CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND

CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND
Episode 17 Perpustakaan



Siang itu Min ri dan kedua sahabatnya memutuskan mengunjungi perpustakaan. Kejadian menghilangnya dia dan Yoon jae saat kemah kemarin menjadi pembicaraan di sekolah. Beberapa kali Ji soo dan Sung ri memberi peringatan pada orang\-orang yang mengunjingnya dari belakang.


Min ri mendorong pintu perpustakaan dan langsung memilih duduk di dekat jendela. Dia membenamkan wajahnya di lengannya dan mendesah,"Ah, apa salahnya jika aku dan anak itu menghilang? Aku dan dia juga sama sekali tidak melakukan apapun, sepanjang malam kami hanya tertidur saja gumamnya.


Ji soo memilih duduk di depan Min ri setelah menyambar buku bacaan yang di carinya, dia memandangi Min ri dengan tatapan simpati, di rengangkannya kakinya ke depan hingga menyentuh ujung sepatu Min ri, Ji soo lalu menendang-nendangnya pelan,"Ya! Kau kenapa? Bukankah tujuan kita ke sini hanya untuk mengerjakan tugas, kenapa kau malah tertidur?


Min ri mengangkat wajahnya dan memandang Ji soo,"Kau memang tidak peka, aku tidak suka orang-orang bercerita tentangku keluhnya.


Sung ri membanting bukunya di atas meja di samping Min ri, spontan seluruh siswa maupun siswi yang berada di dalam perpustakaan mendengurnya agar tidak membuat keributan, tapi bukan Sung ri namanya jika tidak mempunyai muka tebal, dia merangkul Min ri dan berusaha menghiburnya,"Kau tidak perlu memikirkan itu, kau tahu aku adalah satu-satunya yang mendukung hubungan kalian ucapnya lalu mengedipkan mata pada Min ri dan kembali mengerjakan tugasnya.


Min ri hanya mengeleng dan kembali menyembunyikan wajahnya di atas meja. Lima menit kemudian Min ri sudah tidak menyembunyikan wajahnya melainkan menatap keluar jendela, memperhatikan orang-orang yang melewati perpustakaan menuju kantin sekolah.


Lagi-lagi Sung ri menganggu Min ri dengan mendorong kepalanya dengan jari telunjuknya pelan.


"Akh! Ya! Apa yang kau lakukan? Keluhnya.


Biji matamu bisa-bisa melompat keluar karena tak berhenti bekerja.


"Ini mataku bukan matamu.


Tiba-tiba Sung ri teringat akan sesuatu, dia lalu menumpuh dagunya dengan kedua tangannya lalu melirik Min ri,"Aku penasaran akan sesuatu Min ri, karena kamu belum menceritakannya padaku dan juga Ji soo. Tentang ceritamu soal Yoon jae yang sudah menolongmu dari bahaya. Jika aku jadi kau, aku akan memeluknya dan tak akan melepasnya malam itu juga. Jadi bagaimana kau dan dia melewati malam bersamanya? Tanya Sung ri penasaran.


Ji soo lalu menggelengkan kepalanya dan melanjutkan bacaannya. Anak itu mulai lagi, otak mesumnya sudah tidak tertahan lagi. Kali ini aku tidak akan ikut campur batinnya.


Min ri menarik bibir Sung ri dan memukul keningnya pelan, Sung ri lalu menjauhi Min ri dan memegang kedua bibirnya juga keningnya secara bersamaan,"Akh! Sakit. Apa kau mencoba membunuhku?


"Otak mesummu tidak tertahan lagi Sung ri. Kau selalu memandang sisi itu dengan pikiran kotormu. Aku kan sudah bilang beberapa kali padamu, aku dan dia tidak melakukan apapun.


Sung ri masih tidak percaya pernyataan Min ri dan karena kesal Sung ri bangkit dari duduknya dan menarik Min ri ke jendela, dia lalu menempelkan wajah Min ri ke jendela dan di saat itu pula Yoon jae kebetulan lewat dan kebiasaannya dia suka bercermin di jendela untuk memperbaiki dasinya, pemandangan langkah pun terpaksa di lihatnya,"Ka..kau? Ucapnya sembari menunjuk ke arah Min ri.


Min ri dan Yoon jae saling menatap, min ri menepuk belakang Sung ri dengan kedua tangannya,"Lepaskan aku! Cepat!.


Yoon jae masih menatap Min ri yang seolah sedang mengajaknya bicara,"Apa yang kau katakan? Aku sama sekali tidak bisa mendengarnya.


Min ri memejamkan matanya, lalu berkata,"Pergilah, Caebal.


Yoon jae kini membaca gerakan bibir Min ri, dia lalu berbalik dan berlari ke kantin sekolah.


Sorotan mata Min ri menakuti Sung ri, kilatan di matanya menjelaskan betapa marahnya dia pada Sung ri dan berencana menghabisinya saat ini juga.


"Akh! Teriaknya membuat semua orang menatap ke arahnya.


"Sungguh memalukan kata Min ri pasrah dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya di atas meja,"Sung ri-ah! Aku akan membunuhmu!


Sung ri membereskan bukunya dan berbicara pada Ji soo,"Ji soo-ah, kau urus dia katanya lalu lari terbirit-birit hingga hilang di balik pintu perpustakaan.


"Dia keterlaluan sekali, kenapa anak itu harus melihatku seperti tadi? Apa dia sengaja lewat di sini?


Ji soo tersenyum. Dia lalu menutup buku bacaannya,"Bukannya tujuanmu memang ingin melihatnya? Itu sebabnya sedari tadi kau memperhatikan orang-orang yang lewat di sini bukan? Tanya Ji soo menggoda Min ri.


"Apa kau ingin mati juga di tanganku Ji soo?


"Tidak juga ucap Ji soo sembari mengangkat kedua tangannya sejajar dengan wajahnya.


Suara bel masuk berbunyi, Min ri mengigit bibir bawahnya,"Sial! Apa kau sudah meminjam bukunya?


Ji soo mengangguk pasti. Min ri lalu bangkit dari duduknya kemudian berjalan sambil mengendap-ngendap persis seperti pencuri. Dia lalu menarik buku yang menjadi targetnya. Ji soo yang sedari tadi mengikutinya lalu memegang lengan Min ri berusaha untuk menghentikan kelakuan temannya itu,"Apa yang kau lakukan? Kau ingin mencurinya lagi?


Min ri melepas buku itu dan membungkam mulut Ji soo,"Aku memang bisa meminjam buku itu, tapi aku lebih menyukai meminjamnya dengan cara seperti ini, itu membuat hatiku dag dig dug rasanya ada tantangan. Dan kau bisa meminjamnya tanpa harus membayar denda karena lewat dari waktu peminjaman. Aku memang sekali-kali merasakan sensasi karena melakukan kejahatan. Jadi sebaiknya kau diam saja.


Pada akhirnya Ji soo yang baik hati hanya bisa pasrah dan membiarkan temannya melakukan sebuah kejahatan. "Ini bertolak belakang dengan prinsipku Min ri.


Min ri tidak menghiraukan nasehat Ji soo, buku itu di sembunyikannya di balik bajunya. Saat pemeriksaan. Entah apa yang merasuki penjaga perpustakaan, dia sama sekali tidak melihat menemukan hal mencurigakan pada Min ri dan dia lolos begitu saja.


Saat di depan perpustakaan Ji soo menatap kesal pada Min ri,"Mungkin karena pak Yoseb sudah tua. Jadi dia tidak melihat kelakuan burukmu.


Min ri merangkul Ji soo dan membisiknya,"Aku hanya meminjamnya, jika sudah selesai aku akan mengembalikannya. Kau pikir aku pencuri?


"Iya kau memang pencuri, pencuri cantik.


Min ri tersenyum, berjalan melewati Ji soo lalu mengeluarkan buku dari balik bajunya, dia lalu menarik Ji soo dan berlari ke kelas.