CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND

CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND
Episode 20 Kenapa Harus Aku?



    Apa yang sebaiknya aku perbuat untuknya? Apa aku pura-pura di pukul olehnya? Atau mengatakan jika kami sedang berkencan? Akh lebih baik tidak, aku sendiri yang akan repot jika menyebar humor seperti itu.


Terbesit ide gila dan konyol di benak Min ri ketika mengingat momen singkat yang tiba-tiba teringat olehnya, dia lalu megepalkan kedua tangannya.


Suara tawa terdengar di ruang tengah, ibu ayah dan juga kakak Min ri tertawa karena lelucon kakak mengenai pekerjaannya di Gangnam. Bahkan mereka tidak menyadari kehadiran Min ri di tengah-tengah mereka.


"Jadi? Apa yang kau lakukan untuknya? Tanya ibu di sela tawanya.


"Yah aku hanya tersenyum padanya dan berpura-pura tidak melihatnya terjatuh hingga aku menyaksikan wajah terlucunya jawab kakak sambil menirukan raut wajah rekan kerjanya. Lagi-lagi membuat ketiganya tertawa lepas. Lalu ibu menoleh saat itu dia dan semuanya menyadari kehadiran Min ri.


"Kau sudah bangun rupanya? Tanya Ayah seolah ini hal yang baru terjadi.


Min ri tidak menjawab, dia meletakkan tas sekolahnya di samping kanan kakinya, memakan roti dan juga menyeruput susu hangatnya dengan raut wajahnya yang terlihat di tekuk.


"Ada apa dengan wajahmu? Kau sakit? Tanya Kakak Min ri.


"Memangnya wajahku kenapa oppa? Ucapnya dengan ekspresi datar.


"Anak ini benar-benar kata Nam joo sembari menggelengkan kepalanya.


"Sudah kalian tidak perlu bertengkar saat sedang makan sela Ayah lalu membuat semuanya terdiam dan menyantap sarapan pagi mereka.


*****


Suara pintu terbuka dan tertutup di satu waktu terdengar oleh ketiganya, saat Min ri menghilang ketiganya secara bersamaan bernapas legah.


"Sepertinya ucapan eomma memang ada benarnya, aku rasa Min ri memang sedang dalam masa puber.


Ayah lalu menyapu dagunya sembari memasang wajah seriusnya,"Siapa lelaki yang berani menyentuh putriku akan habis di tanganku.


Ibu menghampiri Ayah membawakan secangkir kopi kesukaannya, dia duduk di samping ayah dan mengusap pundak ayah lembut,"Yeobo, sepertinya reaksimu berlebihan. Aku berharap kau tidak bersikap seperti itu di depan Min ri, jika kau tetap memilih melakukan itu, maka kau harus siap menerima jika Min ri kesayanganmu itu akan membencimu saran ibu lalu beranjak dari sisi ayah kembali ke dapur.


"Aku ini kan appa nya, sudah menjadi kewajiban bagi seorang appa melindungi anaknya. Appa benar kan Nam joo?


Nam joo yang saat itu masih berkutat dengan rotinya tiba-tiba menjatuhkan roti dari genggamannya,"Kenapa appa tanya padaku, aku tidak terlalu tahu jika membahas permasalahan appa dan putrinya kata Nam joo menyelamatkan dirinya.


Ibu kembali dengan membawa sepiring biskuit dan meletakkan kasar di atas meja di samping cangkir kopi Ayah,"Kau tidak percaya dengan ucapanku? Aku serius dia akan membencimu jika kau terlalu mengganggu kehidupan pribadinya, jadi sebelum dia menceritakannya langsung padamu jangan memaksanya memberitahumu, jika tidak akan fatal jadinya.


*****


Langkah kaki Min ri yang berat terdengar seperti bukan langkah kakinya.


Ia memasuki pekarangan sekolah dan berjalan di tengah lapangan sekolah sambil menundukkan kepalanya dan tampa sengaja ia menabrak seseorang, dia lalu mengangkat wajahnya dan betapa terkejutnya dia, orang yang saat ini di hadapannya adalah cowok brengsek dan juga tak sopan itu.


Nam yoon jae memperhatikan Min ri. Apa ini takdir? Batin Yoon jae dan tersenyum tipis.


Min ri yang bertemu dengan Yoon jae secara kebetulan di pagi hari membuat harinya menjadi kelam dan juga sial, tanpa senyum di wajahnya dia beralih pandang, berdecak dan hendak berjalan pergi seolah sedang menghindari Yoon jae.


Yoon jae lalu melepas lengannya sembari mengangkat kedua tangannya ke atas kepalanya,"Apa sekarang kau berencana seolah tak kenal denganku?


Min ri tertawa sinis dan menatap tajam Yoon jae,"Sepertinya saya salah dengar, apa kita saling kenal? Ucapan Min ri itu mengundang mereka yang berjalan berbalik ke arah mereka.


Yoon jae merasa malu, memang ini hal yang ia inginkan tapi ternyata cukup menyakitkan baginya. Min ri menabrak Yoon jae dengan pundaknya, bahkan saat melewati Yoon jae dia berbisik,"Jangan dekat-dekat denganku, aku tidak suka di sentuh dan aku tidak tertarik denganmu.


Yoon jae berbalik dan memperhatikan punggung Min ri,"Sepertinya dia sangat membenciku.


*****


Min ri masuk ke dalam kelasnya, di ambang pintu Bong cha menahan Min ri dan bertanya padanya,"Apa ini pertengkaran kecil dalam percintaanmu Min ri?


Min ri balik bertanya sambil menyunggingkan senyum simpul.


"Sejak kapan seorang Bong ca tertarik dengan kisah cinta Park min ri?


Bong cha membulatkan bola matanya kaget, kemudian tertawa terpaksa,"Aku bukannya tertarik, aku bertanya karena aku kebetulan melihatmu bertengkar dengannya.


Min ri berjalan maju, memukul lengan Bong cha yang menghalangi pintu dan berkata,"Urus saja urusanmu sendiri ucapnya dengan nada suara dinginnya.


Dan suara Min ri yang terkesan dingin itu membuat Bong cha merinding. Apa dia itu preman? Kenapa dia bisa dengan tenang mengancamku batin Bong cha dan duduk di kursinya.


*****


Sung ri berlari kecil menuju kelas, beberapa kali dia berusaha menghindari beberapa orang agar dia tidak menabraknya. Karena lelah dia berhenti sejenak, membungkuk sembari menumpu dirinya pada kedua lututnya, dia lalu kembali mengangkat badannya, menyeka keringatnya dan melihat jam tangannya,"Aku belum terlambat, ku harap hari ini Min ri datang cepat ke sekolah, aku ingin menanyakan sesuatu padanya gumamnya lalu kembali berlari menuju kelasnya.


"Kau tahu tadi aku melihat Yoon jae dan Min ri sunbae sedang bertengkar di tengah lapangan sepak bola ucap seorang gadis pendek berambut pendek itu pada gadis berkacamata di sampingnya.


"Setahuku, laki-laki dan perempuan jika sedang bertengkar itu menandakan mereka tengah berkencan.


"Kemungkinan, mereka berkencan saat menghilang di perkemahan waktu lalu.


"Iya aku juga mendengar rumor itu.


Kang dae hee berjalan mendekati kedua temannya itu dengan kesal,"Apa yang kalian katakan? Yoon jae tidak akan berkencan dengan wanita manapun, itu yang di katakan padaku.


Kedua teman kelas Dae hee tidak ingin punya masalah dengan gadis aneh ini, mereka mencari aman dan lebih memilih meninggalkan dia.


Sung ri menghampiri Min ri setelah berhasil menemukannya di dalam kelas, suara napasnya yang masih memburu terdengar jelas,"Ya! Park min ri.


Min ri menoleh dan memperhatikan wajah lelah Sung ri dengan malas,"Ada apa? Atur dulu napasmu itu lalu berbicara denganku.


Sung ri melempar senyum manisnya pada Min ri dan berkata lantang,"Apa benar kau dan Yoon jae berkencan?


Min ri yang tidak fokus seolah mengabaikan ucapan Sung ri,"Oh begitu? Gumamnya pelan tanpa semangat.  Mho? Ucapnya kembali dengan terkejut.