapa puluh tahun. Itupun hanya kalau kau dalam kondisi fit."


"..."


"Tapi jika ada yang memberimu tubuh baru seperti kau hanya berpindah tubuh dengan jiwa dan sama... Atau dengan kata lain seseorang memberi tubuh baru padahal seharusnya kau sudah mati, bagaimana menurutmu?" Philips menyeringai lebar ," Maka kau bisa menjadi makhluk hidup yang akan terus hidup dengan hanya berpindah tubuh."


"Aku tau kau tidak percaya, tapi aku punya contoh eksperimen bagus."


Mark mulai menaruh minat pada percakapan ini.


"Emerald, aku yakin kau pernah bertemu dengan gadis ini."


Mata Mark langsung membola, Emerald? Gadis yang menarik perhatiannya adalah salah satu hasil eksperimen Philips. Mark tidak bisa tidak terkejut.


Mark tidak langsung menjawab tawaran Philips, tapi dia mengikat Philips dengan menggunakan kekayaan dan kesenangan. "Aku saat ini hanya bisa menjanjikan dirimu perlindungan dan..." Mark mengeluarkan cek dari balik jas Armaninya. Menulis sejumlah angka yang cukup besar.


"Ini sebagai kompensasi dari ku... Hm, ganti rugi waktu menunggu jawabanku"


Philips menjulurkan lidahnya dan menjilati bibirnya. "Baiklah, ini cukup untuk sementara waktu. Hehehe."


Flashback end.


Mulai dari situ Mark terus menguntit Emerald. Dari informasi yang didapat dari Philips sebenarnya Emerald adalah istri Edward yang bernama Cerry. Tapi tubuh itu tidak akan langsung dengan sendirinya mengingat masa lalu dan perlu serum untuk disuntikkan agar ingatannya kembali sama seperti tubuh aslinya.


"Bagaimana jika aku membuat klonning Jenifer?" Mark tersenyum tapi ekspresi jijik langsung tersemat di bibirnya. Dia jadi teringat dengan pengkhianatan Jenifer.


"Aku lebih suka yang berwarna pink. Aku rasa membuat satu lagi tidak ada salahnya."


"Sayangnya itu tidak akan menarik jika ada dua makhluk pink yang unik. Karena hanya ada satu maka eksistensi nya menjadi berharga."


Lagi pula Philips meninggalkan semua penemuannya di laboratorium yang berada di dalam kekuasaan Connor. Philips meminta Mark mencuri semua peralatan itu. . Tentu tidak mudah mencuri alat dan rumus penelitian itu. Tapi Mark tidak terlalu tertarik dengan hidup abadi. Sebab tujuan Mark saat ini adalah mendapatkan Emerald. Wanita yang menarik perhatiannya. Sekaligus menghancurkan ego dan kesombongan Connor.


"Kita akan bertemu kembali Emerald, di saat itu tiba aku pastikan Connor sombong itu yang menyerahkan dirimu padaku."


Ucapan Mark dibarengi dengan hembusan angin yang membawa guguran daun di sekitar danau. Emerald merasa merinding karena hembusan angin itu. Tanpa sadar ia mengeratkan pegangannya pada jubah panjang Edward.


"Ada apa sweety?"


"Entahlah, aku tiba-tiba merasa takut." Benar, Emerald merasakan firasat tidak baik yang membayanginya dalam waktu dekat. Entah apa itu yang pasti cukup membuat Emerald berdebar khawatir. Edward hanya mengeratkan pegangannya tangannya pada jari-jari lentik Emerald.


"Tenanglah, aku tidak akan membiarkanmu terluka."


Emerald tersenyumlah mendengar ucapan Edward. Tapi entah ucapan yang biasanya membuat hatinya hangat, kali ini ucapan Edward tidak berpengaruh sama sekali. Emerald benar-benar merasakan firasat tidak baik. Dan ia hanya bisa berdoa semoga firasatnya tidak terjadi.


TBC.