CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND

CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND
EPISODE 1 PENYAMBUTAN SISWA BARU



                 Pagi ini, Park Mari sangat marah, dia berjalan menaiki tangga yang berada di lantai satu, saat berada di atas dia membuka pintu kamar di sisi kirinya, dia menemukan gadis remaja yang tengah tertidur lelap di atas kasur. Wanita itu menarik selimut dan berteriak pada gadis di hadapannya,"Ya! Park min ri bangunlah, apa kau tidak ingin ke sekolah?


Park Min ri terlalu mengantuk untuk membuka matanya, dia hanya tersenyum dan berkata,"Ara, ini pasti mimpi, hingga aku mendengar suara Mari eonni di rumah ahjussi. Dia lalu kembali menarik selimut itu dan tertidur.


Karena kesal, Mari memukul adiknya keras, membuat Min ri menggerang kesakitan, dia lalu sontak membuka matanya dan melihat sosok kakaknya sedang menatapnya penuh amarah,"Kakak? Kenapa kakak bisa ada di rumah ahjussi?


"Tidak perlu berbasa-basi Min ri, sekarang juga kau bangun dan pulang bersamaku ke Andong kata Mari dan menarik Min ri bangkit dari tidurnya.


Min ri menepis tangan kakaknya, dia lalu memejamkan matanya,"Ah Eonni hari ini adalah hari penyambutan siswa baru, jadi aku tidak ada pelajaran di sekolah.


Mari kembali memukul bahu Min ri,"Aku tidak perduli apa yang terjadi di sekolahmu, yang penting sekarang, kau bangun, bawa tasmu dan kita ke Andong sekarang, kamu masih punya banyak waktu untuk bersiap ke sekolah, apa kau juga lupa dengan orang tuamu? Ayah dan Ibu sudah merindukanmu, mereka bahkan mengeluarkan uang demi menyewa mobil dan menyuruhku menjemputmu.


Min ri mengacak rambutnya seperti kerasukan setan,"Kakak benar, aku lupa soal Ayah dan Ibu. Min ri buru-buru bangkit dari tempat tidur menyambar tasnya, dan Mari mengandeng tangan adiknya menuruni tangga milik ahjussi yang merupakan pemilik kontrakan kakak Min ri di kota.


Ahjumma menghentikan kami saat aku dan kak Mari hendak keluar dari rumahnya, dia memegang tangan kak Mari,"Kenapa kau membangunkan Min ri mungkin dia masih mengantuk katanya.


Kakak tersenyum dan mengatakan jika dia harus segera pulang ke Andong. Ahjumma bersih keras menghentikan kami,"Kalian jangan pulang dulu, aku akan membuatkan kalian segelas teh ucapnya.


Kak Mari kembali tersenyum dan menggeleng,"Maaf ahjumma, tapi saya takut jika menunggu bibi membuatkan kami teh, Min ri akan terlambat ke sekolah dan saya juga sudah tidak enak pada supir yang sudah lama menunggu di luar. Setelah mengatakan itu kami pamit pada pasangan tua itu dan masuk ke dalam mobil


Di dalam mobil, kak Mari duduk di samping pak supir, sementara aku duduk tepat di belakang kak Mari, pak supir mengajukan pertanyaan pada kak Mari,"Ada apa?


Kak Mari menyunggikkan senyum di bibirnya,"Dia adik bungsuku, ayah dan ibuku menyuruhku menjemputnya, dia sudah beberapa hari absen di sekolah. Mendengar penjelasan Kak Mari pak supir kembali focus pada jalanan yang ada di hadapannya.


*****


Setibanya di rumah, ayah dan ibu segera menemuiku, ibu memberiku kecupan hangat di kening sementara ayah merangkulku dengan erat untuk melepas rindu.


Aku segera lari ke kamarku, menaruh tas, dan segera beranjak ke kamar mandi. Aku keluar kamar mandi, saat kulihat kak Eun joo sibuk menggosok baju seragamku,"Kenapa seragam sekolahmu penuh dengan getah Min ri keluhnya.


Aku duduk di meja makan, memakan sarapanku sambil menunggu Kak Eun joo selesai mengosok seragamku,"Di sekolah ada pohon yang buahnya bergetah, kadang aku tak sengaja mendudukinya, atau kadang ketika dia jatuh buah ini menempel di baju seragamku kataku dengan cepat.


Kak Eun joo selesai menggosok baju seragamku, aku siap berangkat ke sekolah, sepanjang jalan aku berusaha menahan kantukku, jarak rumah dari sekolah berjarak dua kilometer. Ayah tidak pernah mengantarku ke sekolah, alasannya jalan kaki di pagi hari lebih sehat di banding mengendarai sepeda motor.


*****


Min ri menghentikan langkah kakinya saat berada di depan gerbang sekolahnya, dia menatap spanduk bertuliskan "SELAMAT DATANG SISWA BARU" yang di ikat di atas gerbang sekolah. Min ri menghentakkan kakinya melihat spanduk itu,"Aku sudah menduga, hari ini adalah hari pembukaan penyambutan siswa baru, dan ruang kelas pasti di gunakan dan tidak akan ada pelajaran, seharusnya aku masih tertidur lelap katanya lalu memegang kedua tali ranselnya dan masuk ke dalam pekarangan sekolah.


Min ri tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang berjalan di belakangnya, tiba-tiba lelaki itu mendekat dan berbicara pada Min ri,"Min ri? Kenapa kau baru masuk sekolah? Tanyanya.


Karena terkejut, Min ri hampir terjatuh, beruntung lelaki itu segera menangkap pinggang Min ri yang kecil dan itu menghambat Min ri terjatuh, Min ri segera melepas rangkulan lelaki itu padanya, karena gara-gara kejadian ini para wanita di sekolah menjadikan Min ri dan lelaki itu menjadi pusat perhatian, tentu saja lelaki itu adalah Kim soo rim, pria idaman di sekolah karena ketampanannya selain itu dia merupakan teman sekelas Min ri, dia juga ketua kelas Min ri bahkan saat ini dia menjabat sebagai ketua osis atau lebih tepatnya presiden,"Kenapa kau tiba-tiba muncul, kau membuatku terkejut kata Min ri sembari memegang dadanya yang berdegup kencang.


Lelaki itu menggaruk ujung alisnya, dia memegang sebuah kertas dan menatap Min ri,"Mian, itu karena aku baru melihatmu selama selesai liburan sekolah.


Min ri memiringkan kepalanya dan menatap Soo rim,"Astaga Soo rim-ssi, apa kau merindukanku? Tanyanya menggoda.


"Ya! Jangan main-main denganku, apa kau pakai seragam baru, kau sangat berkilau katanya sambil menutup matanya dan berjalan mendahului Min ri.


Min ri mengepal tangannya dan melemparnya ke arah Soo rim,"Dasar bocah itu, seragamku kusam,tapi dia bilang seragamku baru, apa dia sedang mempermainkanku? ouch andai saja dia bukan ketua osisku, aku sudah pasti menghajarnya kata Min ri dan berjalan mengikuti Soo rim.


Min ri kembali menghentikan langkah kakinya, saat berada di atas jembatan, karena melihat beberapa juniornya berdiri di ambang pintu kelasnya, dia berdecak dan menggelengkan kepalanya,"Aku sudah menduga, kejadiannya akan seperti ini, di mana kedua gadis itu? Keluh Min ri dan kembali berjalan ke arah depan kelasnya.


Min ri berteriak terkejut, kemudian berbalik dan melompat-lompat gembira bersama kedua temannya, membuat seluruh gadis yang berdiri di depan pintu bahkan murid baru melirik ke arah mereka bahkan Soo rim, Choon he dan juga Bong cha juga keluar dan melihat ulah ketiga teman kelas mereka, Soo rim marah karena ulah Min ri acara penyambutan tertunda, dia lalu berteriak ke arah Min ri,"Ya! Park min ri bentaknya.


Sontak Min ri dan kedua sahabatnya menoleh ke orang yang memanggilnya,"Soo rim? Apa maumu? Tanya Min ri kesal karena dia tiba-tiba berteriak pada Min ri.


Soo rim menyilang kedua tanggannya dan mengulang perkataan Min ri,"Apa maumu? Gara-gara kamu, aku tidak bisa membuka penyambutan murid baru, kamu tau kan aku akan berpidato.


Mendengar itu Min ri juga menyilang kedua tangannya dan menatap conggak,"Kau bahkan belum mengatakan apapun, lalu di mana letak kesalahanku?


Soo rim menarik Min ri menjauh dari kerumunan, dan ketika dia merasa jika tidak akan ada yeng mendengarkan mereka, dia melepas genggamannya, dia berhadapan dengan Min ri dan berbicara padanya, sementara Choon hee dan Bong ca menatap kesal Min ri, kerena mereka berdua belum pernah di tarik oleh Soo rim seperti itu.


Soo rim menunjuk ke wajah Min ri sambil membuka kancing baju teratasnya karena gerah,"Ya Min ri apa aku melakukan kesalahan padamu? Kau merusak acaranya.


Min ri tersenyum miring,"Aku tidak mengerti ucapanmu sedikitpun.


Soo rim tidak tahan lagi, dia hanya memijat keningnya dan kembali menatap Min ri,"Ku mohon jaga tingkah lakumu, aku akan membiarkanmu kali ini karena kau baru pertama kali datang ke sekolah katanya dan berlalu meninggalkan Min ri.


Min ri berdecak dan menatap punggung Soo rim hingga Soo rim, Choon hee dan Bong ca masuk ke dalam kelas,"Apa katanya tadi? Aku harus jaga tingkah? Wah! Sepertinya aku tidak bisa tinggal diam.


Dengan penuh amarah, Min ri menyusul Soo rim, dia menerobos masuk ke dalam kelas, dia melihat Soo rim dan berlari, dia lalu menarik rambut Soo rim menggunakan kedua tangannya,"Yah sekkia! kenapa aku harus jaga sikap, yang harus jaga sikap itu kau, dan mari kita lihat siapa yang akan mati hari ini ucap Min ri sementara semua yang melihat mereka memasang wajah terkejut melihat tingkah keduanya.


*****


Soo rim dan Min ri berakhir di dalam ruang kepala sekolah, seragam soo rim robek karena Min ri menariknya kuat saat mereka berkelahi, kini wajah tampan Soo rim terlihat menyedihkan, karena hidungnya yang tinggi harus memenjarakan kapas di lubang hidungnya, sementara Min ri, rambut dan bajunya berantakan meski baju seragamnya tetap menempel di tubuhnya, kepala sekolah terkejut melihat penampilan keduanya dan begitu marah pada mereka, bahkan beliau tak berhenti memukul-mukul meja dan terus menunjuk ke arah kedua muridnya itu,"Kalian ini bagaimana? Apa begini kelakuan senior tingkat tiga? Apa kalian gangster? Sehingga kalian berkelahi di depan murid baru, memalukan ucapnya.


Soo rim dan Min ri terus menunduk malu dan meminta maaf atas apa yang mereka lakukan hari ini,"Maafkan kami pak, kami tidak akan mengulanginya lagi.


Kepala sekolah kembali menatap mereka,"Siapa di antara kalian yang memulai perkelahian tanya kepala sekolah penasaran.


Keduanya saling beradu pandang dan menunjuk satu sama lain, Min ri tersenyum sinis dan menunjuk dirinya,"Jadi maksud kau aku yang memulainya, aku sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun, kau yang datang pertama dan membuat masalah denganku, menghina seragamku, menyuruhku jaga sikap, memangnya aku melakukan apa padamu? Katanya tanpa jeda sedikitpun.


"Lalu menurutmu aku juga yang memulai pertengkaran? Kau membuat keributan sementara aku akan membuka acara penyambutan murid baru bantah Soo rim.


Kepala sekolah kembali memukul mejanya, membuat keduanya menunduk,"Di depanku saja kalian berani bertengkar, kalian benar-benar keterlaluan. Sebagai hukumannya kalian berdua harus membersihkan toilet di samping ruang kesenian setelah acara penyambutan murid baru selesai, apa kalian mengerti?


"Tapi pak, bisakah kami tidak membersihkan toilet itu kata mereka bersamaan.


Pak kepala sekolah melihat ke arah keduanya,"Apa kalian berkencan? Kalian bahkan bisa sekompak ini. Tidak ada penawaran lagi, kau dan Min ri harus membersihkan toilet itu sampai bersih kata kepala sekolah dan memegang lehernya karena beliau merasa saat ini lehernya keram akibat ulah kedua muridnya itu.


"Kalian boleh pergi, tapi sebelum keluar, kau Min ri segera dapatkan baju seragam untuk Soo rim, dia harus segera membuka acara penyambutan murid baru, pergilah kata kepala sekolah dan kedua orang itu keluar dari ruang kepala sekolah.


Di depan pintu, keduanya kembali beradu pandang, Min ri mengigit bibir bawahnya, dan merapikan rambut juga bajunya, sementara Soo rim dia juga memperbaiki rambutnya, dia mendapatkan beberapa helai rambutnya lepas dari kepalanya,"Sepertinya bapak benar, kau itu gangster sekolah kata Soo rim sembari menutupi tubuhnya dengan baju koyaknya.


Min ri berbalik membelakangi Soo rim. Dasar sampah sekolah batinnya. Min ri hendak beranjak dari tempat dimana dia kini berdiri, tetapi Soo rim menarik tangannya,"Kau mau kemana? Apa kau lupa apa yang dikatakan kepala sekolah padamu? Dia menyuruhmu mencarikanku seragam bukan, jadi sekarang dapatkan seragam untukku kata Soo rim penuh tekanan.


Min ri tidak bisa membalas ucapan Soo rim, karena memang ini murni kesalahannya yang membuat Soo rim kehilangan seragamnya,"Baiklah.


"Aku akan menunggumu di dalam toilet ucap Soo rim. Min ri kembali berbalik, tapi lagi-lagi Soo rim menghentikannya,"Jangan sampai kau lari dari tanggung jawabmu ucap Soo rim.