CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND

CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND
EPISODE 6 SOYEON DAN NAEYON



               Ji soo dan Sung ri membaringkan Min ri di atas kasur UKS, dan tak lupa menarik tirai demi menutup biliknya, mereka berdua meninggalkan Min ri saat mereka mendengar bel berbunyi,"Beristirahatlah, kami akan menemuimu jika jam pelajaran selesai katanya dan meninggalkan Min ri yang tertidur lelap.


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas pagi, Min ri membuka matanya, dia duduk dan menyandarkan belakangnya karena tiba-tiba kepalanya berdenyut,"Sepertinya aku terlalu lama tertidur katanya.


"Apa kau tersadar karena sudah membaik? Tanya seseorang di sebelah biliknya.


Min ri bangkit dan menarik tirainya dan melihat sosok lelaki yang tak begitu dia kenali,"Kau siapa? Dan kenapa kau ada di sini tanyanya.


"Apa kau tidak mengenalku? Padahal kita baru saja bertemu tadi pagi, aku kesini karena kakiku terluka saat bermain sepak bola jawabnya santai.


Min ri bangkit dan turun dari kasur,"Kalau begitu lanjut istirahatmu, aku pergi kata Min ri dan menghilang di balik pintu.


Yoon jae tersenyum menatap kepergian Min ri dan kembali menarik tirai putih untuk menutupi biliknya.


*****


Bel jam pelajaran berakhir sekitar sepuluh menit yang lalu setelah Min ri keluar dari ruang UKS, dia berjalan menemui kedua sahabatnya, karena dia sudah mulai kelaparan, sesampai di kelas dia tidak menemukan temannya, tapi melihat Soyeon di tengah-tengah kerumunan teman-teman yang lain, Min ri juga ikut mendengarkan dan tanpa sengaja menyenggol Ban do,"Maaf katanya tapi Min ri menghindar sesaat melihat Ban do.


"Apa Naeyon masih sakit? Tanya Bong cha.


"Iya, dia masih sakit jawab Soeyeon.


"Bagaimana jika kita minta wali kelas untuk mengunjungi Naeyon.


Setelah mendengar itu, Min ri melangkah keluar kelas dan menyusul kedua temannya yang sudah terlebih dulu ke kantin. Min ri sempat melihat Yoon jae melewati jalan turunan menuju kelasnya, tetapi tiba-tiba mereka berdua bertemu di depan kelas Yoon jae, Yoon jae ingin mengambil jalan ke sisi kiri tetapi Min ri juga mengikutinya begitupun sebaliknya, hingga Min ri menghentikan langkah kakinya,"Aish! Kenapa kau menghalangi jalanku ucapnya dan mereka saling beradu pandang.


Aku baru pertama kali melihat wajahnya secara dekat, bibirnya merah, matanya cokelat dan rambutnya panjang bergelombang, dan semakin kelihatan menarik karena beberapa jepitan rambut bermotif bunga menempel di rambutnya, Yoon jae segera mengalihkan pandangannya. Bisa gawat jika aku terlalu lama memandangnya batin Yoon jae.


"Kau dulu yang menghalangi jalanku.


"Begitu? Baiklah maafkan aku, tapi kenapa kau banmal padaku? Lupakan saja aku malas berdebat kata Min ri dan meninggalkan Yoon jae.


Yoon jae menatap punggung Min ri,"Apa dia sedang mengabaikanku? Lalu kenapa jika aku berbicara tak sopan padanya? Dia kan seangkatan denganku Kata Yoon jae kesal dan segera masuk ke dalam kelasnya.


Min ri melewati beberapa juniornya yang mengantri untuk masuk ke dalam kantin, tapi mereka tidak berani masuk karena beberapa senior sedang makan di dalam kantin, Min ri mengejutkan kedua temannya dan duduk di hadapan mereka,"Kenapa kalian tidak mengajakku makan siang? Katanya cemberut.


"Bukan begitu, kami pikir kamu masih tertidur, lagipula kami sudah memesan makanan untuk kamu kata Sung ri.


Min ri memakan tteobokki kesukaannya ketika Soo rim, Ban do dan Do hwa masuk ke dalam kantin, Soo rim mendekati Min ri di mejanya,"Kau sakit apa?


Min ri memutar bola matanya malas,"Tidak sakit, aku hanya kelelahan.


"Begitu, aku ke sana dulu, soalnya pesananku sudah tiba kata Soo rim dan bergabung di meja kedua dari meja Min ri dan teman-temannya.


Sung ri menelan ludahnya,"Sejak kapan kau dan Soo rim seakrab itu?


Min ri menaikkan sebelah alisnya,"Kata siapa aku akrab dengannya?


"Lalu jika kau dan Soo rim tidak akrab, kenapa dia menyapamu dan menanyakan keadaanmu? Ini mencurigakan kata Ji soo sembari meminum sebotol yogurt miliknya.


"Baiklah, aku dan dia berdamai saat melakukan hukuman kami, dia meminta maaf padaku, tapi aku tidak menyangka dia akan bersikap begitu peduli dengan dekralasi damai yang kami sepakati bersama jawab Min ri.


Min ri memalingkan pandangannya pada beberapa juniornya yang menunggu di luar kantin, tanpa sengaja Min ri mendengar obrolan beberapa gadis juniornya bergosip,"Aku sangat mengidolakan Yoon jae.


"Bukan kau saja, aku juga mengidolakannya, dia itu tampan, tinggi dan juga cool aku akan pingsan jika bertemu dengannya.


"Kalian tahu, katanya dia itu jarang sekali tersenyum, dan jika dia tersenyum kau akan teriak histeris di buatnya.


"Benarkah? Jika begitu, aku ingin segera melihatnya tersenyum.


Min ri terkekeh mendengar pembicaraan mereka, dia lalu memutar badannya menghadap Soo rim,"Ya, sepertinya di luar itu adalah fans sainganmu Soo rim, kau akan segera kehilangan ketenaranmu kata Min ri menggoda.


Ji soo seketika menatap Sung ri,"Apa yang di lakukannya sekarang?


Sung ri menggeleng dan berkata,"Molla.


Soo rim bangkit dari duduknya, dan berdiri di depan kantin,"Apa kalian suka denganku? Tanyanya dan para gadis menyambutnya dengan berteriak sekencang-kencangnya.


Karena kesal Min ri meninggalkan mangkuk berisi kue berasnya dan berjalan keluar, di susul oleh kedua temannya dan saat dia tak jauh dari gadis-gadis yang bergosip tadi, Min ri menghentikan langkah kakinya,"Jika kau mengidolakan seseorang, idolakanlah dia terus jangan suka mengidolakan dua pria katanya dan ketiga gadis itu menatap bingung Min ri dan membungkuk padanya,"Ya sunbae.


Ji soo dan Sung ri menarik Min ri menjauh dari mereka,"Apa yang kau lakukan, sebenarnya kau kenapa? Kau terus mengatakan sesuatu yang aneh.


"Tidak apa-apa, ayo kita ke kelas ajak Min ri pada kedua temannya.


Lee shin menyetujui permintaan Soo rim mengunjungi Nayeon, beliau menyuruh seluruh siswanya berkumpul sepulang sekolah, hari ini siswa dan siswi di pulangkan karena ada rapat dadakan yang di adakan oleh direksi sekolah dan Lee shin memanfaatkan waktu itu untuk mengunjungi siswanya Naeyon yang sudah lama tak masuk sekolah karena sakit.


*****


Sepulang sekolah Min ri meminta izin pada ibu dan ayah ke busan,"Ibu, aku dan teman-teman akan mengunjungi temanku yang sakit di Busan.


"Boleh, tapi kau jangan merepokan pak Lee shin, kasian dia jika kalian membuatkannya masalah.


"Baik. Min ri sudah selesai bersiap, siang itu Min ri memakai kaus putih di padukan dengan rok pendek berwarna pink, dan membuatnya semakin terlihat feminin saat menggunakan white sneakers dan memakai mini couch bag kesukaanya.


Sesampai di stasiun tempat berkumpulnya mereka, seluruh teman Min ri terpesona melihat penampilan Min ri dengan pakaian santainya,"Kau cantik sekali puji Sung ri pada temannya.


"Biasa saja ungkap Min ri rendah hati.


Semua teman, Lee shin dan Min ri masuk ke dalam kereta dan menuju ke Busan.


Kesalahan kami menyuruh Soeyon pulang lebih dulu dan al hasil kami tak tau arah rumah Soeyon, beberapa kali Pak Lee shin bertanya pada pejalan kaki yang di temuinya,"Permisi, apa anda tahu alamat rumah Naeyon?


"Ah maksud anda si kembar?


Lee shin mengangguk, lalu orang itu menunjuk ke arah bukit, kalian ikuti saja jalan ini, kalian akan melewati sebuah sungai dan juga ladang yang luas setelah itu kalian akan menemukan kampung si kembar kata lelaki tua itu dan melanjutkan perjalanannya.


Soo rim mendekati Lee shin,"Pak, bagaimana?


Lee shin mempersilahkan semua siswanya ke arah jalan yang di tujukan lelaki tua tadi,"Percaya pada bapak, bapak sudah tau jalannya.


*****


"Aku sudah lelah, apa Nayeon dan Soeyon berjalan jauh setiap mereka kembali dari sekolah? Aku jadi merasa iba pada kegigihan mereka ucap Sung ri sembari mengeratkan rangkulannya pada Min ri.


"Kau benar, aku sampai berkeringat, kakiku juga sudah mulai keram dan kau tahu aku membencinya keluh Min ri.


Min ri maupun Sung ri berjalan di depan Ban do dan Do hwa, Do hwa lalu mengajak Ban do bicara,"Ban do? Apa kau benar menyukai sepupuku Min ri tanyanya.


Min ri menghentikan langkah kakinya saat mendengar pertanyaan bar-bar Do hwa pada Ban do yang menyangkut dirinya. Do hwa bodoh batin Min ri.


Ban do tidak menjawab pertanyaan Do hwa, sementara Min ri dia menunduk memperbaiki tali sepatunya yang tiba-tiba lepas,"Kenapa kau tak jawab pertanyaanku, cepat katakan padaku jika kau menyukainya bukankah yang harus kau lakukan adalah menyatakan cintamu padanya? Tanya Do hwa lagi.


Min ri kehabisan kata-kata karena ulah sepupu baiknya itu, Min ri menoleh dan melihat wajah Ban do yang tersenyum mengerikan karena pertanyaan dari Do hwa, meski Min ri menyadari senyuman picik itu di perlihatkan Ban do khusus untuknya, Min ri memalingkan pandangannya, Min ri tersenyum sinis,"Dasar bedebah! Ucap Min ri lalu menyeret Sung ri menjauh dari Ban do.


Semua sudah tiba di rumah si kembar, ayah dan ibu si kembar menjamu mereka dengan begitu banyak makanan, membuat pak Lee shin tak enak hati,"Harusnya bapak dan ibu tidak perlu menyediakan kami makanan.


Ayah dan ibu Naeyon tersenyum sembari membungkuk pada pak Lee shin itu bentuk ucapan terima kasihnya karena sudah mengunjungi Naeyon yang sakit.


Soo rim mendekati Ibu dan Ayah Naeyon dia mengeluarkan amplop berisi uang untuk Naeyon berobat, dengan tangis haru Ibu Naeyon menangis dan berterima kasih atas hadiah yang mereka bawah untuk anaknya.


Jam sudah menunjukan pukul satu siang, pak Lee dan Soo rim mewakili semua untuk pamit pulang ke Andong, alasannya agar mereka tidak sampai ketinggalan bis terakhir.


Di jalan pulang suasana hati Min ri masih buruk karena mengingat senyum penuh arti dari Ban do, dia tidak akan tenang sebelum memberinya pelajaran,"Aish! Dasar bedebah! Ucap Min ri tiba-tiba.


"Wae? Ada apa lagi ucap Sung ri.


Min ri mengibas rambut panjangnya ke belakang dan berjalan mendekati Ban do yang berjalan di depannya, saat dia sudah dekat dengan Ban do, Min ri menendang bokong Ban do hingga berbunyi, Ban do berteriak menahan sakit,"Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila? Tanya Ban do kesal.


"Kau benar, aku sudah gila. Lalu jika aku gila kau ingin melakukan apa? Kata Min ri penuh tekanan.


Ji soo menatap Sung ri."Apa yang dia lakukan?


Sung ri mengangkat kedua bahunya,"Aku tidak tahu.