
Min ri melepas pelukan Tae joon padanya,"Apa yang kau lakukan, ibu dan ayahmu melihat kita, pergilah.
Tae joon berjalan pergi, tapi dia terus menatap Min ri dan melambaikan tangannya hingga dia dan juga kendaraan yang di kendarai ayah Tae joon menghilang dari pandangan,"Selamat tinggal Tae joon, semoga kamu bisa bahagia di sana kata Min ri dan berjalan menuju gerbang sekolah.
Yoon jae tiba-tiba keluar dari tempat persembunyian, dan itu jelas membuat Min ri terkejut,"Apa yang kau lakukan?
"Apa kau mengingatku sekarang? Tanya Yoon jae.
"Harusnya aku yang tanya, kenapa kau di sini, apa kau mengikutiku? Atau jangan-jangan karena aku tak minta maaf padamu tadi? Wah ternyata kau orang yang pendendam. Baik aku akan membungkuk dan meminta maaf padamu, tapi ini yang pertama dan terakhir kalinya.
Yoon jae tersenyum dan menarik sebelah tangan Min ri, dia mengeluarkan sesuatu dari tangannya dan meletakannya pada telapak tangan Min ri,"Ini punyamu bukan, aku mengembalikannya untukmu, jadi jangan salah paham dan aku juga bukan orang yang pendendam katanya dan pergi meninggalkan Min ri yang kini malu akan kelakuannya tadi.
"Min ri bodoh katanya pada diri sendiri. Tapi kenapa anak itu selalu bicara ban mal padaku seolah kita ini seumuran, dasar anak tidak sopan katanya dan menatap kesal pada Yoon jae yang sudah berjalan di depannya. Dia lalu melihat jam tangannya,"Sial! Pak Choi sebentar lagi masuk ke kelas, aku tidak boleh tertangkap olehnya, bisa gawat jika dia tahu aku terlambat.
*****
Bel pelajaran selesai berbunyi, Min ri merapikan buku paketnya dan memasukkannya ke dalam tasnya, dia lalu memutar badannya menghadap Ji soo,"Ayo kita makan kudapan ajaknya pada Ji soo.
Ji soo tidak menjawab melainkan memainkan bola matanya, seolah sedang memberi isyarat pada Min ri,"Ada apa? Tanyanya polos.
"Min ri? Panggil seorang padanya.
Min ri berbalik saat mendengar suara yang memanggilnya, suara yang sangat tidak asing di telingannya,"Pak Choi ada apa? Katanya dan membuat seluruh teman kelasnya melirik ke arah Min ri.
Pak choi yang selalu tak absen membawa rotan faforitnya memukul-mukul meja Min ri,"Tolong bantu bapak, bawah buku-buku itu ke meja bapak, bapak ada urusan mendadak, ini kuncinya katanya dan hendak pergi, tapi beliau kembali menoleh ke Min ri, kuncinya kau simpan saja, besok kau bawah dan temui saya di kantor katanya lagi dan dia menghilang di balik pintu.
Min ri memiringkan kepalanya dan terus menatap kepergian pak Choi,"Aneh, kenapa beliau tiba-tiba menyuruhku melakukan tugas Soo rim, ini mencurigakan katanya dan kemudia kedua bola matanya mencari sosok Soo rim,"Yah! Soo rim, kenapa aku harus melakukan tugasmu?
Soo rim mengangkat kedua tangannya di atas pundaknya,"Entahlah, mungkin pak Choi ingin akrab denganmu kata Soo rim di sertai tawanya.
Min ri mengelenggkan kepalanya dan menolak semua perkataan Soo rim,"Aku tidak akan mendengar pendapatmu. Min ri lalu menyambar buku-buku pak Choi dan membawanya ke ruang bahasa Inggris.
Ji soo dan Sung ri juga mengikuti Min ri, tapi Min ri menahan mereka,"Tidak perlu menemaniku, kalian lanjut saja menyalin pelajarannya, aku tidak akan lama.
Keduanya mengangguk dan kembali duduk di kursinya masing-masing untuk melanjutkan kebiasaan mereka.
"Apa aku perlu mengantarmu goda Soo rim pada Min ri.
Min ri hanya menoleh, memberi tatapan tajam dan melemparkan kepalan tangannya pada Soo rim, Soo rim lalu terdiam dan menutup mulutnya dan Min ri pergi begitu saja.
*****
Kang dae hee berdiri di depan pintu kelas Yoon jae, dia terus memperhatikan Yoon jae dari jauh dan sesekali dia tersenyum melihat Yoon jae.
Kwon min menyenggol lengan Yoon jae dengan sikutnya,"Yah Yoon jae, sepertinya akan ada pernyataan cinta lagi untukmu, kenapa dia bisa setinggi itu, dia laki-laki atau perempuan sih? Goda Kwon min pada Yoon jae.
Yoon jae mengelenggkan kepalanya, dia bangkit dari duduknya dan menepuk pundak Kwon min,"Kau tidak boleh mengejek orang Kwon Min katanya dan segera menemui Dae hee.
Pipi Dae hee merona saat Yoon jae menatapnya dan menemuinya,"Kau ikuti aku, mari kita bicara di sana ucap Yoon jae.
Yoon jae mengajak Dae hee bertemu di dekat kelas bahasa Inggris,"Ada apa? Apa kau ingin mengatakan sesuatu padaku? Tanyanya pada Dae hee tanpa basa-basi.
Kegugupan Dae he membuatnya sulit berbicara normal, dia sampai harus bicara gagap,"Aa..aa..aku menyukaimu Yoon jae-ah.
Yoon jae benci mengatakan ini, tapi ini satu-satunya cara agar Dae hee tidak melakukannya lagi di kemudian hari,"Maaf tapi aku tidak menyukaimu.
Kata-kata Yoon jae seolah menampar keras di pipi Dae hee, matanya mulai berembun dan menundukkan kepalanya,"Ke..ke..kenapa kau tidak menyukaiku? Apa karena aku jelek?
Sementara dari jarak satu meter, Min ri tidak tahu harus melakukan apa, karena tak sengaja melihat mereka saat dia ingin menyimpan buku Pak Choi,"Apa aku pergi saja? Tapi apa salahku, kenapa aku harus menghindar. Min ri kembali terkejut saat mendengar Dae hee menangis karena di tolak oleh Yoon jae.
"Kamu jahat sekali, aku membencimu kata Dae hee dan berlari meninggalkan Yoon jae.
Dae hee menutup wajahnya saat bertemu dengan Min ri dan sedikit membungkuk demi memberi hormat pada seniornya.
Min ri tersenyum dan juga simpati atas apa yang terjadi pada Dae hee,"Setidaknya dia tidak menangis.
Yoon jae hendak kembali ke kelasnya, tapi dia terhenti karena melihat seseorang yang di kenalnya, Yoon jae merasa aneh karena Min ri mendengar semua perkataannya tadi pada Dae hee,"Apa kau sedari tadi di sini? Tanyanya pada Min ri sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Min ri mengangguk,"Iya, aku mendengar semuanya, tapi itu adalah urusanmu dengannya, dan aku juga tidak perduli, lagipula bukannya kau itu keterlaluan padaku? Kau selalu saja berbicara tak sopan, seolah kita ini seumuran katanya dan berjalan melewati Yoon jae.
Yoon jae menatap kepergian Min ri,"Dia memang benar, jadi apa yang harus aku khawatirkan, tapi memangnya apa masalahnya jika aku bicara tak sopan padanya, kita memang seumura, lalu di mana letak kesalahanku? katanya sambil memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celananya dan berjalan kembali ke kelasnya.
*****
Saat upacara pagi, kepala sekolah mengumumkan tentang acara karya wisata tahun ini untuk semua siswa maupun siswi tanpa terkecuali dan acara ini sama sekali tidak di punggut biaya sama sekali, karena ada seorang dermawan yang membiayai semua acara karya wisata.
Ji soo sangat senang jika ada kegiatan seperti ini, dia memang memiliki jiwa petualang,"Min ri, kau akan pergi kan?
Min ri menendang-nendang rumput yang tak berdosa di depannya terus-menerus,"Iya aku akan pergi, lagipula jika aku tidak pergi, apa kau dan juga Sung ri akan membiarkanku? Kata Min ri dengan mimik wajah kesalnya.
Ji soo lagi-lagi tersenyum dan Sung ri menyenggol Min ri tanda jika dia sangat senang dengan keputusan Min ri,"Tapi apa kalian tidak penasaran? Tanya Sung ri serius.
Min ri menyipitkan kedua matanya,"Penasaran tentang apa?
Ji soo memegang pundak Min ri,"Kau memang sangat polos, apa kau tidak penasaran tentang siapa orang yang sudah berbaik hati mebiayai semua kegiatan kita ini?
Sung ri mengangkat jempol pada Ji soo,"Kau memang sependapat denganku.
Min ri terlihat kesal dan membuang muka pada kedua temannya itu,"Kalian memang selalu sehati, apa dayaku yang tak bisa mengerti kalian ucap Min ri dengan nada cemberutnya.
Sung ri selalu hebat dalam membujuk Min ri yang sedang cemberut karenanya,"Yah, kami hanya bercanda, tidak ada yang mengerti kami selain kau katanya dan saat itu pun Min ri akan kembali tersenyum.
Soo rim menegur Min ri beserta kedua sahabatnya itu agar tidak membuat keributan.
Percakapan isyaratku dengan Soo rim begitu singkat, aku sadar kali ini aku dan teman-temanku memang salah, saat ini sedang upacara pagi aku akan sangat keterlaluan jika membuat keributan, aku menyenggol Ji soo dan Sung ri kemudian menyuruh mereka berhenti membuat keributan.
Matahari bersinar menerobos jendela kelas dan menyinari wajah Min ri. Kapan bu Shin keluar dari kelas, aku tidak semangat untuk belajar batinnya dan melihat keluar kelas. Tiba-tiba perut Min ri menggelitik, Min ri bangkit dari duduknya dan meminta izin ke toilet,"Ada apa Min ri? Tanya bu Shin cepat.
Min ri memegang ujung bajunya,"Aku ingin ke toilet bu.
Bu Shin menurunkan kacamatanya dan menganggukkan kepalanya,"Pergilah, jangan sampai kau buang air kecil di dalam kelas.
Min ri tersenyum dan berlari ke luar kelas.
Min ri mencuci wajahnya di wastafel, dia lalu memandang wajahnya di dalam cermin,"Sadarlah Min ri! Kau terlalu memikirkan ucapan Tae joon waktu itu ucap Min ri pada dirinya sendiri.
Saat Min ri melangkah ke luar dari Toilet, saat itu juga dia berpapasan lagi dengan Yoon jae,"Kau lagi? Kata Min ri spontan. Astaga apa yang aku katakan, aku tanpa sadar menyapa bocah tak sopan ini batin Min ri.
Yoon jae memandang Min ri binggung, yang kini berdiri tak jauh darinya,"Memangnya sekolah ini milikmu? Wajar jika kita tak sengaja bertemu bukan? Katanya sembari berjalan mendekati Min ri.
Min ri berjalan mundur, saat Yoon jae berjalan mendekatinya,"Aa..aa..apa yang kau lakukan?