
Emerald Pov.
Oh sh*t , demi apa aku harus bermain kucing-kucingan seperti ini. Apa yang terjadi pada arogansi Edward yang setinggi langit. Mengapa ia membuat aku dan dirinya seperti pencuri yang takut ketahuan Polisi.
Aku yakin ada yang tidak beres di sini. Dan instingku berkata jika ada yang tidak berada di tempatnya. Jadi jangan salahkan jika jiwa detektif ku berkobar. Aku harus menyelidiki apa yang sebenarnya ia sembunyikan dariku.
Hey girls, dimanapun dan dalam kondisi apapun jika ada sesuatu yang mengganjal di hati kalian maka kalian harus menuruti kata hati itu. Kau tau, itu adalah salah satu pertanda yang dikirim Tuhan untuk dirimu. Dan kebanyakan orang yang mengabaikannya seratus persen akan merasa menyesal. Please jangan tertawa sebab aku mendengarnya dari acara favoritku di negara ini yaitu Oprah.
Sekarang Edward menarikku ke hotel yang aku sendiri tidak bisa mengingat namanya. Kau tau kenapa, karena pria ini membungkusku dengan jaket yang besar hingga aku seperti jaket berjalan. Penglihatanku juga tertutupi oleh jaket itu jadi bisa diibaratkan aku sekarang seperti orang yang memakai kacamata kuda.
Hal yang bisa aku lihat dari jaket ini hanyalah marmer mengkilat dan lobi besar, berkilau dengan lampu kristal ditambah ornamen antik yang menghiasinya.
Edward menarikku dan masuk ke lift dan mulai memencet tombol. Lift pun bergerak dan dia mulai melepas jaket sial yang aku tandai sebagai salah satu benda yang aku benci___hanya untuk menghimpitku ke dinding lift dan menciumku.
Ciumannya cukup liar, seolah mendamba dan penuh kerinduan.
Jangan bilang jika ini karena dia merindukanku, padahal dia sendiri yang mengirimku ke tempat Greenwood untuk bekerja. Aku hanya akan tertawa jika dia bilang demikian.
Okey kami sudah berada di kamar sekarang, dan dia menarikku ke ranjang dan mencoba mendominasi ku, Oh tidak secepat itu daddy.
"Berhenti, " ucapku tegas. Daddy sedikit terkejut dengan ucapanku yang terkesan dingin. Matanya yang tadinya seolah bisa membakar kini hanya berisi tanda tanya besar.
"Ada apa Sweety. "
"Aku tidak ingin melakukannya sekarang, ada hal lain yang lebih membuatku penasaran dari pada memuaskan juniormu. "
"Apa yang mengganjal hatimu Sweety? "
"Apa yang kau sembunyikan dariku, jangan mengelak Daddy, aku tau kau dan Mark menyembunyikan sesuatu dariku. "
"Please Sweety, bukan saatnya untuk membahas ini. "
"Lalu...? Kau ingin kita bermain sugar daddy dan membuatku hanya melebarkan kakiku seperti orang bodoh? "
"Sial, tidak Sayang. Dengar aku tidak bisa mengatakan alasannya padamu. Ini semua demi dirimu. "
"Jika yang kau lakukan demi diriku maka kau harus mengatakan hal yang sebenarnya padaku. "
Edward terdiam, dia tau dia tidak boleh mengingkari janjinya pada Mark.
"Sweety, tolong jangan keras kepala. "
Emerald merasa jengkel dengan sikapnya,"Lebih baik kita tidak bertemu sampai kau siap mengatakan hal yang sebenarnya padaku. Edward. "
Emerald mengambil kembali jaket dan keluar dari hotel. Sungguh ia tidak bisa percaya jika Edward menemuinya hanya untuk meniduri dirinya.
Emerald terpaksa harus berjalan kaki untuk sampai pada jalanan kota Manhattan yang dibanjiri taxi berwarna kuning. Benar-benar kota yang sangat sibuk.
"Hei, mau kuantar? "
Emerald melihat ke arah Maybach yang dikendarai pria berambut coklat kemerahan.
"Gerald? "
"Masuklah Emerald. "
Emerald mengangkat bahu dan masuk. Setidaknya ini lebih baik dari pada berjalan kaki menuju Greenwood dengan separu heels bertali yang ia kenakan.
'Oh aku sangat seksi dengan sepatu ini. Aku mencintaimu sepatuku. "
"Aku mengira kau sudah kembali ke London. "
"Ada beberapa keperluan dan aku juga tidak buru-buru untuk meninggalkan kota ini."
"Wow, aksen London yang seksi Eh, kurasa kau bisa menjerat beberapa wanita dengan aksen seksimu itu. " Cerry memuji Gerald sekaligus memikirkan seseorang yang memiliki aksen yang sama seksi dengan Gerald.
"Sepertinya kau benar, hanya saja gadis yang kuinginkan tidak pernah melirikku seseksi apapun logat yang aku pakai. "
"Berarti dia harus memeriksakan pendengarannya, aku bahkan meleleh mendengar gaya bicaramu. Oh Gerald, nikahi aku sekarang hehehe. "
Emerald tidak pernah berpikir jika gadis yang dimaksud oleh Gerald adalah dirinya. Sungguh ucapan terakhir Emerald membuat Gerald sangat bahagia walaupun ia tau Emerald hanya bercanda.
"Aku akan menikahimu sekarang juga jika kau mau Emerald. Hanya pria bodoh yang menolakmu. "
'Bukan menolak tapi menjauhkan diriku darinya, dan kau benar... dia pria yang bodoh. '
"Lain kali kita bicarakan acara resepsinya, aku turun di sini. Beruntung jam makan siang perusahaan belum habis,"ucap Emerald.
"Boleh aku meminta pelukan, sepertinya pria yang ditolak wanita meskipun memiliki aksen seksi ini sangat butuh pelukan, " pinta Gerald.
"Baiklah. "
Emerald memeluk Gerald dengan hangat. Ia menepuk punggung Gerald untuk memberikan dorongan. Kemudian Emerald mengangkat bokongnya ke pintu masuk perusahaan Greenwood milik Mark.
Ia sama sekali tidak tau jika Mark tengah memperhatikan dirinya dengan tatapan marah. Pria itu saat ini berada dalam Ferrari yang terparkir tak jauh dari pintu masuk perusahaannya.
"Buat miss Emerald lembur malam ini. " Perintah Mark pada asistennya. Dia tidak akan membiarkan wanita incarannya dengan bebas bertemu dengan siapapun, terutama seorang pria.
tbc