CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND

CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND
Episode 19 Lebih Baik Kita Menjauh



   "A..aa..apa yang kau lakukan? Apa kau akan terus memegang tanganku? Ucap Min ri mencairkan suasana yang canggung ini.


Yoon jae memaki dirinya dalam hati, rupanya dia terlalu larut dalam suasana,"Hmm..maaf, tapi aku tidak suka jika di sentuh orang lain.


Mendengar itu membuat Min ri tersedak ludahnya sendiri,"Aku tidak percaya, jadi kau punya penyakit tidak suka di sentuh? Baik mulai hari ini dan seterusnya aku tidak akan menyentuhmu lagi.


Setelah mengatakan beberapa kata, Min ri yang sudah merasa sangat canggung dengan suasana ini dan jantungnya yang terus berdetak tak menentupun berencana meninggalkan Yoon jae, tapi ketika Min ri berjalan di sisi Yoon jae, Yoon jae menahan lengan Min ri dan membawa dirinya ke hadapannya, Min ri terkejut atas apa yang di lakukan Yoon jae padanya.


Aneh, seingatku anak ini mengatakan jika dia tidak suka di sentuh, tapi ucapannya tidak sejalan dengan apa yang saat ini dia lakukan, menarikku dengan paksa sama saja dia sedang menyentuhku pikir Min ri.


"Ada apa lagi? Sahut Min ri sambil memiringkan kepalanya.


"Kau! Mulai hari ini jangan muncul di depanku lagi, kau salah jika kau pikir aku tertarik padamu.


Kedua alis Min ri menggerut dengan tatapan bingungnya,"Mwo? Kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu?


"Pokoknya jangan muncul di hadapanku lagi, jangan mencoba menggodaku apalagi sok kenal denganku katanya lagi penuh tekanan.


"Wah! Aku tidak habis pikir dengan otakmu itu dan sejak kapan aku menggodamu? Lagi pula orang yang selama ini terus muncul tiba-tiba itu kau bukan aku. Dan seharusnya yang mengatakan kata-kata itu adalah aku bukan kau! Kata Min ri penuh emosi.


"Bagus jika kau berpikiran sama denganku, itu berarti mulai hari kita tidak saling kenal.


Min ri mengepalkan sebelah tangannya dan mengertakkan giginya,"Aku ingin pergi, bisakah kau melepas tangan kotormu dari lenganku? Ucap Min ri membalas.


Yoon jae memerhatikan tangannya yang begitu enteng memegang lengan Min ri dengan tenang, dia dengan cepat melepas tangannya itu dan bertingkah kikuk.


Min ri memandangnya tajam sembari menatapnya sinis,"Aneh, dia yang melarangku menyentuhnya tapi malah dia yang seenaknya menyentuhku, dia pikir aku suka di sentuh olehnya celoteh Min ri meninggalkan Yoon jae dengan perasaan hati yang terluka.


Yoon menundukkan wajahnya, setelah itu teman-teman yang bersembunyi di suatu tempat muncul dan memberi sanjungan pada Yoon jae,"Kau hebat, kau tahu Min ri sunbae itu terkenal galak dan susah di dapatkan ucap Kwon min


"Ku dengar juga jika dia itu beberapa pekan yang lalu membuat keributan, dua sunbae memperebutkan dia dan kau kenal dengan peri cantik angkatan kita bukan? Dia yang membuat masalah pada Min ri sunbae tapi dia berakhir di benci kata  Kang haneul layaknya presenter gosip.


"Kalau denganku yang bisa ku katakan adalah Min ri sunbae adalah tipeku, dia sangat cantik dan berkarisma. Menurutku dia gadis tercantik di sekolah. Ya! Nam yoon jae, jika kau tidak tertarik dengannya aku yang akan mendekatinya ucap Sung won dengan nada serius.


Yoon jae dengan cepat meninju perutnya pelan,"Awas saja jika kau mendekatinya, biarkan dia, jangan usik dia lagi. Aku hanya tidak ingin berurusan dengannya lagi katanya sembari memperhatikan ujung jalan di mana Min ri menghilang. Aku yakin jika aku sudah melakukan hal yang benar, aku tidak akan menyesal dengan apa yang sudah ku pilih pikir Yoon jae.


*****


Min ri menatap temannya itu tajam, lalu temannya itu mengalihkan pandangannya karena takut.


Min ri melanjutkan langkah kakinya menuju tempat duduknya,"Kurang ajar! Dasar bocah! Berani sekali dia berkata seperti itu padaku. Ingin rasanya aku mencekik lehernya itu katanya penuh emosi hingga hidungnya kembang kempis dan wajahnya yang memerah.


Sung ri yang tidak tahu permasalahan mendekati Min ri dengan senyum lebarnya, dia merangkul Min ri dan memiringkan kepalanya agar bisa melihat wajah Min ri,"Bagaimana? Apa kau dan anak tampan itu berkencan?


Min ri memukul meja dengan keras dan lagi-lagi membuat semuanya terkejut,"Anak tampan apanya? Dia itu anak kurang ajar, tidak sopan dan jelek! Teriak Min ri puas dan menidurkan wajahnya di atas meja.


"Dia itu ada masalah apa? Membuat kekacaun di dalam kelas bisik Choon he pada Bong ca.


Bong ca yang acuh tak acuh hanya melirik Choon hee dan mengucapkan sepata kata sembari menggelenggkan kepalanya,"Molla.


"Kenapa kau teriak padaku keluh Sung ri dan memukul pelan punggung Min ri.


Ji soo lalu menghentikan Sung ri dan membiarkan Min ri sendiri.


*****


Sepulang sekolah Min ri masih saja marah pada sikap dan kata-kata Yoon jae padanya, di ambang pintu dia memegang tiang tempat sepatu sembari meletakkan sepatunya di rak sepatu miliknya. Dengan malas dia melepas kaos kakinya dan melemparnya begitu saja ke dalam rak sepatu. Dia lalu berjalan gontai dan melempar tas dan juga dirinya di atas sofa,"Aku lelah! Aku bosan dan aku kesal sekali teriaknya dan membuat ibunya keluar.


"Kau kenapa? Apa ada yang menganggumu di sekolah? Tanya ibu sedikit penasaran.


Min ri mengangkat wajahnya lemas dan melirik ibunya dengan ekspresi datar,"Bukan apa-apa eomma. Aku hanya lelah saja seharian belajar.


Ibu Min ri menyeka keringat yang menetes dari pelipisnya lalu menghembuskan napas legahnya,"Syukurlah! Eomma pikir kau ada masalah lagi di sekolah.


Min ri bangun dan hendak ke kamarnya lalu ibu berkata,"Jangan lupa ganti bajumu dan turunlah makan.


"Eomma, aku lelah. Aku tidak lapar, aku hanya butuh istirahat ucapnya sebelum akhirnya dia menutup pintu kamarnya.


Ibu meninggalkan dapur dan mendongak ke atas melihat putrinya dari bawah,"Aneh? Dia tidak pernah melewatkan makan siangnya, apa dia sudah memasuki waktu masa pubernya? Bisa gawat jika memang seperti itu, entah drama apa saja yang akan dia lakukan nantinya Ucap Ibu lalu kembali melanjutkan aktifitasnya di dapur.


Di dalam kamar Min ri melempar dirinya di atas kasur sembari melempar tasnya di sofa mandirinya, dia menyembunyikan wajahnya di bantal lalu teriak sepuasnya,"Dasar gila! Baru kali ini aku merasa terbuang! Lihat saja kau Yoon jae! Aku akan membalas dendam padamu.


Min ri melempar bantalnya ke samping, memerhatikan langit-langit kamarnya sambil berpikir,"Jangan panggil aku Min ri jika aku tidak bisa membalas perbuatanmu.