CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND

CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND
Episode 26 Curang



         Debaran yang tiba-tiba di rasakan Yoon jae, seolah membakar tubuhnya. Perasaan aneh yang selalu di rasakannya setiap bersama dengan Min ri,"Bagaimana? Apa ajossi mau menerima bantuanku? Tanya Min ri lagi.


Yoon jae melepas lengan Min ri dari rambutnya, wajahnya memerah karena malu. Min ri yang seolah polos tidak menyadari debaran yang di rasakan Yoon jae malah menjulurkan telapak tangannya menuju kening paripurna Yoon jae yang bersinar karena Min ri mengangkat sedikit rambut Yoon jae,"Badanmu panas, apa kau baik-baik saja?


Yoon jae memegang tangan Min ri dan menurunkannya dari keningnya,"Aa..aa..aaku baik-baik saja, ini hanya karena cuacanya yang panas.


"Heol, kau itu basah kuyup, kau pasti kedinginan, aku rasa kau demam, sebaiknya kita ke Ruang Kesehatan saja. Min ri lalu menarik tangan Yoon jae berniat membawanya ke sana, tetapi Yoon jae sama sekali tidak bergerak, dia malah menarik Min ri ke arahnya,"Aku tidak apa-apa, berikan handuk itu padaku, aku bisa mengeringkan rambutku dan mengurus diriku sendiri, untuk handuk ini terima kasih kata Yoon jae.


Tetapi kekerasan kepala Min ri yang tetap ingin membantu Yoon jae membuatnya menghentikan langkah kaki Yoon jae lagi,"Apa kau tidak ingin memberiku kesempatan membalas kebaikanmu padaku? Bukankah ini curang?


"Curang?


"Tentu, kau hanya ingin aku berhutang budi padamu tanpa membalasnya. Bukankah itu curang namanya?


"Aku membantumu bukan untuk mengharapkan kau membalasnya.


"Oh ya? Apa aku boleh bertanya padamu? Jika kau menjawabnya dengan benar aku akan membiarkan kau pergi sekarang.


"Oke aku setuju.


"Kenapa kau membantuku tanpa mengharapkan balasan?


Sadarlah Yoon jae-ah ini adalah jebakan, kau jangan sampai mengatakan apapun yang hanya akan membuat semuanya menjadi kacau batin Yoon jae.


"Kenapa kau diam? Kalau kau diam itu artinya kau tidak bisa menjawabnya, sekarang berikan handuk itu dan aku akan membantumu mengeringkan rambutmu.


"Ti..tii..tidak perlu.


Min ri menggelenggkan kepalanya, mendekati Yoon jae, mengambil handuk dan menarik Yoon jae duduk di kursi, lalu dia pun membantu menggeringkan rambut Yoon jae,"Kau tahu, jika kau menggeringkan rambutmu seperti tadi, itu akan membuat rambutmu rusak, jadi kau harus mengosoknya pelan, seperti yang aku lakukan sekarang.


Yoon jae menangkap lengan Min ri, membuat Min ri menghentikan aktifitasnya, Yoon jae lalu bangkit dari duduknya dan menatap Min ri penuh arti, melihat itu Min ri malah tersenyum dan Min ri mengangkat tangannya sambil menjinjitkan kakinya dan mengacak rambut depan Yoon jae,"Aku baru sadar, kau jauh lebih tinggi dariku. Aku yakin kau akan masih bertambah tinggi.


Yoon jae lagi-lagi memegang tangan Min ri dan mendekatkan dirinya pada Min ri, dia menatap dalam ke dalam bola mata Min ri,"Itu menandakan aku lebih tua darimu.


"Logika seperti apa itu? Hanya karena kau lebih tinggi dariku itu artinya kau lebih tua dariku.


Min ri terkejut saat Yoon jae tiba-tiba menyentuh wajahnya, mereka saling menatap, wajah Yoon jae semakin mendekat, jarak di antara mereka kini hanya beberapa inci, Min ri bisa merasakan napas berat dari Yoon jae, lalu sesuatu berdegup kencang dari dalam tubuhnya, membuat tubuhnya memanas.


Apa yang akan Yoon jae lakukan, apa dia ingin menciumku? Kami masih sangat muda untuk melakukan hal seperti itu batin Min ri.


"Ka..ka..kapan pertama kali kau berciuman?


Sepertinya anak ini sudah gila, apa jangan-jangan dia sering melakukan ini? Apa yang harus aku katakan katanya dalam hati. "Kenapa kau menanyakan itu?


"Karena aku tidak pernah melakukannya.


Min ri menelan ludahnya keras,"Kau pasti bohong, yang kini kau lakukan adalah posisi untuk melakukan ciuman.


Keduanya lalu menjaga jarak, dan membuat keduanya salah tingkah,"Aa..aa..aku menangkapnya saat dia hampir terjatuh tadi.


Sung ri merasa ada yang salah di antara mereka, dia lalu menatap sinis pada Min ri dan Yoon jae,"Apa kalian mengatakan yang sesungguhnya, aku rasa kalian memang ingin berciuman.


Keduanya bersamaan megatakan tidak, dan dengan cepat Ji soo menutup mulut Sung ri karena Ji soo khawatir, Sung ri akan mengatakan hal-hal yang aneh.


Min ri lalu menarik Ji soo dan Sung ri meninggalkan Yoon jae dan teman-temannya.


*****


"Iya, sebentar lagi eomma.


Min ri merapikan meja belajarnya dan bergegas ke ruang makan, ayah, ibu, dan kedua kakak lelakinya sudah menunggunya di meja makan.


"Apa yang membuatmu lama? Kau tahu kita semua sudah lapar kata ibu ketus.


"Eomma jangan memarahi Min ri, Min ri pasti punya alasannya sendiri.


"Kau terlalu memanjakan adikmu Sung won.


"Kalian kenapa menungguku, jika lapar makan saja duluan. Aku sedang ada tugas sekolah dan harus mengerjakannya tepat waktu kata Min ri lalu menarik kursi dan duduk di atasnya.


"Benar kata Min ri, aku sudah katakan pada eommamu tapi dia tidak mendengarkan appa Min ri.


"Sudah, sudah kita kan sedang makan. Tidak baik jika terus berdebat di hadapan makanan, nanti Tuhan marah pada kita kata ibu dan membuat semuanya terdiam.


*****


"Dari mana saja kau? Kau tahu sekarang pukul berapa?


"Aku sudah besar appa, aku ingin melakukan apa yang memang ingin aku lakukan.


Ayah Yoon jae marah dan melempar piring ke depan Yoon jae,"Ini semua salahmu, kau terlalu memanjakan anakmu, dan lihat hasilnya dia suka melawanku ucap ayah yang selalu menyalahkan ibu jika itu adalah sebuah kesalahan.


"Yoon jae duduklah nak, kau harus makan malam agar kau tidak tidur dalam keadaan lapar.


"Tidak eomma, aku akan langsung tidur saja, aku lelah ucap Yoon jae lalu beberapa detik kemudian suara pintu kamar Yoon jae tertutup keras, membuat telinga tak nyaman.


Ayah hendak bangkit dari duduknya untuk memarahi Yoon jae, tetapi ibu langsung menghentikannya,"Yeobo sudahlah, dia butuh waktu untuk sendiri.


"Kau selalu saja seperti itu padanya, ini tidak baik. Kau harus katakan padanya, jika pernikahan yang akan aku lakukan untuknya adalah demi Perusahaan kita, kau mengerti bukan? Ucapnya, dia lalu menyeka bekas makanan di mulutnya, meletakkan sapu tangan dan pergi ke dalam kamarnya.


"Anakku yang malang, dia baru berusia belasan tahun, tapi pernikahan politik sudah menunggunya ibu menunduk dan terisak karena memikirkan nasib putra semata wayangnya itu.


Ayah Yoon jae adalah adik dari ayah Soo rim. Ayah Yoon jae di percayakan untuk menjalankan sekolah yang kini menjadi sekolah Yoon jae dan juga Soo rim, dan belakangan ini, ayah Yoon jae membuka sebuah perusahaan dengan di bantu oleh Presiden Hwang yang dengan syarat, putrinya harus menikah dengan Yoon jae.