CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND

CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND
EPISODE 9 Terima Kasih



            Min ri melepas tangan Ji soo dan Sung ri, Min ri sama sekali tidak mengatakan apapun dan itu membuat keduanya takut, Min ri duduk di bawah pohon tempat faforit mereka, Ji soo dan Sung ri juga mengikuti Min ri. Diamnya Min ri membuat suasana menjadi mencekam dan sangat canggung.


Setelah beberapa menit memilih diam, Min ri kemudian memutar badannya dan menatap kedua sahabatnya itu,"Apa kalian gangster? Pembuat masalah?


"Apa kau gila? Kami tidak mungkin salah satu dari tuduhanmu itu kata Sung ri dan kembali terdiam saat Min ri menatapnya tajam.


Min ri menghela napasnya berat,"Apa yang kalian lakukan tadi sangat tidak baik.


Ji soo memutar bola matanya malas,"Kau itu terlalu baik, harusnya tadi kau menampar gadis kurang ajar itu dan memukulinya saja.


Min ri memejamkan kelopak matanya dan kembali membukanya,"Aku tidak akan melakukan hal seperti itu.


"Lalu kenapa? Apa salahnya jika kami memberinya pelajaran ucap Sung ri dan mulai terisak.


"Iya, kami sangat menyayangimu, kami akan marah dan murka jika ada yang menyakitimu atau mencoba melukaimu tambah Ji soo disertai suara isakan tangisnya.


"Benar, kami akan merobek mulut orang yang berkata kasar padamu, atau akan memberi pelajaran pada orang yang berani membuat masalah denganmu, semua itu karena kami sangat perduli padamu. Ji soo dan Sung ri menangis sejadi-jadinya dan membuat mereka menjadi pusat perhatian.


"Terima kasih, kalian memang sahabat yang baik. Tapi jangan mengulangi hal seperti gangster lagi, kalian janji?


Ji soo dan Sung ri mengangguk bersamaan dan memeluk Min ri.


Min ri melepas pelukan mereka, dia lalu menatap tajam ke arah Ji soo,"Ji soo-ah? Aku tidak tahu jika kau berbakat dalam mengancam seseorang, kau tahu kau terlihat menakutkan dan mengintimidasi kata Min ri dan terus menatap wajah Ji Soo.


Ji soo memperbaiki rambutnya dan berkata,"Jika kau melihat Sung ri, kau juga akan memujinya, dia juga terlihat menakutkan saat marah, aku tidak akan cari masalah dengan Sung ri.


Sung ri mengusap air matanya,"Ya! Di banding denganku dan Ji soo, tak ada yang mengalahkan Min ri, dia jauh lebih menakutkan di banding siapapun, apalagi jika dia sedang marah.


"Kalian memang benar, tapi ku harap kalian tidak lagi menganggu Tae hee, hampir saja kalian berurusan dengan kepala sekolah, apalagi jika Tae hee mengadu hal-hal aneh tentang kalian, aku jadi khawatir.


Ji soo melempar rambutnya ke belakang,"Dia tidak akan melakukan itu.


Sung ri mengaruk kepalanya,"Kenapa?


"Karena aku tahu semua rahasia tentang dia kata Ji soo dan tersenyum mengerikan


*****


Sepertinya ini salah, harusnya aku menjaga jarak dengan Tae joon. Kenapa sekarang aku malah semakin akrab dengannya? Jika terus seperti ini, aku takut jika aku akan terluka saat waktunya dia pergi meninggalkan kami batin Min ri dan menatap Tae joon yang saat ini sedang merangkulnya.


Tae joon mengedipkan sebelah matanya demi menggoda Min ri yang terus menatapnya, Min ri mengalihkan pandangannya dan memindahkan tangan Tae joon yang melingkar di lehernya,"Sepertinya ini tidak benar Tae joon.


Tae joon memasang raut wajah bingungnya,"Kenapa? Apa aku melakukan kesalahan?


Min ri menggeleng,"Tidak, tapi maaf aku harus pergi katanya dan berjalan meninggalkan Tae joon.


Tae joon memegang lengan Min ri dan membuat Min ri menghentikan langkah kakinya, dia lalu berbalik dan menatap kedua mata Tae joon,"Apa yang kau lakukan?


"Min ri, kenapa kau mudah merubah sikapmu? Apa salahku? Setidaknya jelaskan apa yang membuatmu tiba-tiba berlaku dingin padaku.


*****


Ji soo dan Sung ri segera menemui Min ri, setelah mendengar curahan hati Tae joon,"Ya! Park min ri! Teriak Sung ri padanya.


Min ri hanya memutar bola matanya malas,"Ada apa?


Ji soo memegang kedua pipi Min ri dan mencubitnya,"Apa yang kau lakukan pada Tae joon?


Min ri menepis tangan Ji soo,"Jadi, dia menceritakannya pada kalian?


Sung ri dan Ji soo mengangguk secara bersamaan,"Pokoknya kau harus jelaskan pada kami, kita ini sahabat kan dan kau sudah janji jika kau tidak akan menyembunyikan apapun dari kami ucap Sung ri penuh tekanan.


Min ri terdiam sejenak sembari menundukkan kepalanya, kemudian mengangkat wajahnya dan menatap kedua sahabatnya yang begitu setia menunggu Min ri bercerita pada mereka,"Akhir-akhir ini Tae joon semakin dekat denganku.


Ji soo tertawa senang dan bertepuk tangan,"Ini kabar bagus, lalu apa yang membuatmu membencinya?


Min ri menghela napas berat,"Aaa..aaa...aaku takut jika aku semakin dekat dengan Tae joon, aku akan terluka saat dia pergi meninggalkanku nanti, apa kalian tidak perduli jika nanti dia akan pergi meninggalkanku, aku akan terus menangis dan membuat hatiku terluka katanya sembari memasang wajah Aegyo nya.


Sung ri yang sedikit polos menaruh perhatian pada Min ri, dia menangis dan memeluk Min ri,"Aku akan membunuh Tae joon jika dia melukaimu.


Ji soo memisahkan keduanya yang sudah mulai bertingkah berlebihan,"Ini berbeda, Tae joon itu baik, dia tidak akan membuatmu terluka Min ri.


Min ri tiba-tiba terdiam dan bersikap serius,"Aku merasa aku akan terluka jika nanti dia pergi bersama dengan ayahnya Ji soo, aku tahu maksud kau baik tapi ini bukan pilihan terbaik untukku, kumohon cobalah untuk mengerti, aku akan menemui Tae joon, tapi aku tidak tahu, apa dia akan tetap memilihku atau malah sebaliknya katanya, dia lalu bangkit menepuk-nepuk bahu Ji soo dan segera menemui Tae joon.


*****


Sesuai petunjuk yang di ucapkan Ji soo padanya, saat ini Min ri melihat Tae joon yang bersedih dan duduk diam di kursi dekat kelasnya, dia berjalan mendekat ke Tae joon dan duduk di sampingnya,"Tae joon-ah, apa kau sibuk?


Tae joon tidak menjawab, dia hanya menggelenggkan kepalanya.


Min ri memantapkan hatinya dan memegang tangan Tae joon,"Apa kau sedih dengan ucapanku tadi?


Tae joon menoleh dan berkata,"Iya, kau tahu butuh waktu dan keberanian untuk mengakui perasaanku padamu, aku takut saat kau mencoba menghindar dariku Min ri.


Min ri tersenyum dan senyuman itu menenangkan Tae joon,"Aku bukannya menghindarimu, hanya saja aku takut untuk melangkah terlalu jauh bersamamu.


"Kenapa? Tanya Tae joon yang tidak mengerti apapun.


"Tae joon-ah, seorang wanita selalu membutuhkan sosok lelaki, lalu jika aku sudah terbiasa bersama denganmu, apa yang kau rasakan jika jadi diriku, apa kau akan baik-baik saja jika orang yang sudah nyaman denganmu, tiba-tiba memutuskan pergi jauh dari kehidupanmu dan untuk bertemu dengannya kau tidak tahu kapan hari itu akan datang lagi, kau mengerti kan maksudku?


"Aku tahu, tapi aku memang sangat menyukaimu Min ri.


Min ri melepas genggaman tangannya pada Tae joon, bangkit dari duduknya dan memunggungi Tae joon,"Apa kau mau tinggal di sini dan jangan pergi bersama ayah dan ibumu?


Tae joon terdiam, sepertinya dia dilema dengan pertanyaan Min ri, Min ri memutar badannya dan menemui Tae joon yang terdiam,"Kau tidak bisa melakukannya bukan? Itu sebabnya, lebih baik mulai saat ini kita jaga jarak, ini salah satu jalan agar aku dan kau tidak akan terluka ucap Min ri dan pergi meninggalkan Tae joon.


Saat Min ri pergi, Tae joon menundukkan kepalanya, dia melonggarkan dasinya dan memijat keningnya yang mulai berdenyut,"Sial! Kenapa semua ini harus terjadi padaku, aku memang payah.