Damn I'm Crazy

Damn I'm Crazy
Look.



Edward harus menelan kemarahannya karena melihat Emerald yang diantar oleh Gerald. Dia hampir mengabaikan perjanjiannya dengan Mark dan menculik Emerald untuk memberi hukuman pada gadisnya itu. Dia benar-benar tidak tenang dengan ancaman berupa pria muda yang sukses seperti Gerald.


Terkutuklah segala perjanjian ini. Demi identitasnya Edward harus rela menahan segala amarah dan kesalahpahaman ini. Andai saja dirinya punya pilihan agar tidak membiarkan Emerald salah paham seperti ini, pasti Edward akan memilih jalan itu.


Keadaan tidak jauh berbeda dengan Mark, ia memutar otak agar bisa mengalahkan dua saingan yang sialnya tampan itu. Dia harus merutuki pesona Emerald yang bisa menarik dua pria panas seperti Gerald. Mark memang percaya diri pada penampilan dan kekayaannya tapi tidak dengan umurnya.


Dari segi umur Gerald memiliki kelebihan karena lebih muda. Para gadis rata-rata menyukai pria muda yang terlihat keren. Dan Mark khawatir jika Emerald termasuk dalam kelompok gadis-gadis itu.


Dari ruang Ceo Mark memperhatikan penampilan Emerald. Gadis itu tengah mondar-mandir mengetik dan memfoto copy file yang ia perintahkan. Dia benar-benar ingin berlama-lama melihat gadis itu.


"Apa kau tidak lelah menatap bokongnya, mengapa tidak langsung kau ajak dia Bersenang-senang? " tanya Mike, sepupunya.


"Diamlah Mike, " ucap Mark.


"Bukankah sebagai pengusaha kita melakukan berbagai cara untuk menang. Prinsip itu bisa kau lakukan pada Emerald, dengan sedikit alkohol, aku yakin dia akan membuka kakinya lebar-lebar untukmu, " sinis Mike.


"Boleh juga, jadi bisakah kau membantu saudaramu ini, Mike?"


"Dengan senang hati, tunggu aku di Flaspress club satu jam lagi. "


"Tentu, tapi jangan sampai kekasih priamu cemburu. Lebih baik kau beri tahu dia sebelum kau mengajak Emey ke club. "


"Oh aku hampir lupa jika Ron sangat pencemburu. "


Mike keluar dari pintu Mark dan melenggang ke arah Emerald. Gadis itu menghentikan sejenak kegiatannya hanya untuk memberi sapaan.


"Kau sangat rajin, tidak heran Connor mempercayakan proyek ini padamu, " puji Mike.


"Hei, uhm terimakasih pujiannya... percayalah aku bahkan tidak yakin jika aku layak dipercaya untuk urusan sebesar ini. "


"Jangan terlalu merendahkan diri, ku lihat kau sangat berdedikasi... ingin menyegarkan pikiran bersamaku di flaspress?" tawar Mike, " Aku akan kecewa jika kau menolakku, " lanjutnya tanpa memberi kesempatan Emerald menolak.


Emerald yakin jika malam ini dia harus menuruti pria yang ia tau seorang gay ini. Dia adalah orang yang sedikit banyak mempengaruhi mood karyawan di sini karena sifat humornya. Terlebih karena dia gay jadi Emerald berpikir jika pria imut ini tidak akan macam-macam padanya.


"Baik, beri aku lima menit. Aku butuh merapikan penampilanku yang kacau. "


"Baiklah, " jawab Mike.


Mike mengerling pada Mark yang tersembunyi di balik kaca hitam di ruangan Ceo. Dia mengambil kunci mobilnya dan berjalan kembali ke meja Emerald.


Emerald sudah siap dengan riasan yang nampak segar di wajahnya. Tidak berlebihan dan sangat menonjolkan kecantikan alami yang ia miliki terutama pada mata sewarna emerald itu.


"Wow, aku harus takut padamu Emey, aku takut Ron kembali straight jika melihat mu. "


"Diam Mike, kau tau benar jika Ron tergila-gila padamu. "


"Hahaha jika begitu Ron yang harus khawatir jika nantinya aku yang kembali straight, " canda Mike.


"Bearti aku harus lari ke daerah terpencil, aku takut pasangan gayray akan memburuku. "


Mereka berdua masih bercanda sambil menuju lift. Emerald sama sekali tidak tahu jika Mark sedang menunggunya di club. Dia bersiap untuk mendapatkan Emerald malam ini.


.


.


.


Flaspress Club.


Suasana remang-remang, lampu berwarna-warni, musik, Dj, dan lautan yang manusia yang bergerak menggila adalah pemandangan yang biasa di lihat di club. Emerald hampir menangis saat menginjak kakinya di sini.


Emerald sudah lama tidak bersenang-senang di tempat seperti ini. Sangat menyenangkan dan memacu adrenalin.


"Ayo ke meja bartender Emey, "ajah Mike.


"Okey, aku sangat berterimakasih karena kau mengajakku Mike, pekerjaanku membunuh otak warasku. "


Mike tersenyum, dia memesan cosmos dan martini pada bartender.


"Tidak, Ron-ku dalam perjalanan ke sini. Apa perlu kita membakar lemak di sana? " Mike menunjuk lantai tempat para manusia menari.


"Tentu saja. "


Mereka berdua kemudian melangkah ke lantai menari.


Hentakan musik beriringan dengan gerak pinggul Emerald. Begitu pula Mike yang sudah bergerak dengan liar. Mereka menari sambil cekikikan, entah kenapa mereka bisa langsung dekat meski hanya berbicara selama beberapa menit.


"Kau terlihat panas Mike," ucap Emerald.


"Kau tidak buruk. " Balas Mike yang mulai mengagumi Emerald.


Mereka berdua menari sampai sebuah tangan melingkar di pinggang Mike. Seorang pria berotot kekar berkulit agak gelap dengan rambut bronette nya menarik Mike dengan sikap posesifnya.


Mike tersenyum dan mengenalkan Ron pada Emerald.


"Kau pasti Ron, Mike tidak pernah berhenti membicarakanmu dan Wow kalian pasangan yang hebat. "


"Tentu saja, senang bertemu dengan mu Emey. "


"Aku haus, kurasa aku butuh martini, bersenang-senanglah. "


"Terima kasih Emey. "


Emerald tersenyum. Dia kemudian duduk di meja bartender memesan minuman.


"Boleh ku temani?" Mark duduk di samping Emerald. Matanya mengamati leher Emerald yang nampak menantang saat bibirnya meneguk martini.


"Apa kau perlu bertanya? "


Satu tegukan lagi meluncur melalui kerongkongan Emerald. Wajahnya mulai memerah dan Mark melihat hal ini sebagai pertanda.


"Kau ingin ikut denganku? "


"Tidak, aku sudah bosan ikut dengan para pria dominan seperti kalian tapi yang kudapatkan hanya teka teki," jawab Emerald sambil menyangga dagunya. Kemudian satu gelas martini mampir ke bibirnya lagi.


"Teka teki? "


"Edward si bodoh itu tidak mau mengatakan tentang identitasku dan rahasia kalian. Oleh karena itu aku akan menjaga jarak dari kalian, " ucap Emerald dengan mata yang sayu.


"Hoo, jadi jika aku memberitahu rahasia kami kau akan ikut denganku? "


"Benar, " Senyum konyol tercetak di bibir Emerald.


"Baiklah, ikut denganku. Setelah itu aku beritahu sebuah rahasia padamu. "


Tawaran Mark disetujui oleh Emerald. Mereka berdua pergi dari club menuju tempat parkir.


"Hik lalala hik... "


'Emerald yang mabuk ternyata sangat konyol. '


Merekapun tiba di apartemen Mark. Emerald terkapar di sofa dan berusaha mendengar ucapan Mark.


"Jadi apa rahasianya? "


"Kau adalah klon Cerry, istri dari Edward yang meninggal. Dan Philips adalah ilmuwan gila yang menculikmu dari laboratorium. "


Emerald sedikit terkejut dengan informasi dari Mark. Namun dirinya masih harus berpura-pura mabuk agar bisa lepas dari Mark. Perlahan Emerald menutup matanya dan tertidur di sofa.


"Ck, padahal aku ingin menghabiskan malam ini dengan kegiatan panas. Kenapa kau malah tertidur... "


Mark mengangkat Emerald menuju kamarnya. Dia menidurkan gadis itu di ranjang yang sudah lama tidak dijamah oleh wanita.


Tbc.