
Yoon jae masih menatap Min ri dari kejauhan, muncul beberapa pikiran di kepalanya. Mungkin ini yang terbaik untuk kami.
Beberapa kali Kwon min memanggil nama Yoon jae, tapi dia tidak berbalik. Kwon min berjalan mendekatinya, dia lalu menyentuh bahunya saat tepat berada di samping Yoon jae,"Ya! Ada apa? Tanya Kwon min yang menyadarkannya dari lamunannya.
Dia menoleh ke arah Kwon min sambil tersenyum masam,"Tidak ada apa-apa, apa kau membawa pesananku?
Kwon min meliriknya tajam,"Aku tahu kau berbohong, kau sangat tidak bisa menyembunyikan kebohonganmu padaku Yoon jae, walau aku tidak akan memaksamu menceritakan semua masalahnya. Dia lalu memberi sebotol minuman kaleng kesukaan Yoon jae,"Ini pesananmu.
Mereka berdua memutuskan kembali ke kelas, tapi sebelum pergi, Kwon min menghentikan langkah kaki Yoon jae,"Apa kau tidak mendengar suara apapun? Itu berasal dari perpustakaan. Apa ada pembagian buku gratis? Tanya Kwon min berbinar-binar.
Yoon jae tak peduli dan menyuruh Kwon min mengikutinya,"Entahlah, lupakan saja. Dan setahuku di sekolah kita tidak ada program pembagian buku gratis Kwon min.
Tanpa sepengetahuan Min ri, saat pulang sekolah. Ji soo dan Sung ri berjalan di belakangnya. Min ri berpisah dengan Ji soo di persimpangan jalan. Min ri, Ji soo dan Sung ri memang tinggal di lingkungan yang sama, tetapi lokasi rumah mereka memiliki jarak yang cukup jauh.
Saat Min ri melepas sepatunya, ketika ada yang tiba-tiba meneriakkan namanya dan dia berpaling.
"Min ri-ah!
Kakak lelakinya. Dia berdiri tepat di belakang Min ri. Hidung yang mancung dan wajah yang tampan jelas terukir di wajah Park sung won. Dia jelas senang melihat adik bungsunya.
"Akh! Oppa kenapa oppa mengagetkan aku.
"Akhirnya!" kata Sung won. Mata Sung won masih berbinar melihat adiknya, dia menaiki tangga ke kamarnya.
Sung won tersenyum melihat Min ri, dia menunduk lalu mengambil sepatu Min ri dan menyimpannya di box sepatu. "Anak nakal itu masih saja tidak berubah. Min ri-ah setelah mengganti bajumu, turunlah makan bersamaku teriak Sung won.
Sung won lalu menyalakan TV dan menonton acara musik faforitnya.
Min ri menutup pintu kamarnya, membaringkan tasnya di atas kursi belajarnya lalu melempar tubuhnya ke atas kasur kesayangannya. "Akh, dasar anak tidak sopan, sampai kapan dia akan terus mengangguku, lalu kenapa dia selalu muncul di manapun, membuatku kesal saja.
*****
Ibu keluar dari kamarnya lalu berkutat di dapur,"Sung won-ah! Apa kau sudah makan?
"Belum eomma, aku sedang menunggu Min ri.
"Astaga, apa Min ri sudah pulang dari sekolah?
"Iya, mungkin saat ini dia sedang berganti pakaian.
"Min ri-ah! Cepat turunlah, Sung won sudah lapar. Terdengar suara teriakan eomma yang kencang dari celah pintu.
Min ri mengambil bantalnya dan berteriak di dalamnya,"Aku tidak ingin makan!
Baru saja Min ri akan beristirahat karena lelah belajar di sekolah, tapi dia harus terganggu karena omelan ibunya yang komplain karena Sung wwon ingin makan tapi Min ri harus bersamanya. Min ri sangat kesal, dia lalu bangkit dari tidurnya dan segera menuruni tangga menuju meja makan.
Malam pun datang, tapi tetap saja Min ri harus ikut serta dalam perbincangan Ayah, Sung won, Nam joo dan juga ibunya, Min ri duduk di pinggir sofa sembari memainkan sobekan sofa karena jenuh.
"Pekerjaanku baik, lain kali aku akan mengajak appa ke tempat kerjaku, bagaimana?
Ayah hanya mengangguk mendengar ajakan Sung won.
Sung won lalu berpaling pada Min ri yang sedang asyik menyakiti sofa yang tak bersalah itu,"Min ri? Bagaimana sekolahmu? Sudah lama aku tidak bertemu denganmu Min ri, kini kamu sudah semakin dewasa kata Sung won sambil tersenyum.
"Sekolahku baik oppa.
"Syukurlah kalau memang baik. Kamu pasti senang bersekolah.
Min ri kembali ke dalam kamarnya, walau pintu kamarnya tertutup, Min ri masih bisa mendengar jelas jika semuanya mendengar cerita Sung won mengenai pekerjaannya di kota.
Setelah beberapa jam mereka bercerita, Min ri mendengar kesunyian. Rumah kini terasa sunyi, beberapa bohlam lampu di ruangan bawah di padamkan.
Min ri melirik jam dinding di atas meja belajarnya,"Sudah pukul sebelas malam, aneh aku sama sekali tidak mengantuk. Min ri lalu menutup buku yang dia baca dan memutuskan duduk bersandar di pinggir ranjangnya,"Kenapa aku tidak bisa melupakan kejadian hari ini, Yoon jae anak itu kenapa dia begitu membenciku. Tapi untuk apa aku memikirkan hal bodoh seperti ini?
*****
Min ri menatap meja guru sambil memanyunkan bibirnya,"Ya! Ksu kenapa? Apa ada masalah? Tanya Ji soo khawatir.
"Aku baik-baik saja uccap Min ri dan berbalik ke arah Ji soo.
Min ri terkejut melihat wajah Ji soo dan Sung ri, hari ini kedua wanita itu memutuskan bersama-sama ke sekolah,"Aa..aa..ada apa dengan wajah kalian? Kenapa bibir kalian berdarah dan keningmu kenapa?
"Kau lupa? Kemarin kami dan dua gadis sial itu ribut. Untung saja tak satupun guru mengetahui pertengkaran kami ucap Sung ri.
"Aku puas, beberapa kali aku menarik rambut Bong cha, dia bahkan mimisan ucap Ji soo puas disertai tawa bahagianya.
Dari arah pintu, Bong ha dan Choon hee juga datang bersama ke sekolah. Bong cha terlihat berantakan, luka di pipinya bahkan dia memperban hidungnya. Sementara choon hee. Hidung, bibir dan juga keningnya terluka. Min ri menelan ludahnya keras, dia lalu kembali melirik kedua sahabatnya itu
"Tentu saja, aku rasa apa yang mereka alami belum seberapa dengan gosip yang dia sebarkan ucap mereka bersamaan. Lalu mereka melirik ke arah Bong cha dan Choon hee dengan tatapan tajam, menyadari itu Bong cha dan Choon hee lalu menundukkan kepalanya karena malu dan juga takut.
"Hmm, aku piker mereka sangat ketakutan pada kalian, maaf. Aku tidak ada di sana ketika kalian bertengkar demi membelaku, aku bahkan pulang lebih dulu padahal ini semua demi diriku.
"Sudah, kau tidak perlu bersedih ataupun merasa bersalah, kita berdua mengerti keadaanmu ucap Ji soo.
"Terima kasih. Sebaiknya aku tidak pernah menyinggung mereka berdua batin Min ri yang terlihat sedang menyembunyikan kengeriannya pada kedua sahabatnya yang sangat tangguh itu.
Aku dan kedua sahabatku ke tempat duduk kami, saat Guru sejarah masuk memberi pelajarannya hari ini. Sejarah adalah pelajaran yang paling aku sukai, apalagi jika Guru bercerita tentang kisah perjuangan dan cinta sang Raja dan Ratu. Dan paling mendebarkan saat penghianat sudah di tangkap dan di beri hukuman oleh Raja.
*****
Min ri tak sengaja bertemu dengan Ban do di dekat gedung perpustakaan, Min ri sangat tidak ingin bertemu dengan manusia picik ini, entah kenapa Min ri membencinya ketika dia melihatnya menatapnya dengan tatapan merendahkan dirinya, Min ri berpura-pura tidak melihatnya dan hendak melewatinya, tetapi Ban do menangkap lengan Min ri,"Kita perlu bicara ucapnya.