
Soo rim kembali menahan Min ri, Min ri memutar bola matanya malas,"Apa lagi kali ini? Tanyanya.
"Jangan sampai kau lari dari tanggung jawabmu ucap Soo rim dan berjalan ke arah toilet lelaki.
Min ri menatap kepergian Soo rim,"Aigoo, kenapa dia bisa membaca pikiranku, aku memang berniat melarikan diri, tapi sepertinya aku tidak boleh melakukannya. Min ri berbalik dan berjalan ke jalan turunan depan ruang guru,"Dasar Soo rim, kenapa aku harus repot-repot mencarikannya seragam, di mana aku harus mencari seragam sekolah untuknya? Keluh Min ri.
Di lapangan basket ada beberapa lelaki sedang bermain basket, Min ri berhenti sejenak dan melihat beberapa juniornya saling mengoper bola agar bisa memasukkannya ke dalam ring, seorang lelaki tinggi dan kurus berhasil memasukkan bola ke dalam ring dalam satu kali shoot. Min ri menatap matahari dan menutupi wajahnya,"Apa mereka tidak kepanasan bermain basket di tengah terik matahari? Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya dan hendak meninggalkan mereka, tapi tiba-tiba langkah kakinya kembali tertahan, sudut bibirnya terangkat sedikit. Tunggu..tunggu dulu batinnya, dia berbalik dan menatap lelaki tinggi itu, dia lalu membentuk persegi dengan menempelkan kedua jari telunjuk dengan kedua ibu jarinya seolah-olah sedang memotret lelaki itu,"Pas sekali katanya. Dia kemudian memanggil lelaki itu,"Park hyun shik!
Hyun shik berlari ke arah Min ri, sementara teman-temannya menghentikan permainan mereka,"Ada apa Min ri sunbae? Tanyanya.
Min ri menatap seragam Hyun shik yang basah karena keringatnya, dia lalu membungkuk mendekatkan hidungnya pada badan Hyun shik sembari mengendus-ngendus, menarik kembali dirinya dan menutup hidungnya,"Ouch! Kau bau keringat, kenapa keringatmu sebau ini ungkapnya.
Hyun shik mengangkat tangannya dan mencium seragamnya, dia mengepresikan wajahnya yang hampir pingsan karena bau badannya,"Noona benar, seragamku bau sekali.
"Kau mau membantuku Hyun shik? Tanya Min ri lagi.
Hyun shik menggangukkan kepalanya,"Tentu saja, memangnya sunbae butuh bantuan apa?
Min ri menunjuk dan menarik seragam Hyun shik,"Apa aku boleh meminjam seragammu? Aku akan mengembalikannya nanti.
Hyun shik membulatkan matanya,"Seragamku? Bukannya sunbae sendiri yang mengatakan jika seragamku ini bau, kenapa sunbae malah ingin meminjamnya dariku.
Min ri tersenyum,"Bukan aku yang akan memakainya, jadi apa kau mau meminjamkannya untukku?
Hyun shik melepas seragamnya dan memberikannya pada Min ri, senyum sinis kembali terukir di wajah Min ri,"Kau boleh pergi, lanjutkan kembali permainanmu kata Min ri dan kembali menemui Soo rim.
*****
Sebelum mengetuk pintu toilet, Min ri terlebih dulu memasukkan baju Hyun shik ke dalam kantung plastik yang di belinya di toko swalayan dekat sekolah, setelah selesai Min ri mengetuk pintu toilet,"Soo rim-ah! Ini aku Min ri, aku sudah menemukan seragam untukmu.
Di dalam toilet, Soo rim tersenyum lebar, dia membuka sedikit pintu toilet dan melihat Min ri,"Ya! Tutup dulu matamu katanya.
Min ri tertawa tak percaya dengan apa yang di katakan Soo rim padanya,"Memangnya apa yang membuatmu rugi jika aku melihat tubuhmu.
Soo rim melempar senyum sinisnya,"Jika kau melihat tubuhku, kau akan berteriak kencang dan kamu juga bisa jatuh pingsan katanya.
"Apa yang kau banggakan dengan perut buncitmu itu.
Soo rim berdecak,"Kau jangan mengatakan yang tidak-tidak, aku berkata jujur, tubuhku sangat bagus, apa kau ingin melihatnya?
Min ri mengangkat tangannya, menandakan jika dia tidak butuh itu, dia lalu menyodorkan seragam milik Hyun shik padanya, lalu Soo rim menyambutnya dengan senyuman,"Aku pikir kau akan lari dari tanggung jawabmu, tapi terima kasih untuk seragamnya katanya dan menutup pintu toilet.
"Dan soal seragam itu kau yang harus mengembalikannya.
"Tenang saja, aku akan mengembalikan seragam ini pada pemiliknya jawabnya dari dalam toilet.
Min ri belum beranjak dari toilet, dia seperti sedang menantikan sesuatu, sementara di dalam toilet, Soo rim terkejut melihat seragam yang kini berada di hadapannya, seragam kucel, kusam, dan juga kotor. Soo rim beranjak ke dekat pintu mengetuknya dari dalam,"Ya! Park min ri, seragam ini kau temukan di mana? Karena tak ada jawaban Soo rim berpikir. Apa Min ri sudah pergi?
Di depan pintu, Min ri berusaha menahan tawanya, karena takut jika Soo rim membuka pintu dan mengejarnya, dia memutuskan segera pergi dari toilet.
Soo rim masih saja menatap seragam itu, beberapa kali pun Soo rim mencoba membalikannya, seragam itu tidak berhak berada di tubuhnya, Soo rim mendekatkan seragam itu ke hidungnya, Soo rim mencoba menciumnya dan Soo rim hampir pingsan karena bau busuk dari seragam itu, wajah Soo rim memerah, dia meremas seragam itu dan berteriak,"Ya! Park min ri!
Teriakan soo rim menembus pintu dan terdengar oleh Min ri, itu membuat Min ri tertawa sepuasnya,"Mati kau Soo rim, harusnya dari awal kau tidak cari masalah denganku.
*****
Tawa keras Min ri membuat orang yang berada di dekatnya meliriknya.
Sung ri dan Ji soo membulatkan bola matanya mendengar cerita Min ri,"Kau memberikan seragam kotor Hyun shik padanya? Tanya Ji soo.
Min ri memberinya anggukan,"Harusnya aku melihat ekspresinya saat mencium seragam Hyun shik, sayang sekali aku harus kehilangan momen itu.
Sung ri menempelkan tanggannya di kening Min ri,"Apa kau sakit? Saat sakit kau menjadi menakutkan.
Min ri memegang perutnya yang sudah sakit karena terus tertawa,"Aku sama sekali tidak sakit tapi sebaliknya aku sangat sehat katanya dan kembali tertawa.
Ji soo dan Sung ri bertukar pandang, seolah keduanya sedang mengatakan. Sepertinya-Min ri-mulai-kehilangan-akalnya.
*****
Soo rim hampir menghabiskan setengah parfum yang baru di belinya demi menghilangkan bau keringat yang menempel pada seragam Hyun shik, tapi bau keringat itu masih saja tercium, dengan terpaksa Soo rim memakai seragam itu.
Di dalam kelas, Soo rim berdiri di depan podium, sementara Choon hee dan Bong ca masing-masing berdiri di sisi kiri dan kanan Soo rim, seluruh mata menatap seragam Soo rim dan mengisyaratkan. Apa-yang-terjadi-dengan-seragam-baru-Soo-Rim.
Choon hee menutup hidungnya dan melirik Soo rim, dia lalu berbisik padanya,"Apa bau aneh ini berasal dari seragam yang kau gunakan? Tanyanya.
"Iya, ini adalah ulah Min ri. Kau diam saja dan aku akan memulai pidatoku.
Bong cha tidak mengatakan apapun, dia hanya menjaga jarak dengan Soo rim.
*****
Soo rim segera membuka seragam itu ketika dia sudah berada di luar kelas, untungnya Soo rim selalu membawa kaos cadangan di bagasi sepeda motornya,"Min ri sudah keterlaluan, aku tahu dia tidak akan melepaskanku begitu saja, dulunya dia adalah gadis yang lugu dan lucu, tapi kenapa dia menggelar perang padaku sekarang, mungkin sebaiknya jika aku tidak mencari masalah lagi dengannya kata Soo rim dan hendak menemui juniornya.
Hyun shik dan teman-temannya sedang menikmati eskrim di depan kantin sambil tertawa, tiba-tiba Soo rim datang dan memanggil Hyun shik,"Park hyun shik! Panggilnya.
Hyun shik berlari menemuinya, membungkuk dan menatap Soo rim,"Kenapa Sunbae Soo rim dan Min ri mencariku hari ini? Tanyanya penasaran.
"Kenapa keringatmu bau sekali kata Soo rim tanpa basa-basi.
Hyun shik menggaruk kepalanya,"Kenapa Hyung mengatakan hal yang sama dengan Min ri noona.
Soo rim memijat keningnya yang perlahan berdenyut,"Aku tahu jika dia sengaja melakukan ini padaku, dan kau Hyun shik rajinlah mandi, agar baumu tidak terlalu menyengat, ini seragammu aku kembalikan padamu katanya dan berlalu meninggalkan Hyun shik.
Hyun shik menatap kepergian Soo rim, dia mencium seragamnya dan mengangguk-ngangguk,"Setidaknya seragamku tidak seburuk tadi, lain kali aku akan bertanya pada Hyung, parfum apa yang di gunakannya, aku akan membelinya katanya dan kembali berkumpul dengan teman-temannya.
*****
Min ri dan kedua sahabatnya sedang duduk di tempat faforit mereka di bawah pohon, Min ri bersandar pada Ji soo dan mulai mencabut rumput yang ada di hadapannya,"Aku bosan sekali, kalian tahu aku harusnya tidak ke sekolah, aku harusnya tidur pulas di rumah keluhnya.
"Aku sama sekali tidak sependapat denganmu, aku malah senang ke sekolah, karena aku bisa melihat murid baru yang tampan-tampan itu, kalian tahu katanya di kelas VIIA ada pangeran tampan di sana, apa kalian tidak ingin melihatnya? Tanya Sung ri.
"Pangeran tampan pantatku, aku tidak tertarik dengan pria muda jawab Min ri.
"Memangnya kau wanita tua Tanya Ji soo. Ku dengar kau dan Ban do sedang dekat, apa kalian berkencan?
"Entahlah, apa ini bisa di sebut dekat atau apa kata Min ri tak semangat.
"Memangnya kau menyukainya Tanya Sung ri.
Raut wajah Ji soo menggambarkan jika dia tidak suka pertanyaan Sung ri pada Min ri seolah dia juga ada hubungan dengan Ban do,"Sudah jangan menanyakan hal pribadi pada Min ri ucap Ji soo.
"Apa kalian tidak ingin melihat murid baru Tanya Sung ri menngalihkan pembicaraan.
Ji soo dan Min ri bertukar pandang seolah tak tertarik dengan ajakan Ji soo, Ji soo yang sudah tahu jawabannya meninggalkan keduanya dan pergi melihat pangeran tampan VIIA.
*****
Karena bosan akhirnya Ji soo dan Min ri berencana melihat murid baru, tapi tiba-tiba Min ri teringat sesuatu dan membicarakannya pada Ji soo,"Ji soo-ah, apa kau ingat saat kita mengunjungi Ban do ketika dia sakit, kau dan aku bertemu dengan adiknya Choi dal po, itu namanya bukan?
Ji soo mengangguk,"Iya kau benar, mungkin adiknya sekolah di sini ucapnya.
Mereka sudah tiba di depan kelas mereka, ada banyak gadis berdiri di depan kelas, Min ri mulai berjalan duluan, dia menerobos pertahanan dan berhasil sampai ke depan, sedangkan Ji soo, Sung ri menghentikannya dan menyeretnya ke kelas sebelah. Murid baru di bagi atas dua kelompok, ini semua karena gedung sekolah sedang di renovasi.
Min ri menemukan sosok Dal po, dia duduk di baris ke dua. Astaga, dulu terakhir bertemu anak ini dia masih lucu tapi sekarang dia terlihat sangat tampan, aku mengidolakannya batin Min ri. "Kau melihatnya Ji soo? Karena tak ada jawaban Min ri mencari sosok sahabatnya itu, tapi dia tidak menemukannya, dia mengabaikan dan kembali menatap Dal po.
Dal po tanpa sengaja melihat sosok Min ri, dia melempar senyuman dan melambaikan tanganya pada Min ri, Karena para gadis merasa jika Dal po sedang menyapa mereka, mereka berteriak histeris.
Seseorang yang berdiri di belakang Min ri berkata,"Anak itu tampan sekali, aku mengidolakannya.
Min ri memutar bola matanya kesal. Dasar genit, dia bahkan meniru perkataanku batin Min ri. Karena kesal Min ri keluar dari kelas, dan menyempatkan menyenggol gadis yang berbicara mengenai Dal po tadi, hingga terjatuh.
Dal po kembali mencari sosok Min ri, tapi dia tidak menemukannya. Eoh? Di mana Min ri noona batinnya.
Min ri berhasil keluar dari kelas, dia terlihat cantik dengan rambut panjangnya yang bergelombang,"Di mana mereka? Ucapnya sembari mencari sosok sahabatnya itu.
Ji soo dan juga Sung ri keluar dari kelas sebelah dan menemui Min ri,"Ji soo aku mencarimu tapi kau menghilang kata Min ri.
"Mian, dia menyeretku tadi sembari menunjuk ke arah Sung ri yang tersenyum seolah dia bukan dirinya lagi.
"Ada apa dengannya? Tanya Min ri dan menunjuk Sung ri.
Sung ri mendekati Min ri dan mengoyangkan bahu Min ri,"Min ri-ah kau harus melihat pangeran tampan itu katanya dan hampir jatuh pingsan.
Ji soo mengangguk saat Min ri menatapnya,"Dia memang tampan kata Ji soo menambahkan.
"Lalu, jika dia tampan kalian mau apa? Tanya Min ri.
Sung ri menarik Min ri ke kelas sebelah, Ji soo mengikuti mereka, sung ri menunjuk ke arah lelaki yang duduk di baris kedua dari belakang, dia duduk dengan posisi tegap, rambutnya sangat rapi, wajahnya sangat tampan dan dia sangat cool. Min ri menatapnya dan berkata dalam hati. Dia lumayan tampan.
Sung ri berbisik pada Min ri,"Bagaimana apa kau tertarik padanya? Dia tampan kan tanya Sung ri.
Min ri mengibas rambut panjangnya ke belakang,"Aku tidak tertarik dengan lelaki yang lebih muda dariku dan apa pentingnya tanggapanku soal anak itu.
Ketiganya lalu keluar dari kelas IXA. "Memangnya kau sudah tua? Tanya Ji soo.
Sung ri dan Min ri tertawa mendengar pertanyaan Ji soo. "Lihat saja, jika pada akhirnya kau akan menyukai anak itu, aku yang akan pertama kali menertawaimu ucap Sung ri.
"Itu tidak akan terjadi kata Min ri sedikit ragu.