
"Kau tunggu di sini, aku akan menemui Min ri dan menyadarkannya.
Tae hee menatap punggung Ban do, dia lalu tersenyum sinis,"Itu balasan untukmu Min ri sunbae karena berani mendekati Tae joon oppa.
Ban do tanpa sadar telah di manfaatkan oleh Tae hee, dengan perasaan marah Ban do menghampiri Min ri yang tengah asyik bercerita dengan kedua temannya,"Kau tahu tadi aku melihat Hyun shik meminta parfum pada Soo rim kata Min ri sembari tertawa puas.
Ji soo dan Sung ri saling menatap dan berkata,"Apa itu lucu bagimu?
"Benar, ini sangat lucu ucapnya dan menghapus air mata yang keluar dari matanya karena terlalu lama tertawa.
Ji soo melihat Ban do berjalan ke arah mereka, Ji soo mengoyangkan tangan Min ri,"Ya! Park min ri, kenapa Ban do datang kemari.
Ban do memukul meja keras dan membuat Min ri terkejut,"Apa yang kau lakukan?
"Kata siapa aku menyukaimu? Kau ingat, jika aku punya pacar jangan pernah kau membullynya aku memperingatkanmu.
"Tidak mungkin, memangnya apa yang akan di lakukan Min ri pada calon pacarmu kata Sung ri kesal.
"Kau tidak perlu ikut campur Sung ri, aku tidak ada urusan denganmu tapi dengan Min ri.
Min ri memijat keningnya yang mulai berdenyut dan dia malu karena para junior dan teman seangkatannya melihatnya saat ini,"Sudah cukup Sung ri, biarkan saja dia kata Min ri.
"Benar, dengar apa yang di katakan temanmu padamu, jadi jangan urus urusan orang lain.
"Ya! Choi Ban do, apa kau tidak akan berhenti berbicara kata Min ri tiba-tiba, lalu siapa tadi yang mengingatkan untuk tidak membuat keributan.
Ban do berbalik dan menatap tajam ke Min ri,"Apa?
Min ri bangkit dari duduknya dan menampar Ban do,"Dasar bedebah.
Ban do sangat marah, dia ingin membalas memukul Min ri, tapi Tae joon menghentikannya,"Apa yang kau lakukan? Apa kau akan memukul wanita?
"Tae joon! Kau jangan ikut campur bentak Ban do.
"Tidak, aku tidak bisa tinggal diam Ban do, jika kau menganggu orang yang kucintai.
"Benarkah? Lalu Karena dia kau akan menghancurkan pertemanan kita?
"Aku tidak menghancurkan apapun di sini.
Soo rim dan Do hwa datang melerai mereka sebelum terjadi pertumpahan darah,"Apa yang kalian lakukan? Semua orang menatap kalian, jadi hentikan sekarang juga ucap Soo rim mencoba menenangkan kedua sahabatnya itu.
Tae joon melepaskan diri dari pelukan Do hwa,"Aku ingin bertanya padamu Ban do, apa kau pernah mendengar langsung Min ri mengatakan jika dia menyukaimu?
Ban do berpikir,"Min ri tidak pernah datang mengatakan perasaannya padaku, tapi aku mendengar dari teman-teman jika dia menyukaiku.
"Hanya karena rumor yang tak berdasar lalu kau langsung menyimpulkan jika rumor itu benar? Tanpa mencari tahunya langsung pada orangnya? Kalau begitu kau juga pengecut.
Ban do segera mendaratkan pukulannya pada Tae joon, beruntung Tae hee berlari dan berdiri di depan Ban do dan Ban do menghentikan serangannya sebelum mengenai wajah Tae joon,"Hentikan! Cukup!
Beberapa dari mereka bergosip dan membicarakan Tae hee yang datang tiba-tiba,"Ada apa dengan anak itu? Bukannya dia murid baru? Lancang sekali dia.
"Maafkan aku, sebenarnya aku yang menghasut Ban do oppa untuk memberi pelajaran pada Min ri sunbae, karena aku menyukai Tae joon oppa, tapi ternyata Tae joon oppa menyukai Min ri sunbae dan itu membuatku kehilangan akal dan memanfaatkan ka Ban do demi membalas ka Min ri.
Ban do tidak percaya dengan apa yang di katakan Tae hee saat ini,"Jadi kau hanya memanfaatkan kebaikanku padamu? Aku sungguh bodoh ucap Ban do dan meninggalkan kantin, Tae hee meminta maaf dan mengejar Ban do.
Soo rim menepuk bahu Min ri dan Tae joon,"Aku tidak tahu jika diam-diam teman-temanku ini punya pengagum rahasia, sepertinya kau akan menjadi terkenal Min ri ucap Soo rim sembari mengedipkan mata pada Min ri.
Tae joon juga hendak meninggalkan Min ri dan teman-temannya, tapi Min ri menghentikannya,"Tae joon-ah terima kasih sudah membantuku.
Tae joon tersenyum dan berkata,"Aku senang kau sudah membaik dan tidak marah lagi padaku.
"Kata siapa aku marah padamu?
"Kata hatiku goda Tae joon pada Min ri.
*****
"Nanti saja bu, aku tidak punya kekuatan lagi untuk mengganti bajuku, aku lelah dan juga lapar bu.
"Ibu tidak akan mengizinkanmu makan sebelum kau mengganti bajumu.
"Ibu curang kata Min ri dan dengan mengumpulkan kekuatannya dia mengambil tasnya dan menuju ke kamarnya.
Min ri melanjutkan nonton tvnya sembari makan, Ibu hanya mengeleng-gelengkan kepalanya,"Jika selesai makan, cuci piringnya.
Min ri menoleh ke arah ibunya dan tersenyum manis,"Siap!
*****
Tae hee mendorong pintu toilet, dia masuk ke salah satu bilik dan menguncinya, di dalam dia duduk di atas WC dan menundukkan kepalanya. Apa salahku, kenapa semua orang malah menyalahkanku, aku kan berusaha melindungi Tae joon oppa, tapi semua orang malah mencibirku karena sudah membuat ulah dan hampir melukai Min ri eonni batinnya dan kembali menangis.
Di tengah tangisnya, dua orang masuk ke dalam toilet, mereka berdiri di depan cermin dan memperbaiki seragam mereka,"Tae hee itu kurang ajar, dia bahkan ingin melukai Min ri eonni.
Seorang dari mereka berdecak,"Jika di bandingkan dengan Min ri Eonni, Tae hee itu tidak ada bandingannya, ka Min ri itu cantik, baik, kuat dan juga dermawan, jika aku Tae joon oppa, aku juga akan lebih memilih ka Min ri di banding Tae hee kotoran itu setelah mengatakan itu mereka tertawa dan meninggalkan toilet.
Mendengar ucapan kedua orang itu, Tae hee malah menangis sejadi-jadinya,"Apa aku memang seburuk itu, bahkan mereka memberiku julukan kotoran.
Setelah puas menangis, Tae hee keluar dari toilet dia mengusap sisa-sisa air matanya, dia lalu bercermin dan melihat matanya membengkak karena terlalu lama menangis,"Apa aku izin pulang sekolah saja? Ucapnya pelan.
Dari dua kamar bilik toilet terbuka, kedua wanita itu masing-masing berdiri diantara Tae hee, Tae hee merasa tidak enak, karena dia tahu jika kedua wanita itu adalah seniornya dan merupakan sahabat terdekat Min ri.
Saat Tae hee hendak meninggalkan keduanya, dengan cepat Sung ri menarik lengan Tae hee dan menatapnya tajam,"Jadi kau itu Tae hee?
Seluruh tubuh Tae hee bergetar hebat karena takut, apalagi Ji soo berpindah tempat dan juga sedang berdiri di hadapannya dan menatapnya dengan tatapan jijik ke Tae hee,"Benar dia adalah Tae hee, kau tahu dia itu tetanggaku, dia memang anak nakal, dulu dia mencuri di rumah bibiku ucap Ji soo dingin.
Tae hee mengepal kedua tangannya, Sung ri melancarkan serangannya dia mendorong bahu Tae hee dengan jari telunjuknya,"Apa masalahmu? Kenapa kau menganggu Min ri kami? Apa kau merasa cantik dan hebat?
Menakutkan, kumohon seseorang bantulah aku batinnya.
Sung ri mundur demi memberi jalan pada Ji soo, Ji soo juga mendorong Tae hee keras hingga Tae hee menabrak dinding toilet,"Dasar pencuri! Menjijikan!
*****
Min ri tengah sibuk mencari kedua sahabatnya itu,"Aish! Ke mana mereka?
Yoona menegur Min ri yang baru pertama kali terlihat jalan sendiri,"Min ri-ah? Bukannya kau ada di toilet?
Min ri menatap Yoona bingung,"Toilet? Untuk apa? Aku sedang tidak ingin buang air kecil jawab Min ri polos.
Yoona tersenyum,"Kau lucu sekali, itu berarti kau tidak tahu jika sekarang Ji soo dan Sung ri berada di toilet dia sedang memberi pelajaran pada kotoran itu.
Min ri berpikir keras,"Kotoran?
"Maksudku Tae hee.
"Apa? Ini tidak boleh terjadi, Yoona terima kasih informasinya aku akan menemui mereka ucap Min ri dan berlari sekencang mungkin menuju toilet.
*****
Ji soo menyudutkan Tae hee di dinding toilet, dia mendorong-dorong kepala Tae hee mengunakan jari telunjuknya,"Kau tahu apa resikonya jika kau menganggu teman kami?
Tae hee terlihat menyedihkan, dia seperti anak ayam yang kehilangan induknya.
Min ri sudah tiba di depan toilet, dia tidak segera masuk ke dalam karena mengatur napasnya yang berburu dan karena dia juga lelah karena berlari, setelah merasa baik, Min ri membuka pintu toilet dan melihat betapa menakutkannya Ji soo yang kini sangat dekat dengan Tae hee seolah dia akan segera menelannya.
"Kalian berhenti, apa yang kalian lakukan? Tanya Min ri tak habis pikir dengan kelakuan kedua sahabatnya itu.
Ji soo meninggalkan Tae hee dan berjalan bersama Sung ri menemui Min ri,"Min ri-ah kata Sung ri.
Min ri terlihat kesal, dia lalu menarik masing-masing tangan Ji soo dan Sung ri dan membawanya keluar meninggalkan Tae hee yang sudah sangat ketakutan.