
Upacara penerimaan siswa baru sudah selesai, sudah waktunya mereka membayar kelakuan mereka dengan hukuman membersihkan toilet yang sudah bertahun-tahun tidak pernah di bersihkan, dan yang membuat keduanya meminta agar tidak membersihkan toilet itu adalah karena kebanyakan siswa lelaki masih memakai toilet itu tanpa menyiram bekas urin mereka, kedua wajah mereka begitu menyedihkan, kini kepala sekolah memberi keduanya sapu, kain pel dan beberapa lagi alat untuk membersihkan toilet,"Pokoknya kalian harus membersihkan toilet ini dan jangan sampai kalian berbuat curang dengan meminta bantuan teman kalian, bapak akan pergi dan kalian selesaikan pekerjaan kalian dengan cepat katanya dan pergi meninggalkan keduanya.
Min ri bergerak maju sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal,"Kenapa aku harus melakukan pekerjaan menjijikan seperti ini ucapnya.
Soo rim tersenyum melihat keprustasiaan Min ri,"Memangnya ini ulah siapa, sehingga kita berakhir seperti ini, Min ri harusnya kau sabar, kau tahu di luar sana ada banyak orang yang dengan ikhlas melakukan pekerjaan ini tanpa harus mengeluh, demi mendapatkan upah, harusnya kau bersyukur karena kita hanya kena hukuman.
Min ri berdecak,"Kemarin kau sangat menolak hukuman ini, bahkan tadi aku juga melihatmu memasang wajah menyedihkan, kenapa sekarang kau bisa sebijak ini.
"Ah bolla, sekarang kita mulai pekerjaan kita, aku malas berdebat denganmu kata Soo rim dan mulai menyalahkan keran air.
Min ri menatap Soo rim dalam. Apa sebaiknya aku memukulnya saja, dia berani sekali menguruiku batin Min ri.
Keduanya sedang asyik mengerjakan hukuman mereka tanpa ada pembicaraan, tiba-tiba Ji soo dan Sung ri datang menemui mereka,"Min ri-ah! Apa kau butuh bantuan Tanya Sung ri menggoda.
Min ri melambaikan tangannya,"Tidak perlu, jika kalian membantuku, aku akan dapat masalah bantahnya.
"Baiklah, kalau kau tidak butuh bantuan kami, aku dan Sung ri akan menunggumu mengerjakan pekerjaanmu di sebelah sana, kami akan tetap mengawasimu, jika butuh bantuan jangan sungkan kata Ji soo.
"Min ri, Soo rim kami akan pergi. Kalian berdua fighting! Ucap Sung ri dan meninggalkan keduanya.
Min ri menatap kepergian temannya, dan jelas melihat keduanya duduk di depan mereka sembari meneguk air dingin, merasa di lirik oleh Min ri keduanya melambaikan tangan pada Min ri,"Ouch! Mereka benar-benar keterlaluan, apa mereka memang sahabatku keluhnya.
"Tentu saja mereka sahabatmu, jika tidak mereka tidak akan menemuimu ucap Soo rim dan kembali membersihkan toilet.
*****
Min ri sudah lelah membersihkan toilet, keringatnya sudah mengalir di pelipisnya, dia membuang sapu yang di pegangnya,"Aku tidak tahan lagi, aku akan beristirahat katanya dan duduk di samping dinding kelas seni.
Soo rim menatap tajam ke arah Min ri,"Apa aku ini budakmu? Seharusnya kau tidak berhenti bekerja sementara aku masih melakukan pekerjaanku.
"Terserah, kau sendiri yang bodoh, kau tidak berhenti saat aku berhenti bekerja, aku sudah bilang aku tidak kuat lagi, jika merasa lebih baik aku akan kembali membantumu kata Min ri seolah tidak melakukan kesalahan.
*****
Yoon jae datang menemui In ha di kelasnya, In ha tersenyum saat melihat Yoon jae berdiri di ambang pintu kelasnya,"Yoon jae-ah sapanya.
Yoon jae hanya mengangkat tangannya dan berkata,"Anyeong.
In ha semakin mengagumi lelaki itu, dia tidak melepas pandangannya padanya. Yoon jae tampan sekali, selain tampan dia sangat tinggi dan badannya bagus batin In ha.
"Ada apa sunbae memanggilku tanyan Yoon jae penasaran.
In ha megusap rambutnya,"It..itu karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu.
Yoon jae tahu arah pembicaraan In ha, dan dia tahu apa yang harus di lakukannya.
*****
Soo rim mengarahkan keran air ke arah Min ri, Min ri kesal dan berteriak,"Ya! Apa yang kau lakukan kata Min ri kesal.
"Ayo kemari, kau sudah sangat lama beristirahat, apa kau sengaja? Tanya Soo rim.
Min ri mengigit bibir bawahnya dan menggaruk kepalanya,"Arraseo, aku akan datang.
Min ri mengambil kain pel yang di sodorkan Soo rim padanya,"Aku sudah menyikat dan menyapu lantainya, kau tinggal mengepelnya dengan pengharum setelah itu kita membersihkan rumput di luar, lalu pekerjaan kita selesai, apa kau mengerti? Tanya Soo rim.
Min ri menggangguk mengerti,"Hmm...aku tahu katanya dan masuk ke dalam toilet.
Soo rim mengamati Min ri yang serius melakukan tugasnya,"Dia terlihat tenang, saat serius mengerjakan tugasnya.
Soo rim menggantikan Min ri beristirahat, beberapa menit kemudian Min ri duduk di samping Soo rim, dia memijat pundak kanannya yang mulai menengang,"Aku lelah mengepel dua ruangan toilet keluhnya.
Min ri mengibaskan tangannya di depan wajahnya,"Aku membenci saat diriku berkeringat katanya.
Soo rim berdecak,"Kau bicara apa, orang sehat itu mengeluarkan keringat.
"Aku tidak butuh itu bantah Min ri.
*****
Yoon jae dan In ha saling berhadapan di depan pintu kelas In ha, In ha tersenyum dan menatap penuh arti pada Yoon jae.
Yoon jae balik menatap, tapi tatapannya seolah mengisyaratkan jika dia sama sekali tidak tertarik, Yoon jae menghela napas kasar,"Jadi, apa yang sunbae inginkan dariku tanyanya datar.
In ha masih memasang senyum manisnya,"Aku menyuruhmu menemuiku karena ada hal yang ingin aku sampaikan padamu Yoo jae.
Yoon jae menggaruk ujung alisnya,"Aku tahu, sunbae sudah memberitahuku tadi, jadi hal apa yang ingin Sunbae katakan?
Semua orang memandang ke arah mereka berdua, bahkan semua siswa di sekolah memandang ke arah mereka, meski sebagian tidak tahu apa yang sedang terjadi,"Aku menyuruhmu menemuiku karena aku ingin mengatakan jika aku menyukaimu katanya ragu.
Yoon jae sudah tahu jika itu yang akan di katakan In ha padanya, dan Yoon jae tahu apa yang harus di lakukannya,"Maaf sunbae, tapi aku tidak tertarik untuk berkencan, sunbae mungkin sudah waktunya memikirkan soal kencan, karena sunbae sebentar lagi lulus dan masuk ke sekolah menegah atas, sementara aku. Aku baru saja lulus sekolah dasar sunbae, sunbae jangan salah paham karena melihat postur tubuhku yang terlihat dewasa, pada dasarnya aku masih sangat kekanak-kanakan ucap Yoon jae.
Teman kelas In ha saling menatap dan berbisik satu sama lain,"Memang benar rumor yang beredar mengenai anak itu, katanya dia itu ahli mencampakkan hati perempuan, In ha teman kita yang paling cantik saja di tolaknya, kasian sekali In ha.
Eun tae rae melipat kedua tangannya dan menaruhnya di atas perutnya,"Dia memang seperti itu, dia sangat dingin terhadap wanita katanya.
"Ja..ja..jadi kau menolakku tanya In ha mulai terbatah.
Yoon jae mengangguk mantap,"Maaf sunbae aku harus kembali ke kelasku katanya dan meninggalkan In ha.
Tidak sampai di situ, In ha sepertinya sudah tidak punya malu, dia masih mengikuti Yoon jae setelah dia mendapat penolakan darinya, sepanjang jalan seluruh siswa bergosip saat Yoon jae melewati mereka di ikuti oleh In ha,"In ha seperti tidak punya harga diri saja kata seorang siswa.
"Kau tahu In ha, dia itu populer di kalangan siswa lelaki, semua orang juga tahu dia sudah beberapa kali pacaran tambah seorang siswa lainnya lagi.
*****
Soo rim kembali mengerjakan tugasnya, dengan cepat dia mencabut rumput dengan membabi-buta, dia berhenti saat menatap ke arah Min ri yang tertidur pulas di samping dinding kelas seni, Soo rim melempar rumput yang di genggamnya, dia lalu bangkit berdiri dan mendekati Min ri, dia mengoyangkan bahu Min ri pelan,"Ya! Apa kau tidak akan membantuku?
Min ri terbangun dari tidurnya, dia gadis yang sangat mudah terganggu bahkan dalam tidurnya, Min ri bangun dan merengek,"Wae? Aku masih lelah keluhnya dan dia membuka matanya saat dia menyadari jika dia masih punya banyak pekerjaan. Dia menatap Soo rim dan tersenyum tipis,"Mian, aku akan membantumu katanya.
Min ri menghentikan kegiatannya saat melihat kerumunan, Min ri berjalan maju dan mencari tahu apa yang terjadi dengan mengamati keadaan sekeliling. Ada apa? Kenapa ramai sekali batinnya.
Soo rim juga menghentikan kegiatannya, saat menyadari jika teman kerjanya sedang bersantai sekarang, dia bangkit dan berdiri di belakang Min ri, dia lalu menendang-nendang sepatu Min ri,"Ya! Kenapa kau berhenti, jika kau begini terus, pekerjaan kita tidak akan selesai katanya.
Karena merasa terganggu, Min ri menyikut perut Soo rim dan itu sedikit membuatnya mengernyit sakit,"Ya! Apa kau ingin membunuhku?
"Sikut kecilku tidak akan membunuhmu Soo rim ssi.
Soo rim membalikkan tubuh Min ri ke hadapannya,"Ada apa? Tanya Min ri terkejut.
Soo rim memegang dagunya dan berkata,"Ini tidak baik, aku ingin meminta maaf padamu, aku rasa aku memang melakukan kesalahan padamu, jadi intinya aku ingin berdamai denganmu katanya sembari melempar senyum manisnya.
Min ri merinding di buatnya,"Aigoo...kau sangat menakutkan Soo rim ssi, tapi itu bukan semata kesalahanmu, aku juga turut bersalah, jadi aku juga minta maaf padamu, aku sudah memukulmu, bahkan kau sama sekali tidak menyakitiku kata Min ri.
"Baiklah, mulai sekarang kita berteman? Tanya Soo rim lagi.
"Tentu saja. Apa yang terjadi pada bocah ini? Apa tejadi sesuatu saat aku tertidur tadi, mungkin dia mengalami geger otak karena terpeleset di sini batin Min ri dan kembali mengamati kerumunan.
Min ri terdiam saat melihat In ha berjalan di pinggir lapangan dan tanpa sengaja Min ri melihat sosok Yoon jae yang berjalan sembari memasukkan tangannya di saku celananya. Kenapa In ha mengikuti anak itu batinnya dan terus menatap mereka dalam-dalam.