CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND

CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND
Episode 24 Aku Muak Padamu



Ban do menarik tangan Min ri yang hendak pergi meninggalkannya.


Min ri berhenti, dia berbalik dan menatap Ban do kesal, jujur Min ri saat ini sangat ketakutan, dia tahu satu hal jika seorang Ban do adalah anak yang nakal dan bahkan melakukan sesuatu yang nekat tanpa memperdulikan dampaknya, meski dia harus di tendang dari sekolah ini, Min ri mencoba memberanikan dirinya dan bertanya pada Ban do,"Apa yang kau lakukan?


Ban do memperhatikan Min ri tanpa melepas pegangan tangannya,"Kenapa kau lakukan ini padaku? Tanyanya putus asa.


Min ri menatapnya dengan tatapan muak,"Pertanyaan yang kau lontarkan itu bukannya harus di jawab olehmu?


"Gara-gara kau! Dia menjauhiku, orang yang sangat ku sukai! Teriaknya putus asa.


"Gara-gara aku? Apa aku tidak salah dengar?


"Tidak, dan semua itu karenamu. Bahkan teman-temanku pun menjauhiku! Teriaknya lagi.


"Lalu apa hubungannya denganku? Kenapa kau selalu berpikir jika semua hal yang terjadi padamu adalah ulahku?


"Aku tidak perduli, bagiku kau adalah penyebab semua masalahku.


Min ri berkata dengan dingin dan menatapnya tajam,"Apa kau sudah kehilangan akalmu? kau tahu saat ini kau terlihat sangat menyedihkan. Dan aku muak padamu Choi ban do!


Raut wajah Ban do berubah menakutkan,"Apa katamu? Aku menyedihkan? Dan kau muak padaku? Aku lebih muak padamu! Katanya dengan penuh amarah dan hendak melayangkan pukulannya pada Min ri. Min ri yang melihat kepalan tangan Ban do tertuju padanya pun dengan spontan menutupi wajahnya dan berteriak ketakutan.


Tetapi pukulan Ban do tidak mengenai Min ri, itu karena Yoon jae menahannya, Min ri kembali melihat Ban do tapi dia terkejut saat melihat Yoon jae menahan tangan Ban do, Yoon jae tersenyum dan melirik tajam pada Ban do,"Apa sunbae akan memukul wanita? Bukankah itu adalah tindakan pengecut? Tanyanya dingin.


Ban do berusaha melepas tangannya, tapi tangan Yoon jae menahannya dengan kuat, dia lalu beradu pandang dengan Yoon jae,"Apa kau mau mati?


"Iya, jika sunbae masih berpikiran ingin memukul seorang wanita.


"Ya sekkia! Urusi urusanmu sendiri, jangan mengurus orang lain.


Yoon jae melepas tangannya, Ban do kembali menarik tangan Min ri tapi lagi-lagi Yoon jae menahannya,"Anda ingin membawanya ke mana?


"Mwo? Jawab Ban do dengan nada sarkas sambil memiringkan kepalanya, dia lalu melepas tangan Min ri,"Jadi? Kau ingin berkelahi? Baik aku akan meladenimu.


"Cukup! Kenapa kalian seperti ini teriak Min ri, karena Yoon jae berbalik, Ban do berhasil memukul wajahnya, darah segar mengalir di pinggir bibir Yoon jae, Min ri lalu menutup mulutnya.


Yoon jae tersenyum lalu menatap tajam Ban do,"Apa hanya segini pukulanmu sunbae? Ini hanya mengelitikku.


"Mwo? Dasar sombong setelah mengatakan itu dia kembali ingin memukul Yoon jae tapi Yoon jae berhasil menahannya dan saat itu juga Yoon jae meninjunya dengan keras membuat Ban do tersungkur ke lantai.


Min ri mendekat dan memeluk Yoon jae dari belakang,"Ku mohon berhentilah! Aku tidak ingin kau berkelahi lagi, ku mohon Yoon jae-ah! Ucap Min ri putus asa di sertai isak tangisnya.


Yoon jae menghela napas sepertinya amarahnya sudah menghilang, apa karena pelukan Min ri atau tangisannya, dia melonggarkan telapak tangannya dan berkata sembari tersenyum,"Ini pertama kalinya kau memanggil namaku Min ri sunbae.


Soo rim dan Do hwa menghampiri mereka, Soo rim kesal melihat Ban do, dia menyuruh Do hwa membawanya, Soo rim hanya memberi isyarat maaf pada Yoon jae dan pergi meninggalkannya menyusul Ban do dan Do hwa.


Ketika Soo rim pergi, Yoon jae berbalik dan memeluk Min ri,"Aku baik-baik saja, apa kau tidak apa-apa? Tanya Yoon jae, tapi Min ri tidak menjawab dia hanya terisak.


*****


Min ri berjalan masuk ke dalam kelas, wajahnya memerah entah kenapa, melihat itu kedua sahabatnya hanya bertukar pandang dan tak berani bertanya padanya.


"Hari ini, kita pulang bersama ajak Min ri kepada kedua sahabatnya.


"Tentu, tapi apa sore ini kau ada waktu luang Tanya Ji soo yang kini ikut duduk di sebelah Min ri.


Min terlihat sedang berpikir, lalu dalam sekejap dia mendapat titik terang,"Sepertinya aku tidak ada pekerjaan apapun di rumah, ada apa?


Raut wajah gembira terukir di wajah Sung ri,"Bagaimana jika nanti sore kita ke acara festifal di sekolah.


"Festifal? Sepertinya Min ri lupa akan sesuatu, dia lalu memukul keningnya dan mendesah,"Ya ampun aku hampir lupa soal festifal itu, kita kan harus menjaga satu stand bukan?


Keduanya lalu mengangguk setuju. Min ri lalu panik dan mengatakan semua yang dia khawatirkan saat itu juga,"Kita belum menyiapkan apapun, bagaimana dengan meja, tenda dan barang lainnya?


"Tenanglah Min ri, aku dan Sung ri sudah menyelesaikan itu. Aku minta kepada Kepala sekolah, agar acara festifal kali ini, siswa dan siswi tingkat akhir tidak perlu ikut serta, sebagai gantinya anak kelas dua yang akan mengambil alih festifal tahun ini.


"Aah kurukuna, tapi apa kalian tidak khawatir akan kesalahan anak-anak itu? Tanya Min ri khawatir.


"Kurasa semua akan berjalan sesuai dengan rencana, mereka sudah bisa bertanggung jawab ucap Sung ri bijak.


"Ya, aku setuju kali ini denganmu Sung ri.


*****


"Min ri-ah! Teman-temanmu sudah datang. Turunlah cepat.


"I..ii..iya eomma. Mereka cepat sekali, apa mereka itu wanita.


Ibu Min ri tersenyum ramah dan menyuruh mereka berdua duduk di sofa sambil minum jus jeruk buatan Ibu Min ri,"Kalian minum ini dulu, sepertinya Min ri akan lama, ayo makan jangan sungkan.


"Kau Ji soo? Suara itu membuat Ji soo berpaling dari gelasnya yang berisi jus jeruk,"Sung won oppa? Kapan oppa datang dari Seoul?


Sung won melempar senyum termanisnya dan seorang gadis yang tepat duduk di samping Ji soo tak bisa memalingkan pandangannya pada wajah Sung won. Apa lelaki tampan ini oppa Min ri? Kenapa keluarga Min ri semuanya berparas menawan, sepertinya hatiku akan meledak batin Sung ri.


Ji soo merasa malu karena beberapa kali Sung won mengajak sung ri berbicara, Sung ri sama sekali tak mengatakan apa-apa, dia hanya menatap Sung won dengan tatapan kosongnya. Ji soo lalu menyikut lengan Sung ri,"Ya apa yang kau lakukan? Kau tahu air liurmu menetes bisik Ji soo.


Dengan spontan Sung ri menyeka ujung bibirnya yang sedikit basah, wajahnya semakin memerah dan panas, saat dia menyadari Sung won memerhatikannya dan sangat dekat dengannya.


"Kau Sung ri? Wah kau juga sudah tumbuh dewasa yah, kemarin aku terkejut melihat pertumbuhan Min ri, tapi setelah melihat kalian aku jadi tidak terkejut lagi, mmm Sung ri-ah! Apa ada yang salah denganmu?


Sung won menempelkan punggung telapak tangannya pada kening Sung ri,"Aku pikir kau sakit, wajahmu sangat merah.